31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

Deffa Aurelia, Model Menawan dari Kudus yang Juga Pegawai Bank

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah maraknya peluang kerja kreatif, perjalanan Deffa Aurelia (23) menunjukkan bahwa dunia freelance kini semakin inklusif dan bisa digeluti siapa saja. Pegawai Bank Mandiri sekaligus talent produk asal Kudus ini membuktikan bahwa pekerjaan tetap tidak menghalangi dirinya untuk tetap aktif berkarya di ranah kreatif.

Tanpa latar belakang modeling dan tanpa perencanaan matang, Deffa justru menemukan jalur karier keduanya dari sebuah kesempatan kecil. Bermula dari ajakan teman yang membutuhkan model promosi makanan, ia menjalani pemotretan sederhana di sebuah gerai kuliner. Siapa sangka, pekerjaan itu menjadi pintu masuk menuju sederet job sebagai model foto maupun talent video.

Baca Juga: Pemkab Kudus Ajukan Pembiayaan Rp105 M ke Pemerintah Pusat, Ini Puruntukannya

-Advertisement-

“Pertama dari makanan, foto sesuai konsep mereka. Lama-lama dipanggil ke studio juga,” katanya.

Yang menarik, hampir seluruh pekerjaan datang lewat Instagram dan jaringan pertemanan. Tanpa TikTok, tanpa platform agensi, modal utamanya hanya keberanian dan karakter ekstrovert yang ia miliki.

Kini berbagai produk mulai meminangnya, mulai makanan, pakaian, hingga parfum lokal. Salah satu pengalaman paling berkesan menurutnya adalah ketika ia harus trekking ke Air Terjun Montel, Colo, untuk pemotretan parfum dengan konsep alam.

“Capek sih, tapi seru banget. Paling ringan itu job makanan,” katanya sambil tersenyum.

Bekerja di bank dan tetap berkarya sebagai model tentu menuntut manajemen waktu ekstra. Namun bagi Deffa, freelance bukan sekadar penghasilan tambahan, melainkan investasi masa depan.

“Katanya aset itu bukan cuma emas. Follower juga bisa jadi aset. Tapi aku baru 1.600 followers karena jarang bikin konten sendiri,” ujarnya.

Deffa mengaku tak punya latar pendidikan modeling apa pun. Semua dipelajari secara otodidak. Ia bahkan sudah mulai memikirkan langkah ke depan, untuk usaha percetakan hingga bisnis fashion.

“Belum jalan, tapi sudah mulai membranding diri untuk ke arah sana,” ucapnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Soroti Budaya Literasi di Indonesia Minim, Penguatan Literasi Mulai Digalakkan

Baginya, generasi muda Kudus harus berani mengambil kesempatan. Dunia freelance, menurutnya, justru membuka ruang eksplorasi jati diri setiap insan.

“Coba saja dulu. Dari situ bisa tahu kemampuan kita di mana,” pesannya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER