BETANEWS.ID, KUDUS – Kegiatan berbeda terlihat di salah satu ruangan di komplek bangunan Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Yayasan Lentera Hati, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di dalam bangunan berdinding bata bercat pink itu tampak beberapa orang sedang berlatih bela diri. Salah satunya adalah Danny Ahmad (39).
Dia mengatakan, ruangan kelas tersebut memang dimanfaatkan untuk sasana bela diri Muay Thai saat tak ada kegiatan belajar mengajar. Bahkan sejak adanya pandemi Covid-19, ia tergugah untuk membuka kelas amal pembelajaran bela diri asal Thailand itu.
“Jadi untuk kelas amal ini, saya membuka harga Rp 25 ribu per sesi yang dijadwalkan di hari Jumat mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Nah, uang tersebut nanti akan langsung didonasikan,” katanya saat ditemui, Jumat (24/4/2020).
Pria yang juga jadi guru olahraga di sekolah tersebut menambahkan, sejak kelas tersebut dibuka, banyak respon positif yang datang kepadanya. Beberapa orang langsung menghubunginya untuk ikut donasi meskipun ada yang tidak bisa datang langsung untuk ikut sesi bela diri Muay Thai.
“Sampai sore tadi, ada beberapa yang menghubungi untuk donasi dan sudah ada yang ikut sesi. Ada juga yang tidak bisa hadir karena masih di luar kota,” bebernya.
Baca juga: Roemah Goegah Luncurkan Program Donasi Beras Lewat Beli Kaos
Danny juga membebaskan siapapun dari berbagai usia dan jenis kelamin untuk mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, olahraga ini punya banyak manfaat, mulai menjaga stamina, menjaga bentuk tubuh ideal hingga melindungi diri dari ancaman.
“Intinya peserta bisa belajar Muay Thai sekaligus berdonasi,” katanya.
Baca juga: Kelurahan Wergu Kulon Terapkan Program Si Kaya Bantu Si Miskin
Menurutnya, membantu sesama bisa dilakukan dengan cara apa saja. Termasuk menggunakan keahlian seperti yang dimilikinya ini.
“Awalnya bingung mau ikut membantu warga terdampak dengan cara apa. Nah, akhirnya punya ide untuk bikin kelas Muay Thai,” tutup Danny.
Editor: Ahmad Muhlisin

