BETANEWS.ID, SEMARANG – Seorang penganyuh becak di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, yakni Suparman terkejut saat tiba-tiba didatangi seseorang untuk memberikan bantuan berupa bingkisan sembako. Ia yang baru terbangun di atas becaknya sempat bengong di tengah rasa bahagianya.
Pria yang sudah puluhan tahun bekerja mengayuh becak itu lebih terkejut lagi setelah tahu jika yang memberinya bantuan itu adalah Atikoh Ganjar Pranowo, istri Gubernur Jawa Tengah. Ia pun berulangkali mengucap terima kasih.
“Saya kaget, masih tidur di atas becak tiba-tiba ada yang mengasih bantuan. Saya kira siapa, karena pakai masker ternyata Ibu Gubernur,” kata Suparman.
Baca juga : Didatangkan dari Jepang dan China, HDCI Sumbang Masker N95 ke Tenaga Medis Kudus
Ia mengaku senang mendapat bantuan itu. Sebab, selama wabah Virus Corona pendapatannya hampir tidak ada.
“Wong hari biasa saja sepi, apalagi ada virus, hampir gak dapat orang. Ini saya berterimakasih semoga pagebluk segera berakhir,” harapnya.
Hal itu juga dirasakan oleh pengayuh becak lainnya, sopir angkot, dan tukang parkir yang juga menerima bantuan saat itu. Ya, Atikoh turun langsung memberikan bantuan kepada mereka yang bekerja mangkal di sisi jalan.
Bukan hanya pekerja itu, bantuan juga diberikan kepada warga kurang mampu di Jalan Anggrek dan Jalan Kenanga Kecil Kota Semarang. Sedikitnya ada 90 paket sembako yang dibagikan, Sabtu (18/4/2020).
Sementara itu, Atikoh Ganjar Pranowo menuturkan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi Covid-19.
“Sebenarnya ini bantuan dari Alam (putranya) untuk warga terdampak. Tapi karena masih stay at home, jadi saya yang menyalurkan,” ujar Atikoh.
Baca juga : Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Polres Kudus Sumbang Madu untuk Tenaga Medis
Ada sebanyak 100 paket sembako yang dibagikan secara langsung kepada warga. Diantaranya di Jalan Dr Cipto, Jalan Anggrek, Jalan Kenanga, Bandarharjo dan sejumlah titik lainnya.
“Meski harus diberikan langsung, tapi tetap menjaga jarak. Tidak ada dialog, tadi langsung diberikan,” paparnya.
Editor : Kholistiono

