Beranda blog Halaman 14

Progresif Dalam Penanganan Stunting, Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

0

BETANEWS.ID, JAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan National Governance Award 2026 atas progresivitasnya dalam penanganan stunting (tengkes).

Penghargaan itu secara simbolis diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada Ahmad Luthfi dalam ajang National Governance Award 2026: Sinergi Nusantara untuk Indonesia, di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Jumat, 24 April 2026 malam.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengakuan atas kerja bersama dalam memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. Ke depan, Pemprov Jateng akan terus berinovasi dalam penanganan penyakit yang menjadi prioritas.

“Maka, kolaborasi dengan 369 rumah sakit untuk bersama-sama mengintegrasikan dengan puskesmas, laboratorium, kemudian dengan stakeholder yang lain hingga di tingkat desa perlu dilakukan,” kata dia.

Pada 2024, prevalensi stunting Jateng berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1 persen, atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,7 persen. Bahkan, prevalensi itu di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen.

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting, antara lain skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan lainnya.

Penghargaan tersebut juga tidak lepas dari penguatan layanan kesehatan, mulai dari program dokter spesialis keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), fast track rumah sakit, pembiayaan kesehatan, hingga dukungan lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan Speling berdampak signifikan terhadap peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan.

Baca juga : Saat Ahmad Luthfi Berbagi Ilmu Kepemimpinan kepada Para Wali Kota di Sumatera

“Prevalensi stunting cukup menurun. Kalau kita lihat di e-PPGBM, ada 1,9 juta balita yang ditimbang pada saat ini,” jelas Yunita.

Ia mengatakan, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin juga mendorong kolaborasi seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Tengah, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semua terlayani dengan baik, cek kesehatan gratis, Speling, dan pada akhirnya berdampak pada mutu pelayanan dan akses layanan kesehatan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Speling menjadi salah satu inovasi yang disorot karena mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, terutama warga desa yang terkendala jarak, biaya, dan akses ke fasilitas kesehatan rujukan. Program ini mengintegrasikan skrining, pelayanan spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem.

Berdasarkan data per 21 April 2026, Speling telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran 97.506 orang.

Speling turut memperkuat pelaksanaan CKG di Jawa Tengah. Pada 2025, capaian CKG Jateng mencapai 14.297.407 orang atau 37,73 persen, melampaui target 36 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Pada April 2026, capaian CKG telah mencapai 6.072.281 orang atau 15,79 persen dari target tahunan 54 persen, dan kembali menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya menilai kinerja daerah berperan penting dalam menentukan capaian pembangunan nasional.

“Kinerja nasional adalah gabungan dari kinerja di tingkat pusat dan seluruh pemerintahan daerah. Satu saja daerah yang kinerjanya anjlok, bisa memengaruhi kinerja nasional,” ujar Mendagri.

Selain Pemprov Jateng, dua daerah di Jawa Tengah juga menerima penghargaan, yaitu Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Transformasi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, Kabupaten Sragen meraih penghargaan Kepemimpinan Strategis dalam Pertumbuhan Inklusif dan Tata Kelola/Pemerintahan.

Ajang National Governance Award 2026 memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah pada enam sektor strategis, yakni Economic Growth, Health Ecosystem, Education, Infrastructure, Good Governance, dan Strategic Leadership. Seluruh penerima penghargaan telah melalui proses kurasi dan penelaahan berbasis data yang diperkaya masukan dewan juri.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Peringati Bulan Puisi 2026, Jaker Kudus Gelar Talkshow

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kabupaten Kudus menggelar talkshow bertema “Menemukan Makna dalam Setiap Karya” di Sidji Coffee, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pegiat teater Asa Jatmiko, penulis novel AJ Susmana, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Wahyu Kristanto.

Ketua penyelenggara, Adrian Yulistyo, menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan puisi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, sebuah karya puisi dapat menyampaikan pesan yang memiliki arti.

“Bulan April ini bertepatan dengan momentum Bulan Puisi. Kami ingin puisi kembali dihidupkan, terutama dengan tema mencintai negeri. Harapannya, puisi bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan,” katanya di sela-sela kegiatan.

Ia menjelaskan, peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas sastra, hingga guru MGMP dan pegiat seni budaya. Menurutnya, perlu ada lebih banyak ruang yang disediakan untuk mendorong minat baca dan menulis di Kabupaten Kudus.

“Ruang-ruang diskusi dan sastra perlu diperbanyak agar masyarakat, khususnya anak muda, semakin gemar membaca dan menulis,” tambahnya.

Baca juga : Harumkan Kudus, Desa Jepangpakis Raih Juara Nasional Jaga Desa Awards

Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya dialog yang digelar, tetapi juga pembacaan puisi oleh sejumlah pelajar. Adrian berharap, melalui forum ini, peserta mampu menemukan makna dalam setiap karya yang dihasilkan.

“Setiap karya pasti memiliki pesan. Dari sana, kita ingin mendorong bagaimana remaja bisa menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai,” jelasnya.

Ia menilai geliat sastra di Kudus sebenarnya sudah cukup baik, ditandai dengan banyaknya komunitas yang aktif menggelar berbagai kegiatan. Ke depan, pihaknya berharap kolaborasi antar komunitas dapat terus ditingkatkan.

“Harapannya, kita bisa bersinergi menggelar event bersama, tidak hanya puisi, tetapi juga cerpen, novel, dan karya sastra lainnya,” katanya.

Anggota DPRD Kabupaten Kudus sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Valerie Yudistira, mengungkapkan pihaknya ingin mendorong kreativitas generasi muda di bidang sastra. Apalagi, karya puisi kini mulai dirindukan oleh masyarakat Kudus.

“Saat ini minat sastra di Kudus memang menurun. Harapan saya sebagai anggota dewan yang menjaring aspirasi, anak muda perlu kita dorong untuk berperan di dunia sastra,” ungkapnya.

Terlebih, menurutnya sastra membentuk sebuah kebudayaan. Apalagi saat ini yang dibutuhkan adalah kebudayaan yang halus dan lembut, namun tetap kritis.

“Langkah ke depan, kami mendorong Jaker untuk membuat karya sastra berbentuk kritik sosial terhadap pemerintah, yang kemudian dapat diterbitkan dalam bentuk cetak sehingga bisa ditempatkan di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Dibayangi Banjir Rob, Pemkab Jepara Kembangkan Bibit Padi Biosalin

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Lahan pertanian di Kabupaten Jepara yang berada di daerah pesisir saat ini mulai dibayangi ancaman banjir rob.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir, mengatakan luas lahan pertanian di Jepara yang langsung berada di tepi pantai sekitar 1.200 hektare.

“Tapi kalau radiusnya ditarik lebih panjang itu sekitar 3 ribu hektare, karena air laut semakin masuk ke darat sehingga potensi kena rob juga tinggi,” kata Mundhofir kepada Betanews.id, Jumat (24/4/2026).

Sebagai upaya agar lahan pertanian di daerah pesisir tetap bisa aktif ditanami padi, pihaknya akan mengembangkan bibit padi jenis biosalin.

Pengembangan bibit tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan uji coba penanaman padi jenis biosalin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) Pertamina di Kabupaten Jepara.

Total terdapat 22 hektare lahan pertanian yang menjadi lokasi uji coba penanaman padi biosalin, yaitu di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, dan Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, masing-masing 10 hektare, serta di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, seluas dua hektare.

“Padi hasil panen akan kita pilah, kita seleksi, kita gunakan sebagai bibit untuk digunakan di lahan lain di sekitar pantai,” jelasnya.

Baca juga : Uji Coba Padi Biosalin di Jepara Berhasil Panen, Harapan Baru Bagi Petani di Lahan Pesisir

Selain itu, kerja sama dengan BRIN dan PGN Pertamina, kata Mundhofir, juga akan terus diupayakan agar penanaman bibit padi biosalin bisa menyasar lahan pertanian di daerah pesisir lainnya di Jepara.

Hal itu dilakukan sembari menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait penanaman padi biosalin di daerah pesisir.

“Di tingkat daerah kita akan lakukan pembibitan, sambil kita menunggu di level pusat yang nantinya akan didorong oleh Kementerian Bidang Pangan untuk kebijakan pengembangan padi biosalin secara lebih intensif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Pangan, Widiastuti, mengatakan pihaknya akan mendorong Kementerian Pertanian untuk membantu penyediaan bibit padi biosalin.

“Untuk bibit nanti akan kami koordinasikan dengan Kementerian Pertanian untuk ketersediaan bibit. Berapa kecukupannya nanti akan kami sampaikan,” katanya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Lelang Aset Stadion Wergu Wetan Ditaksir Capai Rp969,34 Juta, Pembongkaran Total Segera Dilakukan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai mempersiapkan tahapan lelang untuk pembongkaran Stadion Wergu Wetan. Diketahui, stadion kebanggaan warga Kudus tersebut akan dibangun kembali dengan skema renovasi total.

Adapun nilai material dari bangunan lama tersebut ditaksir mencapai Rp969,34 juta. Nilai tersebut berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, mengatakan nilai tersebut berasal dari potensi material bangunan yang masih memiliki nilai ekonomis. Beberapa material bangunan dinilai masih dapat dimanfaatkan kembali.

“Penaksiran dari KJPP Semarang menunjukkan nilai bongkaran stadion sekitar Rp969,34 juta. Itu karena masih ada sejumlah material yang bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya belum lama ini.

Djati menjelaskan, hasil appraisal ini akan menjadi dasar dalam proses lelang aset sebelum dilakukan penghapusan bangunan lama. Proses lelang nantinya akan dilakukan secara terbuka dengan menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang.

“Kami sedang menyiapkan seluruh administrasi agar lelang bisa segera dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap proses lelang dapat dimulai dalam waktu dekat, sehingga pembongkaran stadion bisa segera dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan fasilitas baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, menegaskan bahwa pembangunan stadion baru menjadi bagian dari program pemerintah pusat yang menargetkan standar internasional.

“Stadion akan dibangun ulang dengan standar Asian Football Confederation (AFC) dan kapasitas sekitar 8.000 penonton,” jelasnya.

Ia menyebut, Pemkab Kudus diminta memastikan area stadion dalam kondisi kosong, termasuk melakukan pembongkaran total sesuai kebutuhan pembangunan. Selama dua bulan ini, pihaknya fokus pada pembongkaran dan appraisal aset.

“April hingga Mei ini fokus pada pembongkaran dan appraisal aset. Sambil menunggu proses itu, kami juga melakukan pengosongan stadion,” tambahnya.

Menurut Harry, pembangunan fisik stadion diperkirakan mulai berjalan pada pertengahan 2026, tepatnya sekitar Juli hingga Agustus, setelah seluruh tahapan persiapan selesai.

“Konsepnya tanpa lintasan atletik agar lebih fokus ke sepak bola, dan tribun akan menggunakan kursi tunggal. Untuk atap, sementara direncanakan hanya di sisi barat,” ungkapnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Masuk Lahan Kritis, 300 Bibit Pohon Ditanam di Somosari Jepara

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebagai upaya menangani lahan kritis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melakukan penanaman 300 bibit pohon di Dukuh Sewengen, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara pada Jumat (24/4/2026).

Penanaman tersebut dilakukan dalam Program Jepara Menanam Jilid II Tahun 2026. Selain bertujuan mengurangi lahan kritis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini, mengatakan program itu juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Sebelumnya, Pemkab Jepara bersama masyarakat telah menyepakati gerakan penanaman sebanyak 800 ribu bibit setiap tahun, dengan target mencapai 3,2 juta pohon dalam kurun waktu empat tahun.

“Di Desa Somosari sendiri tercatat terdapat lahan kritis seluas 217 hektare. Melalui program ini, kami harapkan mampu menjadi upaya penyelamatan lingkungan serta sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana longsor dan kerusakan alam yang lebih luas,” katanya pada Jumat (24/4/2026).

Rini menambahkan, terdapat berbagai jenis tanaman yang ditanam dalam program tersebut, mulai dari tanaman keras hingga tanaman buah yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga : TMMD di Gelang Jepara: Bangun Jalan Sepanjang 500 Meter dan Rehab Dua RTLH

Dengan demikian, kegiatan penghijauan tersebut diharapkan juga dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jenis bibit yang disiapkan cukup beragam, mulai dari tanaman keras hingga tanaman buah seperti sengon, cemara laut, ketapang, alpukat, nangka, durian, mangga, tabebuya, matoa, dan sukun. Harapan kami, bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dipelihara hingga tumbuh kuat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” jelasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Uji Coba Padi Biosalin di Jepara Berhasil Panen, Harapan Baru Bagi Petani di Lahan Pesisir

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Uji coba penanaman padi biosalin yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Pertamina Gas Negara (PGN) di Kabupaten Jepara berhasil dipanen.

Di Kabupaten Jepara, total terdapat 22 hektare lahan pertanian yang menjadi lokasi uji coba penanaman padi biosalin.

Lokasinya berada di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo dan Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo yang masing-masing seluas 10 hektare. Sementara sisanya berada di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa seluas dua hektare.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, menjelaskan padi biosalin merupakan varietas padi yang sengaja disiapkan sebagai solusi agar lahan pertanian di daerah pesisir tetap bisa aktif berproduksi di tengah ancaman air rob.

Masa tanam hingga panen padi jenis tersebut, menurutnya, juga lebih cepat dibanding varietas padi lainnya, yakni 85–100 hari. Adapun potensi gabah yang dihasilkan sekitar sembilan ton per hektare.

“Hari ini kita melakukan panen Biosalin 1 dan Biosalin 2. Ini varietas unggul yang bisa tahan di lahan asin dengan salinitas yang tinggi,” katanya saat ditemui usai kegiatan panen padi biosalin di Desa Bandungharjo, Jumat (24/4/2026).

Meskipun berhasil dipanen, Arif mengatakan riset terkait jenis padi tersebut akan terus dilakukan sehingga dapat mendongkrak hasil panen dan mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Baca juga : TMMD di Gelang Jepara: Bangun Jalan Sepanjang 500 Meter dan Rehab Dua RTLH

Arif berharap ke depan, uji coba penanaman padi jenis tersebut juga bisa dilakukan di daerah lain, terutama lahan pertanian di daerah Pantai Utara (Pantura) yang saat ini sudah mengalami ancaman banjir rob.

“Semoga petani di Jepara bisa memanfaatkan dan menerapkannya di area yang lebih luas, terutama di daerah-daerah yang memiliki salinitas tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Pangan, Widiastuti, mengatakan lahan pertanian di daerah pesisir selama ini mampu menyumbang hasil produksi beras sekitar 30 persen dari target nasional.

Dengan adanya inovasi padi biosalin tersebut, ia berharap lahan pertanian di daerah pesisir mampu kembali aktif berproduksi dan menyumbang hasil produksi beras hingga 50 persen.

“Lahan pertanian yang memiliki kadar garam tinggi, terutama di daerah pesisir, tidak semua jenis padi bisa ditanam. Sehingga inovasi ini sangat bagus,” katanya.

Ke depan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendukung dan menyediakan bibit padi biosalin agar bisa lebih mudah diperoleh petani.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

7 Anak di Kudus Curi Tutup Drainase, Dijual Murah untuk Jajan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Polisi mengungkap kasus pencurian tutup drainase di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mengejutkan, tujuh pelaku yang diamankan seluruhnya masih berstatus anak di bawah umur.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan warga terkait hilangnya tutup drainase di Jalan Gang Mbah Mayung, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota Kudus. Laporan tersebut diterima Polsek Kudus Kota pada Kamis (23 April 2026) sekitar pukul 11.10 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara.

Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan petunjuk melalui rekaman CCTV. Dalam video tersebut terlihat tiga anak berboncengan sepeda motor yang diduga terlibat pencurian.

Rekaman tersebut kemudian beredar luas di masyarakat, karena kasus serupa juga terjadi di beberapa wilayah lain di Kudus.

Kapolsek Kudus Kota, Subkhan, mengatakan pihaknya langsung meningkatkan patroli wilayah. Langkah ini dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat.

Sekitar pukul 14.00 WIB, kata Subkhan, dua terduga pelaku berhasil diamankan di Kelurahan Sunggingan. Keduanya sempat diamankan di balai kelurahan sebelum dibawa ke Polsek untuk menghindari amuk massa.

“Dari dua anak yang diamankan, kami lakukan pengembangan hingga mengarah ke lima anak lainnya,” ujar Subkhan kepada Betanews.id melalui siaran tertulisnya, Jumat (24 April 2026).

Total tujuh anak berhasil diamankan polisi. Mereka masing-masing berinisial MJF (13), MBA (13), FAP (13), NH (14), BCS (15), MAN (13), dan PA (14).

Baca juga : Gudang Berisi Tembakau di Kudus Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Menurut Kapolsek, para pelaku telah beberapa kali melakukan aksi serupa. Lokasi pencurian meliputi wilayah Kecamatan Kota, Bae, dan Jati.

“Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita dua tutup drainase. Barang tersebut sebelumnya sempat dijual ke pengepul barang bekas,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, satu tutup drainase dijual seharga Rp9 ribu hingga Rp25 ribu. Uang hasil penjualan digunakan untuk jajan dan membeli makanan.

Karena seluruh pelaku masih di bawah umur, polisi menempuh penyelesaian melalui restorative justice. Proses ini melibatkan orang tua, sekolah, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas.

Para pelaku juga diberikan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan. Polisi berharap mereka tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami beri kesempatan karena mereka masih anak-anak. Namun jika mengulangi, akan diproses sesuai hukum,” tegas Subkhan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan. Warga diminta segera melapor jika menemukan tindak kejahatan.

Orang tua juga diingatkan untuk lebih mengawasi pergaulan anak. Selain itu, masyarakat diajak bersama menjaga fasilitas umum demi keselamatan bersama.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jaring Talenta Atlet Muda, Futsal Championship 2026 Libatkan Pelajar SD hingga SMA

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Futsal Championship 2026 resmi dibuka sebagai ajang kompetisi sekaligus pembinaan olahraga futsal bagi generasi muda di Kabupaten Kudus. Ajang kompetisi tersebut bahkan mendapat perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus yang siap mendukung pengembangan bakat atlet usia dini.

Sebagai informasi, Futsal Championship 2026 berlangsung selama lima hari, mulai Rabu hingga Minggu (22–26 April 2026) di GOR Bung Karno Kudus. Event tersebut digelar untuk berbagai kelompok usia, mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Rinciannya, kategori SD diikuti enam tim, SMP sebanyak 24 tim, dan SMA sebanyak 30 tim. Puluhan tim yang mengikuti ajang tersebut diharapkan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan.

Selain KONI, pembukaan turnamen turut dihadiri sejumlah perwakilan instansi olahraga daerah, seperti Askab Kabupaten Kudus, AFK Kabupaten Kudus, serta komunitas dan pegiat futsal setempat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung perkembangan olahraga futsal di Kabupaten Kudus.

Ketua KONI Kabupaten Kudus, Sulistiyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pihak swasta, yakni Rainafa Coffee, yang berani mengambil peran dalam pengembangan potensi anak muda. Ia menyebut langkah tersebut sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan jalur pembinaan prestasi bagi generasi muda di Kudus.

“Ini merupakan langkah positif. Ketika perusahaan turut berkontribusi dalam olahraga, khususnya futsal, dampaknya luas. Tidak hanya sekadar hobi, tetapi bisa menjadi jalan menuju prestasi,” bebernya.

Baca juga : Bupati Kudus Apresiasi Dua Siswi Tembus Timnas U-17, Siap TC ke Prancis

Pihaknya menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah kompetisi. Ia juga berpesan agar para peserta tidak hanya berfokus pada kemenangan semata, namun menjadikan turnamen sebagai sarana mempererat hubungan antar peserta dan sekolah.

“Semangat bertanding itu penting, tapi yang lebih utama adalah sportivitas. Jadikan ini sebagai pemersatu, bukan sekadar persaingan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Event Futsal Championship 2026, Sultan Wahyu Ashar, menjelaskan kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga pembinaan jangka panjang. Ia berharap turnamen ini mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial dari Kudus.

“Semoga melalui ajang ini bisa memberikan wadah bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga futsal. Sehingga nantinya bisa melahirkan atlet-atlet potensial yang siap mengharumkan daerah,” ungkapnya.

General Manager HBM Crop sekaligus pimpinan RAINAFA Coffee, Emawan Hadi Prasetiyo, bersama Hasan Al Ja’un menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong aktivitas positif di kalangan pemuda.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membangun. Futsal menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih produktif,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gedung Sehat RSUD Loekmono Hadi Segera Dibangun, Layanan Kesehatan di Kudus Naik Kelas

0
Bupati Kudus Sam'ani bersama Wabup Kudus Bellinda Birton saat meninjau pelayanan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Foto : Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan pembangunan Gedung Sehat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi mulai awal Mei 2026. Adanya gedung baru berkelas VVIP tersebut nantinya diharapkan membuat pelayanan kesehatan semakin maksimal.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, tahapan pengadaan kini sudah mendekati akhir. Setelah masa sanggah selesai, pembangunan fisik segera dimulai.

“Sekarang masih menunggu pengumuman dan masa sanggah. Setelah itu kemungkinan awal Mei sudah masuk tahap pelaksanaan,” ujar Bupati Sam’ani di Pendopo Kudus belum lama ini.

Ia menyebut, proses lelang pada dasarnya sudah rampung dan tinggal menyelesaikan administrasi. Penandatanganan kontrak akan dilakukan setelah seluruh tahapan tersebut selesai.

“Tahun ini sudah dilelang, jadi tinggal pelaksanaannya saja,” jelasnya.

Nilai investasi pembangunan Gedung Sehat, tuturnya, diperkirakan mencapai Rp90 miliar hingga Rp98 miliar. Pendanaan proyek akan menggunakan anggaran yang dikelola oleh RSUD Loekmono Hadi.

Sebagian pembiayaan dimungkinkan menggunakan skema pinjaman. Nominalnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan rumah sakit.

“Tidak masalah sebagian menggunakan dana pinjaman. Sebab ini untuk kegiatan positif dan berpeluang menghasilkan. Terpenting, pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Kudus bisa menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Sam’ani berharap pembangunan Gedung Sehat RSUD Loekmono Hadi dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kudus. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke daerah lain.

“Harapannya layanan semakin lengkap dan masyarakat bisa dilayani di daerah sendiri,” sebutnya.

Gedung Sehat RSUD Loekmono Hadi Kudus direncanakan terdiri dari enam lantai dan satu semi-basement. Setiap lantai akan difungsikan untuk layanan yang berbeda. Lokasi pembangunan berada di lahan eks Matahari Mall.

Rinciannya, lantai enam akan digunakan untuk ruang rawat inap VVIP yang terdiri dari 18 kamar untuk 18 pasien. Lantai lima diperuntukkan bagi rawat inap VIP dengan kapasitas 24 kamar yang dapat menampung hingga maksimal 38 pasien.

Pada lantai empat, fasilitas akan dilengkapi hotel dan restoran yang diperuntukkan bagi keluarga pasien maupun pengunjung. Sementara lantai tiga akan menampung layanan medis seperti rehabilitasi medik, klinik estetika, dan radiologi.

Kemudian lantai dua dirancang sebagai pusat layanan kesehatan yang berisi poliklinik VIP, layanan Medical Check Up (MCU), serta farmasi.

Adapun lantai satu difungsikan sebagai plaza dan area komersial tenant, sedangkan lantai semi-basement digunakan untuk parkir dan utilitas bangunan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Kunjungan Wisatawan Kudus di Triwulan I Capai 911.259, Peringkat 5 di Provinsi Jateng

0
Peziarah memadati jalan depan masjid Menara Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mencatat kunjungan wisatawan pada 2026 hingga triwulan I ini terbilang bagus. Diketahui, jumlah kunjungan wisatawan Kudus hingga Maret mencapai 911.259 pengunjung. Yakni, terdiri dari 911.241 wisatawan nusantara (wisnus) dan 18 wisatawan mancanegara (wisman).

Rinciannya, kunjungan wisata Kudus pada Januari mencapai 350.707 wisnus dan 4 wisman. Februari sebanyak 367.236 wisnus dan 6 wisman, sedangkan Maret sebanyak 193.298 wisnus dan 8 wisman.

Dengan jumlah tersebut, kunjungan wisata pada triwulan I ini berada di 5 besar se-Provinsi Jawa Tengah. Kudus berada di bawah Klaten di peringkat pertama, disusul Kota Semarang, Surakarta, dan Demak.

Data kunjungan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2025 sebesar 0,15 persen. Pada triwulan pertama 2025, Kudus dikunjungi sebanyak 912.648 orang.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto, menyampaikan faktor utama penurunan kunjungan wisatawan Kudus dipengaruhi oleh akses transportasi di dua objek wisata religi, yakni Makam Sunan Muria dan Makam Sunan Kudus, yang kurang memadai. Hal itu dinilai berdampak pada realisasi kunjungan ke Kudus.

“Jadi transportasi di dua makam (Sunan Kudus dan Sunan Muria) kurang penataan. Itu yang menjadikan kunjungan wisatawan di Kudus bisa menurun,” bebernya saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Jumat (24/4/2026).

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya bakal melakukan penataan, terutama dalam akses transportasi agar lebih memadai bagi pengunjung. Penataan akan difokuskan pada ojek dan area parkir di dua lokasi tersebut.

“Ke depan akan kami lakukan penataan, baik ojek maupun parkir, supaya pengunjung bisa nyaman ketika berkunjung ke Kabupaten Kudus, terutama di wisata religi tersebut,” imbuhnya.

Sebagai informasi, realisasi kunjungan wisata Kabupaten Kudus pada 2025 mencapai 3.621.768 pengunjung. Jumlah tersebut mengalami penurunan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Hanya 20 Bulan Menjabat, Empat Petinggi PAW di Jepara Resmi Dilantik

0
Empat petinggi Pengganti Antrwaktu (PAW) di Jepara yang baru dilantik. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo resmi melantik empat petinggi atau kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Pendopo Jepara pada Kamis (23/4/2026).

Empat petinggi tersebut yaitu Maskuri sebagai Petinggi Desa Platar Kecamatan Tahunan, Ali Masykuri sebagai Petinggi Desa Bugel dan Miftahul Khobid sebagai Petinggi Desa Tedunan Kecamatan Kedung, serta Suwoto sebagai Petinggi Desa Bandung Kecamatan Mayong.

Empat desa di tiga kecamatan itu sebelumnya sudah menggelar pemilihan petinggi PAW di balai desa masing-masing pada Senin (3/3/2026).

Mereka nantinya akan menjalankan masa jabatan hingga 4 Desember 2027 atau selama 20 bulan.

Sebelum memiliki petinggi definitif, empat desa di tiga kecamatan itu dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) petinggi yang diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

Usai dilantik, Wiwit berpesan agar para petinggi yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga perjalanan ke depan membawa manfaat dan kemajuan, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik dan menggerakkan roda pemerintahan desa,” katanya.

Wiwit juga menekankan pentingnya menjaga keselarasan pembangunan desa dengan program nasional maupun prioritas pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan agar Pemerintah Desa (Pemdes) mendukung 28 program unggulan dalam visi Jepara Mulus.

Baca juga : Usung Tema MBG, Festival Jondang di Kawak Jepara Berlangsung Meriah

“Arah pembangunan desa harus selaras dengan program nasional dan prioritas Kabupaten Jepara. Keberhasilan desa akan menjadi penopang utama keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Suwoto, Petinggi PAW Desa Bandung, mengaku akan berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia juga siap mendukung program-program pemerintah daerah.

“Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya serta mendukung kesuksesan program Bupati, Jepara Mulus, termasuk program ‘Bupati Ngantor di Desa’,” katanya.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Bantu Entaskan Kemiskinan, PT Djarum dan Polytron Salurkan 128 Rumah Layak Huni di Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – PT Djarum dan Polytron kembali menyalurkan bantuan melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus. Sebanyak 128 rumah direnovasi dan dibangun ulang dengan total anggaran mencapai Rp8,9 miliar.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan perusahaan.

Program RSLH tahap pertama 2026 menjangkau 14 kecamatan di Kudus. Rinciannya meliputi Kecamatan Bae sebanyak 24 rumah, Dawe 25 rumah, Jati 23 rumah, dan Kaliwungu 56 rumah.

Setiap unit rumah dibangun atau direnovasi dengan anggaran sekitar Rp70 juta. Program ini menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

Salah satu penerima bantuan, Krisna Sukmawati (30), mengaku kondisi rumahnya sebelumnya kerap bocor saat hujan. Ia mengatakan kini rumahnya jauh lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

“Kalau hujan deras, air sering masuk karena atap bocor. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik, kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi kontribusi PT Djarum dan Polytron dalam membantu masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan swasta.

“Program ini langsung menyentuh masyarakat dan membantu meningkatkan kesejahteraan. Harapannya, kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” kata Sam’ani.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menyebut program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat. Momentum 75 tahun PT Djarum juga menjadi penguat untuk terus menghadirkan program sosial yang berdampak.

Ia menjelaskan rumah yang dibangun memperhatikan aspek kenyamanan dan kesehatan. Desain hunian disesuaikan dengan kebutuhan keluarga serta dilengkapi ventilasi dan sanitasi yang baik.

Finance Director Polytron, Guido One Tuwan, menambahkan keterlibatan perusahaan dilandasi tanggung jawab sosial. Menurutnya, keberadaan Polytron di Kudus harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasakan dampak langsung dari keberadaan perusahaan. Rumah layak huni ini diharapkan menjadi awal kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Dari total 128 rumah, sebanyak 72 unit merupakan kontribusi PT Djarum dan 56 unit dari Polytron. Sepanjang 2026, kedua perusahaan menargetkan pembangunan 492 rumah di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Program tersebut akan diperluas ke beberapa wilayah seperti Brebes, Wonogiri, hingga Temanggung. PT Djarum juga dijadwalkan meresmikan 10 rumah di Brebes pada akhir April 2026.

Sejak 2022 hingga 2025, program RSLH telah merealisasikan 626 unit rumah di berbagai daerah. Wilayah penerima meliputi Kudus, Demak, Blora, hingga Purbalingga.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Usung Tema MBG, Festival Jondang di Kawak Jepara Berlangsung Meriah

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara kembali menggelar sedekah bumi berupa Festival Jondang yang berpusat di Balai Desa Kawak pada Kamis (23/4/2026).

Sejak pagi, ribuan masyarakat dari masing-masing RT tampak memadati area depan Kantor Balai Desa Kawak lengkap dengan jondang yang sudah dihias beraneka rupa.

Total terdapat 26 jondang yang diarak dalam gelaran festival tersebut. Rombongan berjalan mulai dari depan Kantor Balai Desa Kawak hingga Masjid Wali atau Punden Kawak sejauh 2,5 kilometer.

Sepanjang perjalanan, suasana semakin meriah dengan adanya hiburan musik tradisional seperti tongtek hingga sound system yang diangkut menggunakan mobil pikap.

Peserta lain yang berada di belakang turut mengenakan kostum beragam dan ikut meramaikan dengan menari.

Tidak sekadar diarak, jondang yang dibawa warga juga dilombakan. Penilaian dilakukan oleh dewan juri berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari hiasan, makna isi, nilai tradisional, kreativitas, keunikan, hingga kemeriahan peserta.

Beragam hasil bumi menjadi isi utama jondang, seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, pisang, serta buah-buahan. Selain itu, terdapat pula produk kerajinan warga, seperti anyaman bambu hingga ukiran kayu.

Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, menjelaskan pada tahun ini tema yang diusung yaitu ketahanan pangan untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga : Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Dihidupkan Kembali Mulai Tahun Depan

Ia mengatakan, tradisi itu penting untuk terus dilestarikan agar tidak punah dan tetap diteruskan oleh generasi mendatang.

“Jangan sampai generasi ke depan kehilangan budaya daerah. Jondang ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga memiliki filosofi mendalam,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Festival Jondang.

Heri menjelaskan, jondang berasal dari istilah “Jodone Ngandang”, yang dalam filosofi Jawa berkaitan dengan prosesi lamaran hingga pernikahan.

Dahulu, jondang menjadi barang umum yang dimiliki masyarakat, namun kini mulai berkurang seiring perkembangan zaman.

“Di Desa Kawak saat ini masih ada sekitar 30 jondang yang dimiliki warga. Bahkan sebagian masyarakat masih mempertahankan tradisi membawa jondang saat lamaran,” terangnya.

Festival Jondang sendiri mulai digagas sejak tahun 2014 oleh pemerintah desa sebagai upaya pelestarian budaya. Dalam perjalanannya, tradisi ini terus berkembang dan kini menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Ia menilai tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan.

“Kami bangga. Tradisi nguri-nguri budaya seperti ini jangan sampai terhenti,” ujarnya.

Ke depan, kata Ali, Disparbud mendorong agar Festival Jondang bisa diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada 2027.

Dengan pengajuan tersebut, Ali berharap Festival Jondang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

“Tahun ini ada enam tradisi Jepara yang diajukan menjadi WBTB. Harapan saya, tradisi Jondang ini juga diajukan sebagai WBTB pada 2027 mendatang,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Program Gentengisasi Prabowo Berpotensi Gerakkan Roda Ekonomi Jepara Senilai Rp13,5 Miliar

0

BETANEWS.ID, JEPARA – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo berpotensi menggerakkan roda perekonomian bagi pengrajin genteng di Jepara hingga Rp13,5 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono, menyebutkan pembangunan perumahan di Jepara pada tahun 2018–2026 mencapai 18.934 unit yang tersebar di 10 dari 16 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 50 persen unit rumah yang sudah terbangun. Sehingga, masih terdapat sekitar 9 ribu unit perumahan yang belum dibangun.

Eko menjelaskan, untuk membangun satu unit rumah subsidi ukuran 30×60 meter, dibutuhkan sekitar seribu genteng. Harga rata-rata genteng di Jepara sekitar Rp1.500 per buah.

“Total perputaran uang yang bisa diserap UMKM genteng di Jepara dari program gentengisasi sekitar Rp13,5 miliar. Kami berharap itu bisa terserap oleh UMKM genteng di Jepara,” ujar Eko saat ditemui di Kantor Disperkim Jepara, Kamis (23/4/2026).

Baca juga : Masuk Prioritas Program Gentengisasi Prabowo, Pengrajin Genteng di Jepara Justru Mulai Langka

Jumlah pengrajin genteng di Jepara, khususnya di Kecamatan Mayong, tercatat sebanyak 317 pengrajin.

Namun demikian, Eko mengatakan, program tersebut masih bersifat imbauan dari pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya di daerah hanya bisa mengimbau para pengembang perumahan di Jepara untuk menggunakan atap genteng pada proyek yang sedang dibangun.

“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada pengembang perumahan, tetapi karena dari pusat juga sifatnya imbauan, kami di daerah hanya bisa mengimbau,” ujarnya.

Meski demikian, respons pengembang di Jepara terhadap program gentengisasi dinilai cukup positif.

“Pengembang pada prinsipnya ikut mendukung karena hal itu dapat membantu mengembangkan UMKM genteng di Jepara,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Forum Komunikasi Developer Property (FKDP) Jepara, Habli Mubarok, mengatakan sebagai pengembang perumahan, dirinya sudah lama menggunakan genteng dan batu bata merah dalam pembangunan perumahan.

Terkait program gentengisasi, menurutnya, tidak semua pengembang di Jepara mendukung. Sebagian pengembang yang kurang mendukung umumnya disebabkan keterbatasan stok produksi genteng di Jepara.

Selain itu, dari sisi biaya produksi, terdapat selisih ketika menggunakan atap genteng dibandingkan galvalum.

“Selisih biaya produksinya sekitar Rp1–2 juta jika menggunakan genteng. Namun hal itu tidak terlalu dipersoalkan,” ujarnya saat ditemui di kawasan perumahan Kelurahan Ujung Batu, Jepara.

Ia berharap para pengrajin genteng di Jepara dapat meningkatkan kapasitas produksi, sehingga pengembang perumahan dapat lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan program gentengisasi.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Hotel Horison IJ Resmi Dibuka, Perkuat Kudus sebagai Kota Sport Tourism

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Hotel baru Horison Indah Jaya (IJ) resmi berdiri dan mulai beroperasi di Kabupaten Kudus. Kehadiran hotel berbintang ini semakin melengkapi fasilitas pariwisata di Kota Kretek yang tengah mengembangkan konsep sport tourism.

Inaugurasi Hotel Horison IJ Kabupaten Kudus dilaksanakan pada Rabu (22/4/2026) petang. Peresmian hotel yang beralamat di Jalan Kepodang, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Vice President PT Metropolitan Golden Management – Horison Hotels Group, Vemy Irawati Supomo, menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Horison Indah Jaya, grup Horison kini memiliki dua hotel di Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Hotel @HOM Horison telah lebih dulu berdiri dan beroperasi di Kota Kretek.

“Salah satu alasan kami mengelola satu hotel tambahan di Kudus karena tingkat okupansi di hotel pertama cukup tinggi. Selain itu, kami menangkap peluang dari banyaknya event olahraga yang diselenggarakan secara rutin di Kota Kretek, terutama dari PT Djarum,” ujar Vemy kepada awak media.

Ia mengungkapkan, banyaknya event olahraga yang digelar membuat Kudus menuju sebagai kota sport tourism. Setiap ada event tersebut, banyak atlet dan tim dari berbagai daerah datang ke Kudus dan membutuhkan hotel untuk menginap.

“Setiap ada event olahraga di Kudus, Hotel @HOM Horison selalu penuh. Hal itu menjadi indikator kami untuk mengelola satu hotel lagi di sini,” jelasnya.

Hotel Horison IJ yang baru diresmikan ini merupakan tahap pertama, dengan total 43 kamar. Fasilitas yang tersedia antara lain ballroom, kolam renang, gym, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Memasuki semester kedua tahun ini, akan dilakukan peresmian tahap kedua Hotel Horison IJ Kudus. Nantinya jumlah kamar akan bertambah menjadi total 100 kamar.

“Dan nanti kelasnya juga akan meningkat. Saat ini bintang tiga, akan naik menjadi hotel bintang empat,” ujarnya.

Baca juga : Dukung Transisi Energi Hijau di Tengah Kenaikan Harga BBM, RS Mardi Rahayu Hadirkan SPKLU

Ia berharap dengan beroperasinya hotel kedua ini, pihaknya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut antusias kehadiran hotel berbintang baru di Kota Kretek. Secara pribadi dan atas nama pemerintah kabupaten, ia mengucapkan selamat dan sukses atas beroperasinya Hotel Horison IJ di Kudus.

“Hotel Horison IJ di Kudus ini sangat strategis. Lokasinya dekat dengan Alun-Alun Simpang Tujuh. Akses ke tempat wisata religi Menara Kudus maupun pusat perbelanjaan juga cukup dekat,” ujar Sam’ani.

Ia juga berkomitmen mendukung iklim usaha perhotelan di Kabupaten Kudus. Salah satunya dengan menginstruksikan jajaran instansi Pemkab Kudus agar tamu dari luar kota dapat diarahkan menginap di hotel-hotel yang ada di Kudus.

“Selama ini banyak tamu kunjungan Pemkab Kudus yang justru menginap di Semarang. Oleh karena itu, kami akan mengimbau agar ke depan mereka menginap di hotel di Kudus,” tegasnya.

Sam’ani menambahkan, Pemkab Kudus berkomitmen mempermudah perizinan bagi para investor. Menurutnya, masuknya investasi akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak.

“Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih serta selamat atas beroperasinya Hotel Horison IJ di Kudus,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -