Dispertan Kudus Kembali Kembangkan Tembakau Srumpung, Tahun Ini Bina Dua Wilayah

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus kembali mengembangkan budidaya tembakau jenis srumpung di wilayah Kudus. Program ini didukung anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp500 juta, yang juga dialokasikan untuk pelatihan petani tembakau.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan, Isnuroso, mengatakan bahwa tahun ini pengembangan tanaman tembakau difokuskan di dua wilayah, yakni Desa Kaliwungu dan Desa Gulang. Menurutnya, dua wilayah tersebut merupakan perluasan lahan tanaman tembakau, mengingat pada tahun sebelumnya pengembangan dilakukan di Menawan dan Klumpit.

“Untuk tahun ini, target penanaman dua hektare, karena kesanggupan petani sementara baru satu hektare. Ke depan direncanakan bisa berkembang hingga enam hektare,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/4/2026).

-Advertisement-

Menurut Isnuroso, jenis tembakau yang dikembangkan adalah srumpung karena dinilai cocok dengan kondisi geografis Kudus, khususnya di dataran rendah.

“Jenis ini cocok untuk lahan dengan kondisi tanah yang tidak terlalu banyak air, sehingga lebih sesuai dengan karakter wilayah di Kudus,” jelasnya.

Baca juga : Kirab Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling PG Rendeng 2026, Ini Targetnya

Pemilihan varietas tersebut juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak industri, seperti Djarum dan Sadana, guna memastikan kesesuaian dengan kebutuhan pasar dan kecocokan tanah.

Sebagai bagian dari program pengembangan, Dispertan Kudus akan menggelar pelatihan bagi petani pada 7 Mei 2026. Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi langsung agar petani mendapatkan pengetahuan teknis yang tepat, mulai dari penyemaian hingga pascapanen.

“Pelatihan ini penting agar petani siap, baik dari sisi teknik tanam maupun pengelolaan hasil,” katanya.

Untuk pemasaran, hasil panen nantinya akan didistribusikan melalui jaringan yang sudah ada, termasuk ke wilayah Demak dan Rembang. Meski demikian, Isnuroso mengakui masih ada tantangan, salah satunya terkait penyerapan hasil panen.

“Memang ada hasil yang sampai sekarang belum terjual. Ini menjadi evaluasi agar ke depan pengembangan tembakau bisa lebih terarah, baik dari sisi produksi maupun pemasaran,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER