BETANEWS.ID, SEMARANG – Sambil menunggu buka puasa, dimanfaatkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk berbagi. Sambil menggeber sepeda motornya, Ganjar ngabuburit keliling Kota Semarang untuk melihat kondisi mahasiswa luar daerah yang masih ada di Jawa Tengah.
Seperti biasanya, asrama mahasiswa atau kos-kosan mahasiswa luar daerah menjadi jujugan Ganjar Jumat (24/4/2020) sore itu. Tiga tempat ia kunjungi, yakni kos-kosan mahasiswa Sumatera Barat dan Jawa Timur di Sekaran Gunungpati dan kos-kosan yang dihuni mahasiswa Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten di Ngaliyan Semarang.
Di tempat-tempat itu, Ganjar disambut dengan penuh antusias dan suka cita. Candaan serta obrolan santai menghiasi pertemuan singkat tersebut. Ada juga yang curhat bagaimana kondisi mereka yang kesulitan karena virus corona ini.
Baca juga : Seluruh Pasar dan Pabrik di Semarang Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
“Kangen sama orang tua pak, tapi ndak bisa pulang. Itu sampai temen saya ada yang nangis saat video call dengan ibunya. Kiriman dari rumah juga sering macet sekarang,” curhat Arifin (22), salah satu mahasiswa asal Jawa Timur.
Selain memastikan kesehatan, Ganjar juga membagikan sembako kepada mahasiswa dari luar daerah itu. Kepada mereka, Ganjar meminta untuk tetap di kos, tidak keluar apabila tidak penting dan rajin cuci tangan.
“Jangan mudik ya, di sini saja. Nanti pulangnya kalau kondisi sudah membaik. Ini saya kasih sembako, dimasak bareng-bareng biar irit. Ndak usah beli dulu,” kata Ganjar.
Ganjar juga mengajak para mahasiswa itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Kampanye pentingnya menggunakan masker, cuci tangan serta jaga jarak harus terus dilakukan.
“Kalau ketemu orang berkerumun dikandani (dinasehati), kalau tidak pakai masker diminta pakai masker. Kita harus genjot sosialisasi ini karena peningkatan wabah Covid-19 ini terus meningkat. Apalagi di Kota Semarang ini, yang jumlah kasus positifnya tertinggi di Jawa Tengah,” pintanya.
Salah satu mahasiswa asal Bogor, Aditya Dwiansyah mengatakan sangat senang mendapat kunjungan dari Ganjar. Ia tidak menduga, orang nomor satu di Jawa Tengah itu mau mampir di tempat tinggalnya.
Baca juga : Mahasiswa ke Ganjar, ‘Sekarang Lebih Sering Masak Telur Pak, Lebih Irit’
“Senang sekali, tidak menyangka meskipun kami bukan warga Jateng, tapi tetap diperhatikan. Apalagi pak Ganjar datang membawa bantuan, kami terharu sekali,” kata dia.
Aditya mengatakan, wabah covid-19 membuat ia bersama sembilan orang lainnya tidak bisa pulang kampung. Mereka yang berasal dari DKI Jakarta, Jabar dan Banten tidak bisa pulang karena di daerahnya semua menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Daerah kami PSBB, jadi tidak bisa pulang. Alhamdulillah ini dapat bantuan pak Ganjar, ini sangat membantu. Terharu rasanya, saat sedang kondisi krisis, akhir bulan belum dapat kiriman, tiba-tiba pak Ganjar datang kasih bantuan. Kami terharu dan benar-benar mengucapkan terima kasih,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

