Siang itu, Di samping lapangan Gribig tepatnya di Kecamatan Gebog, Kudus, tampak kedai berwarna merah bertuliskan BoomieLicious. Di dalamnya terlihat seorang pria ber baju hitam tengah sibuk melayani pembeli. Ia adakah Nor Jamaah (30), pemilik BoomieLicious.
Dengan cekatan ia membuat pesanan pelanggan, memotong tahu walik menjadi dua bagian dan menggoreng hingga matang. Tak hanya itu, ia juga merebus mie level dan menghaluskan beberapa cabai untuk ditaburkan di atas mie.
Baca juga: Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari
Setelah melayani pelanggan, pria yang akrab disapa Nor itu bersedia berbagi cerita tentang usahanya. Berawal dari iseng-iseng karena melihat prospek penjualan kuliner, ia kemudian tertarik membuka usah sendiri.
“Awal mula sebenarnya tidak ada ketertarikan ya, hanya otodidak saja iseng-iseng. Karena melihat prospek penjualan orang-orang meningkat jadi mencoba terjun ke bisnis kuliner,” ungkap pria asal Prambatan Lor, RT 04 RW 01, Kaliwungu, Kudus itu.
Kedai Boomielicious menjual aneka makanan hits anak muda, di antaranya mie level, tahu walik, tahu geprek, pisang gemuk, aneka es seperti es teh telang, es teh jasmine, es teh lemon serta aneka jajanan dan minuman siap saji lainnya. Mie yang ia jual mulai dari level 1 hingga 10, menjadi best seller di kedai ini.
“Di kedai kami menjual beberapa menu makanan dan minuman dengan harga yang bervariatif. Mie level mulai dari Rp4 ribu, tahu geprek Rp5 ribu, tahu walik Rp5 ribu dan aneka Es mulai dari Rp3 ribuan saja,” bebernya saat ditenui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kisah Sri, Penjual Tahu Uap yang Sukses Buka Tiga Cabang di Kudus
Dalam sehari, Nor mampu menghabiskan adonan tahu walik sebanyak 60 pcs, tahu geprek 35 pcs, dan mie bisa menghabiskan lebih dari satu kardus. Dengan banyaknya varian rasa bumbu seperti balado, jagung manis, boncabe, balado pedas dan barbeque, ia mambu meraup omzet sekitar Rp400 ribu per hari.
“Tantangannya adalah hujan, karna kita lokkasinya di dekat lapangan. Kalau hujan pasti pelanggan sepi. Semoga bisnis kuliner indonesia semakin maju, meskipun ekonomi sedang menurun untuk semua orang, tapi harus tetap berusaha dan semangat,” tambahnya.
Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

