Beranda blog Halaman 128

Bank Taruna Kudus, Satu-satunya Bank Mitra Galeri 24 di Kota Kretek

0
Pelayanan di Bank Taruna Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah maraknya tren investasi emas, Bank Taruna Kudus tampil beda. Menjadi satu-satunya bank di Kabupaten Kudus yang resmi menjalin kerjasama dengan Galery 24, Bank Taruna menegaskan posisinya sebagai pionir layanan pembiayaan emas yang terpercaya.

Regional Manajer 6 Semarang pada Galeri 24, Gita Puspita Harvey menyambut baik atas kerjasama yang dilakukan tersebut. Mengingat, perhiasan banyak diminati di Kota Kretek.

Baca Juga: Sosok Linda, Generasi Z yang Kampanyekan Sadar Lingkungan Melalui Penanaman Bibit Pohon 

“Adanya kerjasama ini, otomatis meningkatkan branding kami di masyarakat Kudus dan sekitarnya, agar lebih mengenal Galeri 24. Tentunya dengan melalui pembiayaan dari Bank Taruna ini juga akan meningkatkan volume nasabah,” ujarnya. 

Ia menyebut, bahwa di Kabupaten Kudus hanya Bank Taruna yang satu-satunya menjalin kerjasama dengan Galeri 24. Selebihnya, kata dia, tersebar di Provinsi Jateng dan DIY. 

“Perhiasan yang kami sediakan banyak seperti toko emas pada umumnya. Tapi untuk emas batangan menyediakan banyak merek termasuk untuk emas batangan yang kami produksi sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Taruna Kudus, Santoso, SPd. CRBD, mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan Galeri 24 untuk menampung kebutuhan masyarakat agar memiliki emas, baik berupa perhiasan maupun emas batangan.

Pelayanan di Bank Taruna Kudus. Foto: Kaerul Umam

“Benefitnya adalah ketika kami biayai, harga (emas) tentu tidak naik, jadi nasabah hanya mengangsur saja. Karena kalau masyarakat hanya menabung, kemudian emas kapan dibeli, pahadal menunggu itu bisa berimbas emas cepat naik,” tuturnya.

Program itu diinisiasi untuk memudahkan nasabah, khususnya para pelaku UMKM yang menginginkan kepemilikan emas. Dengan begitu, setidaknya ada 700-800 pelaku UMKM yang merupakan nasabah dari Bank Taruna Kudus dapat terfasilitasi dengan mudah.

Apalagi, bunga untuk cicilan yang disediakan relatif murah, mulai 0,75 persen hingga 0,1 persen saja. Bahkan nasabah bakal dibebaskan biaya penalti ketika pelunasan dipercepat. 

Baca Juga: BPS dan Pemkab Kudus Kompak Wujudkan Data Ekonomi Valid untuk Percepatan Pembangunan

“Harapanya masyarakat mengenal dunia investasi di bidang emas, masyarakat mengenal pembiayaan perbankan khususnya Bank Taruna, dan masyarakat termotivasi dan giat dalam berinvestasi,” terangnya.

Ia menambahkan, selain bekerjasama dengan Galeri 24, pihaknya telah lebih dulu bekerjasama dengan dua toko emas di Kabupaten Kudus. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi nasabah di pasar. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Mudahkan Investasi, Bank Taruna Kudus Tawarkan Pembiayaan Emas Gandeng Galeri 24 

0
Penandatanganan kerjasama Bank Taruna dengan Galeri 24 di Bank Taruna, Selasa (25/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bank Taruna Kudus kini mempunyai fasilitas pembiayaan kepemilikan emas kepada masyarakat dengan menggandeng Galeri 24, perusahaan yang menawarkan berbagai produk emas batangan 24 karat, perhiasan, dan batu mulia.

Emas saat ini tengah digandrungi oleh sebagian besar masyarakat. Tak hanya untuk tampil modis, emas juga disebut sebagai salah satu investasi jangka panjang yang aman. 

Baca Juga: Sosok Linda, Generasi Z yang Kampanyekan Sadar Lingkungan Melalui Penanaman Bibit Pohon 

Apalagi harga emas yang semakin tahun semakin meningkat, membuat banyak orang tergiur untuk memilikinya. Demi memudahkan nasabahnya, Bank Taruna Kudus hadir dengan menyediakan skema pembiayaan emas. 

Per Selasa (25/11/2025), Bank Taruna telah resmi bekerjasama dengan Galeri 24, agar nasabah dengan mudah memiliki emas yang menjadi dambaan bagi kaum hawa. 

Direktur Utama Bank Taruna Kudus, Santoso, SPd. CRBD, mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan Galeri 24 untuk menampung kebutuhan masyarakat agar memiliki emas, baik berupa perhiasan maupun emas batangan.

“Supaya nasabah kami bisa berinvestasi emas, baik perhiasan maupun batangan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat ditipu oleh pihak lain,” katanya usai penandatanganan kerjasama dengan Galeri 24 di Bank Taruna, Selasa (25/11/2025). 

Penandatanganan kerjasama Bank Taruna dengan Galeri 24 di Bank Taruna, Selasa (25/11/2025). Foto: Kaerul Umam

Bank yang telah mengantongi ijin otoritas jasa keuangan (OJK) itu akan menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan emas. Selain nasabah dapat berinvestasi, pihaknya menjanjikan benefit atau keuntungan ketika melakukan kerjasama dengan bank tersebut.

“Benefitnya adalah ketika kami biayai, harga (emas) tentu tidak naik, jadi nasabah hanya mengangsur saja. Karena kalau masyarakat hanya menabung, kemudian emas kapan dibeli, pahadal menunggu itu bisa berimbas emas cepat naik,” tuturnya.

Program itu diinisiasi untuk memudahkan nasabah, khususnya para pelaku UMKM yang menginginkan kepemilikan emas. Dengan begitu, 700-800 pelaku UMKM yang merupakan nasabah dari Bank Taruna Kudus dapat terfasilitasi dengan mudah.

Apalagi, bunga untuk cicilan yang disediakan relatif murah, mulai 0,75 persen hingga 0,1 persen saja. Bahkan nasabah bakal dibebaskan biaya penalti ketika pelunasan dipercepat. 

“Harapanya masyarakat mengenal dunia investasi di bidang emas, masyarakat mengenal pembiayaan perbankan khususnya Bank Taruna, dan masyarakat termotivasi dan giat dalam berinvestasi,” terangnya.

Ia menambahkan, selain bekerjasama dengan Galeri 24, pihaknya telah lebih dulu bekerjasama dengan dua toko emas di Kabupaten Kudus. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi nasabah di pasar. 

Regional Manajer 6 Semarang Galeri 24, Gita Puspita Harvey menyambut baik atas kerjasama yang dilakukan tersebut. Mengingat, perhiasan banyak diminati di Kota Kretek.

“Adanya kerjasama ini, otomatis meningkatkan branding kami di masyarakat Kudus dan sekitarnya, agar lebih mengenal Galeri 24. Tentunya dengan melalui pembiayaan dari Bank Taruna ini juga akan meningkatkan volume nasabah,” ujarnya. 

Baca Juga: BPS dan Pemkab Kudus Kompak Wujudkan Data Ekonomi Valid untuk Percepatan Pembangunan

Ia menyebut, bahwa di Kabupaten Kudus hanya Bank Taruna yang satu-satunya menjalin kerjasama dengan Galeri 24. Selebihnya, kata dia, tersebar di Provinsi Jateng dan DIY. 

“Perhiasan yang kami sediakan banyak seperti toko emas pada umumnya. Tapi untuk emas batangan menyediakan banyak merek termasuk untuk emas batangan yang kami produksi sendiri,” jelasnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ngaku Dikejar Kelompok Bersajam, Sejumlah Pemuda Panik Melarikan Diri ke Kantor Polisi

0
Upaya cepat dilakukan Petugas Pamapta 1 SPKT Polresta Pati setelah menerima aduan masyarakat terkait indikasi rencana perkelahian antar-pemuda di wilayah Pati Kota, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Upaya cepat dilakukan Petugas Pamapta 1 SPKT Polresta Pati setelah menerima aduan masyarakat terkait indikasi rencana perkelahian antar-pemuda di wilayah Pati Kota, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Sejumlah pemuda mendatangi kantor SPKT dalam kondisi panik lantaran mengaku dikejar kelompok lain yang membawa senjata tajam.

“Kami merespon cepat setiap aduan masyarakat, terlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” ujar Ka SPKT Polresta Pati, IPDA Sismiyarto.

Baca Juga: Tikus hingga Wereng Serang Sawah, Petani di Sugiharjo Pati Gigit Jari

Para pemuda tersebut memilih melarikan diri ke kantor polisi untuk mencari perlindungan setelah tempat tongkrongan mereka didatangi kelompok tak dikenal. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal dan menghimpun keterangan untuk memastikan kebenaran laporan.

Setelah informasi dinyatakan valid, Pamapta 1 segera berkoordinasi dengan piket fungsi Sat Samapta dan piket Polsek Pati Kota.

“Koordinasi dengan piket fungsi dan Polsek Pati Kota merupakan langkah penting untuk memastikan penanganan yang cepat dan terukur,” imbuh IPDA Sismiyarto.

Pengamanan menuju lokasi dilakukan menggunakan KBM dinas Pamapta, satu unit truk Dalmas, serta satu unit Back Bone milik Polsek Pati Kota. Kekuatan personel terdiri dari Pamapta, dua anggota SPKT, satu peleton Dalmas, serta satu regu piket Polsek Pati Kota. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi bentrokan.

Setibanya di lokasi, situasi telah kembali kondusif. Kelompok pemuda yang diduga akan terlibat perkelahian tak ditemukan, sementara warga sekitar telah bubar. Meski demikian, petugas tetap memeriksa area guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

“Saat tiba di lokasi, situasinya sudah kondusif, namun kami tetap memberikan imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi,” kata IPDA Sismiyarto.

Hasil pemeriksaan tidak menemukan senjata tajam atau barang berbahaya lainnya. Meski begitu, langkah preventif tetap diperkuat.

“Tidak ditemukan sajam di lokasi, namun kewaspadaan tetap kami tingkatkan melalui penyisiran lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Chikungunya Merebak, 39 Warga Pati Dilaporkan Positif

Setelah situasi dipastikan aman, petugas membagi tim untuk melakukan penyisiran di titik sekitar lokasi guna memastikan tidak ada kelompok pemuda yang kembali berkumpul. Patroli kota turut dilanjutkan sampai wilayah benar-benar aman.

IPDA Sismiyarto menegaskan, bahwa SPKT Polresta Pati siaga 24 jam dalam merespons laporan masyarakat. “SPKT Polresta Pati selalu siap menerima aduan dan menindaklanjutinya dengan cepat serta profesional,” tutupnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sosok Linda, Generasi Z yang Kampanyekan Sadar Lingkungan Melalui Penanaman Bibit Pohon 

0
Linda Farikhatul Muti' (21), mahasiswa semester 7 UIN Sunan Kudus yang ikut penanaman bibit pohon di Sendang Laren Rejenu, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kesadaran generasi Z terhadap isu lingkungan dinilai kurang. Masih banyak yang belum tergerak untuk menjaga lingkungan sekitar, apalagi melakukan aksi nyata dalam penanaman bibit pohon.

Mungkin hanya beberapa saja yang saat ini ikut terjun dalam kegiatan pelestarian lingkungan tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Linda Farikhatul Muti’ (21), mahasiswa semester 7 UIN Sunan Kudus yang ikut penanaman bibit pohon di Sendang Laren Rejenu, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Jalan ‘Jihad’ Chef Isman, Jadi Agen Kudus Asik Kampanyekan Pilah Sampah Melalui Konten

Kegiatan penanaman bibit pohon yang dilakukan bersama komunitas Penggiat Konservasi Alam Muria (Peka Muria) merupakan pengalaman pertamanya. Meski lokasi penanaman dengan trek jalur yang cukup menantang, hal itu dijadikan bahan pembelajaran baginya.

“Persoalan minimnya menjaga lingkungan itu saya rasakan sendiri yang pertama kali melakukan aksi penanaman. Jalurnya susah dilalui. Tapi dari sini saya jadi tahu, sebagai gen Z yang belum pernah ikut penanaman, ternyata bisa kok kita bersama-sama membantu dan menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Linda mengaku, justru pengalaman ini membuka matanya tentang pentingnya peran anak muda dalam menjaga kelestarian alam. Trek yang curam dan jalur yang sulit dilalui membuatnya sadar bahwa aksi merawat alam membutuhkan komitmen kuat.

Dia pun mengajak generasi Z lainnya yang masih cuek agar mulai peka terhadap isu lingkungan. Menurutnya, kepedulian dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.

“Untuk gen Z yang belum aware, ayolah kita sama-sama jaga alam, pohon, dan lingkungan sekitar supaya tetap lestari,” tuturnya.

Ia menegaskan motto sederhana yang menjadi dorongan utama untuk mulai terjun melestarikan alam adalah kepekaan terhadap lingkungan sekitar. 

Baca Juga: Deffa Aurelia, Model Menawan dari Kudus yang Juga Pegawai Bank

“Lestarikan bumi. Kalau kita tidak melestarikan lingkungan, bumi akan semakin rusak. Udara yang dulu asri bisa terkontaminasi polusi.” ujarnya.

Meski menjadi pengalaman pertamanya, dia bahkan mengaku tak kapok dan berniat ikut kembali pada kegiatan aksi penanaman berikutnya. Hanya satu catatan kecil darinya sambil tersenyum—ke depan ia ingin memilih outfit yang lebih proper saat turun ke lokasi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tikus hingga Wereng Serang Sawah, Petani di Sugiharjo Pati Gigit Jari

0
Tanaman padi di Desa Sugiharjo, Pati diserang hama secara bertubi-tubi. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Petani di Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami kerugian di masa tanam (MT) ketiga ini. Tanaman padi di desa tersebut diserang hama secara bertubi-tubi.

Salah satu petani di Sugiharjo, Joko Pramono mengaku, hama datang bergantian merusak tanaman padi di desanya. Salah satunya yakni serangan tikus yang sudah berlangsung sejak sebulan lalu.

Baca Juga: Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati

“Lebih dari sebulan yang lalu datang serangan tikus. Tapi petani dengan usaha sebisanya, gimana caranya mengusir, ada yang teratasi ada yang tidak. Tapi tanamannya masih bagus,” ujar Joko, Senin (24/11/2025).

Setelah tikus, sekitar 3 minggu yang lalu itu datang lagi hama lainya. Yakni penggerek batang atau beluk yang mengakibatkan padi memutih lalu isinya kosong.

“Beluk ini yang membuat ngenes petani. Karena harapan bisa dibawa pulang, bisa untuk konsumsi tapi kena beluk ini jadi putih semuanya,” ucapnya.

Tak berhenti sampai di ditu, Joko menyebut muncul lagi serangan hama wereng. Hama ini membuat banyak padi yang ditanam petani mati mengering.

“Tidak sampai di situ, sekitar 2 Minggu yang lalu, karena daerah lain sudah panen dan wilayah sini belum, ada perpindahan wereng. Serangan wereng membuat kering,” imbuhnya.

Akibat serangan hama bertubi-tubi ini membuat petani di Sugiharjo mengalami kerugian. Mengingat, hasil produksi menurun jauh dari normalnya.

Joko merincikan, luas lahan tanam 1 kotak atau sekitar 1.500 meter persegi biasanya bisa menghasilkan sekitar 15 karung atau sak. Namun, musim ini, 1 kotak hanya dapat tidak lebih dari 3 karung.

“Akibatnya, panen tidak bisa maksimal sama sekali. Biasanya 1 kotak bisa dapat 15 karung, kemarin dapat 2 sak sudah alhamdulilah. Ada yang 1 kotak tidak sampai 1 sak. Buat combine 1 kotak Rp 350 ribu, 1 sak cuma dapat 60 kilo dikalikan 6.700. Itu buat bayar combine aja enggak bisa,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat petani rugi ongkos produksi. Sebab, biaya produksi untuk lahan seluas 1 kotak ditaksir sekitar Rp 2-3 juta.

“Produksi meningkat saat ada hama karena buat beli peptisida. Peptisida se kotak mulai tanam sampai selesai itu Rp700 sampai 1 juta. Belum lagi biaya lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju Desa Sugiharjo Arif Purwanto mengungkapkan, hama menyerang secara menyeluruh tanaman padi di wilayahnya. Ia menyebut ada sekitar 100 kotak lahan.

Baca Juga: Peringati Harlah ke-30, MAN 2 Pati Gelar Reuni Akbar Lintas Angkatan

“Musim tanam ketiga ini keluhan petani terdampak isinya kosong atau orang Jawa bilang itu beluk. Kalau jadi biasanya sekitar 15 sak. Sekarang ini ada hama wereng, tikus, dan beluk petani cuma dapat hasil 5 bahkan ada 3 sak satu kotaknya. Keseluruhan ada 100 kotak,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, petani di Sugiharjo berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini dinas pertanian. Sehingga diharapkan persoalan-persoalan yang dialami para dapat teratasi.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tiga Pemain Persijap Dipastikan Absen Lawan PSBS Biak 

0
Danang Suryadi, Caretaker Persijap

BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga pemain Persijap Jepara dipastikan absen saat melawan tim PSBS Biak di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta pada Kamis, (27/11/2025) pukul 19.00 WIB. 

Tiga pemain yang dipastikan absen yaitu Najeeb Yakubu, Dicky Kurniawan, dan juga Zahran Alamshah akibat perolehan kartu merah. 

Baca Juga: Danang Suryadi Ditunjuk Jadi Pelatih Sementara Persijap 

Bek Persijap, Najeeb Yakubu diganjar kartu merah saat melawan Semen Padang pada Kamis, (20/11/2025) lalu. Sementara Dicky Kurniawan dan Zahran Alamsyah mendapat kartu merah saat melawan Madura United pada Minggu, (9/11/2025). 

Pelatih Careteker atau pelatih sementara Persijap, Danang Suryadi berharap dukungan dari seluruh pihak, terutama suporter Persijap, di tengah situasi tim yang sedang berupaya bangkit. 

“Dukungan untuk Persijap sangat dibutuhkan dalam situasi apa pun, karena staf pelatih, pemain, dan manajemen akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim ini,” kata Danang dalam keterangan resmi yang diterima Betanews.id, Senin (24/11/2025). 

Sebagaimana diketahui, Manajemen Persijap Jepara resmi menunjuk Danang Suryadi sebagai pelatih caretaker untuk memimpin tim dalam lanjutan kompetisi musim ini. Penunjukan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat manajemen untuk menjaga stabilitas performa tim.

Coach Danang menegaskan bahwa ia akan melakukan penyesuaian strategi agar sesuai dengan kondisi para pemain saat ini.

Baca Juga: Tersungkur di Klasemen Bawah, Persijap Jepara Resmi Akhiri Kontrak dengan Pelatih Mario Lemos 

“Akan ada penyesuaian strategi tim sesuai kondisi pemain saat ini. Kompetisi masih panjang dan peluang meraih poin tetap terbuka selama tim tidak menyerah,” ujarnya.

Dengan kehadiran Danang Suryadi sebagai caretaker, Persijap berharap mampu kembali tampil solid dan mempertahankan peluang meraih hasil positif di sisa pertandingan pertengahan musim ini.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kaji Wacana Enam Hari Sekolah, Pemprov Jateng Libatkan Perguruan Tinggi, Pakar, dan Dewan Pendidikan

0
Taj Yasin saat memimpin Rapat Evaluasi Jumlah Hari Sekolah per Minggu di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (24/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyatakan, wacana sekolah enam hari selama sepekan untuk SMA/SMK di wilayahnya masih dalam tahap kajian.

Pengkajian itu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan perguruan tinggi, pakar pendidikan, serta dewan pendidikan.

Baca Juga: Sekda Jateng Tegaskan Wacana Pengembalian 6 Hari Sekolah SMA/SMK Masih Dalam Kajian

“Kami menindaklanjuti dinamika yang ramai dibahas di masyarakat dan media sosial, apakah Jateng akan kembali menerapkan lima atau enam hari sekolah,” kata Taj Yasin usai memimpin Rapat Evaluasi Jumlah Hari Sekolah per Minggu di kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (24/11/2025).

Oleh karenanya, ia melibatkan berbagai stakeholder tersebut untuk mengkaji dampaknya dari berbagai aspek. Hasil kajian itu yang akan dijadikan sebagai bahan untuk mengambil kebijakan.

Tokoh yang akrab disapa Taj Yasin itu mengatakan, usulan mengembalikan sekolah menjadi enam hari sebenarnya sudah lama disampaikan, terutama dari warga di daerah-daerah. Aspirasi itu muncul seiring kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya ketergantungan anak pada gawai.

“Ketika anak berada di lingkungan sekolah, dianjurkan tidak menggunakan gawai. Itu sebabnya kami melakukan evaluasi kembali tahun ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, belum ada keputusan final mengenai jumlah hari sekolah. Seluruh alternatif masih dikaji, termasuk dua opsi penerapan, yakni diberlakukan serentak di seluruh Jawa Tengah, atau melalui pilot project di daerah tertentu.

Baca Juga: Swasembada Pangan Jadi Program Prioritas Jawa Tengah 2026

“Nanti akan diputuskan berdasarkan hasil kajian,” tandasnya.

Selain jumlah hari sekolah, rapat juga membahas penyesuaian kurikulum, pemenuhan jam belajar, serta aturan kepegawaian. Pemprov turut melibatkan Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menghitung dampaknya terhadap jam kerja guru.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Persipa Launching Tim dan Jersey Jelang Liga Nusantara Bergulir 

0
Bupati Pati Sudewo bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra menghadiri peluncuran tim dan jersey terbaru Persipa Pati untuk musim kompetisi Liga Nusantara. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Bupati Pati Sudewo bersama Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra menghadiri peluncuran tim dan jersey terbaru Persipa Pati untuk musim kompetisi Liga Nusantara. Acara yang dihadiri jajaran manajemen, pelatih, dan suporter itu menjadi momen penting untuk menegaskan ambisi klub berjuluk Laskar Saridin tersebut.

Dalam launching yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati pada Minggu (23/11/2025) malam itu, Bupati Pati Sudewo menyampaikan optimisme tinggi terhadap performa Persipa musim ini.

Baca Juga: Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati

“Hari ini launching Tim Persipa dan launching jersey Persipa Pati. Melihat semangat Dewan Komisaris, Pak Saiful Arifin dengan jajaran manajemennya dan juga melihat official dan pelatih bersama tim, saya yakin bahwa Persipa nanti akan berprestasi. Insya Allah dari Liga 3 menjadi Liga 2,” ujarnya. 

Ia menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati siap memberikan dukungan penuh agar Persipa dapat melangkah lebih jauh di kancah nasional. Menurutnya, setiap kendala yang muncul akan diupayakan solusinya melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan manajemen klub.

“Mudah-mudahan berjalan lancar dan Pemerintah Kabupaten Pati selalu mendukung segala persoalan, hambatan. Saya mohon dukungan dari rakyat Kabupaten Pati, utamanya para pecinta sepak bola. Mari kita cintai dan kita dukung bersama Persipa,” lanjutnya.

Baca Juga: Peringati Harlah ke-30, MAN 2 Pati Gelar Reuni Akbar Lintas Angkatan

Peluncuran tim dan jersey baru tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati stadion. Momen ini dianggap sebagai penanda harapan besar agar Persipa mampu mencetak sejarah baru.

“Semangat suporter yang memadati stadion menjadi bukti bahwa Persipa bukan sekadar klub, tetapi kebanggaan bersama yang siap melaju ke level lebih tinggi, ” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

BPS dan Pemkab Kudus Kompak Wujudkan Data Ekonomi Valid untuk Percepatan Pembangunan

0
“Satu Data Satu Kata: Literasi Statistik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026” yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (24/11/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemkab Kudus menunjukkan kekompakan dalam memperkuat tata kelola data daerah sebagai dasar percepatan pembangunan. Sinergi tersebut ditegaskan dalam kegiatan “Satu Data Satu Kata: Literasi Statistik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026” yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (24/11/2025).

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan bahwa validitas data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, Pemkab Kudus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan BPS agar penyediaan data benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi secara nyata.

Baca Juga: Gerakan Menanam dan Olah Sampah, Wujud Nyata BLDF Rawat Ekosistem Alam

“Data berkualitas adalah kunci pembangunan. Dengan dukungan BPS, kami ingin memastikan setiap kebijakan berbasis pada data yang benar dan akurat,” ujar Bupati Sam’ani.

Ia juga menyinggung capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kudus yang kini berada pada posisi ketiga tertinggi di Jawa Tengah. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi dorongan untuk semakin serius memperkuat sektor ekonomi melalui kebijakan berbasis data.

“Pencapaian ini harus menjadi pemacu agar kita semakin serius dalam memanfaatkan data untuk memperkuat sektor usaha dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru,” lanjutnya.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh upaya pemerintah daerah melalui Sensus Ekonomi 2026. Sensus yang akan digelar pada Juni–Juli 2026 ini akan memetakan seluruh pelaku usaha, baik skala besar maupun UMKM, guna mengetahui struktur dan dinamika ekonomi secara menyeluruh.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menghadirkan data yang lengkap dan berkualitas. Ini akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih akurat,” ujar Eko.

Eko juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar data yang dikumpulkan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga: Milad ke-27, UMKU Luncurkan Logo Baru dan Tagline “Go Better” sebagai Simbol Transformasi

Selain bermanfaat bagi pemerintah, Sensus Ekonomi 2026 juga memberikan nilai strategis bagi dunia usaha. Data hasil sensus dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membaca tren pasar, menentukan strategi ekspansi, hingga menemukan peluang investasi baru.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara BPS dan Pemkab Kudus, penyediaan data ekonomi yang valid diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Delapan Jabatan Kosong di Jepara Segera Terisi, Pemkab Kantongi Tiga Nama Besar 

0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk mengisi delapan posisi kepala dinas dan kepala badan di Kabupaten Jepara kini mulai memasuki tahap akhir. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui surat pengumuman Nomor: 108/PANSEL.JPTP.JPR/XI/2025 sudah mengumumkan tiga nama besar dari masing-masing formasi jabatan kepala dinas dan kepala badan yang saat ini kosong. 

Baca Juga: Punya Cagar Budaya, Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Kembali Dihidupkan 

Akan tetapi, karena terdapat satu instansi yang dilakukan masa perpanjangan pendaftaran, yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), maka baru tiga nama besar dari tujuh formasi yang diumumkan.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar menjelaskan tiga nama itu sebelumnya sudah diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan surat rekomendasi. 

“Setelah ada surat rekomendasi dari BKN, nanti akan kita serahkan kepada Pak Bupati selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk memilih salah satu calon kandidat,” kata Ary pada Betanews.id, Senin (24/11/2025). 

Tiga formasi JPTP yang sudah diumumkan yaitu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda). 

Kemudian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan saat ini ia belum bisa memilih satu calon dari tiga nama besar yang sudah diumumkan. 

Sebab untuk penentuan calon Kepala Disdukcapil, nantinya yang memilih adalah dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung. 

Dari tiga nama besar di formasi Disdukcapil, terdapat dua nama yang juga masuk dalam tiga nama besar di formasi lain.

Baca Juga: Ditolak Pengusaha, Buruh Jepara Sepakat Bakal Kembali Ajukan UMSK 2026 

Sehingga, ia masih menunggu arahan dari Kemendagri untuk penentuan satu nama yang nantinya dipilih menjadi kepala dinas.

“Kita masih menunggu arahan dari pusat karena ada kandidat di Disdukcapil sama BPSDM itu hampir sama. Sehingga kita akan menunggu dari Kemendagri, kita memilihnya seperti apa. Biar nanti tidak double. Kalau double kan jadi masalah juga,” kata Wiwit.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Chikungunya Merebak, 39 Warga Pati Dilaporkan Positif

0
Petugas melakukan fogging di Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sebanyak 39 warga di Kabupaten Pati positif terjangkit chikungunya. Angka ini berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati pada tahun 2025 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati mengatakan, pihaknya mencatat awalnya ada ratusan warga yang diduga terkena chikungunya. Mereka mengalami gejala seperti penyakit chikungunya.

Baca Juga: Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati

“Jadi untuk kasus chikungunya di Kabupaten Pati selama tahun 2025 total suspek atau terduga chikungunya (memiliki gejala mirip chikungunya) sejumlah 132 kasus,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Dari ratusan kasus itu, ia menyebut ada sebanyak 25 orang yang dinyatakan positif terserang chikungunya. Kepastian ini setelah pihaknya melakukan cek laborat.

“Total positif chikungunya setelah dilakukan cek laborat dengan RDT Chikungunya 25 kasus,” lanjutnya.

Kemudian, angka warga yang terjangkit chikungunya bertambah setelah adanya laporan warga Desa Sugiharjo, Kecamatan Pati yang diduga terkena penyakit tersebut. Pihaknya juga langsung melakukan upaya tindak lanjut merespon laporan tersebut.

Dinkes Pati memerintahkan Pukesmas Pati melakukan kunjungan dan penyelidikan epidemiologi sekaligus sosialisasi terkait chikungunya di Sugiharjo. Hasilnya, ada 14 warga di desa tersebut yang terjangkit chikungunya berdasarkan data desa yang pihaknya terima.

Baca Juga: Peringati Harlah ke-30, MAN 2 Pati Gelar Reuni Akbar Lintas Angkatan

“Hari Sabtu dan hari ini sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi di Sugiharjo. Beberapa warga benar terjangkit chikungunya,” terangnya.

Pihaknya pun melakukan beberapa upaya untuk merespon temuan ini. Antara lain melakukan sosialisasi terkait pencegahan chikungunya, pembagian Abate, pemberantasan sarang nyamuk, foging yang akan dilakukan hari Rabu mendatang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Program TKGS Rp1 Juta Diduga Disunat Oknum Kepala Madrasah, Inspektorat Turun Tangan

0
Kepala Inspektorat Kudus, Eko Djumartono. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap guru madrasah diniyah penerima Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) di Kabupaten Kudus mulai mencuat ke permukaan. Sejumlah guru mengaku diminta menyetor antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari total bantuan TKGS sebesar Rp1 juta yang mereka terima.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pemotongan tersebut.

Baca Juga: Atasi Genangan di Musim Hujan, Pemkab Kudus Kebut Pembangunan Drainase di 60 Titik

Kasus tersebut bahkan sudah sampai ke Inspektorat Kudus. Kepala Inspektorat, Eko Djumartono, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan terkait dugaan pungli yang melibatkan oknum kepala madrasah.

“Inspektorat sudah melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) belum keluar, tetapi proses ini terus kami pantau,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

Eko menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kudus dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk memastikan praktik serupa tidak terulang di lembaga pendidikan lainnya. Ia menilai pencegahan harus dilakukan secara komprehensif agar seluruh penerima TKGS terhindar dari potensi pungli.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya dana TKGS disalurkan melalui rekening sekolah atau madrasah, lalu dibagikan secara tunai kepada guru. Pola ini dinilai rawan karena membuka celah pemotongan.

“Untuk mencegah hal itu, skema baru diterapkan dengan mengirimkan dana langsung ke rekening masing-masing guru,” bebernya.

Namun, meski dana sudah masuk langsung ke rekening penerima, praktik pungli masih ditemukan. Eko mengungkapkan adanya modus baru di mana guru tetap dipanggil oleh oknum kepala madrasah dan diminta menyetor uang dengan dalih pemerataan.

“Begitu dana masuk ke rekening guru, mereka diundang dan diminta menyerahkan sebagian, bahkan disertai ancaman tidak diajukan lagi pencairannya bila menolak,” jelasnya.

Pengajuan pencairan TKGS dilakukan setiap bulan karena data penerima dapat berubah sewaktu-waktu, seperti guru yang meninggal, pindah sekolah, atau berubah status kepegawaian. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menekan para guru.

Untuk mencegah praktik pungli berulang, Eko mendorong Kemenag dan Disdikpora menggelar sosialisasi bersama yang melibatkan kepala sekolah, kepala madrasah, hingga yayasan.

“Semua pemangku lembaga pendidikan perlu diundang dan diberikan imbauan tegas. Kami siap hadir dan mendampingi untuk memperkuat pencegahan pungli, apalagi TKGS ini merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kudus,” tegasnya.

Baca Juga: Gerakan Menanam dan Olah Sampah, Wujud Nyata BLDF Rawat Ekosistem Alam

Diketahui, program TKGS telah menyasar 9.020 guru swasta di Kabupaten Kudus dan mulai disalurkan sejak Juli 2025. Masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp1 juta setiap bulan sebagai bentuk dukungan kesejahteraan.

Saat ini, Disdikpora Kudus tengah melakukan proses verifikasi dan validasi data penerima untuk memaksimalkan pelaksanaan program TKGS pada tahun 2026 agar benar-benar tepat sasaran.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Punya Cagar Budaya, Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Kembali Dihidupkan 

0
Kawasan Pecinan yang berada di sekitar area Pasar Welahan, Kecamatan Welahan. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan yang berada di sekitar area Pasar Welahan, Kecamatan Welahan. 

Dikawasan itu, terdapat dua bangunan klenteng bernama Klenteng Hian Thian Siang Tee (Dewa Langit) dan Klenteng Hok Tek Bio (Dewa Bumi) yang statusnya sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya. 

Baca Juga: Ditolak Pengusaha, Buruh Jepara Sepakat Bakal Kembali Ajukan UMSK 2026 

Kawasan itu dulunya merupakan area Pecinan, yang menjadi area atau komplek tempat tinggal bagi etnis Tionghoa di Desa Welahan, Kecamatan Welahan. 

Ciri khas bangunan dari etnis Tionghoa, dimana bagian atap rumahnya berbentuk melengkung, sampai saat ini juga masih banyak ditemukan di sekitar area Pasar Welahan mulai dari Gang Lor hingga Gang Klenteng. 

Meskipun, beberapa rumah dan terdapat bangunan sekolah yang saat ini sudah tidak dihuni, namun ciri khas dari bangunan tersebut masih terlihat mencolok. 

Camat Welahan, Suhadi mengatakan sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan Pecinan di sekitar Pasar Welahan, pihaknya kini sedang menata akses jalan menuju area klenteng. 

Sebab, selama ini banyak pedagang yang berjualan di depan area Klenteng Hok Tek Bio hingga menuju Klenteng Hian Thian Siang Tee yang berjarak sekitar  170 meter.  

“Pedagang-pedagang itu saat ini sedang kita tata. Jadi titipan Pak Bupati, Klenteng itu bagian dari Cagar Budaya. Pak Bupati titip, tolong dibuatkan konsep untuk pengembangan potensinya,” kata Suhadi saat ditemui di Kompleks Kantor Bupati Jepara, Senin (24/11/2025). 

Suhadi menyebutkan total terdapat 110 pedagang yang berjualan di area tersebut. Seluruh pedagang rencananya akan ditata untuk berjualan di area dalam pasar. 

Namun ternyata, kapasitas pasar tidak mencukupi. Hanya sekitar 50 pedagang yang bisa ditempatkan di area dalam pasar. 

“Itupun banyak pedagang yang ngga kerasan. Sehingga ini sedang kita carikan tempat alternatif di area belakang terminal (Welahan),” ujar Suhadi. 

Selain penataan pedagang, kendala lainnya menurut Suhadi yaitu sering terjadinya banjir di sekitar area pasar. Setelah ia melakukan pengecekan, sumber utama penyebab banjir yaitu mampetnya saluran air di sekitar kawasan pasar akibat tersumbat sampah. 

“Saya sudah bersurat ke Dinas PU, agar dibantu alat untuk pengerukan sampah,” tambahnya. 

Baca Juga: 57 Dapur MBG Sudah Beroperasi di Jepara, Baru 41 Kantongi SLHS 

Suhadi menarget, penataan kawasan di sekitar area pasar bisa selesai sekitar akhir Bulan Desember tahun ini. 

“Nanti akan kita buat seperti kawasan pecinan. Pelaku UMKM nanti kita buatkan tempat tersendiri. Karena Klenteng ini di Jawa kan tertua. Eman-eman kalau tidak ditata, dan saya yakin ini bisa jadi sumber pendapatan bagi daerah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Atasi Genangan di Musim Hujan, Pemkab Kudus Kebut Pembangunan Drainase di 60 Titik

0
Sejumlah pekerja sedang menurunkan beton drainase tak jauh dari Perempatan Sucen, Jalan KH Turaichan Adjhuri, Kota, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus saat ini sedang mengebut pekerjaan drainase. Tujuanya tentu agar mampu mengurangi genangan di Wilayah Kecamatan Kota dan sekitarnya. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta agar pekerjaan tetap harus sesuai spesifikasi.

Bupati Sam’ani menyampaikan, keadaan drainase di wilayah jantung kota Kudus sudah tak representatif. Kurang besar dan terdapat endapan, sehingga tidak bisa menampung air lebih banyak.

Baca Juga: Gerakan Menanam dan Olah Sampah, Wujud Nyata BLDF Rawat Ekosistem Alam

“Sehingga ketika hujan sering terjadi genangan. Oleh karena itu, saat ini digencarkan pembangunan drainase di jalan-jalan yang sering terjadi genangan,”ujar Sam’ani di Pendopo Kudus, Senin (24/11/2025).

Bupati Sam’ani juga mengimbau agar dilakukan percepatan. Tetapi, tetap harus mengikuti spesifikasi teknis dan prosedur yang berlaku. Pengerjaan juga harus diawasi secara ketat.

“Dikebut boleh, tapi secara spek dan mekanisme keteknikan harus tetap berjalan sesuai prosedurnya. Pengawasan sudah ada, baik dari PUPR maupun konsultan, jadi manajemen proyek tetap harus tertib,” tegas Bupati Kudus.

Pemerintah Kabupaten Kudus menggarap proyek pembangunan drainase di ruas Jalan Kudus–Kaliwungu. Foto: Rabu Sipan

Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa selama ini sejumlah titik drainase di wilayah hilir tidak terjangkau perbaikan karena konsep penataan kota sebelumnya lebih fokus pada estetika.

“Dulu konsepnya lebih ke mempercantik kota. Sekarang dengan arahan Pak Bupati yang memang ahli teknik sipil, kami tata ulang. Kota harus bersih dan rapi, tapi hilir juga wajib diperhatikan,” ujar Harry.

Ia mencontohkan sejumlah bokafet (box culvert) di Kudus–Kaliwungu dan Jalan Jenderal Sudirman yang kini dibongkar karena ukuran lama dinilai tidak memadai. Lebar box culvert baru mencapai 1,2 meter, jauh lebih besar dari ukuran lama yang hanya 60–80 cm.

“Lebih lebar, tampungan air lebih besar, dan aliran pembuangan jadi lebih cepat,” jelasnya.

Harry mengungkapkan bahwa proyek drainase tahun ini mencakup 62 titik pengerjaan yang tersebar di wilayah perkotaan. Total anggaran mencapai kurang lebih sebesar Rp30 miliar. Untuk progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

Baca Juga: Milad ke-27, UMKU Luncurkan Logo Baru dan Tagline “Go Better” sebagai Simbol Transformasi

Ia menambahkan, beberapa kontrak pekerjaan masih berjalan hingga 28 Desember 2025. Namun, PUPR menargetkan pengerjaan utama bisa selesai sebelum tanggal tersebut.

“Insyaallah bisa selesai. Mohon doa dan pengertian masyarakat jika terjadi kemacetan karena pekerjaan berlangsung bersamaan di beberapa titik,” kata Harry. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tanah Bergetar Lalu Ambruk, Warga Ceritakan Detik-detik Tanggul Longsor di Metaraman Pati

0
Tanggul di Perumahan Watu Kebo Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Pati, ambrol. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati pada Jumat (21/11/2025) menyebabkan tanggul di Perumahan Watu Kebo Raya, Desa Metaraman, Kecamatan Margorejo, Pati, ambrol.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, menjelang waktu shalat Jumat, dan membuat akses utama perumahan terputus.

Baca Juga: Serunya Gogo Iwak Bandeng, Tradisi Menangkap Ikan dengan Tangan di Tambak Bakaran Wetan

Budi, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa sebelum kejadian, tanggul tersebut sebenarnya sudah mengalami perbaikan akibat munculnya retakan pada permukaan tanah.

“Sebelum terjadi longsor sudah diperbaiki karena terlihat retakan tergerus air. Baru diperbarui tiga hari sebelumnya, mas, cuma ditambal karena jalannya sudah berlubang-lubang,” ungkapnya.

Perumahan yang sudah dihuni sekitar empat tahun ini memiliki sekitar 20 rumah di blok yang terdampak. Warga mengaku cemas jika kejadian serupa terjadi pada malam hari.

“Ada kekhawatiran, mbak. Kalau malam kan bahaya, apalagi tidak ada penerangan karena pal-nya roboh akibat longsor. Pengendara motor lewat sini juga berisiko,” imbuh Budi.

Selain membahayakan warga, ambrolnya tanggul membuat kendaraan tidak bisa keluar masuk perumahan.

“Mobil saya tidak bisa keluar sejak kejadian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Narwi ketua RT/RW 01/01.Ia berada di lokasi sesaat setelah longsor terjadi. Menurutnya, tanah sempat bergetar sebelum tanggul ambruk.

“Pas Jumatan hujan deras, tiba-tiba tanah bergetar lalu tanggul ambruk. Kebetulan ada mobil yang parkir hampir terjun, tapi bisa diselamatkan warga. Ban kirinya sudah ambles, tapi masih tertolong,” jelasnya.

Aparat desa, termasuk kepala desa dan sekdes, telah meninjau lokasi. Pihak pengembang juga disebut sudah datang dan menyatakan kesediaannya memperbaiki kerusakan.

Baca Juga: Porprov 2026 Makin Dekat, Atlet Pati Harus Latihan ke Luar Kota Imbas Stadion Joyokusumo Direhab

“Pengembang sudah ke sini dan akan segera memperbaiki. Kejadian ini pertama kali di sini, meski dulu pernah banjir. Harapannya ya segera dibangun ulang dengan baik,” ujar Narwi.

Kerusakan tanggul diperkirakan mencapai panjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian sekitar 4 meter. Warga berharap perbaikan dilakukan secepatnya agar aktivitas bisa kembali normal dan keselamatan penghuni terjamin.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -