BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana malam di Desa Loram wetan tampak semakin hidup dengan hadirnya lapak sederhana yang menjual Luk Chup di pinggir jalan. Di balik meja kecil yang dipenuhi bentuk luk chup yang unik khas Thailand, seorang perempuan tampak melayani pembeli dengan ramah. Dia adalah Fira (21), pemilik lapak tersebut.
Fira menjelaskan, bahwa usaha luk chup baru ia jalankan sekitar tiga bulan lalu.
Baca Juga: Sedap dan Praktis, Nasi Cokot Adit Digemari Warga Jepang Kudus
“Awalnya itu dulu pernah kerja ikut orang, tapi penghasilannya tidak cukup untuk kebutuhan. Kemudian saya ingin buka usaha sendiri. Setelah cari yang viral di sosmed, ketemulah yang namanya jajanan luk chup Thailand, terus saya coba buat,” terangnya.
Selain karena bentuknya yang kecil dan unik, bahan-bahanya juga mudah di dapat. Dengan pertimbangan tersebut, akhirnya Fira memutuskan untuk menjual luk chup.
Selain luk chup, Fira juga menjual berbagai cemilan seperti moci, salad buah, pudding brownis. Meski banyak menu, tapi yang menjadi icon lapaknya adalah luk chup.
“Moci sendiri ada beberapa varian, yaitu manga, anggur, stoberi, coklat dan oreo. Kalau luk chup ini berbahan dasar kacang ijo semua, tapi bentuknya aja yang bervariasi” katanya saat ditemui di lapaknya beberapa waktu lalu.
Bentuk luk chup yang dijual Fira berbagai macam, di antaranya ada lobak, wortel, jambu, terong dan cabai. Untuk luk chup, Fira menjual dengan harga Rp10 ribu per porsi. Sedangkan moci ia jual dengan harga Rp5 ribu untuk semua varian.
“Kalau yang salad buah ini harga Rp10 ribu per porsi. Satu porsi luk chup itu isinya sembilan,” rincinya.
Baca Juga: Manis Pedasnya Rujak Es Krim Mas Fian Jepara Bikin Nagih, Sehari Terjual Ratusan Porsi
Selain menjual di tempat, Fira juga melayani pesanan oline melalui WhatsApp. Sementara melalui grabfood dan shoopefood belum tersedia.
“Saya biasanya buka setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB,” tambahnya.
Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Haikal Rosyada

