Beranda blog Halaman 1856

Pemkab Kudus Enggan Terapkan PSBB

0
Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus belum ingin memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerahnya. Meski, trend kasus Covid-19 terus meningkat. Hal tersebut diungkapkan Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat melakukan rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan para pengusaha yang berlangsung di Command Center, Senin (27/4/2020).

Hal itu menurut Hartopo, karena mempertimbangkan mata pencaharian utama masyarakat sebagai buruh di perusahaan. Menurutnya, jika diterapkan PSBB, buruh tidak bisa bekerja, sehingga mata pencaharian akan hilang.

“Terus terang Pak Gubernur menganjurkan agar Kudus melaksanakan PSBB. Namun, jika semua pabrik tutup, maka mata pencaharian sebagian besar masyarakat Kudus bisa hilang,” jelasnya.

Baca juga : Jalani Karantina saat Ramadan, Begini Aktivitas ODP di Rusunawa

Dengan tidak diterapkannya PSBB, HM Hartopo meminta agar para pengusaha di Kudus menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Dimulai dari setiap pegawai untuk mengenakan masker agar meminimalisir penularan Virus Corona. “Memakai masker baik saat bekerja maupun saat di luar,” tuturnya.

Selanjutnya, HM Hartopo juga ingin setiap pegawai dari luar kota untuk dipantau. Jika memungkinkan, para pegawai agar tinggal di Kudus sampai pandemi selesai.

Menurutnya, kasus positif Covid-19 di Kudus hingga 27 April sebanyak 19 orang. Di antaranya berasal dari interaksi luar wilayah. Dia khawatir jika satu di antara pegawai terkena Covid-19, maka akan mengganggu proses bisnis.

“Jika itu terjadi, satu pabrik bisa ditutup karena seluruh pegawai harus diisolasi dan ditracking,” tambahnya.

HM Hartopo melanjutkan, jika memang tidak memungkinkan pegawai untuk tinggal di Kudus agar menggunakan kendaraan pribadi atau bahkan perusahaan memberikan fasilitas. Menurutnya, dengan menggunakan transportasi umum bisa mempermudah penyebaran Covid-19.

Baca juga : Jika Kota Semarang Ditetapkan PSBB, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Demak dan Kendal

“Kalau masih memperbolehkan pegawai pulang ke luar wilayah, tolong difasilitasi dan dipantau agar interaksi dengan lingkungan bisa dibatasi,” ungkapnya.

Terakhir, HM Hartopo meminta perusahaan memberikan CSR untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kudus akan memperluas jam malam. Selain itu, layanan penjualan makanan seperti di warung akan dibatasi hingga jam 20.00 malam. Serta pelayanan hanya bungkus saja.

“Pemkab juga menyiapkan Hotel Gripta untuk karantina tim medis. Saya coba akan terus berkoordinasi dengan hotel lain agar dapat dipakai tempat karantina tim medis,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Ketahuan dari Zona Merah Covid-19, 50 Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik

0
Ilustrasi : Jajaran Polres Kudus saat memeriksa kendaraan pribadi yang masuk Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan mobil dari arah Semarang terlihat diarahkan jajaran Polisi Resor (Polres) Kudus masuk ke dalam terminal A Jati Kudus. Satu persatu, kelengkapan berkendara mereka diperiksa, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), suhu tubuh, serta asal dan tujuan pengendara.

Ketika petugas menemukan pengendara datang dari zona merah Covid-19, pengemudi langsung diminta putar balik untuk kembali ke daerah tersebut.

Menurut Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega, pengecekan tersebut dilakukan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, utamanya di Kabupaten Kudus. Ini juga sekaligus menjalankan ketentuan pemerintah dalam Permenhub nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah. Aturan itu sebagai tindak lanjut larangan mudik yang berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020.

Jajaran Polres Kudus saat memeriksa kendaraan pribadi yang masuk Kabupaten Kudus, Senin (27/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

“Kita lakukan pengecekan. Jika ditemukan pemudik dari zona merah, kita minta balik ke tempat asalnya,” tuturnya saat ditemui di Terminal Kudus, Senin (27/4/2020).

Cek kendaraan yang dilakukan bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan TNI berhasil menemukan sekitar 50 kendaraan roda empat yang datang dari zona merah Covid-19. Kendaraan tersebut kebanyakan berasal dari wilayah Semarang, Tegal dan Jakarta.

Baca juga: Angka Pemudik di Brebes Tertinggi se Jawa Tengah

“Selain daerah itu, kami juga akan melakukan hal yang sama untuk pengendara dari arah Surabaya. Jadi pengendara dari luar kota yang mau masuk Kudus kita suruh balik,” tegasnya.

Selain kendaraan roda empat, tim gabungan juga mengecek kendaraan travel dan truk. Menurutnya, setiap truk yang diberi terpal maupun truk tertutup akan diperiksa guna menjamin tidak ada pemudik di dalamnya.

“Pemeriksaan kita lakukan rutin setiap hari. Anggota akan bertugas pagi, siang dan malam,” jelasnya.

Soal bus, Pandu mengatakan, dari tiga hari yang lalu, bus antar provinsi tidak diperbolehkan masuk ke Terminal Kudus. Namun untuk bus antar kabupaten masih diperbolehkan.

“Kalau bus antar kabupaten misal dari Demak masih diperbolehkan. Namun jika antar provinsi sudah tidak diperbolehkan lagi,” kata Pandu.

Baca juga: Tanpa Surat Jalan, Mobil Pribadi Dilarang Masuk Jateng

Dia kemudian mengimbau agar masyarakat tidak mudik dulu. Momen Idul Fitri ini dapat memanfaatkan sosial media untuk lebih dekat dengan keluarga.

“Terutama dari Jakarta jangan mudik dulu. Sayangi keluarga anda di kampung halaman” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Ngabuburit Online, Ganjar Live Instragram Bersama Mantan Pasien Corona Hingga Menyapa Walikota Bengkulu

0
Ganjar Pranowo ngabuburit online dengan live Instragram bersama dengan mantan pasien Corona. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Di tengah Pandemi Corona seperti ini, di rumah saja jadi pilihan utama kaum muslim untuk menikmati waktu menunggu berbuka puasa, termasuk orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Hal ini berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Meski di tengah rasa menahan lapar dan dahaga, melepas mindset libur di hari Minggu adalah hal percuma. Tidak heran jika masyarakat banyak yang membuat janji ngabuburit maupun buka bersama. Warung-warung ramai, restoran penuh dan jalanan kota sampai sudut-sudutnya sangat riuh. Terlebih di Minggu pertama puasa. Balita sampai orangtua sedang semangat-semangatnya memenuhi masjid maupun musala.

Dan, Corona datang, mengubah segalanya. Bukan hanya warung, restoran maupun jalanan, kantor-kantor sunyi, swalayan merasa kekurangan pembeli, semuanya jadi sepi. Karena yang muda takut kemana-mana, sementara yang tua tetap di rumah saja. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo salah satunya.

Baca juga : Ngabuburit ala Ganjar, Motoran Kunjungi Mahasiswa Luar Daerah

Meski di rumah saja, bukan lantas Ganjar tidak melakukan apa-apa. Seperti Minggu (26/4/2020) sore, sambil menunggu bedug Magrib, Ganjar memilih siaran live Instagram sebanyak tiga sesi. Sesi pertama, Gubernur Jateng tersebut live bersama Sita Tyas Utami dan Maria, dua dari tiga pasien kasus Covid-19 terkonfirmasi pertama di Indonesia.

Banyak kisah yang Ganjar dapat dari dua mantan pasien Corona yang berprofesi sebagai penari internasional itu. Dari caranya melebur bosan ketika menjalani perawatan, kebahagiaannya ketika hasil negatif coronanya diumumkan hingga beragam bully yang dia dapatkan.

“Ini kesempatan untuk taubat di kehidupan yang kedua,” kata Maria, yang juga ibu kandung dari Sita Tyas Utami.

Sesi live kedua Ganjar lakukan bersama Walikota Bengkulu, Helmi Hasan. Keakraban langsung nampak begitu Helmi menyampaikan salam kepada Ganjar. Ditambah pujian yang dilontarkan Helmi pada aksi Ganjar yang memberi perhatian kepada masyarakat perantauan di Jawa Tengah, khususnya pada mahasiswa.

“Mas Helmi juga luar biasa, membagi sembako untuk saudara-saudara kita di sana tidak peduli dari mana asalnya. Yang penting Mas Helmi, kita ini memang pelayan masyarakat, tidak lebih. Salam buat saudara-saudara di sana, tetap sehat dan bahagia,” kata Ganjar.

Meski sudah lebih dari satu jam live, bedug Maghrib belum juga berbunyi. Ganjar pun belum puas melakukan siaran langsung di Instagram. Dengan tetap mengenakan kaus putih bertulis “Cuci Tangan Terus Biar Gak Kena Corona Virus”, sesi live ketiga Ganjar lakukan bersama warga yang jadi followersnya dari berbagai daerah.

Baca juga : Disambangi Ganjar di Rusunawa, Mahasiswa Curhat Sudah 3 Bulan Belum Dapat Kiriman

Sebagai prolog, Ganjar menanyakan siapa dari followersnya yang ingin berbagi kisah selama menjalani kegiatan di rumah saja. Beberapa orang disetujui Ganjar untuk live bareng dirinya yang disaksikan ribuan follower yang tengah menonton. Willy Sanjaya salah satunya. Dia berasal dari Lampung, yang telah 14 tahun merantau di Jakarta.

Kepada Ganjar dia mengatakan, sejak tanggal 28 Maret dia sudah Work From Home (WFH). Pekerjaannya di bidang keuangan, tidak menemui kendala berarti jika dikerjakan dari rumah.

“Intinya kan tetap menjalankan sistem. Rapat bisa online, komunikasi dengan nasabah bisa lewat WhatsApp. Dibikin enjoy saja pak,” katanya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Jalani Karantina saat Ramadan, Begini Aktivitas ODP di Rusunawa

0
Salah seorang pemudik sedang mengecek kesehatannya di rusunawa, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, para pemudik yang dikarantina di rumah rusun sederhana sewa (rusunawa) Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tampak keluar dari kamar masing-masing. Secara bergantian, mereka turun ke lantai bawah untuk mengecek kesehatan, terutama tekanan darah dan suhu tubuh.

Di tempat pengecekan, mereka kemudian antri untuk menemui dua relawan dari Akbid Muslimat NU dan satu perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus yang sedang jaga. Setelah lolos skrening, orang dalam pengawasan (ODP) tersebut kemudian berjalan menuju halaman depan Rusunawa. Mereka bersiap untuk senam sambil berjemur.

Salah seorang dokter jaga, dr Setiti mengatakan, aktivitas setiap pagi ODP selain pengecekan tensi darah dan suhu adalah melakukan senam sambil berjemur. Menurutnya, sinar matahari pagi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 sangat baik untuk mendapatkan vitamin D.

“Vitamin D penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” jelasnya saat ditemui di rusunawa, Sabtu (25/4/2020).

Wanita yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap itu menambahkan, vitamin D dapat membuat sel-sel kekebalan tubuh lebih aktif dalam melawan benda asing yang masuk ke tubuh, termasuk Covid-19.

“Bagi orang yang masih sehat, berjemur bisa menjadi salah satu cara mencegah penularan Virus Corona,” jelasnya.

Setiti memberitahukan, dari jumlah 110 ODP yang dikarantina, tidak ada pasien yang memiliki penyakit penyerta berbahaya. Menurutnya, para ODP sehat dan dapat menjalani masa karantina selama 14 hari.

Baca juga: Desa Tambirejo Demak Sediakan Tempat Karantina, Dapat Uang Makan

Selain rutin cek kesehatan, makanan para pemudik juga diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Bahkan selama Ramadan, pihaknya sudah menentukan menu sahur dan buka yang ditempel di beberapa tempat.

Misalnya untuk hari ini, Senin (27/4/2020), menu sahur pemudik yakni perkedel kentang, soto Kudus, tempe goreng dan teh hangat. makanan berbukanya yakni lele goreng, pepes tahu wortel, sop oyong dan soon, sambal, teh hangat dan buah.

Baca juga: Rusunawa Penuh, Pemkab Kudus Alihkan Tempat Karantina ke Hotel Graha Muria

Selain itu, untuk memberi hiburan tambahan pemudik, pemkab juga melengkapi rusunawa dengan wifi. Jadi, mereka bisa mengakses internet gratis selama karantina.

“Ini juga sudah ada wifinya, biar pemudik tidak bosan menjalani karantina,” tutup Setiti.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Latihan Muay Thai Sekaligus Beramal di Sasana Lentera Hati Evolution Kudus

0
Peserta kelas amal Muay Thai sedang mengikuti latihan di Sasana Lentera Hati Evolution Kudus, JUmat (24/4/2020). Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, KUDUS – Kegiatan berbeda terlihat di salah satu ruangan di komplek bangunan Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Yayasan Lentera Hati, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di dalam bangunan berdinding bata bercat pink itu tampak beberapa orang sedang berlatih bela diri. Salah satunya adalah Danny Ahmad (39).

Dia mengatakan, ruangan kelas tersebut memang dimanfaatkan untuk sasana bela diri Muay Thai saat tak ada kegiatan belajar mengajar. Bahkan sejak adanya pandemi Covid-19, ia tergugah untuk membuka kelas amal pembelajaran bela diri asal Thailand itu.

“Jadi untuk kelas amal ini, saya membuka harga Rp 25 ribu per sesi yang dijadwalkan di hari Jumat mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Nah, uang tersebut nanti akan langsung didonasikan,” katanya saat ditemui, Jumat (24/4/2020).

Pria yang juga jadi guru olahraga di sekolah tersebut menambahkan, sejak kelas tersebut dibuka, banyak respon positif yang datang kepadanya. Beberapa orang langsung menghubunginya untuk ikut donasi meskipun ada yang tidak bisa datang langsung untuk ikut sesi bela diri Muay Thai.

“Sampai sore tadi, ada beberapa yang menghubungi untuk donasi dan sudah ada yang ikut sesi. Ada juga yang tidak bisa hadir karena masih di luar kota,” bebernya.

Baca juga: Roemah Goegah Luncurkan Program Donasi Beras Lewat Beli Kaos

Danny juga membebaskan siapapun dari berbagai usia dan jenis kelamin untuk mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, olahraga ini punya banyak manfaat, mulai menjaga stamina, menjaga bentuk tubuh ideal hingga melindungi diri dari ancaman.

“Intinya peserta bisa belajar Muay Thai sekaligus berdonasi,” katanya.

Baca juga: Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin

Menurutnya, membantu sesama bisa dilakukan dengan cara apa saja. Termasuk menggunakan keahlian seperti yang dimilikinya ini.

“Awalnya bingung mau ikut membantu warga terdampak dengan cara apa. Nah, akhirnya punya ide untuk bikin kelas Muay Thai,” tutup Danny.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Jateng Dapat Bantuan 50 Ribu Reagen, Tes Swab Kini Bisa Lebih Cepat

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima bantuan PCR dari pemerintah pusat. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mendapatkan bantuan 50.000 PCR Kit atau reagen dari pemerintah pusat. Hal itu setidaknya bisa menjadi solusi, karena selama ini di Jateng masih minim dengan adanya reagen atau primer yang digunakan untuk tes swab Covid-19.

Bantuan reagen tersebut tiba di Jawa Tengah, Minggu (26/4/2020) pagi dan diterima langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di rumah dinasnya. Seketika itu juga, bantuan reagen, RNA kit dan VTM dari pusat itu diserahkan Ganjar pada laboratorium tes PCR yang telah ditunjuk pemerintah melakukan tes swab di Jateng.

“Persoalan yang selama ini muncul memang ini, reagen atau primer ini yang paling utama. Selama ini kami nyarinya sulit, Alhamdulillah negara bertindak cepat dengan mengimpor cukup banyak reagen untuk dibagikan kepada seluruh Indonesia,” ujar Ganjar.

Baca juga : RSND UNDIP Diusulkan jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

Dari 50.000 paket reagen yang diterima, Ganjar langsung membagikannya kepada enam laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah sebagai tempat tes swab di Jateng. Keenam laboratorium itu adalah laboratorium RSUP Kariadi Semarang, RSND Diponegoro Semarang, RSUD Wongsonegoro Semarang, Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga, RSUD Moewardi dan Rumah Sakit UNS Surakarta.

“Mudah-mudahan dengan bantuan reagen ini, proses PCR di enam lokasi itu bisa dilakukan dengan cepat. Kalau PCR nya cukup, alatnya cukup dan tenaganya ada, maka seluruh tes swab di Jateng ini bisa cepat dilakukan sehingga tidak ada lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sampai meninggal belum diketahui hasil ceknya,” imbuhnya.

Kecepatan dalam cek swab lanjut Ganjar sangat penting untuk penanganan wabah Covid-19. Selain soal manajemen dan pengambilan keputusan, kecepatan itu juga mempengaruhi data dan psikologis masyarakat.

“Jadi kalau tesnya cepat, maka akan cepat diketahui hasilnya. Dampaknya, mereka yang positif segera dirawat dan dierikan treathment, mereka yang negatif segera dipulangkan dengan rasa tenang dan tidak was-was menunggu,” tegasnya.

Ganjar akan terus mendorong pemerintah pusat untuk terus memenuhi stok reagen sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

Baca juga : Pertama di Jateng, Tes PCR Corona di UNDIP Gunakan Model Drive Thru

“Kami dorong terus, karena kami kesulitan untuk mencarinya sendiri. Maka Alhamdulillah kemarin pemerintah mengimpor cukup banyak dan dibagikan ke seluruh daerah di Indonesia. Kemarin kami jemput langsung dan hari ini kami distribusikan,” tutupnya.

Di lain sisi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, bantuan 50.000 PCR kit dari pemerintah pusat tersebut sangat membantu kebutuhan di Jateng.

“Jika satu laboratorium per hari melakukan tes sebanyak 100 sample, maka bantuan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan tes PCR di Jateng selama beberapa bulan ke depan,” kata Yulianto.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Diklaim Paling Murah, Warehouse Pet Shop Punya Pelanggan dari Berbagai Daerah

0
Robby Setiawan sedang melayani pembeli di Warehouse Pet Shop, Senin (13/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Robby Setiawan (29) sedang mengecek beberapa nota pembelian saat dua orang memasuki toko Warehouse Pet Shop miliknya, Senin (13/4/2020). Setelah memastikan pelangganya itu dilayani oleh karyawan, ia kembali berkutat dengan angka-angka yang sejak tadi digelutinya.

Siang itu, toko terlihat cukup ramai. Tampak berbagai konsumen hilir mudik mencari kebutuhan pakan hewan peliharaan di toko yang berada di Jalan Agus Salim, Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus.

Seorang pembeli sedang memilih pakan hewan peliharaan di Warehouse Pet Shop, Senin (13/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

Menurut Robby, keunggulan tokonya adalah harga pakan lebih murah dari pasaran. Sehingga banyak masyarakat yang membeli kebutuhan makanan hewan kesayangan mereka di toko tersebut.

“Saya berani klaim, harga pakan hewan peliharaan di Warehouse itu lebih murah dari harga pasaran. Soalnya, selain jual ecer, kami juga grosir. Kalau nggak lebih murah dari harga pasaran, ya kalah bersaing,” klaimnya.

Pria asli Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu menjelaskan, di Warehouse Pet Shop menyediakan pakan kucing produk lokal maupun impor baik yang basah atau kering. Untuk harga mulai dari Rp 5 ribu per bungkus hingga Rp 500 ribu sekarung. Sedangkan makanan anjing dijual mulai Rp 20 ribu per kilogram.

“Kami juga menyediakan pakan untuk ayam, burung kicau maupung anggungan. Ada pula pakan untuk kelinci, kura-kura, serta obat dan vitamin khusus untuk hewan peliharaan,” beber pria yang sudah dikaruniai satu anak itu.

Baca juga: Baru Rilis, Peci dari Karung Goni ini Laris Manis di Pasaran

Selain pakan, Robby juga menjual berbagai kandang dan aksesoris untuk hewan peliharaan. Untuk kandang dijual mulai Rp 180 ribu hingga Rp 1 juta dan sangkar burung dibanderol mulai Rp 60 ribu sampai Rp 150 ribu.

“Sedangkan untuk aksesoris, ada kalung, tempat makan, kasur untuk kucing, dan lain sebagainya,” kata Robby.

Baca juga: KJ Grup Rambah Bisnis Vape

Untuk menambah pemasukan, Robby kemudian menjual barang-barang di tokonya lewat daring. Dari pemasaran online tersebut, pelanggan toko warehouse ternyata tidak hanya orang Kudus saja, melainkan dari Sabang sampai Merauke.

“Pelanggan kami itu dari Sabang sampai Merauke. Karena selain dijual online, harga pakan hewan kami memang lebih murah dari harga pasaran,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

50 Anggota Dewan Ikuti Penyampaian LKPj Gubernur Jateng via Streaming

0
Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng saat penyampaian LKPj di Kantor DPRD Jateng. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Ada yang tak biasa di Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah, Senin (27/4/2020). Sebab, dari 100 kursi anggota dewan, hanya 19 yang terisi. Sementara 50 orang memilih mengikuti lewat konferensi video dan sebagian lainnya izin.

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah tersebut memiliki agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Jawa Tengah Akhir Tahun Anggaran 2019 kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Saat membuka sidang, Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menjelaskan, siapapun mesti melakukan penyesuaian di tengah wabah Covid-19 ini, tidak terkecuali DPRD Jateng. Ketika jaga jarak dan tetap di rumah dikampanyekan, maka konferensi video jadi pilihan agar agenda legislasi tetap berjalan.

Baca juga : Seluruh Pasar dan Pabrik di Semarang Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

“Ini hanya ada 19 anggota dewan yang hadir, Pak Gub. Semuanya perwakilan fraksi. Ada juga 50 anggota yang mengikuti secara live streaming. Sesuai ketentuan, sidang ini telah memenuhi kuorum,” kata Bambang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengapresiasi langkah yang dilakukan para legislator itu. Bahkan saat melakukan paparan, 50 anggota dewan tersebut juga nampak mengikuti dengan seksama.

“Cara seperti ini memang harus kita lakukan untuk memecah kebuntuan. Meski di tengah wabah, kita juga dituntut untuk kerja semakin cepat,” kata Ganjar.

Dalam paparannya, Ganjar menyampaikan capaian-capaian yang Pemprov Jateng lakukan dalam tahun anggaran 2019. Dari soal inflasi, perdagangan, indeks pembangunan manusia sampai reformasi birokrasi.

“Upaya meningkatkan efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas kinerja aparatur pemerintahan dilakukan antara lain dengan penerapan birokrasi yang semakin kasual serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Ganjar.

Adapun tingkat capaian masing-masing misi pada tahun 2019, lanjut Ganjar, dapat digambarkan melalui capaian kinerja tujuan dan sasaran daerah. Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang RPJPD dan RPJMD, Serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD, di kategori dalam 5 tingkat ketercapaian yaitu sangat tinggi (≥ 91%), tinggi (76%-90,99%), sedang (66%-75,99%), rendah (51%-65,99%) dan sangat rendah (≤50,99%).

“Untuk pelayanan pemerintah misalnya, Jateng meraih tingkat ketercapaiannya adalah 364 indikator (93,33%) dalam kategori tinggi dan sangat tinggi,” katanya.

Baca juga : Doa Lintas Agama Digelar, Taslim : ‘Kami Mohon Pada Tuhan Agar Covid-19 Segera Sirna’

Yang terakhir, tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Penanggulangan Bencana. Caranya, dilaksanakan melalui 10 program dengan 99 indikator kinerja. Adapun tingkat ketercapaian kinerja ditunjukkan dengan 96 indikator kinerja (96,97%) sangat tinggi, 2 indikator kinerja (2,02%) rendah, dan 1 indikator kinerja (1,01%) sangat rendah.

“Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup dari hulu ke hilir serta penanggulangan bencana berbasis pengurangan risiko,” katanya.

Selanjutnya, anggota dewan akan memberi jawaban atas LKPj Gubernur Jateng itu satu minggu ke depan atau pada tanggal 4 Mei mendatang.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

6 Bagian Masjid Jami’ Nganguk Wali yang Dipertahankan Hingga Sekarang, Ini Filosofinya

0
Mustaka, salah satu bagian dari Masjid Jami' Nganguk Wali yang hingga kini masih dipertahankan. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Empat menara dengan kombinasi warna putih dan hijau terlihat mengapit sebuah kubah Masjid Jami’ Nganguk Wali, di Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Kubah yang warnanya senada dengan empat menara itu tampak terdapat tulisan Allah di atasnya. Di sebelahnya, terlihat atap masjid limasan yang masih berupa atap sirap lengkap dengan mustaka yang terbuat dari tanah liat. Dua benda tersebut merupakan bagian yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Sambil berdiri di atas cor dak Masjid Jami’ Nganguk Wali, Abdul Rahmat Nur (42) juru pelihara masjid tersebut memberi penjelasan kepasa betanews.id. Dia mengatakan, Masjid Jami’ Nganguk Wali merupakan bagian dari cagar budaya Kabupaten Kudus. Oleh sebab itu, harus ada bagian yang dipertahankan keasliannya.

Sumur yang berbentuk kotak di Masjid Jami’ Wali Kudus yang hingga kini masih ada. Foto : Rabu Sipan

“Di Masjid Jami’ Nganguk Wali ini ada sekitar enam bagian yang masih dipertahankan. Bagian tersebut tidak diganti atau masih asli sejak zaman para wali hingga sekarang,” jelas pria yang akrab disapa Rahmat, Jumat (24/4/2020).

Pria yang juga warga Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus itu pun kemudian merinci satu persatu bagian tersebut. Dari atas tuturnya bagian yang dipertahankan yakni mustaka dari tanah liat. Terbuat dari tanah liat itu filosofinya agar setiap manusia selalu ingat. Bahwa setiap manusia hidup kelak akan meninggal. Serta menyatu dan kembali ke tanah.

Baca juga : Menyusuri Sejarah Berdirinya Masjid Jami’ Nganguk Wali

Di mustaka itu, lanjutnya, siripnya berbentuk daun kluweh. Punya filosofi saat manusia punya harta melimpah hendaknya bersedekah pada sesama. “Daun kluweh itu maksutnya kalau punya harta luweh – luweh sodakohlah pada orang lain,” ujarnya sambil menunjuk bagian yang dimaksut.

Di atas daun kluweh tambahnya, berbentuk burung rajawali tapi menunduk. Filosofinya itu setinggi apa pun kedudukan dan derajat manusia hendaknya tetap tawaduk. Jangan congkak dan sombong. Sedangkan bentuk gada di bagian atas mustaka menandakan bahwa masjid itu peninggalan orang Arab.

“Di bagian atas, selain mustaka juga ada genteng sirap yang masih dipertahankan keasliannya. Genteng sirap itu terbuat dari tanah liat dan dibuat tangan oleh orang zaman dulu. Kalau istilah sekarang itu handmade,” jelas Rahmat sambil menyeka keringatnya.

Setelah selesai menjelaskan, Rahmat pun mengajak turun dan langsung menuju ruang utama masjid. Di situ, dia menunjukan 16 tiang masjid yang masih posisi tiang masih tetap sama sejak dulu. Hanya ketinggian tiang yang diubah. Kemudian dia pun menunjuk angka Arab di atas mihrab masjid.

“Angka itu kayaknya prasasti tahun pertama Masjid Jami’ Nganguk Wali dipugar,” ujarnya.

Rahmat pun kemudian mengajak ke tempat wudlu. Di tempat bersuci itu dia menunjukan jemblok di dalam tanah yang berisi air. Jemblok atau gentong besar itu juga masih terjaga keasliannya sejak zaman wali.

Baca juga : Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Kudus Laris Manis

“Ayo lanjut keluar, di luar tempat wudlu ini ada sumur air penguripan peninggalan wali,” tuturnya sambil berjalan keluar dan berhenti di samping sumur yang di pagar besi.

Dia mengatakan, sumur tersebut bentuknya juga masih dipertahankan dari dulu hingga sekarang. Sumur tersebut berbentuk kotak dan airnya masih dipercaya masyarakat sekitar mengandung berkah para wali.

Berkah yang dipercaya antara lain untuk obat segala penyakit. Ada yang dibuat memandikan motor dan mobil baru agar selamat. Serta masyarakat juga masih menjaga tradisi membawa nasi dan ayam ingkung untuk didoakan di samping sumur agar dapat berkah wali.

“Itu bagi yang percaya ya, dan warga tetap yakin dan percaya bahwa Allah yang menentukan. Kita hanya menjaga tradisi yang diwariskan leluhur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin

0
Lurah Wergu Kulon Hardini saat menyalurkan bantuan ke warga terdampak Covid-19, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Petugas Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kudus terlihat sibuk di ruangan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dia menakar beras yang ditaruhnya dalam plastik merah. Sementara itu, ada pula yang menghitung mi instan. Menurut Lurah Wergu Kulon Herdjini, bantuan sembako tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang terimbas Covid-19.

Dia lantas menjelaskan, penyaluran bantuan berupa beras lima kilogram dan mi instan 10 buah ini didapatkan bukan dari dana pemerintah. Melainkan, sumbangan dari warganya yang mampu.

Lurah Wergu Kulon Hardini saat menyalurkan bantuan ke warga terdampak Covid-19, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

“Jadi kami menggalakkan program yang mampu bantu yang tidak mampu. Warga bantu warga, saling bahu membahu,” jelasnya saat ditemui Sabtu (25/4/2020).

Menurutnya, warganya yang berjumlah 1.200 kepala keluarga (KK) banyak yang menjadi pengusaha. Sebagian besar dari pengusaha itu warga keturunan Tionghoa. Setelah ada beberapa kali obrolan, mereka tergerak untuk membantu warga lain yang kekurangan. Terutama di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi saya coba melakukan pendekatan kepada mereka. Saya ajak komunikasi. Alhamdulillah mereka mau,” jelasnya.

Sementara ini, donasi yang didapatkan berupa 300 kilogram beras dan 15 dus mi instan. Dia optimis donasi akan bertambah dari warga yang mampu lainnya.

Sumbangan tersebut, lanjuta Herdjini, sudah dibagikan kepada enam warganya yang membutuhkan. Mereka yakni para pedagang kaki lima (PKL), tukang dekorasi, tukang ojek dan masyarakat yang terkena PHK.

“Warga yang diberi bantuan, yakni yang belum mendapatkan dari pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Pembina PKH Berikan Sembako pada Warga Terdampak Covid-19

Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah menyantuni 433 keluarga lewat program jaring pengaman sosial (JPS). Kemudian yang tidak dapat bantuan tersebut, akan diberikan bantuan dari progam Si Kaya Bantu Si Miskin ini.

“Jadi kami membuat lumbung pangan. Kami bahu membahu dan saling tolong menolong menghadapi pandemi ini,” tuturnya yang siang itu menggunakan baju kuning dan berkerudung merah itu.

Baca juga: Tak Lagi Jualan, Kartini Kini Hanya Andalkan Belas Kasih para Dermawan

Sementara itu, salah satu penerima sembako Hendrik Cahyo Purwanto (29) mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu sejak dirinya tidak bisa lagi berjualan pentol di Lasem, Rembang. Mengingat, selama tidak bekerja dia masih harus menghidupi istri dan kedua anaknya.

“Saya baru satu minggu di rumah dan masih karantina. Semoga program ini bisa berjalan. Dan masyarakat yang tidak mampu tercukupi kebutuhannya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Menyusuri Sejarah Berdirinya Masjid Jami’ Nganguk Wali

0
Masjid Jami' Nganguk Wali. Foto : Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Hawa sejuk begitu terasa saat duduk di atas lantai serambi sebuah masjid di Desa Nganguk, Kecamatan Kota, Kudus. Di serambi terlihat 36 tiang bulat besar berwarna kuning begitu kokoh menopang atap dan kubah masjid. Pagar keliling masih berupa bata merah. Begitu juga dengan gapura masjid yang dilengkapi denga pintu gebyok. Masjid tersebut yakni Masjid Jami’ Nganguk Wali.

Abdul Rahmat Nur (42) juru pelihara ditemui di serambi masjid sudi berbagi kisah berdirinya Masjid Nganguk Wali. Dia menuturkan, saat kerajaan Majapahit dipimipin Brawijaya V, atau akhir masa kejayaan Kerajaan Hindu Budha itu datanglah lima syech ke Kudus untuk mengajarkan agama Islam.

Pintu gerbang Masjid Jami’ Nganguk Wali. Foto : Rabu Sipan

Karena kehausan, lima syech itu datang ke tempat jujugan (Tajug) tempat yang kelak berdiri Masjid Nganguk Wali untuk istirahat dan minum. Sebab di tempat tersebut terdapat sumber mata air. Lima syech itu antara lain, Syech Abdul Rohman, syech Abdullah Assodiqi, Syech Khusen Assaqiqi, Syech Ali Murtadlo serta Syech Sohibul Huda.

“Karena kagum dengan kealiman dan ketawadlu’an para syech itu. Masyarakat setempat menerima para syech untuk menetap di Tajug. Para warga juga membantu bangun masjid sederhana dan memberikan jemblok atau gentong besar sebagai kulah untuk wudlu,” ujar pria yang akrab disapa Rahmat kepada betanews.id, Jumat (24/4/2020).

Baca juga : Doa Lintas Agama Digelar, Taslim : ‘Kami Mohon Pada Tuhan Agar Covid-19 Segera Sirna’

Dari masjid kayu sederhana yang mempunyai saka atau tiang 16 itu, lanjutnya, kelima syech itu menyebarkan agama Islam di Kudus. Hingga datanglah ulama dari Tiongkok, bernama The Ling Sing ke Kudus dan singgah di masjid tersebut. Ulama Tiongkok tersebut kemudian dikenal sebagai Kiai Telingsing.

“Singkat cerita Kiai Telingsing itulah kemudian yang melanjutkan penyebaran agama Islam di Kudus. Sekaligus Nadir pertama masjid yang dibangun kelima syech tersebut,” paparnya sambil membetulkan letak pecinya.

Pria yang rumahnya berdampingan persis dengan Masjid Nganguk Wali itu mengatakan, setelah sekian tahun menyebarkan agama Islam di Kudus. Kiai Telingsing berniat mencari penerus, karena usianya yang sudah sepuh. Kiai Telingsing kemudian keluar masjid dan tengak – tengok mencari seseorang untuk dijadikan penerus.

“Saat tengak – tengok atau ingak – inguk istilah Jawanya, Kiai Telingsing melihat Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan datang dari selatan. Kemudian Sayyid Ja’far Shadiq itu diangkat jadi murid dan diangkat jadi penerus Kiai Telingsing,” jelasnya.

Baca juga : Jelang Ramadan, Penjual Bunga di Kudus Laris Manis

Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan tuturnya, kemudian melanjutkan perjuangan Kiai Telingsing menyebarkan agama Islam di Jawa, khususnya Kudus. Serta kelak dikenal sebagai Kanjeng Syech Sunan Kudus.

“Sunan Kudus itu merupakan wali Allah dan Waliu Ilmi. Dan untuk mengenang pertemuan Sunan Kudus dan Kiai Telingsing itulah kemudian Masjid ini diberi nama Masjid Nganguk Wali,” ungkap Rahmat.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Penuhi Stok Darah Selama Ramadan, PMI Kudus Layani Pendonor 24 Jam

0
Kepala Humas PMI Kudus Praptiningsih sedang mengecek stok darah. Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan terlihat sedang merapikan tiga tempat tidur di sebuah ruangan bercat putih yang berada di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus. Kasur tersebut disiapkan kepada masyarakat yang datang untuk mendonorkan darahnya.

Selang beberapa saat, datang seorang perempuan paruh baya yang memberi arahan kepada dua pegawai tersebut. Dia adalah Kepala Humas PMI Kudus, Praptiningsih (54).

Petugas di PMI Kudus sedang mengecek darah, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Prapti mengatakan, selama bulan Ramadan, PMI Kudus akan membuka layanan donor darah selama 24 jam. Ini merupakan upayanya untuk memenuhi permintaan dan mengamankan stok darah.

“Selama bulan Ramadan ini kami buka 24 jam bagi warga yang ingin donor. Bisa langsung datang ke kantor kami,” ajaknya saat ditemui, Sabtu (25/4/2020).

Selain buka donor darah 24 jam di kantor PMI, pihaknya akan melaksanakan kegiatan serupa di sekitar Alun-Alun Kudus pada Minggu, 26 April 2020. Kegiatan tersebuat akan dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.45 WIB.

“Rencananya, kami akan coba tiga hari dulu, Minggu, Selasa (28/4/2020) dan kamis (30/4/2020). Nanti kita lihat hasilnya. Jika antusias masyarakat baik, ya bisa dilanjutkan,” ungkapnya.

Baca juga: Program Aman Covid dari RS Mardi Rahayu, Satu Kamar Satu Pasien

Tak hanya itu, PMI Kudus juga sudah melayangkan surat izin untuk membuka donor darah di pusat perbelanjaan. Diantaranya adalah Hypermart dan Ada Swalayan. Dari dua lokasi itu, Ada Swalayan belum memberi jawaban.

“Kalau Hypermart sudah boleh, dan rencananya akan buka mulai 28 April 2020. Itu masih ada kemungkinan mundur, karena kondisi yang masih seperti ini. Sementara ini, kami juga kirim SMS gateway, untuk mengajak orang yang sudah pernah donor darah,” jelas warga Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Stok Darah di PMI Kudus Tiga Hari Kedepan Aman

Selain dua tempat itu, pihaknya juga menggandeng karang taruna desa yang mau melakukan kegiatan donor darah saat bulan Ramadan.

“Stok saat ini masih aman untuk tiga hari kedepan. Tetapi memasuki bulan Ramadan, kami harus bekerja ekstra, apa lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Semoga warga Kudus masih tetap antusian donor darah,” tutup Prapti.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Disambangi Ganjar di Rusunawa, Mahasiswa Curhat Sudah 3 Bulan Belum Dapat Kiriman

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengecek kondisi mahasiswa luar daerah di rusunawa UNDIP. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambangi mahasiswa dari luar daerah yang ada di rumah susus mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang pada Sabtu (25/4/2020). Setidaknya, dari seribu mahasiswa yang menghuni rusunawa tersebut, masih ada 150 orang yang bertahan hingga sampai saat ini.

Total Rusunawa UNDIP sendiri terdiri dari lima unit gedung, yang setiap unitnya terdiri dari dua bidang dan memiliki lima lantai. Mahasiswa yang menghuni rusunawa itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat juga mahasiswa dari negara sahabat. “Ternyata mereka tidak pulang dan cukup banyak jumlahnya di sini,” kata Ganjar.

Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, Jawa Tengah khususnya, Ganjar secara intensif keliling menyambangi mahasiswa dari luar daerah. Kali pertama, asrama yang dikunjungi adalah asrama masiswa Papua.

Baca juga : Ngabuburit ala Ganjar, Motoran Kunjungi Mahasiswa Luar Daerah

“Dan dari kami keliling mulai banyak orang terinspirasi dan mulai kelihatan. Kemarin saya hanya nengok Papua dan Aceh. Ternyata mahasiswa yang tertinggal itu banyak,” katanya. .

Selain mahasiswa Papua dan Aceh, asrama mahasiswa lain daerah juga telah ditengok Ganjar. Mulai dari Jabar, Jatim, Sulawesi Selatan dan lainnya. Ganjar memastikan, para mahasiswa yang tetap bertahan di Semarangi itu dapurnya tetap mengepul.

“Nah kemarin kita mendengar banyak mahasiswa dari UNDIP yang tidak pulang cukup banyak, bisa tidak kita lihat kondisinya. Bahkan tadi ada yang kondisinya sudah tidak mendapat kiriman dari orang tuanya dan bekerja part time di kafe. Tapi kafenya tutup,” katanya.

Mahasiswa tersebut bernama Ratih Ester Nababan, mahasiswa semester 8 Fakultas Sains dan Matematika. Menurut Ester, hari ini jadi penting bagi dirinya karena mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia yang asli Tapanuli Sumatera Utara mengatakan kepada Ganjar sudah hampir tiga bulan tidak ada kiriman uang yang dia terima dari orangtuanya.

Baca juga : Siswadi Terharu Dijenguk Ganjar, Curhat Sudah Tak Punya Penghasilan

“Sekarang kerja part time di kafe. Satu hari kerjaannya enam jam. Tapi kafenya mau tutup. Terima kasih Pak Ganjar bantuannya,” kata Ester yang mengatakan orangtuanya hanya berprofesi sebagai petani.

Sejumlah bantuan diberikan Ganjar, untuk mahasiswa yang tetap bertahan di rusunawa tersebut. Dari beras, mie instan, minyak goreng, buah-buahan sampai makanan siap saji.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Stok Darah di PMI Kudus Tiga Hari Kedepan Aman

0
Dua orang petugas di PMI Kudus sedang melakukan aktivitas. Foto: Dok. Betanews.id

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan mengenakan hazmat terlihat di ruangan donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus. Dengan cekatan, ia sedang memeriksa darah di sebuah mesin pengecek kualitas darah. Di sisi lain, beberapa petugas sedang membungkus hadiah yang akan diberikan kepada pendonor.

Bingkisan ini, menurut Kepala Humas PMI Kudus Praptiningsih (54), akan selalu disediakan kepada pendonor darah. Khusus untuk bulan Ramadan, pihaknya akan menambahkan minyak goreng dan masker.

Bingkisan spesial yang akan diberikan pihak PMI Kudus kepada pendonor darah selama Ramadan. Foto: Imam Arwindra.

“Selama bulan Ramadan ini kami buka 24 jam bagi warga yang ingin donor. Bisa langsung datang ke kantor kami dan dapat bingkisan spesial,” jelas perempuan yang akrab disapa Prapti itu.

Dia juga menyampaikan, stok darah untuk tiga hari ke depan masih aman. Jumlah darah yang tersedia saat ini ada 490 kantong. Rinciannya, golongan darah A 123 kantong, golongan B 216 kantong, golongan AB 28 kantong, dan golongan O 123 kantong.

“Stok yang kosong yakni trombosit golongan darah AB. Untuk trombosit golongan darah A ada tiga bungkus, B ada dua bungkus, dan O ada enam bungkus. Trombosit memang stoknya lebih sedikit jika dibanting darah lengkap. Karena trombosit hanya bertahan sekitar lima hari,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bagian Cross Matching Arum Mawati (43) menambahkan, jika hari ini sudah ada bank darah dari RS di Kudus yang mengambil darah. Total dara yang diambil sejumlah 40 bungkus.

Baca juga: Penuhi Stok Darah Selama Ramadan, PMI Kudus Layani Pendonor 24 Jam

“Darah yang hari ini diambil yaitu golongan darah A 9 bungkus, golongan darah B 11 bungkus, golongan darah O 20 bungkus. Jadi total 40 bungkus” rinci warga Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Rusunawa Penuh, Pemkab Kudus Alihkan Tempat Karantina ke Hotel Graha Muria

0
Petugas medis sedang memeriksa pemudik yang dikarantina di Runawa Kudus, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan memfungsikan Hotel Graha Muria sebagai tempat karantina pemudik jika Rusunawa Bakalankrapyak sudah tidak bisa menampung warga yang baru datang dari perantauan.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi mengatakan, data 25 April 2020 pukul 11.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang diisolasi di rusunawa berjumlah 118 orang.

Petugas medis sedang memeriksa pemudik yang dikarantina di Runawa Kudus, Sabtu (25/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

“Dengan jumlah tersebut, rusunawa dipastikan penuh, sehingga Graha Muria Colo mulai difungsikan tadi malam,” ungkapnya, Sabtu (25/4/2020).

Sampai saat ini, ODP yang pernah atau sedang menempati rusunawa ada 119 orang. 1 April lalu sudah ada yang pulang satu orang, yakni warga Kecamatan Undaan. Selanjutnya, daftar tunggu ODP yang bisa pulang mulai 26 sampai 30 April ada 39 orang. Selebihnya, bisa pulang dari 2 hingga 8 Mei.

“Ketika Rusunawa penuh, kami masih punya Graha Muria Colo yang mampu menampung 29 orang,” beber Andini.

Jika rusunawa dan Graha Muria penuh, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengandalkan tempat karantina di setiap desa.

Baca juag: Angka Pemudik di Brebes Tertinggi se Jawa Tengah

“Desa memang dimungkinkan untuk membuat dan mengelola tempat karantina,” tambahnya.

Dalam menangani pandemi Covid-19, Pemkab Kudus menyediakan tiga tempat karantina untuk pemudik yang berstatus ODP. Rinciannya, Rusunawa Bakalankrapyak dengan kapasitas 95 kamar, Balai Diklat Sonya Warih Menawan 80 orang dan Hotel Graha Muria 29 orang.

Baca juga: Sempat Dipulangkan ke Rumah, 6 PDP Dinyatakan Positif Corona

Andini menambahkan, data 25 April 2020, jumlah ODP yang dikarantina ada 147 pemudik. 118 orang di rusunawa dan 24 orang di Balai Diklat Sonya Warih.

“Sejak hari ini sudah ada yang selesai karantina secara bertahap di dua tempat tersebut. Selain itu juga sudah ada larangan mudik dari Presiden RI. Harapannya daya tampung masih bisa terpenuhi,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -