Beranda blog Halaman 1862

RS Mardi Rahayu Tambah 10 Kamar Isolasi, APD Aman 3 Bulan Kedepan

0
Seorang pengendara motor sedang lewat depan RS Mardi Rahayu Kudus, Sabtu (18/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus menambah 10 kamar isolasi bagi pasien Covid-19. Dengan tambahan ini, rumah sakit yang berada di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu telah mengoperasikan 14 kamar isolasi.

Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, penambahan kamar ini sebagai langkah antisipasi penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien yang sudah positif Covid-19.

“Empat tempat tidur di antaranya dilengkapi ventilator atau alat bantu pernafasan. Kami juga siapkan ruang bersalin kapasitas satu tempat tidur dan ruang cuci darah kapasitas satu mesin,” tuturnya, Jumat (17/4/2020).

Pegawai RS Mardi Rahayu Kudus saat menerima bantuan alat medis dari Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, Jumat (17/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Selain tambahan kamar, pihak rumah sakit juga memastikan stok kebutuhan alat pelindung diri (APD) seperti masker bedah dan masker N95, coverall, face shied, kacamata google dan sarung tangan selama tiga bulan kedepan aman.

“Penggunaan masker N95 yang langka ini, hanya akan digunakan di ruang isolasi khusus. Selain di tempat itu akan menggunakan masker bedah sesuai dengan prosedur keamanan rumah sakit,” paparnya.

Baca juga: Kudus Kini Punya Tujuh Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19

Langkah preventif lain yang dilakukan pihak rumah sakit adalah memberlakukan physical distancing dan meniadakan jam besuk untuk seluruh pasien yang dimulai 16 Maret 2020.

“Untuk akses masuk pun kami batasi dua tempat saja. Satu untuk pasien dan satu untuk karyawan,” tambah Puji.

Dia melanjutkan, proses screening akan dilakukan di dua posko. Untuk posko pertama yang berlokasi di lobi utama rumah sakit akan menangani cek suhu dan screening epidemiologi sederhana tentang keluhan batuk, pilek, nyeri tenggorokan dan riwayat perjalanan.

Baca juga: Hartopo: ‘Kelayapan saat Jam Malam, Siap-Siap Dikarantina di Polres’

“Ini berlaku untuk pasien dan karyawan. Nah jika aman, petugas akan memberi stiker tanda hijau yang artinya bisa melakukan proses pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Namun jika ditemukan gejala, petugas akan mengantarkan yang bersangkutan ke posko kedua. Di tempat ini, dokter jaga akan mengecek lebih detail supaya cepat didiagnosa statusnya menjadi ODP atau bahkan PDP.

“Jadi semua pasien termasuk ODP atau PDP dapat terdeteksi dan ditangani sesuai prosedur terpisah dari pasien lainnya,” terangnya.

Baca juga: Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis

Selain itu, di antara tim medis dan pasien juga dipasang pembatas dari mika atau akrilik untuk mengurangi risiko paparan. Selanjutnya, seluruh staf RS Mardi Rahayu diwajibkan menggunakan APD sesuai zona yang ditetapkan, yakni zona merah, kuning dan hijau.

Minggu depan, RS Mardi Rahayu juga akan meluncurkan terobosan baru, yaitu program satu kamar satu pasien untuk rawat inap. Kebijakan ini akan berlaku di semua kelas mulai dari VVIP hingga kelas tiga. Namun, untuk beberapa kamar kelas tiga dengan ukuran lebih luas, bisa diisi dua pasien bila memang jumlah pasien melebihi jumlah kamar yang tersedia.

“Soal biaya tidak ada masalah. KT3B akan kami terapkan dalam program ini, sehingga pasien tidak perlu nombok walaupun ditempatkan di atas hak kelasnya,” tutup Puji.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Dibangun Dadakan, STIE Bank Jateng Siapkan 10 Kamar untuk Karantina TKI

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istri meninjau Gedung eks STIE Bank Jateng yang akan digunakan untuk tempat karantina TKI. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gedung eks STIE Bank Jateng siap digunakan untuk tempat karantina Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng yang baru saja pulang dari Malaysia. Gedung yang terletak di depan Pasar Johar Semarang tersebut, baru saja selesai direnovasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh Ganjar Pranowo menyempatkan menengok tempat karantina itu. Satu persatu sarana prasana yang telah disiapkan ia tinjau, termasuk tempat tidur, ruang dokter, APD hingga toilet.

“Alhamdulillah setelah dikebut, pembangunan tempat karantina di STIE Bank Jateng ini sudah selesai. Ada 10 kamar yang disiapkan, ruang dokter, gudang obat dan lainnya. Sehingga, mulai hari ini sudah bisa ditempati,” ujar Ganjar, Sabtu (18/4/2020).

Baca juga : Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini

Nantinya lanjut dia, gedung itu akan digunakan untuk mengkarantina saudara-saudara TKI asal Malaysia yang akan pulang ke Jateng. Dikabarkan, ada 9 orang TKI yang akan pulang, dimana sebelumnya mereka telah dikarantina di Sumatera Utara.

“Nanti kami jemput dan menempatkan mereka di sini untuk menjalani masa isolasi. Mudah-mudahan mereka sehat semuanya, namun ini bagian dari kita untuk mengontrol dan cara kita berhati-hati demi menjaga kesehatan semuanya,” tegasnya.

Meskipun dibangun dadakan, namun Ganjar meminta agar aspek keamanan dan kenyamanan tetap diperhatikan. Ia meminta agar standar protokol kesehatan wabah covid-19 benar-benar dilaksanakan dengan baik.

“Makanya dibuat sekat-sekat perkamar satu orang, dengan bangunan dari kaca agar mudah dibersihkan. Saya juga minta Dinkes menyiapkan protokol kesehatan sedetil mungkin, termasuk manajemen limbahnya. Karena kalau tidak dikelola dengan baik, ini bisa berbahaya,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, tidak hanya untuk para TKI yang akan pulang, nantinya gedung itu dapat dijadikan tempat karantina bagi siapa saja. Apalagi, di gedung tersebut masih banyak ruangan kosong yang dapat dimanfaatkan.

Baca juga : dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

“Ini bisa dipakai siapapun dan menjadi salah satu tempat yang kami siapkan. Kami sudah menyiapkan banyak tempat, termasuk di sini, di hotel-hotel milik kami termasuk hotel Kesambi, Balai Diklat bahkan kalau diperlukan ada asrama haji di Solo. Semua sudah kami siapkan, agar banyak alternatifnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk mengcover semua permasalahan yang muncul, meskipun kita sama-sama berharap itu tidak terjadi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Umum Bank Jateng, Heri Nunggal menambahkan, saat ini STIE Bank Jateng sudah siap untuk mengkarantina para TKI. Di tempat itu, telah dibangunkan 10 kamar isolasi untuk pasien lengkap dengan ruang dokter, ruang obat, tempat olahraga dan lainnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Harga Sentuh Rp 5 juta per Ekor, Suyatno Bagikan Tips Sukses Ternak Ayam Kalkun

0
Ahmad Suyatno sedang memberi makan ayam kalkun di kandang miliknya, Jumat (10/4/2020). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita dengan rambut diikat terlihat memasukkan beberapa enceng gondok ke dalam mesin pencacah. Sambil menunggu, ia bercengkerama dengan seorang pria yang berjalan mendekatinya untuk mengambil tumbuhan air yang sudah hancur.

Pria yang diketahui bernama Ahmad Suyatno (47) itu kemudian bergeser dan memasukkan enceng gondok ke dalam bak karet warna hitam. Gerakannya terlihat lincah mencampur bahan pakan ayam kalkun, seperti enceng gondok, bekatul, tetes tebu, dan jagung yang dihaluskan.

Ahmad Suyatno sedang mempersiapkan pakan ayam kalkun, Jumat (10/4/2020). Foto: Rabu Sipan.

Sambil mengaduk-aduk, Suyatno menjelaskan, ide awal memelihara ayam berbadan bongsor didapatkan saat iseng berselancar di dunia maya. Waktu itu, ia menemukan artikel beternak ayam kalkun yang hanya diberi makan enceng gondok.

“Komposisi pakan untuk ayam kalkun itu memang lebih banyak enceng gondoknya. Itu juga yang jadi alasan saya untuk ternak ayam kalkun, karena tumbuhan itu di desa saya sangat melimpah. Tidak usah beli. Jadi bisa menekan biaya pakan,” jelas Suyatno saat ditemui di kediamanya di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jum’at (10/4/2020).

Setelah yakin dan punya bekal cukup, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu kemudian memutuskan untuk pulang kampung 2017 lalu. Awalnya, ia coba-coba berternak sepasang ayam kalkun untuk memastikan prospek bisnisnya bagus apa tidak.

“Setelah memastikan perawatannya yang mudah, dan hasilnya kami rasa lebih menguntungkan ayam kalkun, kami pun pindah haluan. Sebelumnya, istri saya itu ternak ayam kampung, tapi kurang berhasil,” ujar Suyatno sambil menyeka keringat usai memberi makan ratusan ayam kalkun.

Baca juga: Bisnis Rebana Sunarwi Punya Pelanggan Hingga Luar Jawa

Dia lantas membeberkan, harga ayam kampung dan ayam kalkun itu selisihnya jauh. Untuk ayam kalkun umur sepekan, harganya mulai Rp 25 ribu hingga Rp 250 ribu per ekor.  Sedangkan untuk harga ayam kalkun siap potong dari Rp 250 ribu sampai Rp 5 juta per ekor.

“Harga tergantung jenis ayam kalkun. Soalnya ayam kalkun ada sekitar delapan jenis,” paparnya.

Baca juga: Aris Buka Rahasia Agar Ikan Cupang Menang Kontes

Dia mengatakan, permintaan ayam kalkunnya datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya Pulau Jawa saja, pesanan itu datang dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Ini ada ayam yang sudah siap dikirim ke pelanggan di Medan,” kata Suyatno.

Suyatno lantas memberikan sedikit tips cara budi daya ayam kalkun. Menurutnya, perawatan ayam itu cukup mudah tapi harus dengan penanganan serius.

Baca juga: Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda

Ia kemudian merinci tahapan-tahapan perawatan, agar ayam kalkun tidak gampang diserang virus. Tahap awal, ada vaksinasi saat ayam umur sepekan, tiga bulan, dan saat ayam umur enam bulan. Kandang harus rutin dibersihkan dan sebulan sekali disemprot disinfektan. Tak hanya itu, ayam kalkun juga harus rutin diberi minum rempah-rempah sepekan dua kali.

“Jika itu dilakukan dengan benar dan telaten, ayam kalkun akan terhindar dari berbagai virus, serta pertumbuhannya akan maksimal,” tutup Suyatno.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Berdayakan 17 Ribu Perempuan untuk Jahit Masker, Masih Ada Kesempatan Mendaftar

0
Ganjar Pranowo menunjukkan masker. Kini Pemprov Jateng juga membuka kesempatan untuk pemberdayaan 17 ribu perempuan untuk menjahit masker. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program untuk pemberdayaan perempuan sebanyak 17 ribu orang. Program ini terkait dengan dampak adanya wabah Covid-19. Belasan ribu perempuan itu, nantinya akan diberdayakan untuk membuat masker kain. Sedangkan sasarannya sendiri adalah perempuan kepala keluarga dan perempuan rentan lain yang terdampak Covid19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan KB (DP3AP2KB) Jawa Tengah Retno Sudewi menjelaskan, penerima manfaat sebanyak 1.700 kelompok, dengan masing-masing kelompoknya 10 orang.

Baca juga : SMK Duta Karya Bagikan Seribu Hand Soap untuk Jemaah Masjid

Sehingga total sasaran sebesar 17 ribu orang perempuan. Dengan kriterianya adalah perempuan kepala keluarga, disabilitas, korban kekerasan,  pekerja migran Indonesia, IRT dengan ODHA, dan kader PKK.

“Mereka kami berdayakan sebagai bagian dari jaring pengaman ekonomi untuk membantu masyarakat melewati masa krisis ini,” ujarnya.

Baca juga : Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut bisa mendaftar di dinas yang membidangi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kabupaten atau kota. Pendataan atau identifikasi penerima manfaat dimulai 13 April hingga 20 April. Proses pekerjaan menjahit masker akan dimulai pada awal hingga pertengahan Mei.

Kelompok yang sudah terdaftar akan mendapat kiriman kain sebagai bahan masker. Ongkos jahit akan diberikan apabila pekerjaan sudah selesai. Tiap kelompok ditarget menghasilkan 450 buah masker.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Parman Kaget Dapat Bingkisan dari Istri Gubernur

0
Atikoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jawa Tengah memberikan bantuan sembako kepada tukang becak. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Seorang penganyuh becak di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, yakni Suparman terkejut saat tiba-tiba didatangi seseorang untuk memberikan bantuan berupa bingkisan sembako. Ia yang baru terbangun di atas becaknya sempat bengong di tengah rasa bahagianya.

Pria yang sudah puluhan tahun bekerja mengayuh becak itu lebih terkejut lagi setelah tahu jika yang memberinya bantuan itu adalah Atikoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jawa Tengah. Ia pun berulangkali mengucap terima kasih.

“Saya kaget, masih tidur di atas becak tiba-tiba ada yang mengasih bantuan. Saya kira siapa, karena pakai masker ternyata Ibu Gubernur,” kata Suparman.

Baca juga : Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

Ia mengaku senang mendapat bantuan itu. Sebab, selama wabah Virus Corona pendapatannya hampir tidak ada.

“Wong hari biasa saja sepi, apalagi ada virus, hampir gak dapat orang. Ini saya berterimakasih semoga pagebluk segera berakhir,” harapnya.

Hal itu juga dirasakan oleh pengayuh becak lainnya, sopir angkot, dan tukang parkir yang juga menerima bantuan saat itu. Ya, Atikoh turun langsung memberikan bantuan kepada mereka yang bekerja mangkal di sisi jalan.

Bukan hanya pekerja itu, bantuan juga diberikan kepada warga kurang mampu di Jalan Anggrek dan Jalan Kenanga Kecil Kota Semarang. Sedikitnya ada 90 paket sembako yang dibagikan, Sabtu (18/4/2020).

Sementara itu, Atikoh Ganjar Pranowo menuturkan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi Covid-19.

“Sebenarnya ini bantuan dari Alam (putranya) untuk warga terdampak. Tapi karena masih stay at home, jadi saya yang menyalurkan,” ujar Atikoh.

Baca juga : Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis

Ada sebanyak 100 paket sembako yang dibagikan secara langsung kepada warga. Diantaranya di Jalan Dr Cipto, Jalan Anggrek, Jalan Kenanga, Bandarharjo dan sejumlah titik lainnya.

“Meski harus diberikan langsung, tapi tetap menjaga jarak. Tidak ada dialog, tadi langsung diberikan,” paparnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pasien Positif Covid-19 di Kudus Tambah Satu, Pulang dari Jakarta

0
RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kudus terus bertambah. Data Sabtu (18/4/2020), pasien yang dinyatakan positif bertambah satu menjadi 10 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menjelaskan, pasien berkelamin laki-laki asal Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak itu mulai dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi dari tanggal 3 April 2020.

“Hasil swab resmi dari BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Yogyakarta baru keluar tanggal 17 April dengan hasil positif,” tuturnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Sabtu (18/4/2020).

Menurut Andini, keluhan awal yang dirasakan pasien yakni demam, kepala pusing, tubuh lemas dan batuk.

“Riwayat perjalanannya dari Jakarta. Dia lima hari di rumah sebelum masuk rumah sakit,” ungkapnya.

Baca juga: Antisipasi Penolakan, Pemkab Kudus Siapkan Makam Khusus Jenazah Covid-19

Untuk riwayat perjalanan pasien termasuk siapa saja yang ditemui, lanjut Andini, akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Demak.

Andini menambahkan, hari ini ada juga satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal. Pasien tersebut di rawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu. Menurutnya, PDP meninggal dengan penyakit penyerta dan tes swabnya masih menunggu hasil.

“PDP laki-laki usia 44 tahun. Domisili Kecamatan Kaliwungu, Kudus,” jelasnya.

Baca juga: ‘Mengetuk Pintu Langit’, Pemprov Jateng Gelar Istighosah Agar Corona Segera Berlalu

Data resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus di corona.kuduskab.go.id pada 18 April 2020 pukul 15.00 WIB, ada 10 orang positif Covid-19. 5 masih dirawat, 3 sembuh dan 2 meninggal.

Untuk PDP ada 173 orang, dengan rincian 73 negatif, 10 positif, 34 pulang sehat, 36 dalam perawatan, 2 dirujuk dan 18 meninggal. ODP ada 146 yang masih dipantau dan 126 selesai dipantau. Sedangkan OTG ada 23 orang yang masih dipantau.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Semarang Zona Merah, Walikota Diminta Tak Ragu Terapkan PSBB

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku resah jika melihat kondisi Kota Semarang dalam pencegahan penularan Covid-19. Karena selama 25 hari bersepeda keliling Kota Semarang, dirinya melihat masih banyaknya kerumunan di berbagai tempat. Bahkan sampai larut malam pun, kafe-kafe di Semarang masih ramai pengunjung.

“Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras, agar semua mengerti. Karena malam hari kafe masih buka dan banyak yang nongkrong. Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada,” katanya.

Ganjar pun berharap masyarakat di Kota Semarang semakin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa itu.

Baca juga : Kota Tegal Tetapkan PSBB, Ganjar Instruksikan Pemkot Segera Beraksi

“Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang tongkrong haha hehe. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua,” katanya.

Ganjar juga meminta Pemkot Semarang makin tegas dan keras menerapkan psycal distancing. Ganjar pun menginstruksikan Walikota Semarang untuk untuk melakukan kajian dan perhitungan, kemungkinan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kajian dan perhitungan itu menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik sampai keamanan.

“Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien. Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu itu terlihat drastis dan persebarannya semakin luas, tidak usah ragu-ragu (mengajukan penerapan PSBB),” kata Ganjar, Jumat (17/4/2020).

Baca juga : Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini

Selain upaya tersebut, Ganjar juga berharap masyarakat memberi dukungan penuh pada tenaga medis, khususnya saat memeriksakan diri. Hal tersebut Ganjar utarakan sebagai cerminan kasus 46 tenaga medis RSUP dr Kariadi yang positif COVID-19 karena ketidakjujuran seorang pasien.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis

0
Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Abdul Aziz Achyar saat menerima bantuan dari Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, Jumat (17/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan kardus tampak tertata rapi di depan Markas Polisi Resor (Mapolres) Kudus, Jumat (17/4/2020). Kardus berisi berbagai kebutuhan medis itu akan disumbangkan ke petugas medis yang ada di dua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Kota Kretek.

Ini adalah kesekian kalinya Polres Kudus memberikan sumbangan kepada masyarakat terdampak Covid-19, termasuk kepada petugas medis.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi, saat menyerahkan bantuan alat-alat medis ke RS rujukan Covid-19, Jumat (17/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi menuturkan, bantuan berupa APD, suplemen, dan roti ini merupakan barang yang sedang dibutuhkan tenaga medis. Untuk madu, pihaknya memberikan 200 botol seberat 150 mililiter dan roti sari gandum 200 boks.

“Bantuan hari ini untuk RSUD dr Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu,” tutur Catur saat ditemui saat penyerahan kepada pihak rumah sakit terkait, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

Untuk APD, lanjut dia, pihak polres menyerahkan masker bedah 800 buah, coverall 50 buah, face shied 20 buah dan kacamata oogle 20 buah. Kemudian pelindung alas sepatu kain 30 buah, pelindung alas kaki plastik 600 buah, sarung tangan 200 buah dan pelindung alas kaki sensi 100 buah.

“Kita harus bersama-sama membantu garda terdepan penanganan Covid-19. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tuturnya.

Baca juga: Begini Kondisi Terkini 46 Tenaga Medis RS Kariadi Semarang yang Positif Covid-19

Di sisi lain, Direktur RSUD Kudus dr Abdul Aziz Achyar mengungkapkan, sejak ada kasus 46 tenaga medis yang positif Covid-19 di RSUP dr Kariadi Semarang, tim medis di tempatnya merasa was-was.

“Bantuan madu yang diberikan sangat bermanfaat bagi tim medis, karena madu sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh. Ini yang sekarang paling dibutuhkan,” tutup Aziz.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

SMK Duta Karya Bagikan Seribu Hand Soap untuk Jemaah Masjid

0
Salah seorang siswi SMK Duta Karya saat membagikan hand soap ke jemaah Masjid Agung Kudus, Jumat (17/4/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

BETANEWS.ID, KUDUS – Langit mendung tampak menyelimuti Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, saat sejumlah warga berdatangan untuk menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Kudus, Jumat (17/4/2020).

Di depan pintu masuk masjid, terlihat sebuah mobil berwarna putih dengan tulisan SMK Duta Karya. Di sekitar mobil itu, beberapa remaja putri mulai menyiapkan sejumlah kardus yang berisi ratusan bungkus sabun untuk cuci tangan (hand soap) yang dibagikan ketika warga selesai beribadah.

Salah satu guru SMK Duta Karya yang ikut mendampingi, Arena Putri menyampaikan, pembagian seribu bungkus hand soap kepada warga ini merupakan upaya pihak sekolah dalam ikut serta membantu melakukan pencegahan merebaknya Covid-19 di Kota Kretek.

“Setiap bungkusnya berisi sabun kurang lebih 200 mililiter. Ini tadi dibagi di beberapa lokasi, dan setiap lokasi beranggotakan lima hingga enam orang,” terang guru Bahasa Jawa itu.

Guru lain, Faruq Makhrus menambahkan, kegiatan tersebut merupakan program edukasi dari Jurusan Kimia Industri SMK Duta Karya. Program ini untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh di sekolah, yaitu memproduksi hand soap dan kemudian membagikan gratis ke jemaah di sejumlah masjid.

Baca juga: Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

Selain Masjid Agung Kudus, beberapa masjid yang disambangi SMK Duta Karya adalah Masjid At-Taqwa di Desa Ngemplak, Undaan, kemudian Masjid Al-Huda di Desa Panjang, Bae, lalu Masjid Taqwa Desa Gondosari, Gebog, dan selanjutnya Masjid Faidlurrahman masuk Desa Dawe.

“Selain itu juga kami ada di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Poroliman, Kudus. Setiap Masjid kami siapkan sekitar 200 bungkus,” ungkap pria yang didaulat jadi Ketua Tim Baksos Kimia Industri itu.

Baca juga: Grab Kudus Sumbang Wastafel Portabel dan Bagikan Masker

Di sisi lain, Kepala Bidang Ri’ayah (Pelayanan) Masjid Agung Kudus Edi Yono (52) mengapresiasi program SMK Duta Karya. Dia sekaligus mengucapkan terima kasih atas pembagian sabun untuk membantu warga agar tetap bisa menjaga kebersihan.

“Hal seperti ini sangat bagus, saya mengapresiasi dan mendukung upaya SMK Duta Karya mencegah penyebaran Corona. Tadi warga diberi sabun untuk cuci tangan,” terang warga Kauman Wetan RT 03 RW 02, Desa Demaan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Kembali Bagi-Bagi Sembako, Polres Kudus Sasar Tukang Ojek Pangkalan dan Becak

Hal yang sama juga diungkapkan Duta Nugroho (30). Dia mengaku senang dapat bantuan sabun dan akan dibawa pulang.

“Ini tadi saya dari Ramayana, terus ikut Salat Jumat di sini. Saya mendukung kegiatan sosial seperti ini. Sangat bagus untuk mengajarkan jiwa sosial dan peduli terhadap masyarakat,” tutup warga Desa Jondang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

Begini Kondisi Terkini 46 Tenaga Medis RS Kariadi Semarang yang Positif Covid-19

0
Ganjar Pranowo saat meninjau Gedung eks STIE Bank Jateng yang nantinya digunakan untuk tempat karantina TKI di Jateng. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – 46 tenaga medis RSUP dr Kariadi Semarang yang positif Covid-19, kini masih menjalani isolasi mandiri di Hotel Kesambi Hijau Semarang. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan jika mereka dalam kondisi prima. Sampai sekarang dirinya pun intens menjalin komunikasi dengan para tenaga medis tersebut.

Dirinya mengatakan, setiap saat selalu memantau perkembangan para tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 itu. Kepastian kondisi puluhan tenaga medis tersebut, Ganjar dapat langsung dari Prof. Zainal, salah satu dokter yang turut menjalani isolasi mandiri.

“Saya pantau terus, tadi pagi mereka senam ramai-ramai dan saya dikirimi videonya. Saya tanya bagaimana kabarnya, jawaban mereka benar-benar bikin saya bangga,” kata Ganjar usai sepedaan keliling Kota Semarang, Sabtu (18/4/2020).

Komunikasi intens Ganjar lakukan agar para tenaga medis tersebut terus bersemangat untuk sembuh. Bahkan Ganjar menaruh hormat ketika dirinya menawarkan bantuan apa yang mesti pemerintah siapkan, para tenaga medis tersebut memilih untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan berolahraga.

Baca juga : Memilukan, 46 Tenaga Medis RS Kariadi Semarang Positif Covid-19

Katanya, dukungan terhadap puluhan dokter dan tenaga medis RSUP dr Kariadi Semarang yang menjalani isolasi di Hotel Kesambi juga terus mengalir. Tidak hanya dari pemerintah, masyarakat juga terus memberikan suport dan dukungan kepada mereka.

Saat ditanya kabar lanjut dia, para dokter dan tenaga medis itu mengatakan sampai kekenyangan. Hal itu dikarenakan belum juga habis bantuan yang datang untuk dimakan, bantuan lain sudah datang.

“Mereka bilang sampai kekenyangan, karena bantuan buah-buahan dan kebutuhan lain terus mengalir. Tidak hanya dari pemerintah, tapi dari masyarakat yang terus berdatangan,” lanjutnya.

Hal itu membuktikan bahwa para dokter dan tenaga medis tersebut sangat dicintai masyarakat. Ia berharap masyarakat terus memberikan suport dan tidak ada stigma negatif pada mereka.

Baca juga : dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

“Jangan ada stigma negatif, karena mereka semua ahli kesehatan sehingga paham betul bagaimana menghadapi ini. Kita terus suport mereka seperti sekarang. Pesan beliau hanya satu tolong seluruh masyarakat mendukung. Jangan mereka distigma negatif,” kata Ganjar.

Ganjar tidak ingin peristiwa menyakitkan terhadap tenaga kesehatan yang pernah terjadi di Ungaran, Kabupaten Semarang tak lagi terulang. Selain itu,

Bahkan Ganjar sempat terenyuh mendengar cerita Prof. Zainal, salah satu dokter yang diisolasi di tempat itu. Kepada Ganjar, ia menceritakan bahwa ada pasien yang dulu pernah dioperasinya, sekarang datang memberikan bantuan.

“Ini sungguh luar biasa, saya diceritakan bahwa ada pasien dokter Zainal yang dioperasi dua tahun lalu dan sekarang sembuh. Dia menghubungi dokter Zaenal dan memberikan dukungan serta bantuan. Yang begini luar biasa, membuat kita bangga,” tegasnya.

Baca juga : Ganjar: ‘Ketidakjujuaran Ini Membawa Petaka Bagi Dokter dan Perawat’

Setiap hari lanjut Ganjar, ia selalu memantau para tenaga medis yang sedang menjalani isolasi itu. Setiap saat, ia terus berbagi kabar melalui whatssap dan melemparkan candaan.

“Saya guyonan terus dengan mereka, setiap hari saya mencoba komunikasi dengan mereka. Alhamdulillah mereka semua ceria dan kita doakan semoga cepat sembuh,” pungkasnya.


Editor : Kholistiono

- advertisement -

Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus

0
HDCI Karesidenan Pati saat menyerahkan bantuan alat medis ke Pemkab Kudus, Jumat (17/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

BETANEWS.ID,  KUDUS – Suara gelegar motor Harley Davidson terdengar saat memasuki area Kantor Bupati Kudus, Jumat (17/4/2020). Di belakangnya disusul mobil Toyota Alphard warna putih yang lampu hazardnya kelap-kelip. Setelah berhenti di depan pendapa, beberapa orang turun dari kendaraan sambil membawa boks yang berisi alat medis.

Hari itu, Komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Karesidenan Pati menyumbangkan alat medis berupa masker N95, hazmat coverall dan sarung tangan untuk tenaga medis di Kabupaten Kudus.

HDCI Karesidenan Pati saat menyerahkan bantuan alat medis ke Pemkab Kudus, Jumat (17/4/2020). Foto: Imam Arwindra.

Penasihat HDCI Karesidenan Pati Rudy Tresika menuturkan, bantuan yang jumlahnya 300 set tersebut penting untuk melindungi tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

“Kami ingin garis terdepan penanganan Covid-19 benar-benar sehat dan tidak terkena Virus Corona,” jelasnya yang saat itu mengenakan rompi hitam.

Saat disinggung mengenai masker N95 yang langka, dia mengaku mendapatkannya dari Jepang dan China. Mereka memanfaatkan jaringan di penjuru dunia untuk memperoleh jenis masker tersebut.

“Penyuka motor Harley itu bukan hanya di Indonesia saja. Jadi kami punya jaringan di Jepang dan China yang bisa bantu,” jelasnya.

Selain di Kudus, dalam waktu dekat pihaknya akan menyerahkan bantuan yang sama di Pati, Jepara, Rembang, Grobogan dan Blora.

Baca juga: DPC Gerindra Kudus Bantu APD untuk Tenaga Medis

“Kita masih datangkan masker N95 secara bertahap dari Jepang dan China dengan jumlah 1.100 buah. Bantuan ini merupakan hasil iuran anggota HDCI,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sumbangan alat medis khususnya masker N95 akan sangat membantu petugas medis di Kota Kretek.

Baca juga: dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

“Semoga dengan adanya bantuan berupa APD sebanyak 300 buah dapat bermanfaat,” ungkapnya.

Hartopo kemudian mengharapkan dukungan serupa mucul dari masyarakat, instansi dan komunitas lainnya.

“Kami berharap bantuan yang diberikan berupa barang bukan uang,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -

‘Mengetuk Pintu Langit’, Pemprov Jateng Gelar Istighosah Agar Corona Segera Berlalu

0
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengikuti acara Istighosah dan Doa Bersama untuk berikhtiar agar Covid-19 segera berlalu. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Berbagai upaya dilakukan agar pandemi Covid-19 segera berlalu. Termasuk melalui doa bersama, seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang menggelar Istighosah di gedung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (17/4/2020) malam.

Acara bertajuk Istigasah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, dilakukan secara live streaming. Hanya sekitar 15 orang yang hadir dari lokasi acara. Selain Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, hadir juga Wakil Gubernur Taj Yasin dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Darodjie.

Ahmad Darodjie mengaku prihatin dengan wabah Covid-19. Gubernur, hingga masyarakat semua telah berupaya mengatasinya. Banyak pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Baca juga : Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini

“Kami mengetuk pintu langit agar Allah SWT mempercepat, mengakhiri musibah ini. Ya Allah, kasihani kami. Engkau Maha Sayang. Ampuni kami, ya Allah,” ujar Darodjie saat membuka acara.

Ganjar Pranowo mengatakan saat ini umat manusia sedang diuji dengan ujian yang tidak ringan. “Mahluk ini tidak tampak. Kami memohon agar Covid-19 ditarik dari Jateng, dari Indonesia,” kata Ganjar.

Pemprov Jateng sendiri, mencatat sampai hari kemarin ada 297 pasien positif Covid-19, pasien positif dirawat 214, pasien positif sembuh 41 orang, pasien positif Covid-19 meninggal 42 orang, ODP ada 24.199, dan PDP 811 orang.

Baca juga : dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

“Doa ini adalah bentuk ikhtiar memohon kepada Yang Khalik agar memberikan kemudahan dan kesembuhan. Sekarang juga ada sekitar 40 orang tenaga kesehatan RSUP dr Kariadi tertular Covid-19 tanpa diketahui. Mereka di benteng terakhir. Ada yang meninggalkan kita,” kata dia.

Ganjar juga menegaskan agar masyarakat tidak lagi menolak jenazah pasien Covid-19. Apalagi muslim juga telah diperintahkan untuk merawat jenazah. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat menghormati dan menjaga, serta saling menghargai.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Warga Jateng di Luar Daerah Sulit Dapat Bantuan, Silakan Hubungi Nomor Ini

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warganya yang berada di luar daerah segera mendaftar untuk mendapat bantuan. Warga bisa datang ke RT atau RW di manapun mereka tinggal untuk mendaftar.

“Warga di luar daerah segeralah datang ke ketua RT, RW di mana mereka tinggal. Isilah formulir yang disediakan. Jika mengalami kesulitan, silakan menghubungi Hotline Badan Penghubung Jawa Tengah di nomor 081295880747,” ujar Ganjar, Kamis (17/4/2020).

Dia mengingatkan, batas akhir pendataan warga yang berada di perantauan untuk bisa mendapatkan bantuan maksimal pada 23 April. Oleh karena itu, dia meminta para perantau untuk segera mendaftarkan diri.

Baca juga: Ganjar Telepon Anies Gegara Banyak Warga Jateng Belum Terima Bantuan

Ganjar menyatakan terus berupaya agar warga Jateng di luar daerah segera mendapat bantuan. Pengorbanan mereka untuk tidak mudik saat pandemi corona ini patut mendapat perhatian lebih. Dia memastikan, warga yang tidak mudik akan mendapat bantuan.

Menurut Ganjar, pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Sosial Ari Batubara terkait bantuan untuk warga Jateng di luar daerah. Selain itu pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca juga: Ganjar Minta Jakarta Segera Diisolasi, ‘Kami Siap Openi Warga Jateng di Sana’

“Upaya ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warga terdampak (Covid-19) di wilayah PSBB. Bapak, ibu insyaallah mendapat bantuan,” ujar Ganjar.

Hingga kini, katanya, teknis penerimaan bantuan bagi para perantau baru disepakati dengan Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan di wilayah Jawa Barat dan provinsi lainnya sedang dikoordinasikan.

“Kami berharap Pemprov Jabar segera memutuskan teknis pendataan. Ini sudah ditunggu masyarakat. Kerja bareng ini merupakan wujud gotong-royong,” tuturnya.

Baca juga: Teruntuk Perantau, Ganjar : ‘Tolong Jangan Mudik Dulu’

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan terima kasih kepada para perantau, khususnya di Jabodetabek, yang menunda mudik. Dia mendoakan warga Jateng di tanah rantau senantiasa diberikan kesehatan.

“Ini ikhtiar kita agar Panjenengan (perantau) mendapatkan hak perlindungan. Warga Jawa Tengah yang berada di Jabodetabek saya berterimakasih yang memutuskan untuk tidak mudik, dan semoga sehat dan mampu melalui masa pagebluk Corona ini tanpa kurang suatu apapun,” harap Ganjar.

Editor: Suwoko

- advertisement -

dr Tirta Sumbang APD untuk Bantu Jateng Berantas Corona

0
dr. Tirta menyerahkan bantuan APD kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto : Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Influencer Tirta Mandira Hudi atau akrab disapa dr Tirta dan timnya menyumbang alat pelindung diri (APD) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan bisa membantu Jateng dalam memberantas Covid-19.

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan oleh dr Tirta kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jumat (17/4/2020).

dr Tirta menyampaikan, bantuan yang diberikan ke Pemerintah Provinsi Jateng berupa berupa hazmat sekitar 800 unit, masker N95 15 boks, surgical mask 2 karton, dan kacamata google 100 buah dan lainnya. “Bantuan langsung kami drop di sini,” kata dr Tirta.

Baca juga : Kebutuhan APD di Jateng Masih Aman

Pada kesempatan itu, dr Tirta juga menunjukkan langsung hazmat yang diberikan itu sudah sesuai standar WHO. Hazmat jenis ini, menurut dr Tirta, adalah APD yang sering dipakai tim medis, sehingga aman saat melakukan penanganan pasien Covid-19.

Dalam kesempatan itu, ada juga SMKN 1 Cluwak, Kabupaten Pati memberikan bantuan berupa 1.000 potong masker kain. Tidak hanya itu, PT Argo Manunggal juga memberikan bantuan berupa 22.000 potong masker kain, dan 8.000 masker.

Ganjar mengapresiasi pemberian bantuan dari masyarakat tersebut. Bantuan itu akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Terutama para tenaga medis. Mengingat pentingnya peran mereka dalam menangani pasien Covid-19. Karena itu, Ganjar menegaskan agar masyarakat jujur saat menjalani pemeriksaan.

Baca juga : Ganjar: ‘Ketidakjujuaran Ini Membawa Petaka Bagi Dokter dan Perawat’

“Ketidakjujuran ini bisa membawa petaka kepada siapapun. Kalau jantungnya, benteng terakhirnya, mereka masih bisa ketularan, maka itu sesuatu yang serius,” ujar Ganjar.

Dia menyinggung itu karena terdata puluhan tenaga kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang sudah berstatus positif COVID-19. Saat ini mereka menjalani isolasi di hotel milik Pemprov Jateng.

Maka dari itu pihaknya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUP dr Kariadi Semarang untuk mereview sesuai SOP dan protokol agar segera ditetapkan, serta harus lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Terdampak Corona, Pabrik Garam Talenta Raya Bertekad Terus Produksi

0
Wakil Manajer UD Talenta Raya Sasri ikut membantu pengepakan garam briket. Foto: Titis Widjayanti.

BETANEWS.ID, PATI – Sebuah truk boks tampak terpakir di depan pabrik pengolahan garam UD Talenta Raya, Sabtu (28/3/2020). Di belakang kendaraan, terlihat beberapa pegawai sedang memanggul berbagai jenis garam dalam karung yang akan dimuat di truk tersebut.

Dari beberapa pegawai yang sibuk mengangkut garam, ada seorang wanita berbaju merah sedang memberi arahan. Dialah Sasri (44), Wakil Manajer UD Talenta Raya.

Beberapa pegawai di UD Talenta Raya sedang mengerjakan salah satu tahapan produksi garam. Foto: Titis Widjayanti.

Saat ditemui, wanita berkacamata itu mengaku cukup resah sejak adanya pandemi Covid-19. Ia pantas was-was jika melihat jumlah permintaan berbagai jenis garam di tempatnya yang turun drastis.

“Sekarang permintaan lagi sepi. Namun bagaimanapun kondisinya, masih diusahakan untuk terus berproduksi,” kata Sasri optimis.

Saat ini, lanjut dia, pabrik yang terletak di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati ini mempekerjakan 40 karyawan. Sedangkan untuk konsumen tetapnya berasal dari Solo, Jogjakarta, Cilacap dan Tasikmalaya.

“Sekarang kami mengandalkan pelanggan tetap untuk memenuhi target,” bebernya.

Sasri menjelaskan, pabrik yang sudah berdiri selama 10 tahun ini memproduksi tiga jenis garam, yakni garam briket, garam grosok (kasar), dan garam halus.

“Jadi semua garam dari petani itu kami olah di sini. Kemudian dipilah-pilah untuk dijadikan garam briket, grosok, dan halus,” jelas Sasri.

Baca juga: Mesin Pengolah Garam Ciptaan Pak Simin Siap Bersaing dengan Buatan Pabrik

Ia kemudian menjelaskan, untuk proses pembuatan garam, ketiganya melalui pengolahan awal yang sama, yakni garam grosok dari petani dicuci, ditiriskan, lalu diyodisasi. Setelah yodisasi inilah, prosesnya kemudian dibedakan.

Untuk garam briket, setelah yodisasi kemudian dicetak, lalu dioven sekitar 15 menit. Setelah itu, garam didinginkan dan dikemas. Sedangkan untuk garam halus, urutannya itu yodisasi, oven, giling sampai halus, barulah kemudian pengemasan.

“Kalau grosok, ya nggak perlu kedua proses itu. Setelah diyodisasi langsung dipacking,” papar dia.

Baca juga: Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda

Sedangkan untuk pengemasan, Sasri melanjutkan, garam halus di tempatnya ada dua kemasan, yaitu kemasan 2 kilogram dan karung 50 kilogram. Kemudian garam briket pengepakannya beradasarkan jumlah. Sedangkan garam grosok tidak ada pengemasan khusus.

“Setiap harinya, kami memproduksi garam briket sekitar 4.000 buah. Sedangkan garam halus dan grosok tidak diproduksi setiap hari. Biasanya menunggu persediaan habis dan kalau ada pesanan,” tutup Sasri.

Editor: Ahmad Muhlisin

- advertisement -