BETANEWS.ID, JEPARA– Bupati Jepara, Witiarso Utomo berencana untuk memperluas penerima manfaat program Kartu Sarjana. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara pada Senin, (16/3/2026).
Wiwit mengatakan, saat ini jumlah penerima program Kartu Sarjana Jepara yang bekerja sama dengan UNISNU baru diakses 152 mahasiswa. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan, agar semakin banyak masyarakat Jepara yang dapat mengakses pendidikan tinggi.
“Kami juga akan membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT. Nanti bisa dibantu melalui BAZNAS bagi mahasiswa yang ber-KTP Jepara,” kata Wiwit.
Ia meminta pihak UNISNU melakukan proses penyaringan atau screening terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut penting agar mahasiswa tidak terpaksa berhenti kuliah karena kendala biaya.
Baca juga: Pemkab Jepara Salurkan THR Bagi 12.210 ASN Sebesar Rp57,3 Miliar
“Jangan sampai anak-anak kita putus kuliah karena masalah biaya. Banyak faktor yang membuat mereka terhambat bukan karena kemauan mereka. Kita bantu agar mereka bisa menyelesaikan kuliahnya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNISNU Jepara, Prof Abdul Djamil mengatakan, program Kartu Sarjana Jepara
menurutnya berpotensi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Jepara.
“Ada Tiga kata kunci yang saling berkaitan dan menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas Jepara agar lebih maju di masa mendatang, yaitu kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Di sektor pendidikan salah satunya lewat program kartu sarjana,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, IPM Jepara menunjukkan tren peningkatan. Hal tersebut membuat pihak akademisi optimistis terhadap masa depan pembangunan daerah.
“Kami sebagai warga Jepara sekaligus akademisi optimistis ke depan. Bersyukur memiliki bupati muda yang energik, memiliki catatan baik dan dekat dengan para ulama. Hal yang tidak kalah penting adalah perhatian terhadap pendidikan,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

