Program Gentengisasi Prabowo Berpotensi Gerakkan Roda Ekonomi Jepara Senilai Rp13,5 Miliar

BETANEWS.ID, JEPARA – Program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo berpotensi menggerakkan roda perekonomian bagi pengrajin genteng di Jepara hingga Rp13,5 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono, menyebutkan pembangunan perumahan di Jepara pada tahun 2018–2026 mencapai 18.934 unit yang tersebar di 10 dari 16 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 50 persen unit rumah yang sudah terbangun. Sehingga, masih terdapat sekitar 9 ribu unit perumahan yang belum dibangun.

-Advertisement-

Eko menjelaskan, untuk membangun satu unit rumah subsidi ukuran 30×60 meter, dibutuhkan sekitar seribu genteng. Harga rata-rata genteng di Jepara sekitar Rp1.500 per buah.

“Total perputaran uang yang bisa diserap UMKM genteng di Jepara dari program gentengisasi sekitar Rp13,5 miliar. Kami berharap itu bisa terserap oleh UMKM genteng di Jepara,” ujar Eko saat ditemui di Kantor Disperkim Jepara, Kamis (23/4/2026).

Baca juga : Masuk Prioritas Program Gentengisasi Prabowo, Pengrajin Genteng di Jepara Justru Mulai Langka

Jumlah pengrajin genteng di Jepara, khususnya di Kecamatan Mayong, tercatat sebanyak 317 pengrajin.

Namun demikian, Eko mengatakan, program tersebut masih bersifat imbauan dari pemerintah pusat. Karena itu, pihaknya di daerah hanya bisa mengimbau para pengembang perumahan di Jepara untuk menggunakan atap genteng pada proyek yang sedang dibangun.

“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada pengembang perumahan, tetapi karena dari pusat juga sifatnya imbauan, kami di daerah hanya bisa mengimbau,” ujarnya.

Meski demikian, respons pengembang di Jepara terhadap program gentengisasi dinilai cukup positif.

“Pengembang pada prinsipnya ikut mendukung karena hal itu dapat membantu mengembangkan UMKM genteng di Jepara,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Forum Komunikasi Developer Property (FKDP) Jepara, Habli Mubarok, mengatakan sebagai pengembang perumahan, dirinya sudah lama menggunakan genteng dan batu bata merah dalam pembangunan perumahan.

Terkait program gentengisasi, menurutnya, tidak semua pengembang di Jepara mendukung. Sebagian pengembang yang kurang mendukung umumnya disebabkan keterbatasan stok produksi genteng di Jepara.

Selain itu, dari sisi biaya produksi, terdapat selisih ketika menggunakan atap genteng dibandingkan galvalum.

“Selisih biaya produksinya sekitar Rp1–2 juta jika menggunakan genteng. Namun hal itu tidak terlalu dipersoalkan,” ujarnya saat ditemui di kawasan perumahan Kelurahan Ujung Batu, Jepara.

Ia berharap para pengrajin genteng di Jepara dapat meningkatkan kapasitas produksi, sehingga pengembang perumahan dapat lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan program gentengisasi.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER