BETANEWS.ID, KUDUS – Organisasi Keagamaan Muhammadiyah menggelar resepsi Milad ke-113 sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building, Sabtu (22/11/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti. Selain itu, turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno (mewakili Gubernur Jawa Tengah), serta Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.
Baca Juga: Pemkab Kudus Ajukan Pembiayaan Rp105 M ke Pemerintah Pusat, Ini Puruntukannya
Pada acara tersebut, ada hadiah lima tiket berangkat ibadah umroh. Tiga dari Muhammadiyah, sementara yang dua dari Sekjen PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti.
Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan milad yang dinilainya sarat makna. Ia menyebut peringatan ini menjadi momentum bagi Muhammadiyah untuk memperkuat peran dalam pembangunan bangsa.
“Alhamdulillah acara berlangsung sangat khidmat dan penuh syiar. Milad ini adalah bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk terus berkomitmen mensejahterakan bangsa,” ujar Mu’ti.
Menurutnya, peringatan milad tidak sekadar seremoni, tetapi bagian dari program besar Muhammadiyah untuk hadir memberi solusi atas persoalan bangsa dan keumatan. “Kita tidak hanya menciptakan kemakmuran material, tetapi juga spiritual. Ini sejalan dengan tujuan pembukaan UUD 1945 untuk mewujudkan kesejahteraan umum,” imbuhnya.
Mu’ti juga menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, kesejahteraan yang ideal adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, Muhammadiyah sejak awal berdiri terus berkhidmat memberi layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kesejahteraan itu tidak hanya ekonomi, tetapi juga spiritual. Masyarakat harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah Kudus yang dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang baik. Ia juga mengapresiasi materi pencerahan yang disampaikan Prof. Abdul Mu’ti.
“Atas nama PWM Jateng, kami menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah Kudus. Pencerahan dari Prof. Mu’ti menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah memasuki usia ke-113 dan menuju 114,” ujar Tafsir.
Tafsir menambahkan bahwa momen milad seperti ini menjadi ruang untuk refleksi dan proyeksi masa depan organisasi. Muhammadiyah, kata dia, tidak hanya bertugas membangun umat Islam, tetapi juga membangun Indonesia dan kemanusiaan universal.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengangkat isu penting mengenai komitmen zero sampah pada setiap kegiatan Muhammadiyah. Sejak Muktamar 2022 di Solo, PWM Jateng menekankan agar setiap acara meminimalkan sampah dan mengelolanya secara bertanggung jawab.
“Prinsipnya, bukan membuang sampah, tetapi membudidayakan sampah. Tantangannya memang besar, terutama untuk sampah plastik yang belum sepenuhnya bisa dimusnahkan,” terang Tafsir.
Baca Juga: Mendikdasmen Soroti Budaya Literasi di Indonesia Minim, Penguatan Literasi Mulai Digalakkan
Ia menceritakan pengalamannya belajar pengelolaan lingkungan di Belanda. Di sana, setiap kubangan air tetap terlihat indah karena tidak tercemar sampah. Hal itu menjadi inspirasi untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah di Indonesia.
“Air yang masuk got dan sungai di sana adalah air bersih hasil olahan. Karena itu lingkungan tetap indah dan sehat, berbeda dengan kondisi sungai yang sering kita jumpai,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

