BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar operasi pasar di sembilan kecamatan. Program ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat di tengah harga bahan pokok yang kian mahal.
Dalam program tersebut, tiga komoditas dijual lebih murah atau sesuai harga normal, yakni gas elpiji, beras SPHP, dan Minyakita yang masing-masing dipasarkan di bawah harga pasaran. Seperti yang terlihat di Kantor Kecamatan Jati, warga berbondong-bondong memanfaatkan momen yang hanya digelar sehari itu.
Sekretaris Disdag Kabupaten Kudus, Sugiharto, menyampaikan bahwa masing-masing kecamatan nantinya akan mendapatkan jatah kegiatan serupa untuk membantu masyarakat. Adapun kuota ketersediaan barang di setiap kecamatan meliputi beras SPHP total 21 ton, Minyakita 14 dus atau 160 liter, dan gas elpiji sebanyak 1.000 tabung.
“Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan momen ini. Harapannya harga bahan pokok di Kudus bisa stabil dan dapat dijangkau oleh masyarakat,” bebernya saat mengunjungi program tersebut di Kecamatan Jati, Selasa (21/4/2026).
Baca juga : Bank Jateng Gelar Mini Expo KKB dan KPR, ASN Bisa Tanpa Uang Muka
Ia mengatakan, program itu merupakan kegiatan Pemkab Kudus yang dilaksanakan secara maraton di sembilan kecamatan. Pada hari ini, program digelar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Undaan, dan Kota.
“Tujuannya agar masyarakat tenang dan nyaman, bahwa ketersediaan ini masih ada, sehingga isu yang berkembang terkait kelangkaan dan sebagainya bisa diminimalisasi. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih tenang dan tidak takut akan pasokan barang, sehingga harga dapat tetap stabil,” jelasnya.
Camat Jati, Muhammad Zainuddin, menuturkan bahwa program tersebut, khususnya di wilayahnya, menyasar warga kurang mampu. Bahkan, warga diwajibkan membawa fotokopi KTP untuk membeli bahan pokok yang tersedia.
“Sasaran kami utamakan masyarakat kurang mampu, dibuktikan melalui KTP masing-masing serta kami sinergikan dengan data DTSEN sehingga bisa dicek apakah yang bersangkutan benar-benar membutuhkan atau tidak,” terangnya.
Ia menyebut antusiasme warga cukup tinggi terhadap program tersebut. Menurutnya, pihak kecamatan telah menyosialisasikan kegiatan itu melalui kanal media sosial agar diketahui masyarakat, khususnya warga Kecamatan Jati.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Semoga ketersediaan paket sembako ini mencukupi dan bisa memberikan sedikit kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujarnya.
Untuk harga bahan pokok dalam program itu tergolong standar, yakni beras SPHP 5 kilogram seharga Rp56.500, gas elpiji 3 kg Rp18.000, serta Minyakita 1 liter Rp15.700. Harga tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah, sehingga banyak warga tertarik untuk membeli.
Salah satu warga, Yesi Amalia, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat digelar secara rutin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan seperti dirinya.
“Ini baru beli beras, rencananya mau beli semua karena harganya jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran,” ujar warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.
Hal senada juga disampaikan Mustaidah. Warga Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengaku senang dapat membeli elpiji dengan harga lebih murah, yakni Rp18 ribu. Meski tidak mendapatkan minyak goreng karena stok habis, hal itu tetap membantunya.
“Tadi mau beli beras dan minyak, tapi minyak goreng sudah habis. Tapi tidak masalah karena sudah mendapat tabung gas elpiji dengan harga lebih murah,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

