BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan terlihat sedang merapikan tiga tempat tidur di sebuah ruangan bercat putih yang berada di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus. Kasur tersebut disiapkan kepada masyarakat yang datang untuk mendonorkan darahnya.
Selang beberapa saat, datang seorang perempuan paruh baya yang memberi arahan kepada dua pegawai tersebut. Dia adalah Kepala Humas PMI Kudus, Praptiningsih (54).

Prapti mengatakan, selama bulan Ramadan, PMI Kudus akan membuka layanan donor darah selama 24 jam. Ini merupakan upayanya untuk memenuhi permintaan dan mengamankan stok darah.
“Selama bulan Ramadan ini kami buka 24 jam bagi warga yang ingin donor. Bisa langsung datang ke kantor kami,” ajaknya saat ditemui, Sabtu (25/4/2020).
Selain buka donor darah 24 jam di kantor PMI, pihaknya akan melaksanakan kegiatan serupa di sekitar Alun-Alun Kudus pada Minggu, 26 April 2020. Kegiatan tersebuat akan dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 19.45 WIB.
“Rencananya, kami akan coba tiga hari dulu, Minggu, Selasa (28/4/2020) dan kamis (30/4/2020). Nanti kita lihat hasilnya. Jika antusias masyarakat baik, ya bisa dilanjutkan,” ungkapnya.
Baca juga: Program Aman Covid dari RS Mardi Rahayu, Satu Kamar Satu Pasien
Tak hanya itu, PMI Kudus juga sudah melayangkan surat izin untuk membuka donor darah di pusat perbelanjaan. Diantaranya adalah Hypermart dan Ada Swalayan. Dari dua lokasi itu, Ada Swalayan belum memberi jawaban.
“Kalau Hypermart sudah boleh, dan rencananya akan buka mulai 28 April 2020. Itu masih ada kemungkinan mundur, karena kondisi yang masih seperti ini. Sementara ini, kami juga kirim SMS gateway, untuk mengajak orang yang sudah pernah donor darah,” jelas warga Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.
Baca juga: Stok Darah di PMI Kudus Tiga Hari Kedepan Aman
Selain dua tempat itu, pihaknya juga menggandeng karang taruna desa yang mau melakukan kegiatan donor darah saat bulan Ramadan.
“Stok saat ini masih aman untuk tiga hari kedepan. Tetapi memasuki bulan Ramadan, kami harus bekerja ekstra, apa lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Semoga warga Kudus masih tetap antusian donor darah,” tutup Prapti.
Editor: Ahmad Muhlisin

