Revitalisasi SDN 4 Undaan Kidul Capai 35 Persen, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah Guru dan Warga

BETANEWS.ID, KUDUS – Proses revitalisasi SD 4 Undaan Kidul, Kabupaten Kudus, terus berjalan. Hingga saat ini, progres pembangunan sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi dari kementerian tersebut telah mencapai sekitar 35 persen.

Kepala SD 4 Undaan Kidul, Arif Wijayanto, mengatakan pekerjaan dimulai pada 29 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 19 November 2026.

“Mulai 29 Juli, target rampung 19 November. Sekarang progresnya sekitar 35 persen,” ujar Arif.

-Advertisement-

Revitalisasi dilakukan setelah kondisi sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan. Untuk itu, pihak sekolah mengajukan permohonan bantuan untuk merehabilitasi sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Adanya pengerjaan perbaikan sekolah membuat pihak sekolah harus memindahkan kegiatan belajar mengajar sementara ke sejumlah tempat. Para siswa kini belajar di rumah guru maupun rumah warga di sekitar sekolah.

“Untuk sementara siswa belajar di rumah guru dan warga. Kita pindahkan karena kondisi dan lokasi sekolah memang tidak memungkinkan,” jelasnya.

Arif menjelaskan, jumlah siswa SD 4 Undaan Kidul saat ini mencapai 97 siswa, mulai kelas I hingga kelas VI.

Revitalisasi tersebut meliputi beberapa pekerjaan, yakni renovasi berat dua ruang kelas, renovasi satu toilet, serta pembangunan satu toilet baru.

Arif mengatakan, terdapat bagian balok yang kondisinya tidak memungkinkan untuk langsung digunakan sesuai rencana awal. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan fasilitator untuk mencari solusi teknis.

Baca juga : Progres Revitalisasi Puskesmas di Kudus Capai 75 Persen, Ditarget Rampung November 2026

“Yang atas sebenarnya mau satu ruang kelas, tetapi kebetulan baloknya rapuh, jadi tidak bisa. Akhirnya kita koordinasi dengan fasilitator,” katanya.

Karena keterbatasan lahan, penambahan ruang secara horizontal juga sulit dilakukan. Oleh sebab itu, pembangunan ke arah atas menjadi pilihan agar kebutuhan ruang kelas dapat dipenuhi tanpa memperluas lahan sekolah.

Arif mengaku sempat mengusulkan agar dua ruang kelas dapat dibangun ke atas. Usulan tersebut akhirnya disetujui setelah pihaknya menjelaskan kondisi sekolah yang memang kekurangan ruang.

“Lokasinya sangat sempit, sehingga untuk penambahan ruangan tidak bisa. Alhamdulillah dua lokal ini bisa dibuat di atas,” ujarnya.

Dalam pengajuan awal, kata dia, nilai anggaran revitalisasi SD 4 Undaan Kidul mencapai sekitar Rp1,1 miliar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan atau pengukuran ulang di lapangan, nilai tersebut turun menjadi sekitar Rp984,9 juta.

Penyesuaian anggaran dilakukan setelah ditemukan sejumlah kondisi bangunan yang berbeda dengan perencanaan awal. Selain itu, spesifikasi dalam perencanaan sebelumnya dinilai terlalu besar sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.

“Awalnya Rp1,1 miliar saat pengajuan. Setelah MC-0 dan pengecekan ulang di lokasi, ada keretakan dan lainnya, akhirnya turun menjadi Rp900 sekian,” ungkap Arif.

Ia menambahkan, penyesuaian juga dilakukan dengan mempertimbangkan beban konstruksi bangunan yang akan dibangun.

Mengingat bangunan sekolah sedang diperbaiki, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa untuk sementara dilaksanakan di rumah guru dan warga sekitar.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER