1.210 Calhaj Kudus Ikuti Praktik Manasik, Ada Simulasi Lempar Jumrah hingga Tawaf

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus tampak khidmat dalam mengikuti rangkaian pendalaman haji, termasuk praktik manasik yang diselenggarakan oleh panitia Pendalaman Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P4H) IPHI Kudus. Terdapat tiga titik yang digunakan untuk mengibaratkan lokasi di Tanah Suci.

Gedung JHK difungsikan seolah-olah sebagai Arafah, Gedung DPRD Kabupaten Kudus sebagai lokasi melempar jumrah, dan Simpang Tujuh Alun-alun Kudus sebagai Masjidil Haram. Hal itu dilakukan oleh panitia untuk mematangkan persiapan calhaj dalam beribadah di Tanah Suci nantinya.

Ketua P4H IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, menegaskan bahwa panitia hanya memantapkan persiapan sebelum calhaj dari Kudus diberangkatkan ke Baitullah, agar mereka mengetahui dan mendalami apa saja yang dilakukan saat berada di sana.

-Advertisement-

“Tugas kami hanya memantapkan persiapan calhaj sekaligus sebagai bekal mereka ketika melaksanakan ibadah di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, jumlah calhaj asal Kabupaten Kudus yang akan diberangkatkan sebanyak 1.210 orang, termasuk petugas kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD). Calhaj termuda berusia 18 tahun dan tertua 85 tahun.

Baca juga : Kisah Haru Kuli Panggul Kudus, Gigih Menabung hingga Bisa Naik Haji

“Dari total tersebut, didominasi perempuan dengan persentase 55 persen. Beberapa waktu lalu memang ada satu jemaah yang meninggal dunia, kemudian pasangannya tidak jadi berangkat. Sehingga ada dua warga Tegal yang nantinya akan bergabung dengan calhaj Kudus,” terangnya.

Deka menyebut, kondisi cuaca di Arab Saudi mengalami penurunan sekitar 10 derajat dalam dua tahun terakhir, dengan rata-rata di kisaran 40 derajat Celsius. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, suhu di sana bisa mencapai 50 derajat Celsius.

“Harapannya cuaca di sana tidak terlalu panas. Namun kami tetap mengimbau calhaj agar menjaga kondisi fisik selama masa persiapan ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar calhaj asal Kudus masuk dalam gelombang pertama yang akan menuju Madinah terlebih dahulu. Dengan demikian, jemaah berkesempatan melaksanakan salat Arbain, yakni 40 waktu salat berturut-turut.

“Kesempatan ini sangat langka, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Salah satu calhaj kloter 41, Aniq Muhammad Makki (35), menuturkan dirinya telah melakukan persiapan manasik dengan baik, yang sebelumnya telah dikoordinasikan oleh panitia. Ia juga rutin melakukan latihan fisik.

“Setiap pagi saya latihan di Alun-alun Kudus dengan berjalan kaki mengelilingi hingga 7 sampai 10 putaran, untuk menjaga kebugaran,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER