Tanggul di Perumahan Watu Kebo Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Pati, ambrol. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati pada Jumat (21/11/2025) menyebabkan tanggul di Perumahan Watu Kebo Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Pati, ambrol.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, menjelang waktu shalat Jumat, dan membuat akses utama perumahan terputus.
Budi, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa sebelum kejadian, tanggul tersebut sebenarnya sudah mengalami perbaikan akibat munculnya retakan pada permukaan tanah.
“Sebelum terjadi longsor sudah diperbaiki karena terlihat retakan tergerus air. Baru diperbarui tiga hari sebelumnya, mas, cuma ditambal karena jalannya sudah berlubang-lubang,” ungkapnya.
Perumahan yang sudah dihuni sekitar empat tahun ini memiliki sekitar 20 rumah di blok yang terdampak. Warga mengaku cemas jika kejadian serupa terjadi pada malam hari.
“Ada kekhawatiran, mbak. Kalau malam kan bahaya, apalagi tidak ada penerangan karena pal-nya roboh akibat longsor. Pengendara motor lewat sini juga berisiko,” imbuh Budi.
Selain membahayakan warga, ambrolnya tanggul membuat kendaraan tidak bisa keluar masuk perumahan.
“Mobil saya tidak bisa keluar sejak kejadian,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Narwi ketua RT/RW 01/01.Ia berada di lokasi sesaat setelah longsor terjadi. Menurutnya, tanah sempat bergetar sebelum tanggul ambruk.
“Pas Jumatan hujan deras, tiba-tiba tanah bergetar lalu tanggul ambruk. Kebetulan ada mobil yang parkir hampir terjun, tapi bisa diselamatkan warga. Ban kirinya sudah ambles, tapi masih tertolong,” jelasnya.
Aparat desa, termasuk kepala desa dan sekdes, telah meninjau lokasi. Pihak pengembang juga disebut sudah datang dan menyatakan kesediaannya memperbaiki kerusakan.
“Pengembang sudah ke sini dan akan segera memperbaiki. Kejadian ini pertama kali di sini, meski dulu pernah banjir. Harapannya ya segera dibangun ulang dengan baik,” ujar Narwi.
Kerusakan tanggul diperkirakan mencapai panjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter. Warga berharap perbaikan dilakukan secepatnya agar aktivitas bisa kembali normal dan keselamatan penghuni terjamin.
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-30, MAN 2 Pati menggelar reuni akbar yang diikuti seluruh alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1995 hingga 2025. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-30, MAN 2 Pati menggelar reuni akbar yang diikuti seluruh alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1995 hingga 2025. Acara yang digelar di halaman madrasah ini, dihadiri oleh ratusan alumni serta guru-guru pendahulu.
Kepala MAN 2 Pati Moh Kodri mengatakan, bahwa reuni akbar ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar alumni serta menjaga tradisi kebersamaan yang telah dibangun sejak berdirinya sekolah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para alumni dapat berbagi pengalaman, inspirasi, serta kontribusi untuk kemajuan sekolah,” ujar Moh Kodri, Senin (24/11/2025).
Ia menyampaikan bahwa reuni akbar ini merupakan kali pertama digelar. Meski begitu, kali ini masih dilakukan secara terbatas. Sehingga tidak semua alumni hadir di acara tersebut.
Meski terbatas, dirinya tidak menyangka kalau antusias alumni untuk hadir pada kegiatan tersebut sangat. Ia tidak bisa membayangkan, betapa ramainya madrasah dengan lautan manusia, kalau reuni akbar ini digelar secara lebih luas.
Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa, banyak sekali alumni yang sudah berkiprah di berbagai bidang, baik di pemerintahan, legislatif, pendidkan, pengusaha dan lain sebagainya.
Pada kesempatan itu, Moh Kodri juga memaparkan perkembangan MAN 2 Pati saat ini yang sudah mengalami peningkatan jumlah siswa yang mencapai lebih dari seribu. Begitu juga dengan berbagai fasilitas penunjang yang semakin memadai dan lebih lengkap.
Lebih lanjut ia sampaikan bahwa di MAN 2 Pati juga terdapat beberapa program beasiswa. Salah satunya adalah Irsadati (Innovation Dream Scholarship MAN 2 Pati). Program tersebut, merupakan bantuan biaya kuliah untuk alumni yang tidak mendapatkan KIP Kuliah.
“Saat ini sudah ada 9 mahasiswa yang merupakan alumni MAN 2 Pati yang mendapatkan beasiswa Irsadati ini. Beasiswa ini bersumber dari guru-guru, yang diambilkan dari zakat profesi,” ungkapnya.
Sementara itu, Abdullah Fatoni, perwakilan alumni MAN 2 Pati menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan temu alumni ini. Ia dan alumni lainnya bisa bernostalgia kembali di madrasah yang dulunya menjadi tempat belajar.
“Banyak sekali kenangan yang ada di MAN 2 Pati ini. Banyak hal-hal yang kita dapatkan dan menjadi bekal ketika sudah lulus, ” ucapnya.
Ia pun berharap, silaturrahmi dan persahabatan antar alumni maupun guru-guru selalu tetap terjalin.
Untuk diketahui, selain reuni akbar, Harlah ke 30 MAN 2 Pati juga terdapat rangkaian kegiatan lainya. Yakni konservasi mangrove, lomba MTQ se Pulau Jawa, bakti sosial, cek kesehatan gratis, donor darah, bazar siswa dan UMKM, pengajian, jalan sehat, manaqib serta tahtimul Quran.
BETANEWS.ID, KUDUS – PT Djarum melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) sejak tahun 1979 melaksanakan program penanaman pohon. Hingga saat ini sudah ada jutaan pohon yang ditanam.
Program Officer BLDF, Dandhy Mahendra mengatakan, program penanaman pohon awalnya dimulai di Kabupaten Kudus pada tahun 1979. Pada masa itu Kota Kretek mulai terasa gersang.
“Berawal dari keprihatinan tersebut kita mulai hijaukan Kudus dengan program penanaman pohon. Baik dengan pohon penghijauan maupum pohon yang berbuah,” ujar Dandhy saat ditemui di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) BLDF, Rabu (19/11/2025).
Seiring berjalan, lanjut Dandhy, Kabupaten Kudus juga dilewati jalan transportasi nasional, sehingga dirasa butuh pohon peneduh. Kemudian, BLDF bekerja sama dengan Prof. Endes Dahlan seorang pakar tanaman dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meriset pohon yang cocok ditanam di bahu jalan raya.
Lalu, ditemukanlah pohon trembesi. Karena trembesi itu mampu menurunkan suhu di bawah naungannya antara 4-5 derajat celsius. Akarnya juga mengikat tanah sehingga lebih kuat dan tahan erosi. Selain itu, trembesi mampu menyerap emisi lebih optimal dibanding pohon jenis lain.
“Hingga saat ini, penanaman pohon trembesi tak hanya di sepanjang bahu Jalan Pantura, tetapi juga meliputi sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, Jalan Trans Sumatra, Padang dan Lombok,” bebernya.
Selain itu, BLDF juga punya program untuk menghijaukan kembali Gunung Muria dan Patiayam. Menurutnya, beberapa tahun lalu, tepatnya di tahun 2018 pernah terjadi bencana longsor di Gunung Muria. Sementara di Pegunungan Patiayam mengalami kegundulan sejak tahun 2000, akibat pembalakan liar.
“Sehingga kita juga gencarkan program penanaman pohon di dua gunung yang ada di Kudus tersebut. Di Pegunungan Patiayam, kita bekerja sama dengan petani setempat untuk penanaman pohon yang berbuah,” sebutnya.
Sebelumnya, tutur Dandhy, Pegunungan Patiayam yang gundul ditanami jagung dan tebu oleh warga setempat, yang notabene itu adalah tanamam semusim. Jadi tidak bisa untuk penghijauan dan penangkap air untuk disimpan di dalam tanah.
“Begitu jagung dan tebu dipanen, Pegunungan Patiayam gundul lagi. Tak jarang juga menyebabkan bencana banjir,” ungkapnya..
Pegunungan Patiayam memiliki luas kurang lebih 2,4 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, BLDF bersama petani setempat sudah mampu menamam pohon di lahan sekira seribuan hektare. Pohon yang ditanam adalah jenis mangga.
Ia juga bercerita, awalnya petani enggan untuk menanam pohon mangga, karena dianggap bakal mengancam produktifitas jagung. Tetapi setelah diedukasi bahwa selain mampu menyerap air dan menahan erosi, pohon mangga juga punya nilai ekonomi.
“Sehingga petani pun bersedia menanam pohon mangga dengan sistem tumpang sari. Sekarang pohon mangga yang ditanam mulai berbuah. Pada tahun lalu, sekali panen bisa menghasilkan 50 ton mangga, tahun ini informasinya meningkat jadi 40 ton,” kata Dandhy
Untuk menopang program penanaman pohon, BLDF pun membuat Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) di Djarun OASIS Kretek Facktory. Di PPT tersebut kurang lebih terdapat 400 jenis pohon penghijauan. Dari pohon yang berbuah maupun yang tidak.
“Untuk program penghijauan kita memang melakukan pembibitan sendiri. Bibit ini juga kami bagikan gratis kepada warga yang ingin menanam pohon,” sebutnya.
Ketika Gunung Muria dan Pegunungan Patiayam kembali asri, tuturnya, pada tahun 2022 dilakukan untuk kelanjutan program penghijauan. Namun, dari riset tersebut didapati fakta bahwa di Gunung Muria masih terdapat ekosistem Macan Tutul Jawa atau warga Kudus menyebutnya sebagai Macan Muria.
“Dari situ kemudian kita mulai memasang kamera trap di 80 titik di Gunung Muria. Hasilnya ditemukan 14 individu Macan Tutul Jawa, terdiri dari 5 ekor berjenis kelamin jantan dan 9 ekor lainnya betina,” bebernya.
Berjalannya waktu, lanjut Dandhy, bicara peduli lingkungan ternyata tidak hanya pada penanaman pohon. Di Kudus yang notabene rumahnya PT Djarum menghadapi persoalan sampah. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ada di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo mulai overload pada tahun 2018.
Data dari Dinas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, warga Kota Kretek setiap harinya menghasilkan kurang lebih 400 ton sampah. Dari jumlah tersebut 70 persennya adalah sampah organik.
“Oleh karena itu, pada tahun 2018 tersebut PT Djarum melalui BLDF mendirikan PPO (Pusat Pengolahan Organik). Serta, menginisiasi gerakan Kudus Asik (Apik dan Resik), sebuah gerakan kerja sama bersama elemen masyarakat untuk mengolah sampah organik di Kudus,” jelasnya.
Saat ini, kata Dandhy, Kudus Asik sudah memiliki 400 mitra. Terdiri dari instansi pemerintah daerah, hotel, restoran, pasar tradisional, desa dan lainnya. Para mitra tersebut diwajibkan untuk memilah sampahnya antara yang organik dan non organik.
“Sampah organik yang sudah terpilah tersebut kemudian diambil oleh tim Kudus Asik untuk dibawa ke PPO guna diolah jadi humisoil atau kompos. Dalam sehari ada kurang lebih 50 ton sampah organik yang kami olah. Kompos yang dihasilkan digunakan untuk mendukung program penghijauan BLDF, serta dibagikan gratis kepada warga,” ungkapnya.
Untuk menyelamatkan lingkungan, tutur Dandhy, BLDF juga menggandeng para Gen-Z. Karena menurut survei, sebenarnya para anak muda itu ingin terlibat dalam gerakan lingkungan. Oleh karenanya pada tahun 2019, BLDF menginisiasi gerakan digital yakni Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan).
Gerakan ini bertujuan untuk menginspirasi dan mengajak generasi muda untuk berperan aktif serta berkolaborasi lewat aksi nyata, demi lingkungan yang lebih baik melalui narasi positif di media sosial.
“Kita juga sudah beberapa kali melakukan kegiatan penanaman pohon dengan menggandeng anak muda (Gen-Z). Ternyata responnya positif dan peminatnya juga sangat banyak,” ungkapnya.
Tak hanya di darat saja, lanjutnya, BLDF juga terlibat dalam penanaman mangrove di pesisir Pantai Utara Jawa. Menurutnya, beberapa tahun terakhir, abrasi yang terjadi semakin mengkhawatirkan akibat perubahan iklim.
“PT Djarum melalui BLDF berkomitmen akan terus untuk peduli terhadap lingkungan. Baik melalui penanaman pohon, mangrove, serta pengolahan sampah. Tentunya kami tidak bisa sendiri, kami butuh dukungan masyarakat dan stakeholder terkait,” ucapnya.
Partner Seafood di depan Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. Foto: Luthfia Himma Soraya
BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang sore di depan Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, aroma gurih seafood menyeruak dari sebuah kedai sederhana bertuliskan Partner Seafood. Di balik dapur terbuka itu, Sifa, pemilik sekaligus peracik bumbu, tampak sibuk menumis aneka kerang dan udang dengan saus pedas manis yang menggugah selera.
Sifa bercerita, bahwa usaha kuliner laut ini baru sekitar dua bulan hadir di kawasan tersebut. Meski terbilang baru, sudah banyak pelanggan, terutama pecinta olahan seafood berbumbu pedas.
Sifa mulai menekuni usaha seafood sejak tahun 2020. Awalnya, ia hanya berjualan dari rumah.
“Dulu saya kerja di Jakarta, tapi habis kontrak karena pandemi COVID-19. Mau cari kerja lain juga susah, jadi saya coba buka usaha sendiri,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dari pengalaman memasak untuk keluarga, lahirlah ide membuka bisnis Partner Seafood yang kini menjadi favorit banyak orang. Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kerang ijo, kerang kuning, kerang kriting, udang, cumi-cumi, hingga kepiting. Semua bahan segar didatangkan langsung dari Jepara, atau kadang dari Pati jika stok di Jepara kosong.
“Yang paling banyak dicari pelanggan itu kerang ijo. Karena rasanya gurih dan bumbunya meresap,” ujar Sifa sambil tersenyum.
Setiap porsi dibanderol dengan harga terjangkau, yakni mulai Rp10.000 untuk menu kerang. Sedangkan untuk udang dan cumi ia jual dengan harga sekitar Rp15.000.
Menurut Sifa, ciri khas Partner Seafood terletak pada racikan bumbunya. Yaitu perpaduan saus Padang, saus tiram, serta cita rasa pedas asam manis yang seimbang.
“Kita punya bumbu saksi pedas yang khas, itu yang bikin orang balik lagi,” bebernya.
Warung ini buka mulai pukul 15.30 hingga habis. Selain makan di tempat, Partner Seafood juga melayani pesanan lewat GrabFood, ShopeeFood, dan siaran langsung di akun TikTok @partnerseafood.
“Yang penting pelanggan puas, dan semoga mereka datang lagi, bukan cuma sekali,” tambahnya.
Kedai Luk Chup di Desa Loram Wetan. Foto: Nania Rizka Apriliyani
BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana malam di Desa Loram wetan tampak semakin hidup dengan hadirnya lapak sederhana yang menjual Luk Chup di pinggir jalan. Di balik meja kecil yang dipenuhi bentuk luk chup yang unik khas Thailand, seorang perempuan tampak melayani pembeli dengan ramah. Dia adalah Fira (21), pemilik lapak tersebut.
Fira menjelaskan, bahwa usaha luk chup baru ia jalankan sekitar tiga bulan lalu.
“Awalnya itu dulu pernah kerja ikut orang, tapi penghasilannya tidak cukup untuk kebutuhan. Kemudian saya ingin buka usaha sendiri. Setelah cari yang viral di sosmed, ketemulah yang namanya jajanan luk chup Thailand, terus saya coba buat,” terangnya.
Selain karena bentuknya yang kecil dan unik, bahan-bahanya juga mudah di dapat. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya Fira memutuskan untuk menjual luk chup.
Selain luk chup, Fira juga menjual berbagai cemilan seperti moci, salad buah, pudding brownis. Meski banyak menu, tapi yang menjadi icon lapaknya adalah luk chup.
“Moci sendiri ada beberapa varian, yaitu manga, anggur, stoberi, coklat dan oreo. Kalau luk chup ini berbahan dasar kacang ijo semua, tapi bentuknya aja yang bervariasi” katanya saat ditemui di lapaknya beberapa waktu lalu.
Bentuk luk chup yang dijual Fira berbagai macam, di antaranya ada lobak, wortel, jambu, terong dan cabai. Untuk luk chup, Fira menjual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Sedangkan moci ia jual dengan harga Rp5 ribu untuk semua varian.
“Kalau yang salad buah ini harga Rp10 ribu per porsi. Satu porsi luk chup itu isinya sembilan,” rincinya.
Aroma gurih menyapa saat melintas di depan sebuah gerobak putih bertuliskan “FAFIFU Otak-Otak Crispy”. Foto: Wulan Divatia Dewi
BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma gurih menyapa saat melintas di depan sebuah gerobak putih bertuliskan “FAFIFU Otak-Otak Crispy”. Di balik gerobak putih itu tampak seorang pemuda, dia adalah Fikri (24), pemilik sekaligus peracik resep camilan yang kini digemari banyak warga Kudus. Siapa sangka, usaha sederhana itu kini memiliki lima cabang di Kudus.
Fikri menceritakan, bahwa ide berawal dari sang ibu yang sudah lama berkecimpung dalam usaha katering. Dari kebiasaan sang ibu di dapur, ia terbiasa melihat proses mengolah makanan. Suatu ketika, Fikri melihat di media sosial kalau jajanan otak-otak crispy belum banyak dijual di Kudus.
“Dari situ muncul ide untuk mencoba peruntungan di dunia kuliner. Saya kepikiran otak-otak crispy sebagai menu utama,” terangnya saat ditemui di samping Gapura Ngembalrejo UIN Sunan Kudus.
Dengan mencoba meracik resep sendiri, Fikri mulai mengembangkan versi awal otak-otak crispy. Dalam meracik resep itu, ia dibantu oleh orang tuanya.
Setelah beberapa percobaan dan mendapat masukan dari sang ibu untuk mengubah beberapa komposisi, akhirnya Fikri menemukan resep yang pas. Menghasilkan tekstur yang renyah dari luar, lembut di dalam, dan beda dari yang lain. Formula inilah yang kemudian menjadi ciri khas FAFIFU.
“Akhirnya kami menemukan komposisi yang bikin otak-otak crispy FAFIFU ini kriuk di luar tapi tetap lembut di dalam,” ujar Fikri.
Nama usahanya yang unik, FAFIFU, ternyata menyimpan makna keluarga. FA diambil dari nama Fani, anak pertama. FI diambil dari nama anak kedua yaitu Fikri, dan FU anak ketiga dengan nama Fuadi.
“Saya ambil nama FAFIFU supaya usaha ini selalu ingat sama keluarga dan semoga membawa berkah,”beber Fikri.
Baru sekitar satu setengah tahun berjalan, FAFIFU berkembang cukup pesat. Kini sudah ada lima cabang yang tersebar di beberapa titik strategis di Kudus.
Cabang pertama dikelola langsung oleh Fikri berada di dekat gapura UIN Sunan Kudus. Cabang kedua dan ketiga berada di sekitar kampus UIN Kudus yang tepatnya di dalam dan di luar kampus UIN Kudus. Cabang keempat ada di Hadipolo, sedangkan cabang kelimaberada di depan PAUD TBS Kudus. Keberadaan cabang-cabang ini membuat FAFIFU makin mudah dijangkau mahasiswa, pelajar, maupun warga sekitar.
Menu yang ditawarkan FAFIFU cukup bersahabat di kantong. Ada otak-otak crispy, sosis crispy, tahu crispy, hingga bakso goreng crispy. Harga per biji dijual Rp1.000, sementara tahu crispy justru lebih murah, hanya Rp500 per buah.
BETANEWS.ID, KUDUS – Sampah dalam beberapa tahun terakhir menjadi persoalan yang cukup serius di Kabupaten Kudus. Jumlahnya yang terus meningkat menjadikan TPA Tanjungrejo overload. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, jadi salah satu sebab bencana banjir musiman di Kota Kretek.
Hal tersebut menggerakkan hati Isman Fajar Ridhwansah (31) untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Alumni peserta program televisi masterchef seasion 7 kemudian memutuskan untuk bergabung menjadi agen Kudus Asik (Apik dan Resik). Gerakan yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) tersebut berfokus pada pengelolaan sampah organik di Kudus.
“Saya jadi agen Kudus Asik sejak September tahun 2022. Alasannya, karena ingin jadi bagian penyelamat kota kelahiran saya dari persoalan sampah dan dampaknya” ujarnya.
Ditemui di rumahnya yang berada di Desa Golantepus RT 5 RW 3, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Isman menyampaikan, bahwa persoalan sampah di Kota Kretek memang cukup pelik. Banyak warga yang membuang sampah sembarangan, baik di sungai maupun di lahan-lahan kosong.
“Saya pernah ke Taman Balai Jagong Kudus dan mendapati sampah berserakan. Selain itu, di sudut tertentu terdapat tumpukan bungkusan sampah yang cukup banyak. Ketika saya buka, di dalamnya adalah sampah organik,” bebernya.
Melihat kenyataan tersebut, Isman pun prihatin. Jika tidak ada gerakan nyata, kota kelahirannya akan terkotori oleh sampah. Oleh karena itu ketika diajak kerja sama oleh BLDF sebagai agen Kudus Asik, ia pun langsung menerimanya.
Tugasnya sebagai agen Kudus Asik yakni mengedukasi warga Kudus untuk memilah sampah rumah tangga. Profesinya yang seorang chef, memudahkan Isman menyelipkan edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah dapur bagi para pengikutnya melalui konten memasak yang diunggah di akun instagram pribadinya yakni ismanmci7.
“Sejak bergabung dengan Kudus Asik pada tahun 2022, saya sudah memproduksi sekira 150 konten edukasi pengelolaan sampah. Harapannya tentu agar para follower saya ikut memilah sampah, antara yang organik dan non organik di rumah mereka,” sebutnya.
Selain itu, ia juga membuat konten tentang menu dengan bahan sisa masakan yang masih bisa terpakai. Contohnya, sisa potongan sayuran atau bumbu bisa diolah menjadi minyak bawang atau kuah kaldu sup.
“Selain bermanfaat, hal itu juga mampu mengurangi sampah organik di rumah,” bebernya.
Pria yang sudah memiliki 16,9 ribu pengikut di instagram tersebut menuturkan, pentingnya gerakan memilah sampah organik dan non-organik di tingkat rumah tangga. Ketika sudah terpilah, 50 persen persoalan sampah sudah terselesaikan.
“Sampah non organik yang masih punya nilai ekonomi bisa dikumpulkan untuk dijual atau dibuat kerajinan. Sementara sampah organiknya bisa kerja sama dengan Kudus Asik agar sampah tersebut diambil dan diolah jadi kompos,” ungkapnya.
Isman juga mengingatkan bahaya sampah organik bagi keluarga dan lingkungan. Karena menurutnya, sampah organik yang tak terkelola dengan baik, keberadaannya akan mencemari lingkungan dan bisa jadi sumber penyakit.
“Sampah organik itu cepat busuk menimbulkan bau tak sedap sehingga menggangu serta mencemari lingkungan. Sampah organik juga disenangi lalat dan ini bisa jadi biang penyakit bagi warga sekitar,” bebernya.
Isman mengaku, kontennya tentang pengelolaan sampah dapur cukup mendapatkan respon positif dari para followernya. Meski ada juga yang nyiyir, tetapi ia tak perduli. Karena baginya edukasi kebersihan lingkungan adalah bagian dari jihad.
“Semoga ke depan warga Kudus makin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dan, Saya melalui konten akan terus mengedukasi mereka untuk memilah sampah sejak dari dapur,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Kudus Asik merupakan gerakan yang digagas oleh BLDF sejak tahun 2018. Gerakan ini fokus untuk penanganan sampah organik di Kabupaten Kudus yang merupakan tanah kelahiran sekaligus rumah PT Djarum.
Hingga saat ini Gerakan Kudus Asik sudah mempunyai 400 mitra, terdiri dari restoran, hotel, instansi pemerintah, warga dan lain sebagainya. Para mitra tersebut telah melakukan pilah sampah antara sampah organik dan non organik.
Sampah organik milik mitra tersebut kemudian diambil oleh tim Kudus Asik untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Organik (PPO) di Oasis Kretek Factory untuk diolah jadi humisoil atau kompos. Dalam sehari minimal 50 ton sampah organik yang diolah jadi kompos.
Data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus pada tahun 2025, setiap hari kurang lebih ada 170 ton sampah yang dibuang ke TPA Tanjungrejo. Dari jumlah tersebut 70 persennya adalah sampah organik.
Dengan mampu mengolah sampah organik minimal 50 ton sehari, gerakan Kudus Asik cukup membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam menangani persoalan sampah. Apalagi, TPA Tanjungrejo juga sudah dinyatakan overload.
Tradisi gogo iwak bandeng di Juwana. Foto: Kholistiono
BETANEWS.ID, PATI – Ada pemandangan yang menarik di kawasan Tambak di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati. Puluhan warga terlihat sibuk menangkap ikan bandeng dengan tangan kosong. Mereka rupanya tengah melakukan tradisi gogo iwak.
Sedikitnya ratusan kilogram ikan bandeng berhasil diangkat warga dari tambak yang ada di desa tersebut. Kegiatan yang diadakan pada Sabtu (22/11/2025) itu, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Berkat Bandeng yang digagas oleh Pemerintah Desa Bakaran Wetan dan Kementerian Kebudayaan.
”Gogo bandeng, alhamdulillah antusias warga luar biasa,” ujar Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo.
Ia menyampaikan, selain gogo bandeng, kegiatan yang dimulai sejak Sabtu siang itu juga diawali dengan kirab petani tambak. Sejumlah petani tambak dan beberapa penari menggelar kirab menuju tambak.
”Kemudian sarasehan rembug kali, kemudian resik-resik kali bersama petani tambak dan masyarakat,” imbuh Wahyu.
Setelah rembug petani, warga menggelar bancakan wiwitan panen. Tradisi menjelang panen ini digelar dengan harapan hasil tambak bandeng melimpah.
”Sebelum panen ada prosesi bancakan wiwit panen dan ada penampilan tari bandeng. Kemudian lanjut, masyarakat panen ikan bandeng, gogo bersama-sama. Dari awal bibitnya sekitar seribu,” ungkapnya.
Ia mengatakan, masyarakat yang ingin mengikuti gogo diwajibkan tak menggunakan alat. Mereka harus menangkap ikan bandeng dengan tangan kosong.
”Memang tangan kosong, dan tidak boleh bawa alat apapun. Mbah dulu memang kalau panen raya dengan cara dikuras, kemudian air habis, kemudian digogo bersama-sama. Sudah tradisi. Tapi di zaman modern ini pakai jaring,” ungkapnya.
Warga yang ikut gogo bandeng pun semringah. Mereka senang karena mendapatkan bandeng gratis. Meskipun harus berebut dengan warga lainnya.
”Ini ikan buat goreng untuk keluarga. Ndak mudah. Kami sudah biasa nangkap ikan. Ini dapat lumayan. Lebih dari sepuluh ekor,” kata salah satu warga, Maskanan.
Organisasi Keagamaan Muhammadiyah menggelar resepsi Milad ke-113 sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building, Sabtu (22/11/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) resmi meluncurkan logo baru berdesain ikonik pada momentum Resepsi Milad ke-27 sekaligus Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar di Crystal Building UMKU, Sabtu (22/11/2025). Perubahan identitas visual ini juga dibarengi pengenalan tagline baru, “Go Better”, yang menegaskan komitmen universitas menuju transformasi lebih progresif.
Peluncuran logo dilakukan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno yang mewakili Gubernur, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto. Momen tersebut menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian milad UMKU tahun ini.
Logo lama UMKU yang menampilkan tulisan “UMKU” dengan aksen bendera merah putih kini digantikan huruf “M” dengan elemen kuning menyerupai burung mengepakkan sayap. Desain baru ini dipilih untuk menghadirkan citra UMKU yang lebih dinamis, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto menjelaskan bahwa elemen kuning di atas huruf “M” terinspirasi dari visual burung yang sedang terbang. Simbol itu mewakili sifat trengginas—aktif, gesit, penuh semangat, dan berenergi positif.
“Elemen burung tersebut juga memiliki landasan filosofis yang bersumber dari hadis At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad tentang burung yang berusaha dan bertawakal ketika mencari rezeki. Nilai tersebut masih relevan dengan karakter mahasiswa yang harus berusaha keras sekaligus berpegang pada nilai spiritual,” ujarnya.
Selain melambangkan burung terbang, elemen kuning pada logo baru juga direpresentasikan sebagai simbol pendidikan dan Al-Qur’an. Bentuknya yang menyerupai buku terbuka, lambang keterbukaan pengetahuan dan pendidikan yang berkelanjutan.
“Nilai tersebut sejalan dengan prinsip Muhammadiyah, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, UMKU menegaskan bahwa ilmu, iman, dan amal akan tetap menjadi pilar utama universitas ke depannya,” bebernya.
Selain meluncurkan logo baru, UMKU juga memperkenalkan tagline baru “Go Better”, menggantikan tagline sebelumnya, “Trengginas”. Tagline ini dipilih sebagai gambaran semangat insan akademika UMKU untuk terus berkembang menjadi versi terbaik dari dirinya.
“Go mencerminkan keberanian bergerak maju, sementara “Better” menggambarkan tekad untuk menjadi lebih baik dalam akademik, spiritual, maupun karier. Tagline ini diharapkan menjadi motivasi baru bagi mahasiswa maupun sivitas akademika,” jelasnya.
Dalam rangka meningkatnya kebutuhan fasilitas pendidikan, lanjut Edy, UMKU juga akan membangunan gedung perkuliahan baru tujuh lantai dengan fasilitas laboratorium modern. Pembangunan akan dilakukan dalam dua tahap dan menjadi ikon baru kampus di masa mendatang.
Edy menambahkan, gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat inovasi, riset, pengembangan karier, serta ruang pembelajaran terintegrasi yang mendukung kebutuhan pendidikan era modern.
“Pembangunan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi menegaskan tekad UMKU untuk melangkah lebih tinggi,” tandasnya
Ia berharap momentum milad ini menjadi titik awal perubahan signifikan bagi UMKU, baik dalam peningkatan mutu pendidikan maupun jumlah mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa UMKU akan terus bertransformasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah maraknya peluang kerja kreatif, perjalanan Deffa Aurelia (23) menunjukkan bahwa dunia freelance kini semakin inklusif dan bisa digeluti siapa saja. Pegawai Bank Mandiri sekaligus talent produk asal Kudus ini membuktikan bahwa pekerjaan tetap tidak menghalangi dirinya untuk tetap aktif berkarya di ranah kreatif.
Tanpa latar belakang modeling dan tanpa perencanaan matang, Deffa justru menemukan jalur karier keduanya dari sebuah kesempatan kecil. Bermula dari ajakan teman yang membutuhkan model promosi makanan, ia menjalani pemotretan sederhana di sebuah gerai kuliner. Siapa sangka, pekerjaan itu menjadi pintu masuk menuju sederet job sebagai model foto maupun talent video.
“Pertama dari makanan, foto sesuai konsep mereka. Lama-lama dipanggil ke studio juga,” katanya.
Yang menarik, hampir seluruh pekerjaan datang lewat Instagram dan jaringan pertemanan. Tanpa TikTok, tanpa platform agensi, modal utamanya hanya keberanian dan karakter ekstrovert yang ia miliki.
Kini berbagai produk mulai meminangnya, mulai makanan, pakaian, hingga parfum lokal. Salah satu pengalaman paling berkesan menurutnya adalah ketika ia harus trekking ke Air Terjun Montel, Colo, untuk pemotretan parfum dengan konsep alam.
“Capek sih, tapi seru banget. Paling ringan itu job makanan,” katanya sambil tersenyum.
Bekerja di bank dan tetap berkarya sebagai model tentu menuntut manajemen waktu ekstra. Namun bagi Deffa, freelance bukan sekadar penghasilan tambahan, melainkan investasi masa depan.
“Katanya aset itu bukan cuma emas. Follower juga bisa jadi aset. Tapi aku baru 1.600 followers karena jarang bikin konten sendiri,” ujarnya.
Deffa mengaku tak punya latar pendidikan modeling apa pun. Semua dipelajari secara otodidak. Ia bahkan sudah mulai memikirkan langkah ke depan, untuk usaha percetakan hingga bisnis fashion.
“Belum jalan, tapi sudah mulai membranding diri untuk ke arah sana,” ucapnya.
Sinyal pergantian pelatih sebenarnya sudah sempat disampaikan pihak manajemen Persijap pada saat akan berlaga melawan Bhayangkara FC pada Senin, (27/10/2025) lalu.
Saat itu, performa tim Persijap terus menunjukkan rentetan hasil buruk.
Presiden Klub Persijap, M. Iqbal Hidayat mengatakan ditunjuknya Danang Suryadi sebagai pelatih sementara Persijap merupakan langkah pihak manajemen sebagai persiapan untuk menghadapi laga selanjutnya.
Pihak manajemen menurut Iqbal akan segera mengumumkan langkah lanjutan terkait strategi klub ke depannya.
“Sebagai persiapan menyambut pertandingan berikutnya, untuk saat ini coach Danang Suryadi di tunjuk sebagai care-taker untuk membina tim Persijap Jepara dalam pertandingan kedepannya,” ujar Iqbal dalam keterangan resmi pada Sabtu, (22/11/2025).
Persijap Jepara dijadwalkan akan kembali bertanding melawan PSBS Biak di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta pada Kamis, (27/11/2025) pukul 19.00 WIB.
Ditunjuknya Coach Danang sebagai pelatih sementara menggantikan Mario Lemos tentu membawa pekerjaan yang cukup berat.
Sebab, seperti diketahui usai kalah selama tujuh kali berturut-turut, posisi Persijap Jepara kini berada di tingkat ke-tiga dari bawah dalam klasemen sementara pertandingan BRI Super League Musim 2025/2026.
Dari total 12 kali pertandingan yang sudah dilakoni, Persijap Jepara hanya mencatatkan dua kali kemenangan. Yaitu saat melawan Persib Bandung dan Persis Solo dengan skor akhir yang sama yaitu 2-1.
Sementara sisanya dua kali bermain seri, dan delapan kali mendapatkan kekalahan. Dengan hasil itu, Persijap Jepara kini baru bisa mengumpulkan delapan poin.
Praktik manasik haji di Kudus, Rabu (7/5/2025). Foto: Kaerul Umam
BETANEWS.ID, KUDUS – Minat pergi ibadah haji masyarakat Kota Kretek terbilang tinggi. Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus, setidaknya ada 10 hingga 20 orang setiap harinya mendaftarkan diri untuk pergi ke Baitullah.
Rata-rata usia pendaftar di Kudus didominasi usia muda, yakni kisaran 12-20 tahun, mengingat masa tunggu haji ketika mendaftar pada tahun ini baru bisa berangkat setelah 32 tahun berikutnya. Meski begitu, ada juga usia 60 tahun yang baru daftar di tahun ini.
Banyaknya peminat haji tersebut, berdampak pada jumlah tunggu haji yang kian banyak. Badan Pengolah Data dan Informasi Haji pada Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Agus Sulistiyono menyebut, bahawa jumlah daftar tunggu yang ada di Kudus hingga tahun ini ada sebanyak 38.838 orang.
Jumlah itu, terdiri dari 18.103 laki-laki dan perempuan sebanyak 20.735 orang. Sedangkan untuk kuota haji untuk Kabupaten Kudus dari pemerintah setiap tahunnya kurang dari 1.500 jemaah.
“Jadi secara data paling banyak pendaftar yang masih menunggu panggilan porsi haji pada usia antara 40-59 tahun. Sedangkan untuk usia lebih dari 80 tahun menjadi yang paling sedikit dalam menunggu antrean kuota,” katanya belum lama ini.
Iapun merinci, antrean masa tunggu pada usia di bawah 20 tahun ada sebanyak 1.442 orang, usia 20-39 tahun ada 10.430 orang, usia 40-59 ada 19.376, usia 60-70 tahun ada 7.400 orang, dan usia lebih dari 80 tahun hanya ada 190 orang.
Ia menjelaskan, biaya pendaftaran haji hingga saat ini masih sama, yakni sebesar Rp25 juta. Baru nanti setelah mendapatkan porsi, jemaah baru melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Skema pemberangkatan jemaah haji, katanya, akan diinformasi melalui Kantor Kemenag kepada yang bersangkutan terkait pelunasan. Selain itu, juga untuk kepentingan bimbingan manasik dan terkait dokumen perjalanan ke tanah suci.
“Porsi haji tahun 2026 untuk Kabupaten Kudus, bagi pendaftar sampai pada 4 Februari 2013,” tuturnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri acara peringatan Milad ke 113 Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Kudus pada Sabtu (22/11/2025). Foto: Ist
BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih melakukan pengkajian terhadap wacana pengembalian program enam hari sekolah bagi SMA/SMK di wilayahnya.
“Masih dikaji untuk ide enam hari sekolah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, disela menghadiri acara peringatan Milad ke 113 Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Kudus pada Sabtu (22/11/2025).
Ia menampung berbagai masukan dari elemen masyarakat mengenai wacana tersebut. Hal itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengkajiannya.
Sumarno menyatakan, setiap ada permasalahan di dunia pendidikan akan menjadi bahan evaluasi.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, tujuan utama kebijakan lima hari sekolah adalah memberikan waktu luang kepada anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, berdasarkan kajian, para orang tua banyak yang bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam sepekan.
“Dengan kebijakan lima hari sekolah, ada dua hari libur anak. Maka ada satu hari yang tanpa pengawasan,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin ini beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi – Taj Yasin tegas menjalankan komitmen terhadap kesejahteraan anak. Sehingga, kembalinya penerapan enam hari sekolah ini diharapkan memberikan perlindungan kepada anak dari hal negatif saat berada di luar pengawasan orang tua.
Meskipun demikian, penerapan kebijakan ini tetap akan mempertimbangkan hasil kajian dari para pakar pendidikan, perguruan tinggi dan juga kalangan dewan.
Taj Yasin mengatakan, rencana kebijakan enam hari sekolah yang diterapkan Pemprov akan diberlakukan untuk SMA dan SMK sesuai dengan kewenangan Pemprov.
Organisasi Keagamaan Muhammadiyah menggelar resepsi Milad ke-113 sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building, Sabtu (22/11/2025). Foto: Rabu Sipan
BETANEWS.ID, KUDUS – Organisasi Keagamaan Muhammadiyah menggelar resepsi Milad ke-113 sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building, Sabtu (22/11/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti. Selain itu, turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno (mewakili Gubernur Jawa Tengah), serta Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Pada acara tersebut, ada hadiah lima tiket berangkat ibadah umroh. Tiga dari Muhammadiyah, sementara yang dua dari Sekjen PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti.
Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan milad yang dinilainya sarat makna. Ia menyebut peringatan ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk memperkuat peran dalam pembangunan bangsa.
“Alhamdulillah acara berlangsung sangat khidmat dan penuh syiar. Milad ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk terus berkomitmen mensejahterakan bangsa,” ujar Mu’ti.
Menurutnya, peringatan milad tidak sekadar seremoni, tetapi bagian dari program besar Muhammadiyah untuk hadir memberi solusi atas persoalan bangsa dan keumatan. “Kita tidak hanya menciptakan kemakmuran material, tetapi juga spiritual. Ini sejalan dengan tujuan pembukaan UUD 1945 untuk mewujudkan kesejahteraan umum,” imbuhnya.
Mu’ti juga menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, kesejahteraan yang ideal adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, Muhammadiyah sejak awal berdiri terus berkhidmat memberi layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kesejahteraan itu tidak hanya ekonomi, tetapi juga spiritual. Masyarakat harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Kudus yang dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Ia juga mengapresiasi materi pencerahan yang disampaikan Prof. Abdul Mu’ti.
“Atas nama PWM Jateng, kami menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah Kudus. Pencerahan dari Prof. Mu’ti menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah memasuki usia ke-113 dan menuju 114,” ujar Tafsir.
Tafsir menambahkan bahwa momen milad seperti ini menjadi ruang untuk refleksi dan proyeksi masa depan organisasi. Muhammadiyah, kata dia, tidak hanya bertugas membangun umat Islam, tetapi juga membangun Indonesia dan kemanusiaan universal.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengangkat isu penting mengenai komitmen zero sampah pada setiap kegiatan Muhammadiyah. Sejak Muktamar 2022 di Solo, PWM Jateng menekankan agar setiap acara meminimalkan sampah dan mengelolanya secara bertanggung jawab.
“Prinsipnya, bukan membuang sampah, tetapi membudidayakan sampah. Tantangannya memang besar, terutama untuk sampah plastik yang belum sepenuhnya bisa dimusnahkan,” terang Tafsir.
Ia menceritakan pengalamannya belajar pengelolaan lingkungan di Belanda. Di sana, setiap kubangan air tetap terlihat indah karena tidak tercemar sampah. Hal itu menjadi inspirasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah di Indonesia.
“Air yang masuk got dan sungai di sana adalah air bersih hasil olahan. Karena itu lingkungan tetap indah dan sehat, berbeda dengan kondisi sungai yang sering kita jumpai,” imbuhnya.
Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal (KC FSPMI) Jepara Raya, Yopy Priambudi. Foto: Umi Nurfaizah
BETANEWS.ID, JEPARA – Regulasi terkait penetapan upah minimum baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sampai saat ini memang masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
Namun di Kabupaten Jepara, pembahasan terkait upah minimum mulai menghangat. Apalagi perjuangan serikat pekerja atau buruh dalam mengupayakan kenaikan upah di tahun 2025 sempat menimbulkan gejolak.
Peristiwa itu terjadi pada saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyusulkan revisi besaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Jepara yang sebelumnya sudah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah.
Di tahun 2026 mendatang, kalangan pengusaha di Kabupaten Jepara disebut juga tidak setuju apabila UMSK kembali diterapkan. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal (KC FSPMI) Jepara Raya, Yopy Priambudi.
“Dari hasil FGD yang diselenggarakan oleh pemerintah, dari pengusaha ini memang menginginkan tidak ada UMSK (di tahun 2026),” kata Yopi saat ditemui Betanews.id di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara.
Meskipun sudah mendapat penolakan dari pihak pengusaha, Yopi mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mengusulkan UMSK di tahun 2026.
Sebab, ia menilai keberadaan UMSK cukup penting bagi para pekerja. Dengan diterapkannya upah sektor, menurut Yopi bisa menjadi tali pengaman bagi pekerja. Sebab antar satu perusahaan dengan perusahaan lain memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda.
“Sesuai keputusan MK nomor 168 itu juga masih ada yang namanya upah minimum sektoral,” kata Yopi.
Sebagai persiapan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah bertemu dengan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk meminta data terkait resiko yang dihadapi perusahaan di Jepara.
“Data itu yang nanti kita jadikan dasar untuk konsep penghitungan UMSK,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) Jepara, Agus Priyanto mengatakan di tahun 2026, pihaknya juga akan kembali mengusulkan UMSK.
Apalagi kenaikan UMK Jepara 2025 menurutnya juga tidak menimbulkan dampak apapun bagi para pekerja. Perusahaan menurutnya juga tetap membayar upah pekerja sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.
“Kalau dampak, tidak ada dampak apa-apa tentang pelaksanaan UMSK. Perusahaan-perusahaan yang sanggup, itu mereka tetap melaksanakan UMSK. tidak ada yang namanya keberatan,” kata Agus.