BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mencatat kunjungan wisatawan pada 2026 hingga triwulan I ini terbilang bagus. Diketahui, jumlah kunjungan wisatawan Kudus hingga Maret mencapai 911.259 pengunjung. Yakni, terdiri dari 911.241 wisatawan nusantara (wisnus) dan 18 wisatawan mancanegara (wisman).
Rinciannya, kunjungan wisata Kudus pada Januari mencapai 350.707 wisnus dan 4 wisman. Februari sebanyak 367.236 wisnus dan 6 wisman, sedangkan Maret sebanyak 193.298 wisnus dan 8 wisman.
Dengan jumlah tersebut, kunjungan wisata pada triwulan I ini berada di 5 besar se-Provinsi Jawa Tengah. Kudus berada di bawah Klaten di peringkat pertama, disusul Kota Semarang, Surakarta, dan Demak.
Data kunjungan tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan pertama 2025 sebesar 0,15 persen. Pada triwulan pertama 2025, Kudus dikunjungi sebanyak 912.648 orang.
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto, menyampaikan faktor utama penurunan kunjungan wisatawan Kudus dipengaruhi oleh akses transportasi di dua objek wisata religi, yakni Makam Sunan Muria dan Makam Sunan Kudus, yang kurang memadai. Hal itu dinilai berdampak pada realisasi kunjungan ke Kudus.
“Jadi transportasi di dua makam (Sunan Kudus dan Sunan Muria) kurang penataan. Itu yang menjadikan kunjungan wisatawan di Kudus bisa menurun,” bebernya saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Jumat (24/4/2026).
Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya bakal melakukan penataan, terutama dalam akses transportasi agar lebih memadai bagi pengunjung. Penataan akan difokuskan pada ojek dan area parkir di dua lokasi tersebut.
“Ke depan akan kami lakukan penataan, baik ojek maupun parkir, supaya pengunjung bisa nyaman ketika berkunjung ke Kabupaten Kudus, terutama di wisata religi tersebut,” imbuhnya.
Sebagai informasi, realisasi kunjungan wisata Kabupaten Kudus pada 2025 mencapai 3.621.768 pengunjung. Jumlah tersebut mengalami penurunan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Editor: Kholistiono

