BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus menggelar in-house training resusitasi bayi pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga medis dalam menangani kegawatdaruratan saat persalinan.
Humas dan Legal RSA Kudus, drg. Ika Otaviani Risanti, mengatakan pelatihan ini mencakup materi dasar yang wajib dikuasai tenaga medis. Selain teori dari dokter spesialis anak, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi.
“Simulasi yang dilakukan di antaranya penanganan ibu dan bayi saat proses persalinan hingga pascakelahiran, serta pemasangan alat bantu napas bagi bayi dalam kondisi gawat darurat,” ujar Ika kepada awak media di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus, Rabu (29/4/2026).
Ika menjelaskan, RSA Kudus selama ini cukup banyak menangani kasus persalinan. Dalam kondisi tertentu, terdapat bayi yang lahir dengan kondisi memerlukan penanganan khusus.
Baca juga : Maknai Hari Kartini, RS Aisyiyah Kudus Beri Hadiah untuk Bayi Lahir 21 April
Karena itu, dibutuhkan tenaga medis yang terampil serta dukungan peralatan yang memadai. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia menuturkan, kegiatan in-house training tersebut rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan tenaga medis di ruang persalinan.
“Hari ini, kegiatan in-house training resusitasi bayi diikuti sebanyak 40 tenaga medis Rumah Sakit Aisyiyah. Peserta terdiri dari dokter umum dan perawat dari berbagai unit. Beberapa di antaranya merupakan perawat yang bertugas di ICU,” bebernya.
Menurut Ika, pelatihan ini juga selaras dengan program pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. RSA Kudus menargetkan angka kematian ibu dan anak dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Kami berharap tingkat kematian ibu dan anak di RSA Kudus bisa nol persen. Selain itu, pihak rumah sakit akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

