Beranda blog Halaman 33

Jajanan Gapit dan Kerupuk Puli Buatan Warga Binaan Rutan Kudus Laris Jelang Lebaran

0
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Rifki Nabris. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk olahan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kudus berupa kue gapit dan kerupuk puli laris manis menjelang Hari Raya Idulfitri. Tingginya permintaan membuat stok kedua produk unggulan tersebut ludes diborong pembeli.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Rifki Nabris mengatakan, kue gapit dan kerupuk puli menjadi produk yang paling diminati masyarakat dibandingkan hasil program ketahanan pangan yang sudah dijalankan sebelumnya. Bahkan jelang lebaran ini, kedua produk itu laku keras.

“Untuk ketahanan pangan di Rutan Kudus, kami punya beberapa program seperti peternakan ayam, pertanian ada hidroponik ada cabai, terong, hingga perikanan lele. Tapi yang paling banyak diminati masyarakat itu kue gapit dan kerupuk puli,” katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pemasaran produk dilakukan dengan cara dititipkan di sejumlah stan pameran, salah satunya di Kantor Imigrasi Pati. Selain itu, pembelian juga datang dari pegawai maupun pengunjung yang datang langsung ke rutan.

“Biasanya kami titipkan di stand-stand, seperti di Kantor Imigrasi Pati. Selain itu, banyak juga permintaan dari pegawai dan pengunjung yang melihat langsung produk warga binaan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, produksi dilakukan setiap hari dengan melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat, seperti telah menjalani sepertiga masa pidana dan berkelakuan baik. Mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dari petugas.

“Tujuannya agar setelah bebas nanti mereka punya keterampilan dan bisa mandiri di masyarakat. Sehingga setelah bebas dari penjara nanti mereka bisa langsung mendapat keterampilan,” tambahnya.

Baca juga: Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari

Dalam sehari, produksi kue gapit mencapai sekitar 5 kilogram. Namun menjelang Lebaran, permintaan meningkat tajam hingga stok cepat habis.

“Permintaan menjelang Lebaran sangat tinggi, bahkan sebelum akhir masa penjualan stok sudah habis. Sebulan kemarin kerupuk puli sekitar 30 bungkus dan gapit 35 bungkus,” ungkapnya.

Hasil penjualan produk tersebut digunakan untuk mendukung operasional kegiatan pembinaan, memberikan premi bagi warga binaan, serta disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Program ketahanan pangan di Rutan Kudus sendiri telah berjalan sejak lama sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Meski memiliki keterbatasan lahan, pihak rutan berupaya memaksimalkan potensi yang ada untuk berbagai kegiatan produktif.

Saat ini, terdapat delapan warga binaan yang terlibat langsung dalam program ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan makanan.

“Dengan lahan terbatas, kami tetap berupaya maksimal. Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik,” katanya.

Rutan Kudus saat ini dihuni sebanyak 204 orang, terdiri dari 162 narapidana dan 42 tahanan titipan dari kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus pidana umum sebanyak 115 orang, diikuti kasus narkoba 44 orang, serta beberapa kasus lainnya seperti korupsi dan cukai.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bupati Kudus Minta OPD Standby Selama Libur Lebaran

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan layanan publik tetap berjalan selama libur Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan warga, terutama perantau yang pulang kampung.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, sejumlah dinas telah diminta menyiapkan layanan tambahan atau extra time selama musim Lebaran. Hal ini penting karena banyak warga memanfaatkan momen mudik untuk mengurus administrasi.

“Biasanya dari Dinas Dukcapil (Penduduk Catatan Sipil) menyiapkan extra time. Saat warga pulang, bisa sekalian mengurus KTP, KK, atau dokumen lain,” ujar Bupati di Pendopo.

Ia menjelaskan saat ini layanan administrasi kependudukan sudah semakin fleksibel. Bahkan dalam kondisi tertentu, pelayanan bisa diakses lebih luas untuk membantu masyarakat.

Selain Dukcapil, lanjutnya, Dinas Perhubungan (Dishub) juga diminta membuka layanan tambahan. Terutama untuk uji KIR kendaraan yang masa berlakunya habis saat libur Lebaran.

Baca juga: Ratusan Warga Kudus Sumringah Dapat Mudik Gratis, Ini Kata Mereka

“Kalau KIR habis, silakan segera diurus di awal. Supaya kendaraan tetap layak jalan dan administrasinya lengkap,” bebernya.

Orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tetap siaga selama periode Lebaran. Instruksi ini juga sejalan dengan arahan dari pemerintah pusat.

Ia menyebut kepala daerah dan jajaran diminta tidak bepergian selama masa siaga Lebaran. Fokus utama adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Kami minta semua OPD standby di daerah untuk melayani masyarakat. Kecuali ada kepentingan mendesak, bisa diwakilkan pejabat lain,” katanya.

Dengan kebijakan ini, Pemkab Kudus berharap kebutuhan masyarakat selama Lebaran tetap terlayani dengan baik. Terutama bagi perantau yang hanya memiliki waktu terbatas saat pulang kampung.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Endang Kembali Nahkodai PAN Kudus, Targetkan 4 Kursi DPRD di Pemilu 2029

0
Ketua DPD PAN Kudus, Endang Kursistiyani saat memimpin rapat koordinasi. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Endang Kursistiyani kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kudus periode 2025-2030. Di periode kedua kempimpinannya tersebut, ia menargetkan partai berlambang Matahari bersinar terang tersebut mampu meraih minimal 4 kuris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus di pemilu mendatang.

Endang terpilih kembali menahkodai PAN Kudus melalui hasil Musyawarah Daerah (Musda). Ia terpilih secara aklamasi.

Surat Keputusan (SK) kepengurusan pun telah resmi diterbitkan. Dalam struktur inti (KSB), Endang akan didampingi oleh Rochim Sutopo sebagai Sekretaris dan Budiono sebagai Bendahara. Sementara itu, posisi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Daerah (MPPD) dijabat oleh Hilal Aryadi.

Endang mengungkapkan, bahwa pihaknya kini tengah fokus melakukan penataan organisasi hingga tingkat bawah. Agenda terdekat adalah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di 9 kecamatan yang ada di Kudus.

“Sebagai tindak lanjut Musda, kita akan adakan Muscab yang diawali dengan Pra-Muscab. Di sana nanti akan disodorkan nama-nama formatur dari masing-masing DPC. Minimal ada tiga nama KSB yang diajukan,’’ ujar Endang di kantor DPD PAN Kudus, Selasa (17/3/2026) petang.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Sampah, Pemkab Kudus Siagakan Petugas Selama Libur Lebaran

Ia menambahkan, proses Muscab ini akan dipimpin oleh Bidang Organisasi yang dikomandoi Nur Alim. Mengingat aturan juknis yang mengharuskan kehadiran DPW Jawa Tengah secara virtual, pelaksanaan Muscab rencananya digelar serentak se-Jawa Tengah setelah hari raya Lebaran.

“Harapannya sebelum Lebaran, tapi karena harus sinkron dengan DPW, maka pelaksanaannya dilakukan setelah Lebaran sekaligus pelantikan bersama pengurus DPD dan DPC,’’ imbuhnya.

Menghadapi kontestasi politik 2029 yang dianggap sudah di depan mata, Endang melakukan terobosan dalam komposisi pengurus. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sosok senior yang berpengalaman dengan kader muda yang enerjik dan melek teknologi.

“Kami berharap banyak anak muda yang bergabung karena energi mereka luar biasa dan lebih mumpuni di bidang IT atau digital. Komposisinya bisa satu senior didampingi dua anak muda, tergantung kearifan lokal masing-masing wilayah,’’ jelasnya.

Terkait target politik, Endang mematok target realistis namun ambisius. Pihaknya bertekad mengembalikan kejayaan PAN di Kota Kretek dengan mengincar minimal empat kursi di DPRD Kabupaten Kudus agar bisa membentuk satu fraksi sendiri.

“Target kami minimal satu fraksi (4 kursi). Kita lihat dinamika politik sekarang banyak pergeseran, dan kami akan memanfaatkan fenomena itu. Kami mencari personel yang punya integritas, kompetensi, daya juang, dan jaringan luas,’’ tegas Endang.

Menutup rangkaian agenda konsolidasi, DPD PAN Kudus juga menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar santunan anak yatim. Sebanyak 100 anak yatim mendapatkan santunan yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan dari enam kecamatan. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Panti Asuhan Aisyiyah Putri.

“Ini bentuk syukur kami. Selain menata organisasi secara yuridis formal, sisi sosial dan kemanusiaan juga tetap menjadi prioritas kami,’’ imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kunjungan Wisata di Kudus Diprediksi Alami Lonjakan 13 Persen Selama Libur Lebaran

0
Petugas meninjau salah satu destinasi wisata di Kudus. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus memprediksi kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 13 persen. Sejumlah langkah antisipasi pun disiapkan, terutama di lima destinasi unggulan yang diperkirakan menjadi tujuan favorit para pengunjung.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disbudpar Kudus, Teguh Riyanto menyebut, lima destinasi tersebut yakni Pijar Park, Bendungan Logung, Rahtawu, ARS Waterpark, kawasan wisata Colo, serta Mulia Wisata.

“Destinasi itu menjadi titik yang paling berpotensi mengalami lonjakan pengunjung saat libur Lebaran,” katanya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama bagi destinasi wisata berbasis air. Pengelola diminta memastikan standar operasional prosedur (SOP) diterapkan secara ketat.

“Karena bermain di air, SOP harus jelas. Penanganan kegawatdaruratan harus siap, termasuk petugas yang mengakomodir, pos pengamanan, sehingga jika terjadi kecelakaan bisa segera ditangani,” tegasnya.

Selain itu, pengelola destinasi wisata juga diminta berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat sekitar.

“Harus ada sinergi dengan petugas kesehatan, keamanan, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai momen berkah Lebaran justru menimbulkan masalah,” tambahnya.

Baca juga: Malam Lebaran Harus Terang, Bupati Kudus Instruksikan Agar LPJU Menyala Maksimal

Sebagai upaya pesiapan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi persiapan libur Idulfitri 2026 yang melibatkan perangkat daerah, pengelola wisata, serta instansi terkait lainnya.

Dalam hasil rapat tersebut, sejumlah langkah strategis disepakati. Di antaranya peningkatan kesiapan destinasi wisata melalui pengecekan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, area parkir, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

Selain itu, layanan kesehatan juga disiapkan dengan dukungan akses darurat melalui layanan 119. Dari sisi keamanan, pengelola diminta menempatkan petugas di titik rawan kepadatan serta aktif berkoordinasi dengan aparat.

Untuk mendukung kelancaran arus wisatawan, pengaturan lalu lintas menuju kawasan wisata juga akan dioptimalkan. Pelaku usaha diminta menyediakan kantong parkir tambahan, sementara Dinas Perhubungan akan memaksimalkan rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum.

Di sisi lain, aparat gabungan juga disiagakan selama periode Lebaran. Polres Kudus akan menggelar Operasi Ketupat Candi selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan sejumlah pos pengamanan dan titik pengawasan di kawasan strategis.

Upaya mitigasi juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, mulai dari kepadatan pengunjung, kecelakaan wisata, hingga gangguan keamanan. BPBD Kudus pun menyiagakan petugas 24 jam yang dapat diakses melalui call center 112.

Dengan berbagai langkah tersebut, Disbudpar Kudus berharap libur Lebaran tahun ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh wisatawan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Penjualan Sarung Al-Hazmi Meningkat Hingga 400 Persen

0
Sejumlah pengunjung terlihat sedang memilih beberapa sarung batik. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Permintaan sarung pada momen Ramadan hingga jelang Lebaran mengalami peningkatan penjualan dibandingkan hari-hari biasa. Seperti yang dialami oleh salah satu pelaku usaha produksi sarung batik, Al-Hazmi yang berada di Kelurahan Purwosari RT 1 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Pada momen seperti ini, permintaan mengalami lonjakan signifikan.

Owner Sarung Batik Al-Hazmi, Budi Wicaksono mengatakan, bahwa saat ini penjualan sarung di tempatnya naik berkali-kali lipat, dibandingkan hari biasanya. Bahkan ia menyebut, penjualan sarung batik miliknya itu mengalami lonjakan 300-400 persen.

“Alhamdulillah penjualan sarung saat Ramadan kali ini sangat meningkat dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan bisa sampai 300-400 persen dibandingkan dari hari biasa,” katanya, belum lama ini.

Peningkatan penjualan itu terjadi, karena pada momen seperti ini banyak yang membutuhkan sarung untuk keperluan ibadah, baik di saat Ramadan hingga nanti untuk salat Idulfitri. Tak hanya dari Kudus, pembeli sarung di sana bahkan berasal dari luar kota, luar pulau, hingga luar negeri.

“Untuk pembeli sebagian besar dari warga Kudus. Namun, sarung kami juga diminati hingga luar kota, luar pulau, dan luar negeri. Psaran luar negeri dari Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Hongkong, yang sebagian besar adalah TKI yang bekerja di sana,” jelasnya.

Baca juga: Brand Fashion Ternama dan Terlengkap Kini Hadir di Kudus

Sarung Batik Al-Hazmi, kata dia, memiliki lebih dari 170 seris sarung, dari 80 motif yang tersedia. Menurutnya, hampir semua seris sarung yang dikeluarkan, menjadi best seller oleh pembeli.

“Setiap seris alhamdulillah ada pasarnya sendiri-sendiri. Sehingga ratusan seris yang tersedia hampir semuanya jadi best seller,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari sekian banyak motif yang tersedia, Budi mematok harga yang terbilang terjangkau, mulai dari Rp115 ribu hingga Rp455 ribu. Harga tersebut tergantung bahan, motif, hingga teknik pewarnaan dan pengerjaan yang membutuhkan efort lebih.

“Saat ini motif yang paling banyak diminati adalah motif Menara Kudus, keduanya motif klasik, yang dulunya sering dipakai para pendahulu, seperti motif kendoro-kendiri, tri busono, hingga pasiran. sehingga itu membangkitkan memorial warga itu sendiri untuk meningkatkan kembali sarung batik ke masa keemasannya dulu,” tuturnya.

Salah satu pembeli dari Jepara, Muhammad Tahrir menyampaikan, suka berlangganan di sana karena ia merasa cocok dengan motif dan harga yang ditawarkan. Sehingga meski datang jauh-jauh dari Jepara hal itu menurutnya sepadan.

“Saya cocok di sini karena harganya pas gak usah nawar. Selain itu motifnya juga bagus-bagus, jadi saya merasa cocok dengan motif yang ada,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pembeli lainnya, Miftahul Rozaq. Menurutnya, motif yang tersedia di sana merupakan banyak motif kudusan. Dari segi harga juga disebut lebih merakyat, sehingga dia sering berlangganan di sana.

“Alasannya mencari sarung di sini banyak pilihan sarung khas kudusan dan untuk harga ya relatif merakyat. Motif yang saya cari ini klasik dan kain di sini juga nyaman . Ini beli lima,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gubernur Luthfi Blusukan Pasar Gede Solo, Belanja Sekaligus Memastikan Harga Terkendali Jelang Lebaran

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melakukan tinjauan ke Pasar Gede, Solo pada Rabu (18/3/2026). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Menjelang perayaan Idulfitri, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melakukan tinjauan ke Pasar Gede, Solo pada Rabu (18/3/2026). Tinjauan itu untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap stabil.

Berdasarkan pantauan, suasana Pasar Gede tampak lebih padat dari biasanya. Lonjakan pengunjung terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

Di tengah keramaian tersebut, Ahmad Luthfi didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BUMD pangan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), menyusuri lorong pasar sambil berdialog dengan para pedagang.

Tak sekadar memantau, Gubernur Luthfi juga belanja sejumlah komoditas seperti kerupuk rambak, kacang panjang, jamur, hingga pete dari lapak pedagang. Aksinya itu langsung menyita perhatian pengunjung. Warga tampak antusias menyapa hingga mengabadikan momen tersebut.

“Sugeng rawuh di Pasar Gede, Pak Luthfi. Monggo diborong, Pak,” ujar para pedagang bersahutan.

Permintaan itu pun ditanggapi oleh Luthfi. Tak hanya memborong dagangan para pedagang, Ia juga mentraktir warga yang berbelanja. Beberapa barang dia beli untuk warga. Karuan saja warga menyambutnya dengan gegap gempita.

Baca juga: Antusias, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jateng

Gubernur juga mengajak ngobrol para pedagang. Tak sedikit yang meminta foto bersama dengan orang nomor satu tersebut.

Di sela kunjungannya, Luthfi menegaskan pentingnya pengecekan langsung di lapangan, meski pemerintah telah memiliki sistem pemantauan digital.

“Kita punya aplikasi untuk memantau harga di seluruh pasar di Jawa Tengah. Tapi itu tidak cukup, harus kita cek langsung di lapangan,” ujarnya.

Ia menyebut, terdapat dua indikator utama yang menjadi perhatian pemerintah, yakni ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

Dari hasil pantauan, harga sejumlah komoditas seperti cabai dan telur ayam ras memang mengalami fluktuasi. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

“Kalau naik sedikit itu wajar. Cabai di kisaran Rp70 ribu sampai Rp 80 ribu, jadi masih normal. Kemarin sempat Rp 100 ribu, sekarang sudah mulai turun,” jelasnya.

Sementara itu, stok bahan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui sinergi dengan Bulog dan BUMD pangan.

“Begitu ada kenaikan harga di pasar, JTAB langsung turun melakukan intervensi,” tegasnya.

Ia menambahkan, PT Jateng Agro Berdikari berperan sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di lapangan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Aksi Baku Hantam di Selatan Pasar Kliwon Kudus Berakhir Damai, Dipicu Utang Bank Plecit

0
Perkelahian yang terjadi di selatan Pasar Kliwon antara petugas koperasi dan warga akhirnya berakhir damai. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Rekaman video perkelahian di tengah jalan raya Kudus mendadak viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Aksi baku hantam itu terjadi di Jl Cempaka, Desa Nganguk, tepatnya di selatan Pasar Kliwon, dan sempat memicu kemacetan serta kepanikan warga sekitar.

Dalam video yang direkam dari dalam mobil, terlihat sejumlah pria terlibat cekcok hingga berujung adu fisik di badan jalan. Pengendara yang melintas pun tampak memperlambat laju kendaraan karena situasi tak kondusif.

Merespons laporan masyarakat melalui layanan “Lapor Pak Kapolsek”, jajaran Polsek Kudus Kota langsung bergerak menuju lokasi untuk mengendalikan situasi.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (17/3/2026) siang itu ternyata dipicu persoalan penagihan utang. Berdasarkan hasil penelusuran polisi, petugas dari salah satu koperasi simpan pinjam (KSP) mendatangi warung milik seorang warga,N, untuk menagih angsuran.

Karena pinjaman tersebut digunakan oleh anaknya, EF (40), sang ibu kemudian memanggil EF agar persoalan tersebut bisa diselesaikan langsung. Namun, situasi berubah tegang saat EF tidak terima ibunya yang sudah lanjut usia diduga dibentak oleh petugas koperasi.

“Melihat ibunya diperlakukan seperti itu, emosi yang bersangkutan terpancing,” ujar Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan melalui siaran tertulisnya, Rabu (18/3/2026).

Dalam kondisi emosi, EF sempat melakukan tindakan agresif dengan membenturkan kepalanya ke kepala petugas koperasi yang saat itu masih mengenakan helm.

Baca juga: Kolaborasi Anak Muda Kudus Berbagi di Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Salurkan Sembako

Tak terima, petugas koperasi kemudian memanggil rekan-rekannya. Keributan pun membesar hingga terjadi aksi pengeroyokan di tengah jalan yang akhirnya terekam dan viral di media sosial.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua belah pihak untuk mencegah konflik meluas.

“Begitu menerima laporan, anggota patroli langsung ke TKP dan membawa pihak-pihak yang terlibat ke Mapolsek untuk penanganan lebih lanjut,” kata AKP Subkhan.

Ia menegaskan, penanganan cepat dilakukan agar kejadian serupa tidak berkembang dan mengganggu ketertiban umum.

Setelah melalui proses mediasi pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

Dalam kesepakatan tersebut, pihak koperasi mengakui kesalahan dan bersedia menanggung biaya pengobatan korban. Kedua pihak juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kejadian serupa.

“Masalah ini kami selesaikan melalui pendekatan restorative justice, dan kedua belah pihak sepakat berdamai,” tegas AKP Subkhan.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara bijak dalam setiap persoalan, terutama yang berkaitan dengan sengketa utang piutang.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Mudik Tenang Tanpa Waswas, Polres Kudus Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis

0
Polres Kudus memfasilitasi penitiipan kendaraan secara gratis bagi warga yang mau mudik. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Kudus yang hendak mudik Lebaran kini bisa berangkat dengan lebih tenang. Polres Kudus membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang meninggalkan rumah selama Hari Raya Idulfitri 2026.

Fasilitas ini disediakan untuk mengantisipasi kekhawatiran warga terhadap keamanan kendaraan saat ditinggal mudik. Layanan penitipan dipusatkan di Kantor Pelayanan Publik (Yanlik) Polres Kudus atau eks Mapolres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, program ini merupakan bagian dari pelayanan Polri selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Pihaknya ingin memastikan masyarakat merasa aman, termasuk soal kendaraan yang ditinggalkan.

“Kami ingin masyarakat bisa mudik dengan tenang tanpa khawatir kendaraan yang ditinggal di rumah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, layanan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Warga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut selama kapasitas tempat parkir masih tersedia.

Untuk menitipkan kendaraan, masyarakat hanya perlu membawa dokumen asli kendaraan. Selain itu, pemilik juga diminta menyerahkan fotokopi KTP dan STNK sebagai data pendukung.

Baca juga: Permudah Pemudik, Sekda Jateng Apresiasi Keterlibatan Perusahaan Swasta dalam Mudik Gratis

Saat pengambilan, kendaraan hanya bisa diambil oleh pemilik dengan menunjukkan dokumen asli. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan menghindari penyalahgunaan.

AKBP Heru menegaskan, layanan ini sekaligus menjadi langkah pencegahan tindak kriminalitas. Terutama pencurian kendaraan bermotor maupun barang berharga saat rumah ditinggal dalam kondisi kosong.

“Ini juga upaya kami menekan potensi kejahatan selama musim mudik,” jelasnya.

Selain di tingkat Polres, layanan serupa juga tersedia di polsek jajaran di wilayah Kabupaten Kudus. Warga dapat memilih lokasi penitipan terdekat sesuai domisili.

“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat bisa lebih nyaman menjalani perjalanan mudik. Rasa aman menjadi hal penting agar momen Lebaran bisa dinikmati bersama keluarga,” tuturnya.

Kapolres juga mengingatkan warga untuk tetap memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal. Mulai dari mengunci pintu dan jendela hingga mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Antisipasi Lonjakan Sampah, Pemkab Kudus Siagakan Petugas Selama Libur Lebaran

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat memimpin aksi bersih-bersih di Balai Jagong, Selasa (24/2/2026). Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan selama momentum Lebaran 2026. Seluruh petugas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan sampah hingga potensi gangguan lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Prasetya mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan pembersihan di sejumlah titik usai pelaksanaan Salat Idulfitri. Tak hanya itu, pihaknya juga bakal berjaga di lokasi-lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan sampah.

“Setelah salat Idulfitri saya pastikan (sampah) langsung bersih. Kami turunkan personel untuk standby di sejumlah lokasi,” katanya saat dimintai keterangan di halaman Pendapa Kudus baru-baru ini.

Ia menegaskan, pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) maupun dari lingkungan warga tetap berjalan seperti biasa. Hal itu dilakukan meski dalam masa libur Lebaran 2026.

“Pengambilan sampah tetap jalan. Petugas tetap ada yang standby, baik petugas kebersihan maupun petugas perambasan pohon kami siagakan,” ungkapnya.

Didik mengakui, volume sampah saat Lebaran biasanya mengalami peningkatan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan besaran lonjakan tersebut karena masih bergantung pada kondisi di lapangan.

“Lonjakan pasti ada, tapi untuk memprediksi jumlahnya belum bisa dipastikan,” jelasnya.

Baca juga: Posko Terpadu Lebaran 2026 Mulai Beroperasi, Siap Berfungsi Layani Pemudik

Untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah, pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan di tempat pemrosesan akhir (TPA), termasuk melalui penataan sistem refuse derived fuel (RDF).

Selain itu, upaya penataan TPA juga terus dilakukan dengan mengurangi sistem open dumping menuju controlled landfill. Salah satunya dengan menutup timbunan sampah menggunakan tanah urug.

“Masih berjalan open dumping, sekarang kami berupaya menuju controlled landfill. Penataan dengan pengurukan tanah terus kami lakukan, termasuk kegiatan RDF yang masih berjalan sampai sekarang,” terangnya.

Ia menambahkan, progres penataan TPA terus berjalan meski dalam suasana libur, selama kondisi cuaca mendukung.

“Kalau tidak hujan, pekerjaan tetap jalan. Kami tetap bergerak menuju controlled landfill,” imbuhnya.

Selain penanganan sampah, PKPLH Kudus juga menyiagakan petugas untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang serta gangguan pada lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Didik menyebut, pihaknya telah melakukan perimbasan pohon yang berpotensi menutup LPJU agar tidak mengganggu penerangan jalan, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Petugas penebangan pohon juga kami siagakan. Jangan sampai ada pemudik terganggu karena pohon tumbang atau lampu jalan tertutup,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jelang Lebaran, Aduan soal THR di Kudus Mulai Bermunculan

0
Ilustrasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang Lebaran, aduan soal Tunjangan Hari Raya (THR) mulai masuk ke posko pengaduan di Kabupaten Kudus. Hingga kini, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) mencatat sudah ada empat laporan dari pekerja.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerjaan Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Agus Juanto, mengatakan, empat aduan tersebut ada yang memang belum mendapatkan THR. Kemudian ada yang mengadu karena nominal yang diberikan tak sesuai aturan.

“Total ada empat aduan. Saat ini aduan sedang kita tindaklanjuti,” ujar Agus kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Selasa (17/3/2026).

Dari laporan yang masuk, lanjutnya, ada satu pekerja di perusahaan distributor tisu mengaku belum menerima THR. Padahal karyawan lain di perusahaan tersebut disebut sudah menerima haknya sejak awal Maret.

“Kasus ini sedikit berbeda, karena pekerja yang bersangkutan sudah mengajukan resign. Meski begitu, statusnya masih aktif bekerja hingga April, sehingga tetap berhak menerima THR,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, dua aduan lainnya datang dari pekerja security yang bekerja melalui perusahaan outsourcing. Keduanya mengaku THR belum dibayarkan meski sempat dijanjikan cair pada awal pekan ini.

“Para pekerja tersebut ditempatkan di Kudus, namun perusahaan outsourcingnya berkantor di Jakarta. Kami pun kini berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memastikan kejelasan pembayaran,” bebernya.

Baca juga: Pemkab Kudus Buka Posko Aduan THR, Ini Lokasi dan Nomor Layanan

Satu aduan lainnya, ungkap Agus, berkaitan dengan nominal THR yang tidak sesuai ketentuan. Seorang pekerja borong di sektor perbengkelan melaporkan hanya menerima 75 persen dari upah minimum.

“Padahal, menurut pengakuan pekerja, gaji yang diterima setiap bulan berada di atas upah minimum. Dan yang bersangkutan itu tidak meminta THR sesuai nominal gaji yang diterima setiap bulan, namun hanya meminta sesuai batas minimal tetapi tidak dipenuhi perusahaan,” ungkapnya.

Agus menegaskan, perusahaan wajib membayar THR sesuai aturan yang berlaku. Untuk pekerja dengan masa kerja minimal satu tahun, besarannya setara satu bulan gaji.

Sementara bagi pekerja dengan masa kerja di bawah satu tahun, THR tetap harus diberikan secara proporsional. Ia mengimbau perusahaan segera menunaikan kewajiban agar tidak memicu persoalan lebih lanjut.

“Jika tidak ada penyelesaian, kasus bisa dilanjutkan ke tahap perselisihan hubungan industrial. Bahkan, Disnaker tidak menutup kemungkinan meneruskan laporan ke provinsi maupun kementerian untuk ditindaklanjuti,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Disnaker Perinkop UKM Kudus mendirikan posko aduan THR sejak 4 Maret 2026. Posko tersebut berlokasi di kantor Disnaker yang beralamat di Jalan Conge-Karangbener, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae.

Selain datang langsung, pekerja yang mengalami persoalan terkait THR juga bisa mengadu melalui nomor Whatshap (WA). Adapun nomer WA aduan THR yakni, 085875107141.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Monitoring Harga Sembako, Wiwit Sebut Harga Cabai di Jepara Mulai Stabil

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau harga sembako di salah satu pasar di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Bupati Jepara, Witiarso Utomo melakukan sidak harga sembako menjelang Hari Raya Idulfitri di Pasar Jepara II pada Selasa, (17/3/2026).

Bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan didampingi oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Wiwit mengecek harga sembako mulai dari bumbu hingga daging.

Hasilnya, harga cabai di Jepara, khususnya cabai setan yang tadinya sempat menyentuh harga Rp95 ribu per kilogram, menurutnya kini mulai kembali stabil.

“Cabai ini tadi sudah kembali normal, Rp80 ribu per kilogram, sehingga sudah normal (stabil),” ungkapnya saat ditemui usai melakukan monitoring sembako.

Sedangkan untuk cabai rawit merah, Wiwit mengatakan, harganya saat ini Rp50 ribu per kilogram.

Wiwit melanjutkan, komoditas yang harganya justru mengalami kenaikan yaitu gula pasir. Saat ini harganya naik Rp500 per kilogram.

“Kalau minyak saat ini Rp20 ribu-an per liter, itu tapi di luar Minyakita. Harapannya Bulog bisa menyuplai Minyakita lebih lancar sehingga bisa menurunkan harga minyak di Jepara,” ujarnya.

Baca juga: Jateng Sambut Peningkatan Ekonomi Daerah dari Tradisi Mudik

Berdasarkan pantauan harga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, harga beberapa komoditas bahan pokok saat ini masih cenderung stabil.

Untuk harga daging ayam ras yaitu Rp40 ribu per kilogram, sedangkan untuk ayam kampung Rp80 ribu per kilogram.

Kemudian daging sapi di kisaran Rp100-135 ribu per kilogram dan untuk daging kerbau Rp140 ribu per kilogram.

Sementara telur di harga Rp29 ribu per kilogram. Bawang merah Rp40 ribu per kilogram dan Bawang Putih di kisaran Rp32-35 ribu per kilogram.

Saat memantau sembako di Pasar Jepara II, terdapat pedagang yang mengeluh lantaran belakangan ini, Pasar Jepara 2 relatif sepi.

Terkait hal itu, Bupati mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan solusi melalui program revitalisasi pasar.

“Keluhan pedagang pasar yang sepi akan kita selesaikan. Ini sudah kita ajukan ke Kementerian Perdagangan. Mudah-mudahan jika Peraturan Pemerintahnya sudah jadi, Jepara bisa mendapatkan program revitalisasi pasar tahun ini,” ungkapnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk turut menggerakkan perekonomian daerah, terutama menjelang Lebaran.

“Warga yang sudah menerima THR agar segera dibelanjakan di pasar atau toko-toko lokal. Dan bagi yang belum, kita doakan semoga mendapatkan rezeki yang melimpah sehingga perekonomian di Jepara bisa semakin menggeliat,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Berbuka Lebih Istimewa, Cicipi Takjil Telang dan Kuliner Ndeso di Pagerharjo Pati

0
Sejumlah pengujung sedang menikmati menu yang ada di Griyo Dahar Kepenak di Pagerharjo, Wedarijaksa, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Berbuka puasa tak melulu harus dengan menu mewah. Di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, warga kini bisa menikmati kesegaran takjil berbahan bunga telang yang bersanding serasi dengan aneka kuliner ‘ndeso’ autentik. Tak hanya memikat mata lewat warnanya yang cantik, perpaduan ini menyuguhkan pengalaman berbuka yang menyehatkan sekaligus sarat akan nuansa tradisional.

Sensasi tersebut salah satunya dapat dijumpai di Griyo Dahar Kepenak, Dukuh Prapean, Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Warung yang berada di tengah perkampungan ini menjadi jujugan warga yang merindukan suasana makan santai dengan menu andalan sambal terong hingga sambal ikan Pe.

Warung dengan suasana pedesaan yang asri tersebut menyuguhkan atmosfer tenang yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Dengan konsep bangunan yang sederhana, para pengunjung dapat menikmati hidangan secara santai di gazebo-gazebo sambil ditemani semilir angin pedesaan yang menyejukkan.

Khusus Ramadan ini, warung milik Sulistiasih itu punya sajian takjil menyehatkan yaitu es dan puding berbahan bunga telang. Menu ini kaya antioksidan dan bagus untuk menurunkan kadar gula darah, mengatasi peradangan, meningkatkan imunitas, hingga menurunkan kolesterol.

“Menu takjil bunga telang ini dipilih karena punya banyak manfaat kesehatan. Bagus untuk orang berpuasa,” katanya, Selasa (17/3/2026)

Sejak diluncurkan, banyak pengunjung yang terpincut untuk mencicipi menu ini sebagai pembuka berbuka puasa bareng keluarga atau teman. Tak jarang, dirinya mengaku kewalahan memenuhi pesanan.

Baca juga: Pempek Tanpa Ikan Ini Malah Laris Manis di Kudus

“Selama Puasa ini banyak yang pesan, karena rasanya itu segar-segar enak lah,” kata dia.

Selain takjil, lanjut dia, berbagai menu khas pedesaaan juga jadi favorit pengunjung. Menu itu meliputi sambal terong, sambal iwak pe, sambal lele, hingga nasi goreng rumahan. Ada pula berbagai menu minuman seperti es buah dan jahe rempah, hingga aneka jajanan yaitu martabak, gorengan, dan lain-lain.

“Banyak yang suka menu desa di sini. Untuk takjil es dan puding telang harganya Rp5 ribu, dan sambal terong Rp12 ribu. Harganya terjangkau lah,” katanya.

Salah satu pengunjung, Muadah mengaku mengagendakan buka bersama keluarga dan teman di Griyo Dahar Kepenak karena penasaran dengan es dan puding bunga telang. Apalagi, bunga berwarna ungu itu punya banyak khasiat untuk kesehatan.

“Emang dari rumah itu pengen es bunga telang karena banyak khasiatnya. Terus ada puding yang sangat nyaman sekali di perut setelah berpuasa,” beber dia.

Selain takjil, dirinya juga memesan menu ndeso seperti sambal lele, sambal pe, dan sambal terong. Menurutnya, harga berbagai menu di warung tersebut terjangkau untuk berbagai kalangan.

“Rasanya mantul, harganya standar. Kalau di desa yang memang segitu itu sudah standar. Nggak terlalu mahal,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sarung Batik Rahatu Banjir Pesanan

0
Owner Rahatu, Sri Puji Astuti sedang menyusun hampers Lebaran. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Permintaan sarung batik Rahatu untuk hampers Lebaran meningkat pesat hingga membuat pengrajinnya kewalahan. Tingginya minat konsumen terhadap produk Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Pati ini tidak hanya datang dari pasar lokal, melainkan telah merambah ke berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa.

Owner Rahatu, Sri Puji Astuti, menerangkan, membeludaknya pesanan sarung batik itu sudah ia terima sejak sebelum Ramadan. Pemesan yang datang pun beragam, mulai dari individu, pengusaha, hingga perusahaan.

“Alhamdulillah pesanan sarung sangat banyak sekali. Sudah ada 500 lebih. Kebanyakan dari perusahaan untuk diberikan kepada karyawannya,” beber dia di toko yang berada di Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Senin (16/3/2026).

Tingginya minat ini tak lepas dari kualitas produk Rahatu. Sebagai sister brand Batik Tulis Pesantenan, brand ini menawarkan berbagai motif batik kombinasi tulis dan print. Dengan pilihan warna yang beragam, mulai dari satu warna hingga multiwarna, sarung batik Rahatu menawarkan variasi harga yang kompetitif bagi para pencari hantaran Lebaran.

“Untuk yang satu warna dengan ukuran normal harganya Rp 150 ribu. Kalau untuk yang beberapa warna itu harganya sampai Rp 300 ribu,” kata Puji.

Namun, karena proses produksi yang membutuhkan waktu lama, pihaknya tidak bisa menerima semua pesanan. Mengingat, Puji harus mempertahankan kualitas produk agar para kastemernya tidak kecewa.

Baca juga: Panen Cuan, Pengrajin Ecoprint Jati Semi Kudus Kebanjiran Order Hampers Lebaran

“Kalau untuk sarung satu warna, produksinya bisa lebih cepat, sekitar seminggu itu bisa membuat 50 sarung,” ungkapnya.

Selain pesanan sarung batik, penjualan Batik Tulis Pesantenan juga meningkat selama Ramadan. Batik yang motif khas kearifan lokal Kabupaten Pati ini jadi pilihan menarik untuk oleh-oleh para pemudik. Motif itu meliputi Asem Kemis, Gapura Gerbang Majapahit, hingga Genuk Kemiri.

“Untuk harga batik tulis tergantung pewarnaan, motif hingga bahan yang dipakai. Semakin rumit motif dan bahan yang dipakai, harganya juga semakin mahal, yakni berkisar Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah,” kata Puji.

Salah satu pembeli, Sulis, mengaku sengaja datang untuk membeli sarung dan kain batik sebagai hadiah untuk keluarganya di luar kota. Setiap Ramadan, dirinya memang hampir selalu mendatangi Toko Batik Tulis Pesantenan karena kualitasnya bagus dengan harga cukup terjangkau.

“Saya pilih sarung batik Pesantenan supaya saudara di luar kota tahu ciri khas dari Pati itu apa. Motifnya bagus, warnanya menarik, dan harganya juga masih terjangkau,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

Kolaborasi Anak Muda Kudus Berbagi di Ramadan, Santuni Anak Yatim dan Salurkan Sembako

0
Santunan anak yatim oleh sejumlah komunitas anak muda di Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Semangat berbagi di bulan Ramadan ditunjukkan komunitas anak muda di Kudus melalui aksi nyata. Mereka berkolaborasi menggelar kegiatan sosial dengan menyasar anak yatim dan warga kurang mampu, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan ini digagas oleh tiga komunitas, yakni Kreasi Kudus, Shaff Indonesia, dan Ruang Tumbuh. Puluhan relawan terlibat, bersama 29 anak dari Panti Asuhan SAMSAH Kudus yang ikut dalam rangkaian acara.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari lebih dari 40 donatur. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk santunan dan paket sembako.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Alquran, dilanjutkan kajian akhlak oleh Ustadz Ulil Albab. Dalam kajiannya, peserta diajak menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai kebaikan.

Perwakilan Kreasi Kudus, Angga, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk tumbuh sekaligus memberi manfaat. Menurutnya, generasi muda tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi juga perlu membawa nilai kebermanfaatan.

“Kami ingin anak muda tidak hanya berkembang secara pribadi, tapi juga punya kepedulian sosial. Ramadan ini jadi momentum untuk berbagi dan lebih dekat dengan masyarakat,” ujar melalui siaran tertulisnya, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Permudah Pemudik, Sekda Jateng Apresiasi Keterlibatan Perusahaan Swasta dalam Mudik Gratis

Sementara itu, perwakilan Ruang Tumbuh, Dwi Maria, menyebut kolaborasi ini menjadi bukti bahwa anak muda bisa bergerak bersama. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Kami percaya ketika anak muda bersatu, dampaknya bisa besar. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang berbagi, tapi juga membangun empati dan kebersamaan,” kata Maria.

Memasuki waktu berbuka, peserta menikmati momen kebersamaan melalui buka puasa bersama. Suasana hangat berlanjut dengan salat Maghrib berjamaah.

Sebagai puncak kegiatan, panitia menyalurkan santunan kepada 29 anak yatim. Selain itu, sebanyak 12 paket sembako juga didistribusikan kepada warga dhuafa di beberapa titik di Kudus.

Seluruh bantuan tersebut berasal dari donasi para dermawan yang dihimpun selama Ramadan. Penyaluran dilakukan langsung oleh relawan agar tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, para komunitas berharap semangat berbagi terus tumbuh di kalangan anak muda. Mereka ingin menghadirkan lebih banyak aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Baru Pertama Kali, Kemenhub Sediakan 1.200 Tiket Mudik Gratis Jepara-Karimunjawa

0
Sejumlah warga yang akan mudik ke Karimunjawa. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID,JEPARA– Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi pada tahun ini terasa berbeda bagi warga Jepara khususnya yang berdomisili di Kecamatan Karimunjawa.

Bekerja sama dengan Express Bahari, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menyediakan 1.200 tiket mudik gratis Jepara-Karimunjawa yang terbagi ke dalam empat kloter.

Petugas Kesyahbandaran pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara, Dedi Agus Triyanto mengatakan jadwal keberangkatan mudik gratis Jepara-Karimunjawa yaitu tanggal 17, 19, 26, dan 28 Maret 2026.

“Setiap keberangkatan kuotanya 300 penumpang, 150 penumpang dari Pelabuhan Jepara dan 150 penumpang dari Pelabuhan Karimunjawa,” kata Dedy saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Jepara, Selasa (17/3/2026).

Jam keberangkatannya yaitu pukul 07.30 WIB untuk yang dari Pelabuhan Jepara dan pukul 11.00 WIB untuk yang dari Pelabuhan Karimunjawa.

“Syaratnya harus ber KTP Jepara, diluar KTP Jepara tidak bisa mengikuti program ini,” tambahnya.

Dedy mengatakan di momen arus mudik lebaran kali ini, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG cuaca di laut cukup mendukung hingga hari H lebaran. Sehingga aman untuk penyebarangan kapal.

Baca juga: Pemkab Kudus Fasilitasi Warganya Mudik Gratis

Selain itu, Dedy melanjutkan di Kantor UPP Kelas II Jepara saat ini juga sudah dilengkapi dengan sistem navigasi yang bisa berkoordinasi langsung dengan kapal yang melintas di Perairan Laut Jepara. Sehingga pihaknya bisa mendapat laporan real terkait kondisi dan cuaca di laut.

“Kepada pemudik tetap jaga kesehatan. Meskipun kondisi cuaca sampai hari-H lebaran nanti masih terpantau landai,” pesannya.

Salah satu peserta mudik gratis, Zulaekhah (34) Warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa mengatakan baru kali ini terdapat program mudik gratis ke Karimunjawa.

Program itu menurutnya sangat membantu untuk ia dan tiga anggota keluarganya yang lain. Sebab ia tidak perlu membeli tiket untuk pulang ke kampung asalnya.

“Ini baru pertama kali, sangat membantu karena tiketnya gratis,” ungkap perempuan yang setiap harinya tinggal di Kelurahan Ujungbatu Jepara.

Zulaekhah mengatakan ia dan keluarganya berencana kembali ke Jepara pada tanggal 30 Maret 2026. Namun, karena sudah diluar jadwal mudik gratis, saat kepulangannya kembali ke Jepara ia harus merogoh uangnya sendiri.

Editor: Kholistiono

- advertisement -