BETANEWS.ID, DEMAK – Dua orang pria tampak sedang bercengkerama dengan jarak lebih dari satu meter di Sekolah Dasar Negeri Tambirejo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Rabu (22/4/2020) sore. Mereka yakni warga yang mudik dari perantauan dan sedang diisolasi selama dua pekan.
Sesekali, dua warga tersebut menyahuti obrolan tiga orang pria yang berada di luar gedung. Satu diantaranya yakni Agus Suryanto (55), Kepala Desa Tambirejo yang sedang berjaga dan memastikan kebutuhan warganya yang dikarantina tercukupi.

Saat ditemui, Agus menjelaskan, isolasi bagi pemudik sudah dimulai sejak 19 April 2020. Fasilitas yang disediakan oleh pemerintah desa (pemdes) diantaranya tempat tidur, dispenser, Wifi dan televisi.
“Karena Virus Covid-19 semakin merebak, jadi kami siapkan tempat isolasi desa. Kebetulan tempat isolasi sudah ada wifinya, jadi bisa digunakan. Kami juga memberi uang makan sejumlah Rp 30 ribu per hari,” jelasnya.
Sambil duduk di atas motornya, dia melanjutkan, jika sebelumnya warga disuruh untuk isolasi mandiri di rumah, pihak desa kemudian memilih untuk memusatkannya. Menurutnya, hal itu dirasa lebih efektif untuk mencegah penularan Covid-19.
“Saat ini ada tiga warga yang diisolasi. Dua orang pria dari Bali dan Sulawesi. Sedangkan yang perempuan dari Jakarta,” ungkap pria yang merangkap Ketua Relawan Covid-19 itu.
Baca juga: Setiap Ketua RW Bakal Pimpin Satgas Jogo Tonggo untuk Antisipasi Warga Kelaparan
Selain itu, dia juga lebih memilih memberi subsidi berupa uang agar pihak keluarga bisa mengirimkan makanan sesuai selera pemudik. Dengan begitu, selera makan dan kesehatannya bisa terjaga.
“Kalau malam kami ada yang jaga dari relawan Covid-19. Selain itu juga pihak keluarga ada yang ikut jaga. Jadi kami terus mengontrol warga yang sedang dalam proses isolasi,” tambahnya.
Baca juga: Pembina PKH Berikan Sembako pada Warga Terdampak Covid-19
Ketua BPD dan wakil ketua relawan Covid-19 Fatkhur Rohman (39) menambahkan, tempat isolasi dibagi menjadi dua lokasi. Untuk pria ada di SD dan wanita di balai desa.
“Selain untuk perempuan, di balai desa nantinya juga akan digunakan untuk isolasi keluarga yang mudik. Karena warga sini juga ada yang satu keluarga merantau. Jadi kami sediakan tempat khusus,” tutup Fatkhur.
Editor: Ahmad Muhlisin

