Beranda blog Halaman 15

Hotel Horison IJ Resmi Dibuka, Perkuat Kudus sebagai Kota Sport Tourism

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Hotel baru Horison Indah Jaya (IJ) resmi berdiri dan mulai beroperasi di Kabupaten Kudus. Kehadiran hotel berbintang ini semakin melengkapi fasilitas pariwisata di Kota Kretek yang tengah mengembangkan konsep sport tourism.

Inaugurasi Hotel Horison IJ Kabupaten Kudus dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) petang. Peresmian hotel yang beralamat di Jalan Kepodang, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Vice President PT Metropolitan Golden Management – Horison Hotels Group, Vemy Irawati Supomo, menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Horison Indah Jaya, grup Horison kini memiliki dua hotel di Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Hotel @HOM Horison telah lebih dulu berdiri dan beroperasi di Kota Kretek.

“Salah satu alasan kami mengelola satu hotel tambahan di Kudus karena tingkat okupansi di hotel pertama cukup tinggi. Selain itu, kami menangkap peluang dari banyaknya event olahraga yang diselenggarakan secara rutin di Kota Kretek, terutama dari PT Djarum,” ujar Vemy kepada awak media.

Ia mengungkapkan, banyaknya event olahraga yang digelar membuat Kudus menuju sebagai kota sport tourism. Setiap ada event tersebut, banyak atlet dan tim dari berbagai daerah datang ke Kudus dan membutuhkan hotel untuk menginap.

“Setiap ada event olahraga di Kudus, Hotel @HOM Horison selalu penuh. Hal itu menjadi indikator kami untuk mengelola satu hotel lagi di sini,” jelasnya.

Hotel Horison IJ yang baru diresmikan ini merupakan tahap pertama, dengan total 43 kamar. Fasilitas yang tersedia antara lain ballroom, kolam renang, gym, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Memasuki semester kedua tahun ini, akan dilakukan peresmian tahap kedua Hotel Horison IJ Kudus. Nantinya jumlah kamar akan bertambah menjadi total 100 kamar.

“Dan nanti kelasnya juga akan meningkat. Saat ini bintang tiga, akan naik menjadi hotel bintang empat,” ujarnya.

Baca juga : Dukung Transisi Energi Hijau di Tengah Kenaikan Harga BBM, RS Mardi Rahayu Hadirkan SPKLU

Ia berharap dengan beroperasinya hotel kedua ini, pihaknya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut antusias kehadiran hotel berbintang baru di Kota Kretek. Secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten, ia mengucapkan selamat dan sukses atas beroperasinya Hotel Horison IJ di Kudus.

“Hotel Horison IJ di Kudus ini sangat strategis. Lokasinya dekat dengan Alun-Alun Simpang Tujuh. Akses ke tempat wisata religi Menara Kudus maupun pusat perbelanjaan juga cukup dekat,” ujar Sam’ani.

Ia juga berkomitmen mendukung iklim usaha perhotelan di Kabupaten Kudus. Salah satunya dengan menginstruksikan jajaran instansi Pemkab Kudus agar tamu dari luar kota dapat diarahkan menginap di hotel-hotel yang ada di Kudus.

“Selama ini banyak tamu kunjungan Pemkab Kudus yang justru menginap di Semarang. Oleh karena itu, kami akan mengimbau agar ke depan mereka menginap di hotel di Kudus,” tegasnya.

Sam’ani menambahkan, Pemkab Kudus berkomitmen mempermudah perizinan bagi para investor. Menurutnya, masuknya investasi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak.

“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih serta selamat atas beroperasinya Hotel Horison IJ di Kudus,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Bupati Kudus Apresiasi Dua Siswi Tembus Timnas U-17, Siap TC ke Prancis

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi dua siswi SMP 3 Kudus yang berhasil dipanggil Timnas Indonesia Putri U-17 untuk menjalani training camp (TC) di Prancis. Mereka adalah Della Citra Ayu Anggraeni dan Asyifa Sholawa.

Keduanya menjadi bagian dari 20 pemain muda yang terpilih dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Selain Kudus, pemain lain berasal dari kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Kudus, khususnya di SMP 3 Kudus, berjalan dengan baik. Apalagi sekolah tersebut telah terbukti melahirkan sejumlah siswa berprestasi, khususnya di bidang olahraga.

“Ini prestasi luar biasa. Dari Kudus ada dua yang dipanggil timnas untuk TC di Prancis. Ini menunjukkan pembinaan di sekolah sudah bagus,” katanya di sela kegiatan pelepasan kedua siswi yang akan bertolak ke Bogor di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (23/4/2026).

Ia juga membuka peluang bagi sekolah lain di Kudus untuk mengembangkan kelas khusus olahraga. Menurutnya, tidak hanya sepak bola, tetapi juga cabang olahraga lain seperti voli, bulu tangkis, panahan, hingga panjat tebing.

Baca juga : Dua Siswi SMPN 3 Kudus Dipanggil Timnas U-17, Siap TC ke Prancis

“Kami membuka lebar bagi sekolah yang berprestasi untuk menjadi sekolah olahraga, asalkan gurunya juga siap dalam membuka kelas tersebut,” tambahnya.

Bupati juga berpesan kepada para atlet muda tersebut agar tetap menjaga semangat belajar serta membawa nama baik daerah dan bangsa.

“Tetap belajar, hati-hati di luar negeri, dan semoga bisa membawa prestasi untuk bangsa dan negara,” pesannya.

Sementara itu, Asyifa Sholawa mengaku tak menyangka bisa mendapat kesempatan bergabung dalam TC Timnas U-17 di Prancis. Ia menyebut awalnya mengikuti kompetisi seperti MLSC dan Liga Hydroplus hingga akhirnya mendapat perhatian pelatih.

“Awalnya dari kompetisi, lalu dikabari langsung oleh pelatih untuk ikut TC. Alhamdulillah bisa ikut Timnas U-17,” terangnya.

Dalam tim, Asyifa berposisi sebagai gelandang serang, sedangkan Della Citra Ayu Anggraeni bermain sebagai gelandang bertahan. Ia mengaku merasa senang sekaligus bangga atas kesempatan tersebut. Persiapan pun terus dilakukan melalui latihan rutin di Super Soccer Arena dan Lapangan Purwosari.

“Perasaannya senang, kaget juga. Orang tua juga mendukung dan berpesan agar tetap rendah hati dan tidak boleh sombong,” katanya.

Sebelum bertolak ke Prancis, para pemain akan menjalani TC di Bogor pada 25 April hingga 2 Mei 2026. Selanjutnya, mereka dijadwalkan berangkat ke Prancis pada 3 Mei 2026 untuk menjalani latihan dan uji coba melawan akademi sepak bola setempat selama satu pekan.

“Targetnya bisa bermain bagus di sana agar bisa dipantau tim dari akademi setempat. Selain itu, kesempatan ini juga untuk menambah pengalaman,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

1.210 Calhaj Kudus Ikuti Praktik Manasik, Ada Simulasi Lempar Jumrah hingga Tawaf

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus tampak khidmat dalam mengikuti rangkaian pendalaman haji, termasuk praktik manasik yang diselenggarakan oleh panitia Pendalaman Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) IPHI Kudus. Terdapat tiga titik yang digunakan untuk mengibaratkan lokasi di Tanah Suci.

Gedung JHK difungsikan seolah-olah sebagai Arafah, Gedung DPRD Kabupaten Kudus sebagai lokasi melempar jumrah, dan Simpang Tujuh Alun-alun Kudus sebagai Masjidil Haram. Hal itu dilakukan oleh panitia untuk mematangkan persiapan calhaj dalam beribadah di Tanah Suci nantinya.

Ketua P4H IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menegaskan bahwa panitia hanya memantapkan persiapan sebelum calhaj dari Kudus diberangkatkan ke Baitullah, agar mereka mengetahui dan mendalami apa saja yang dilakukan saat berada di sana.

“Tugas kami hanya memantapkan persiapan calhaj sekaligus sebagai bekal mereka ketika melaksanakan ibadah di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, jumlah calhaj asal Kabupaten Kudus yang akan diberangkatkan sebanyak 1.210 orang, termasuk petugas kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD). Calhaj termuda berusia 18 tahun dan tertua 85 tahun.

Baca juga : Kisah Haru Kuli Panggul Kudus, Gigih Menabung hingga Bisa Naik Haji

“Dari total tersebut, didominasi perempuan dengan persentase 55 persen. Beberapa waktu lalu memang ada satu jemaah yang meninggal dunia, kemudian pasangannya tidak jadi berangkat. Sehingga ada dua warga Tegal yang nantinya akan bergabung dengan calhaj Kudus,” terangnya.

Deka menyebut, kondisi cuaca di Arab Saudi mengalami penurunan sekitar 10 derajat dalam dua tahun terakhir, dengan rata-rata di kisaran 40 derajat Celsius. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, suhu di sana bisa mencapai 50 derajat Celsius.

“Harapannya cuaca di sana tidak terlalu panas. Namun kami tetap mengimbau calhaj agar menjaga kondisi fisik selama masa persiapan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar calhaj asal Kudus masuk dalam gelombang pertama yang akan menuju Madinah terlebih dahulu. Dengan demikian, jemaah berkesempatan melaksanakan salat Arbain, yakni 40 waktu salat berturut-turut.

“Kesempatan ini sangat langka, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Salah satu calhaj kloter 41, Aniq Muhammad Makki (35), menuturkan dirinya telah melakukan persiapan manasik dengan baik, yang sebelumnya telah dikoordinasikan oleh panitia. Ia juga rutin melakukan latihan fisik.

“Setiap pagi saya latihan di Alun-alun Kudus dengan berjalan kaki mengelilingi hingga 7 sampai 10 putaran, untuk menjaga kebugaran,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Dihidupkan Kembali Mulai Tahun Depan

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana menata ulang kawasan Pecinan yang berada di area Pasar Welahan, Kecamatan Welahan.

Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu lokasi wisata baru, terutama di wilayah Jepara bagian selatan.

Di sana terdapat peninggalan berupa dua bangunan klenteng yang dipercaya menyimpan Rupang Dewa Hian Thian Siang Tee tertua di Indonesia.

Dua klenteng tersebut yakni Klenteng Hian Thian Siang Tee yang dikenal sebagai Dewa Obat dan Klenteng Hok Tek Bio yang dikenal sebagai Dewa Bumi. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Berdasarkan literatur yang ada di klenteng, R.A. Kartini juga disebut pernah berobat ke Klenteng Hian Thian Siang Tee.

Kawasan tersebut dulunya merupakan area Pecinan, yakni kompleks tempat tinggal etnis Tionghoa di Desa Welahan, Kecamatan Welahan.

Ciri khas bangunan etnis Tionghoa dengan atap melengkung masih banyak ditemukan di sekitar Pasar Welahan, mulai dari Gang Lor hingga Gang Klenteng.

Baca juga : Tak Sekadar Jadi Budaya, Puluhan Siswa Perempuan di Jepara Rayakan Hari Kartini dengan Mengukir

Namun, saat ini sebagian bangunan tersebut tidak dihuni dan ada pula yang terbengkalai.

Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat bangunan sekolah berusia lebih dari satu abad. Sekolah itu dulunya bernama THHK Anno 1912, kemudian berganti nama menjadi Sekolah Pusaka pada tahun 1956 yang menampung siswa TK, SD, hingga SMP.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan Yayasan Pusaka Klenteng Welahan setiap tahun menggelar kegiatan yang mendatangkan tamu dari berbagai daerah.

Salah satunya adalah kirab Hari Ulang Tahun Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Kirab tersebut dihadiri 32 klenteng dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kawasan klenteng di Welahan punya potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata karena memiliki sejarah panjang. Tahun depan akan mulai kita cicil penataan lingkungan di kawasan klenteng Welahan,” kata Witiarso Utomo, Rabu (22/4/2026).

Terkait konsep penataan, pihaknya akan terlebih dahulu mendiskusikannya dengan pengurus Yayasan Klenteng Pusaka Welahan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Pusaka Welahan, Dicky Sugandi, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap kawasan klenteng di Welahan dapat ditata seperti kawasan Pecinan pada umumnya.

“Kami berharap kawasan Pecinan ini jika ditata dengan baik bisa menjadi seperti kawasan Pecinan lainnya. Apalagi Pecinan di Welahan ini unik, karena tidak berada di jalan utama, melainkan masuk ke dalam gang,” ujar Dicky.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

TMMD di Gelang Jepara: Bangun Jalan Sepanjang 500 Meter dan Rehab Dua RTLH

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II resmi dibuka oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, pada Rabu (22/4/2026) di Desa Gelang, Kecamatan Keling.

Sejumlah program fisik dan nonfisik dilaksanakan dalam kegiatan yang berlangsung selama satu bulan tersebut. Di antaranya pembangunan ruas jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Witiarso Utomo mengatakan, program ini menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Ia menegaskan pembangunan tidak boleh hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga harus menjangkau kawasan pinggiran dan perbatasan.

“TMMD adalah bukti bahwa TNI tidak pernah jauh dari rakyat. Kita tidak ingin pembangunan hanya terpusat di kota. Pembangunan harus menyentuh akar rumput dan terasa hingga ke teras rumah warga desa,” katanya usai membuka kegiatan TMMD.

Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II ini berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program fisik dan nonfisik akan digarap secara intensif.

“Waktu satu bulan ini sangat berharga. Kita akan membangun jalan, memperbaiki fasilitas, dan memperkuat mental masyarakat melalui berbagai penyuluhan,” jelasnya.

Baca juga : Resmi Dibuka, TMMD ke-128 Pati Bantu Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0719/Jepara, Kapten Inf Ngadino, menjelaskan sejumlah sasaran fisik yang menjadi prioritas dalam kegiatan ini.

Di antaranya pembangunan jalan rabat beton di Desa Gelang sepanjang 556 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 0,12 meter, serta tambahan ruas sepanjang 191 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan yang sama.

“Selain itu, TMMD juga menyasar rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak dua unit guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” paparnya.

Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam program ini. Berbagai sosialisasi dan penyuluhan akan diberikan, meliputi program pembangunan, pembekalan pengetahuan dan wawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam berbangsa, bernegara, dan bela negara.

Dengan adanya TMMD Sengkuyung Tahap II ini, diharapkan pembangunan di wilayah pedesaan semakin merata dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Saat Ahmad Luthfi Berbagi Ilmu Kepemimpinan kepada Para Wali Kota di Sumatera

0

BETANEWS.ID, ACEH — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbagi ilmu kepemimpinan daerah dalam seminar nasional “Best Practice Kepemimpinan Daerah” di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka perayaan Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh sekaligus pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2026.

Seminar ini dihadiri seluruh wali kota wilayah Sumatera bagian utara, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Selain itu, kegiatan juga diikuti masyarakat umum dan mahasiswa.

Saat menjadi narasumber, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang telah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama masa kepemimpinannya, di antaranya konsep collaborative government (pemerintahan kolaboratif). Dalam hal ini, terdapat kolaborasi antara gubernur dengan 35 bupati/wali kota di Jawa Tengah dalam upaya pembangunan daerah.

Selain itu, dilakukan pula integrasi program pemerintah pusat dengan program di tingkat provinsi dan masing-masing kabupaten/kota.

Baca juga : Ahmad Luthfi Terima Penghargaan Program Pengelolaan Sampah dari Kemendes PDT

“Jadi, kita membentuk super team dalam membangun suatu daerah, tidak boleh ada ego sektoral. Satu daerah dengan daerah lain tumbuh bersama,” katanya saat menyampaikan paparan.

Kolaborasi antardaerah juga diwujudkan dalam pembentukan wilayah aglomerasi, tidak hanya antarkepala daerah tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sebagai contoh, pada 2025 wilayah aglomerasi Solo Raya yang meliputi tujuh kabupaten/kota menggelar event Solo Raya Great Sale (SGS). Dalam satu bulan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,7 triliun.

Luthfi juga menegaskan bahwa seorang kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, memiliki peran sebagai manajer pemasaran. Artinya, kepala daerah harus mampu menguasai potensi wilayahnya untuk ditawarkan kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Praktik ini telah diterapkan di Jawa Tengah dan berhasil mencatatkan realisasi investasi pada 2025 mencapai sekitar Rp88,5 triliun.

Dalam setiap kunjungan ke provinsi lain, negara lain, maupun pertemuan dengan duta besar negara sahabat, Ahmad Luthfi turut mengajak sejumlah bupati dan wali kota, Kadin, Hipmi, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk mempromosikan potensi daerah serta menjajaki peluang kerja sama dan investasi.

Terkait investasi, Luthfi menekankan pentingnya penetapan lahan khusus untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, tanpa mengubah lahan sawah dilindungi (LSD) yang berperan dalam menopang swasembada pangan.

Kolaborasi juga dilakukan dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Tercatat sekitar 111 perguruan tinggi telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kontribusi perguruan tinggi dinilai penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Selain itu, sejumlah praktik baik lain yang dipaparkan meliputi sektor kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Upaya pengentasan kemiskinan juga dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, seperti program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu, hingga bantuan modal usaha.

Kemudian, dalam penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT), dilakukan optimalisasi link and match melalui kerja sama antara dunia usaha dan lembaga pendidikan vokasi, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), politeknik, dan lainnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Pelaksanaan TKA SD di Kudus Dibagi 4 Gelombang, Susulan Digelar Mei

0

BETANEWS ID, KUDUS – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar di Kabupaten Kudus tengah berlangsung dan dibagi dalam empat gelombang serta satu gelombang khusus. Pembagian gelombang dilakukan untuk menghindari penumpukan peserta agar tidak terjadi kerumunan dalam satu waktu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di Kudus berlangsung mulai 20 hingga 30 April 2026. Menurutnya, ada sebanyak 66 sekolah dasar yang mengikuti pelaksanaan TKA tersebut, terdiri atas 59 sekolah formal dan 7 sekolah nonformal.

Anggun menjelaskan, bagi peserta yang tidak dapat mengikuti TKA pada jadwal utama karena alasan tertentu, seperti sakit, akan diikutkan dalam TKA susulan.

“Saat ini ada sekitar dua laporan peserta yang tidak bisa ikut karena sakit. Nantinya akan diikutkan TKA susulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan TKA susulan dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 19 Mei 2026. Data peserta yang tidak mengikuti ujian pada gelombang utama akan diusulkan berdasarkan hasil rekap dan berita acara dari masing-masing sekolah.

Lebih lanjut, pembagian pelaksanaan menjadi empat gelombang merupakan kebijakan dari pusat yang bertujuan untuk mengatur distribusi peserta agar tidak menumpuk dalam satu waktu.

Baca juga: Meski Punya Keterbatasan, Siswa SLBN Cendono Kudus Ikuti TKA

“Pembagian gelombang ini menyesuaikan kesiapan sekolah. Kami meminta sekolah mengatur agar peserta tidak berkumpul dalam satu waktu. Ini merupakan strategi dari pusat agar pelaksanaan lebih tertata,” terangnya.

Dengan sistem tersebut, diharapkan pelaksanaan TKA di Kabupaten Kudus dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan tetap memperhatikan kondisi masing-masing sekolah serta peserta.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Dukung Transisi Energi Hijau di Tengah Kenaikan Harga BBM, RS Mardi Rahayu Hadirkan SPKLU

0

BETANEWS.ID, KUDUS – RS Mardi Rahayu Kudus secara resmi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di gedung parkir sebagai bentuk komitmen terhadap transisi energi bersih dan berkelanjutan. Adanya SPKLU di lingkungan rumah sakit tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, menyampaikan, bahwa kehadiran SPKLU menjadi langkah strategis di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, khususnya akibat krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara global.

Untuk itu, pihaknya mulai beralih ke sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik.

“Kenaikan harga BBM yang terus terjadi memberikan tekanan terhadap berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami memandang penting untuk mulai beralih ke sumber energi lain yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya, belum lama ini.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di wilayah Kudus dan sekitarnya, mengingat kendaraan listrik lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga : PT Djarum Serahkan Bantuan 4 Ventilator, Diharapkan Percepat Penanganan Penyakit Paru

Selain sebagai fasilitas pendukung bagi pengguna kendaraan listrik, pengadaan SPKLU ini juga merupakan bagian dari upaya RS Mardi Rahayu dalam mengembangkan konsep energi hijau (green energy). Salah satu fasilitas kesehatan terbesar di Kudus ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Kami ingin rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan global, termasuk isu perubahan iklim dan ketahanan energi,” tambahnya.

Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi lain di Kudus untuk ikut berpartisipasi dalam membangun ekosistem energi bersih. RS Mardi Rahayu menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan Kudus Sehat.

Salah satu pengguna SPKLU di RS Mardi Rahayu, Dharmawan, mengaku keberadaan SPKLU sangat dibutuhkan di berbagai tempat. Apalagi di Kudus, fasilitas SPKLU masih sangat terbatas.

“Jadi saya senang sekali, karena RS Mardi Rahayu menyediakan tempat (SPKLU) sehingga mempermudah mobilitas kami,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Harumkan Kudus, Desa Jepangpakis Raih Juara Nasional Jaga Desa Awards

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, sukses mengharumkan nama Kabupaten Kudus setelah meraih juara pertama tingkat nasional dalam ajang ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 kategori kepatuhan entry data. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi langsung torehan prestasi tersebut pada acara yang digelar di Pringgitan Pendapa, Rabu (22/4/2026).

Menurut bupati, capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemerintah Desa Jepangpakis dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan serta pelaporan data desa secara tertib dan berkelanjutan.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa desa di Kabupaten Kudus mampu bersaing di tingkat nasional. Jepangpakis telah memberikan contoh bagaimana kedisiplinan dalam pengelolaan dan pelaporan data dapat meningkatkan kualitas pemerintahan desa sekaligus kepercayaan masyarakat,” ujar Bupati Sam’ani, Rabu (22/4/2026).

Bupati Kudus juga menekankan pentingnya menjadikan keberhasilan ini sebagai pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Dengan keberhasilan ini, kami berpesan agar dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, sehingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa semakin kuat,” imbuhnya.

Baca juga : Sinergi BLDF dan Pemkab Kudus Wujudkan Hutan Kota Rendeng Jadi Ruang Edukasi

Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut yang diraih di tengah persaingan ribuan desa di Indonesia.

“Kami bangga menjadi yang terbaik dari sekitar 76 ribu desa. Hal ini karena kepatuhan kami dalam input data perencanaan, pelaporan pelaksanaan dana desa, aset desa, hingga profil desa,” ungkap Sakroni.

Agar tidak mengalami kesulitan dalam penyusunan laporan, lanjut Sakroni, pihaknya secara rutin membuat laporan setiap bulan melalui Google Drive, sehingga tidak menumpuk di akhir tahun seperti yang umum terjadi di pemerintah desa lain.

Dengan penghargaan ini, Desa Jepangpakis diharapkan mampu menjadi role model nasional dalam pengelolaan data desa yang transparan, sekaligus mendorong penguatan akuntabilitas dan kualitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Kudus.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Drama MinyaKita di Kudus, Harga Jauh di Atas HET dan Barang Langka

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Minyak goreng merek MinyaKita di Kudus ibarat sebuah drama. Pasalnya, produk yang digadang-gadang menjadi solusi masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng terjangkau justru harganya terus merangkak naik.

Di Kabupaten Kudus, harga eceran MinyaKita menyentuh Rp21 ribu per liter. Harga tersebut jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700. Ironisnya, tak hanya mahal, barangnya juga sulit didapat.

Salah satu pedagang, Afida, membenarkan bahwa MinyaKita memang mengalami kenaikan harga dan tergolong mahal. Ia menjualnya dengan harga Rp21 ribu per liter yang notabene di atas HET.

“Saya memang jualnya Rp21 ribu per liter. Sebab saya ambilnya sudah Rp245 ribu per karton dengan isi 12 liter. Kalau dijual sesuai HET, saya rugi,” ujar Afida saat ditemui di kiosnya di Pasar Bitingan, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, harga MinyaKita mulai merangkak naik sejak Lebaran, namun lonjakan terjadi dalam sepekan terakhir.

“Selain harga mahal, MinyaKita itu susah didapat, sehingga banyak pelanggan yang mengeluh,” sebutnya.

Baca juga : Pemkab Kudus Gelar Operasi Pasar di Setiap Kecamatan

Hal yang sama diungkapkan pedagang lain, Tutik. Ia membenarkan bahwa selain mahal, stok MinyaKita juga tidak selalu tersedia.

“Dulu saya dapat kiriman 10 karton setiap pekan. Namun, akhir-akhir ini turun menjadi lima karton saja,” ujarnya.

Ironisnya, kata dia, dalam dua pekan terakhir belum ada kiriman MinyaKita. Akibatnya, saat ini stok di kiosnya kosong.

“Informasinya, tidak ada distribusi MinyaKita ke kios karena saat ini sedang ada bazar pasar murah di setiap kecamatan. Jadi MinyaKita didistribusikan ke kegiatan tersebut terlebih dahulu,” bebernya.

Ia mengungkapkan, lima karton MinyaKita yang biasanya didapat langsung habis dibeli pelanggan. Ia pun menjualnya tidak secara ecer, melainkan per karton.

“Saya dengar kalau harga ecer itu sudah mahal dan di atas HET yang ditentukan. Bahkan ada yang menjual di harga Rp20 ribu per liter,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Warga Sumberrejo Tuntut Kapolres Jepara Segera Hentikan Kasus Kriminalisasi Tambang

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara menuntut agar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara segera menghentikan kasus kriminalisasi yang menjerat warga desanya.

Hal itu dilakukan sebagai buntut dipanggilnya dua orang warga Desa Sumberrejo pada tanggal 11 April 2026 lalu sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Dua orang warga yang dipanggil dituduh melanggar pasal 262 KUHP atau penganiayaan.

Koordinator Aliansi Jagat Caping Gunung, Saiful Amri mengatakan pemanggilan sebagai saksi terhadap pejuang lingkungan menggambarkan bahwa pihak kepolisian mengabaikan perlindungan terhadap pejuang lingkungan yang rentan mengalami pembungkaman.

“Untuk itu kami menuntut Kapolres Jepara agar menghentikan upaya kriminalisasi pejuang lingkungan di Sumberrejo Jepara melalui surat pemberhentian proses penyidikan,” katanya saat menggelar konferensi pers didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang dan Lembaga Pendidikan, Kajian, dan Bantuan Hukum (LPKBH) UNISNU di Gedung DKD Jepara, Selasa (21/4/2026).

Selain itu terdapat empat poin tuntutan lain yang mereka sampaikan. Yaitu mendesak Kapolri dan Kapolda Jateng untuk mendorong Kapolres Jepara agar memberhentikan upaya kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan di Sumberrejo-Jepara.

Mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Jepara untuk mendorong Kapolres Jepara agar menghentikan upaya kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan di Sumberrejo-Jepara sebagaimana dalam Pedoman Kejaksaan Nomor 8 Tahun 2022.

Baca juga : Kasus Penolakan Tambang di Sumberrejo Jepara Terus Berlanjut, Warga: “Ini Pembungkaman”

Mendesak Komnas HAM dan Komnas Perempuan agar segera memberikan rekomendasi perlindungan bagi pejuang lingkungan di Sumberrejo-Jepara.

Serta mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bersolidaritas terhadap pejuang lingkungan di Sumberrejo-Jepara dengan mendesak Kapolres Jepara.

Merespon hal tersebut, Kapolres Jepara melalui Kasi Humas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna mengatakan kasus tersebut saat ini masih dalam proses pendalaman.

“Kami masih melakukan pendalaman sesuai dengan SOP,” katanya saat dihubungi Betanews.id pada Rabu, (22/4/2026).

Sebagai informasi, sebelumnya, CV Senggol Mekar G.S melaporkan lima warga Desa Sumberrejo ke Polres Jepara.

Mereka dilaporkan atas tuduhan dugaan tindak pidana, perampasan dan perbuatan tidak menyenangkan yang terjadi pada Rabu 29 Januari sekitar pukul 12.30 WIB di lokasi jalan tambang CV Senggol Mekar Dukuh Toplek, Desa Sumberrejo, RT 01 RW 03, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.

Laporan tersebut tertuang dalam surat penyelidikan nomor Sp.Lidik/102/II/2025/Reskrim tanggal 10 Februari 2025.

Pada Bulan Oktober 2025, Polres Jepara sudah menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan terhadap tiga orang warga yang dilaporkan. Mereka dikenai pasal 262 KUHP terkait penganiayaan dan pasal 162 UU Minerba terkait penghalang-halangan tambang.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kisah Haru Kuli Panggul Kudus, Gigih Menabung hingga Bisa Naik Haji

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Impian naik haji menjadi keinginan setiap muslim, tak terkecuali Suherman (51). Bersama istrinya, Emi Setyowati (46), warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut mendapat kesempatan untuk beribadah ke Baitullah dan dijadwalkan berangkat tahun ini.

Keterbatasan ekonomi tak membuatnya menyerah. Kuli panggul di Pasar Kliwon itu berhasil mewujudkan impian menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 13 tahun. Pria yang akrab disapa Pak Man itu mengaku, niat berhaji sudah muncul sejak lama.

“Dulu saya sudah punya niat haji, tapi berpikir karena pekerjaan saya buruh. Akhirnya saya coba menabung pelan-pelan,” katanya.

Untuk mewujudkan impian tersebut, ia tak hanya mengandalkan penghasilan sebagai kuli panggul di Pasar Kliwon. Uang pendaftaran hingga pelunasan biaya haji juga diperoleh dari hasil penjualan ternak kambing yang ia pelihara sejak muncul niat berhaji.

“Awalnya ternak hanya dua ekor kambing, kemudian berkembang hingga bisa menutup pelunasan haji kemarin. Waktu dikabari, sempat kaget karena tidak ada persiapan dan sebenarnya dijadwalkan berangkat pada 2027,” ujarnya.

Baca juga : Matangkan Kesiapan Calhaj, JHK/IPHI Kudus Gelar Pendalaman dan Praktik Manasik Haji

Saat kebutuhan biaya semakin mendesak, ia menjual ternak yang dimilikinya. Bahkan, untuk pelunasan biaya haji, Suherman harus menjual belasan ekor kambing.

“Waktu itu saya jual sekitar 13 ekor, harganya ada yang Rp3 juta sampai Rp3,5 juta per ekor. Itu untuk pelunasan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga sempat meminjam dana dari bank untuk menutupi kekurangan biaya, yang kemudian dilunasi setelah ternaknya terjual.

“Awalnya sempat pinjam dulu, nanti kalau kambing sudah laku semua baru dilunasi,” tambahnya.

Penghasilan hariannya sebagai buruh pun terbilang pas-pasan, berkisar Rp125 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Namun, dengan ketekunan dan konsistensi, ia mampu menyisihkan penghasilan untuk kebutuhan keluarga sekaligus mewujudkan cita-cita berhaji.

Kini, Suherman dan istrinya masuk dalam daftar calon jemaah haji susulan. Meski sempat terkejut dengan jadwal keberangkatan, ia mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Alhamdulillah, meskipun susulan dan sempat kaget, yang penting bisa berangkat,” ucapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Resmi Dibuka, TMMD ke-128 Pati Bantu Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Warga

0

BETANEWS.ID, PATI – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0718/Pati resmi dibuka di Lapangan Desa Gunungpanti, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (22/4/2026). Program rutin untuk membantu percepatan pembangunan di pedesaan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan semarak, diikuti sedikitnya 400 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” ini menjadi penanda dimulainya pengabdian personel gabungan untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Berlian Yogi Ananto, Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan, TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Menurutnya, program ini menyentuh pembangunan fisik dan aspek nonfisik yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia menjelaskan, TMMD Reguler ke-128 di Desa Gunungpanti memiliki target sasaran fisik yang cukup krusial, salah satunya betonisasi jalan desa sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter yang diharapkan dapat memperlancar akses ekonomi warga.

Baca juga : Pulihkan Alam Pascatanah Longsor, Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Lereng Gunung Muria

“Kegiatan ini adalah acara TMMD ke-128 yang dilaksanakan di Desa Godo. Prioritas pengerjaan TMMD di April ini di Desa Godo adalah pengerjaan fisik jalan sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter,” katanya.

Selain itu, terdapat target lain seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jambanisasi, hingga penyediaan sumber air bersih melalui sumur dangkal.

“Ada pengerjaan untuk RTLH sekitar 6 rumah, ada juga pengeboran sumur untuk warga untuk pertanian, dan ada juga 6 titik MCK,” terangnya.

Sementara untuk sasaran nonfisik, akan ada berbagai penyuluhan mulai dari wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, inovasi pertanian, hingga pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat setempat.

Chandra berharap kegiatan TMMD ini dapat terus berlanjut sehingga mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Kabupaten Pati.

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh TNI bersama Pemerintah Kabupaten Pati untuk memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Harapan kami, TMMD berikutnya bisa dilaksanakan di daerah-daerah yang lebih terpencil atau perbatasan,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi menyampaikan bahwa TMMD menyasar daerah terpencil, terdepan, dan terluar (3T), sehingga diharapkan mampu mendorong pembangunan desa-desa di wilayah pinggiran.

Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan. Pihaknya berharap seluruh target pengerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Pelaksanaannya 30 hari. Dengan banyaknya target pengerjaan, kita berdoa bersama semoga pada penutupan nanti tanggal 21 Mei bisa selesai tepat waktu, tidak ada yang molor, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Suwoko

- advertisement -

Dua Investor Berminat Kembangkan Taman Bojana, Bakal Disulap Jadi Hotel

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua investor dikabarkan berminat mengembangkan kawasan Taman Bojana, Kudus, menjadi proyek perhotelan. Minat tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan awal dan belum masuk ke tahap pengajuan resmi.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, mengungkapkan bahwa kedua calon investor tersebut berasal dari Kudus dan Jakarta. Keduanya memiliki ketertarikan yang sama, yakni membangun hotel di kawasan tersebut.

“Masih sebatas penjajakan. Proposal resminya juga belum ada yang masuk,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.

Ia menegaskan, pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap investasi. Namun, pengembangan di Taman Bojana harus tetap mempertimbangkan keberadaan pedagang yang saat ini masih aktif berjualan di lokasi tersebut.

Menurut Djati, Pemkab Kudus tidak ingin rencana investasi justru menghilangkan sumber penghidupan masyarakat kecil.

Baca juga : Sinergi BLDF dan Pemkab Kudus Wujudkan Hutan Kota Rendeng Jadi Ruang Edukasi

“Prinsipnya, jangan sampai mematikan mata pencaharian pedagang. Kalau memang jadi, harus bisa mengakomodasi mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut konsep awal yang berkembang mengarah pada pembangunan hotel bertingkat. Namun, rencana tersebut masih sangat awal dan belum dapat dipastikan, mengingat belum adanya dokumen resmi dari investor.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengakui keterbatasan anggaran untuk membangun kawasan tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak ketiga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Jika terealisasi, pembangunan hotel di Taman Bojana diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi, termasuk membuka peluang bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner.

“Biasanya tamu hotel juga mencari makanan di sekitar. Ini bisa jadi peluang bagi UMKM,” tambahnya.

Meski demikian, Djati memastikan seluruh proses masih dalam tahap awal. Pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setelah ada proposal resmi dan kejelasan rencana dari investor.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Penataan TPA Kudus Digenjot, Pemkab Atasi Bau dengan Rutin Semprot Eco Enzyme

0
Aktivitas di TPA Tanjungrejo, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus melakukan penataan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo guna mengurangi dampak pencemaran, khususnya bau tak sedap agar tidak menjadi keluhan warga.

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Didik Tri Prasetyo, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan sistem terasering di area TPA. Proses ini memang sempat memunculkan bau karena sampah harus diaduk, namun langsung diantisipasi dengan penyemprotan cairan khusus.

“Memang saat penataan dan pengadukan muncul bau. Tapi kami langsung lakukan penyemprotan, awalnya menggunakan selang besar, kemudian juga memakai drone agar bisa menjangkau seluruh area,” ujar Didik saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Didik menjelaskan, penyemprotan dilakukan menggunakan cairan eco enzyme dan telah mencakup seluruh area TPA dengan luas kurang lebih 5,6 hektare. Upaya tersebut diklaim cukup efektif dalam mengurangi bau.

“Alhamdulillah, setelah beberapa hari penyemprotan, baunya sudah mulai berkurang. Ini akan kami lakukan secara rutin selama masih tercium bau,” katanya.

Selain itu, kata dia, penataan juga difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan sampah menuju metode sanitary landfill. Langkah yang dilakukan antara lain penimbunan sampah dengan tanah serta penggunaan material geotekstil (geotextile) untuk memperkuat struktur timbunan.

“Kami sudah mulai pengurugan dengan tanah, ketebalannya sekitar 15 sentimeter, serta pemasangan geotekstil. Ini bagian dari upaya menuju pengelolaan yang lebih baik,” jelasnya.

Baca juga : Dari 67,73 Hektare, Kawasan Kumuh di Jepara Baru Berkurang 9,52 Hektare Selama Tiga Tahun 

Tak hanya itu, tuturnya, terasering juga diterapkan di beberapa titik, baik di area lama maupun baru, untuk mencegah longsor dan meningkatkan stabilitas timbunan sampah.

“Dulu salah satu kendalanya karena belum dibuat terasering, sehingga rawan longsor. Sekarang kami tata agar lebih aman,” tambahnya.

Pemkab Kudus juga berupaya mengendalikan limbah cair (lindi) agar tidak mencemari lingkungan sekitar, termasuk mencegah alirannya masuk ke perairan umum.

Didik menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi standar pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Kami berupaya maksimal agar pengelolaan TPA ini bisa semakin baik dan ke depan bisa sepenuhnya menerapkan sistem sanitary landfill,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -