BETANEWS.ID, JEPARA – Lahan pertanian di Kabupaten Jepara yang berada di daerah pesisir saat ini mulai dibayangi ancaman banjir rob.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir, mengatakan luas lahan pertanian di Jepara yang langsung berada di tepi pantai sekitar 1.200 hektare.
“Tapi kalau radiusnya ditarik lebih panjang itu sekitar 3 ribu hektare, karena air laut semakin masuk ke darat sehingga potensi kena rob juga tinggi,” kata Mundhofir kepada Betanews.id, Jumat (24/4/2026).
Sebagai upaya agar lahan pertanian di daerah pesisir tetap bisa aktif ditanami padi, pihaknya akan mengembangkan bibit padi jenis biosalin.
Pengembangan bibit tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan uji coba penanaman padi jenis biosalin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) Pertamina di Kabupaten Jepara.
Total terdapat 22 hektare lahan pertanian yang menjadi lokasi uji coba penanaman padi biosalin, yaitu di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, dan Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, masing-masing 10 hektare, serta di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, seluas dua hektare.
“Padi hasil panen akan kita pilah, kita seleksi, kita gunakan sebagai bibit untuk digunakan di lahan lain di sekitar pantai,” jelasnya.
Baca juga : Uji Coba Padi Biosalin di Jepara Berhasil Panen, Harapan Baru Bagi Petani di Lahan Pesisir
Selain itu, kerja sama dengan BRIN dan PGN Pertamina, kata Mundhofir, juga akan terus diupayakan agar penanaman bibit padi biosalin bisa menyasar lahan pertanian di daerah pesisir lainnya di Jepara.
Hal itu dilakukan sembari menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait penanaman padi biosalin di daerah pesisir.
“Di tingkat daerah kita akan lakukan pembibitan, sambil kita menunggu di level pusat yang nantinya akan didorong oleh Kementerian Bidang Pangan untuk kebijakan pengembangan padi biosalin secara lebih intensif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Pangan, Widiastuti, mengatakan pihaknya akan mendorong Kementerian Pertanian untuk membantu penyediaan bibit padi biosalin.
“Untuk bibit nanti akan kami koordinasikan dengan Kementerian Pertanian untuk ketersediaan bibit. Berapa kecukupannya nanti akan kami sampaikan,” katanya.
Editor : Kholistiono

