Beranda blog Halaman 139

Becak Listrik Prabowo Tak Sekuat Becak Motor, Tukang Becak Jepara: ‘Mau Buat Becak Wisata’ 

0
Seorang tukang becak sedang berpose di atas becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Seratus tukang becak dari seluruh wilayah di Kabupaten Jepara memadati Area Lapangan GOR Futsal, Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Rabu, (12/11/2025) pagi. 

Di dalamnya sudah terdapat 100 becak bercorak merah tua dengan tenaga listrik yang terparkir rapi. Usai memastikan nama mereka tercantum sebagai daftar penerima, para tukang becak yang semuanya sudah berusia lanjut (Lansia) mendatangi becak-becak tersebut. 

Baca Juga: Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

Suara klakson becak kemudian mulai terdengar bersahutan. Mereka yang setiap harinya menjadi pengayuh becak ontel maupun pengemudi becak motor, ingin memastikan bagaimana cara mengoperasikan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo. 

Supardi Zipon (70), Tukang Becak asal Desa Kelet RT 5 RW 1, Kecamatan Keling yang setiap hari mangkal di Pasar Kelet mengaku senang, bisa menjadi salah satu penerima becak listrik. 

Sebab, dari 15 tukang becak yang biasa mencari nafkah di Pasar Kelet tidak semuanya mendapat bantuan becak. 

“Alhamdulillah, Remen (senang), namanya dikasih nggeh remen (senang),” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di lokasi pembagian becak listrik. 

Supardi bercerita, ia menjadi tukang becak sudah sekitar 45 tahun. Yaitu mulai tahun 1980-an. Saat itu ia masih menjadi tukang pengayuh becak ontel. Hingga sekarang memiliki satu unit becak motor. 

Setiap hari, karena penumpang becak mulai minim, Supardi juga menerima jasa angkut barang dari para pedagang di Pasar Kelet. Dalam sekali angkut, Supardi biasanya mendapat uang sekitar Rp25-30 ribu. Sehari, Supardi biasanya mampu mendapat uang sekitar Rp80-100 ribu per hari. 

“Ngangkutnya serbaguna (seadanya), kadang penumpang, kadang barang. Tapi yang ramai barang, kalau penumpang sepi, pada pakai motor sih sekarang,” kata Supardi. 

Akan tetapi, meskipun setiap hari yang cukup ramai dicari pedagang merupakan jasa angkut barang, Supardi berencana tidak menggunakan bantuan becak dari Presiden Prabowo untuk bekerja di Pasar. 

Becak itu, justru rencananya akan ia gunakan sebagai becak wisata di sekitar Alun-Alun Keling. 

“Mboten dibetho ke pasar (Ngga dibawa ke pasar), eman-eman. InsyaAllah ndamel kerja di Alun-Alun, buat jalan-jalan jadi becak wisata,” ungkap Supardi. 

Sementara itu, Sudi (60) Tukang Becak asal Kelurahan Ujung Batu RT 16 RW 4, Kecamatan Jepara juga berencana tidak sepenuhnya menggunakan becak listrik bantuan dari Prabowo untuk mencari nafkah sehari-hari. 

Baca Juga: Empat Peserta PPPK di Jepara Mengundurkan Diri 

Sudi mengatakan ia memilih tetap menggunakan becak motor miliknya untuk bekerja. Sebab ia yang setiap hari mangkal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu Jepara terbiasa mengangkut ember berisi ikan dengan muatan sekitar 2-3 kwintal sekali angkut.  

“Dipake tapi paling buat yang ringan-ringan, soalnya ini (becak listrik) kan kurang kuat. Kalau becak motor kan lebih kuat, lebih tahan. Rawan juga kalau ini (becak listrik). Rawan konslet, buat muatan berat ngga bisa,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Presiden Prabowo Berikan 80 Becak Listrik bagi Tukang Becak Lansia di Kudus

0
80 Tukang becak menerima bantuan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (12/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Raut wajah sumringah terpancar jelas dari puluhan tukang becak di Kabupaten Kudus, saat menerima bantuan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto, di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (12/11/2025). Bantuan tersebut diberikan utamanya bagi tukang becak yang berusia lebih dari 60 tahun. 

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuryana menjelaskan, bahwa program bantuan tersebut diberikan dari uang pribadi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, prioritas bantuan diperuntukan untuk tukang becak yang aktif dan dinilai kurang mampu.

Baca Juga: PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen

“Bermula dari keperihatinan presiden ketika melihat pengemudi becak yang terlihat berat saat mengayuh becak, utamanya pada usia tua. Sehingga bantuan ini sudah terpikir jauh sebelum beliau menjabat sebagai presiden,” bebernya.

Ia menuturkan, saat ini sudah ada 2.180 unit dari target 10.000 unit becak listrik yang akan disalurkan kepada penerima manfaat. Untuk Kabupaten Kudus, ada sebanyak 80 unit becak listrik diberikan kepada masyarakat.

Pihaknya mengaku, sejauh ini Kudus dinilai lebih siap dari pada daerah lainnya. Sebab Kudus bakal menyiapkan titik-titik pengecesan demi mendukung program pribadi Presiden Prabowo Subianto.

“Di Kudus saya melihat perbedaan, dari beberapa kabupaten/kota yang kami kunjungi, Kudus yang paling siap mendukung program ini. Bupati Kudus tadi menyebut bakal menyiapkan titik tertentu untuk tempat mengeces batrai secara gratis,” jelasnya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto lewat Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, yang telah memberikan bantuan becak untuk masyarakat Kudus. Pemkab kini telah mengajukan lagi bantuan becak tersebut untuk masyarakat yang belum kebagian. 

“Harapannya pendapatan para tukang becak dengan adanya bantuan ini meningkat. Sebab bisa digunakan untuk angkutan orang, barang, dan juga pariwisata,” jelasnya.

Apabila ada becak yang membutuhkan perawatan, sebutnya, bisa dibawa langsung ke Dinas Perhubungan untuk dilakukan perbaikan. Tak hanya itu, demi mendukung program tersebut, pihaknya meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kudus untuk membuat stasiun pengecasan untuk becak listrik. 

“Saya mencoba langsung, ternyata sangat enteng dan cepat lajunya. Hati-hati bagi para tukang becak, mungkin pengenalan kendaraan butuh dua sampai tiga hari biar bisa lancar,” terangnya.

Salah satu penerima, Suwandi (71) mengaku senang mendapat bantuan tersebut. Dia berharap dengan adanya bantuan itu bisa lebih meringankan beban dan meningkatkan pendapatannya.

“Perasaannya senang, Alhamdulillah. Sangat berterimakasih kepada Presiden Prabowo sudah membantu kami,” terang kakek delapan cucu tersebut. 

Baca Juga: Menuju Smart City, Kudus Tambah ATCS di Simpang DPRD 

Selama ini pihaknya telah melakukan aktivitasnya sebagai tukang becak sejak 1969 dengan penghasilan yang tak menentu. Bahkan perharinya, pendapatan yang diperoleh paling banyak sebesar Rp20 ribu.

“Sekarang untuk becak ontel sepi, banyak kendaraan roda dua yang lebih mudah melayani penumpang,” imbuh warga beralamat Kelurahan Wergu Wetan RT 2 RW 3, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ahmad Luthfi Komitmen Berikan Pemberdayaan Kepada Perempuan

0
Pelantikan pengurus DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2025-2030 di Hotel Noormans, Kota Semarang, Rabu (12/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berkomitmen memberikan program pemberdayaan bagk perempuan di wilayahnya, salah satunya melalui program Kecamatan Berdaya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2025-2030 di Hotel Noormans, Kota Semarang, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

“Kita punya program Kecamatan Berdaya, agar para perempuan memiliki suatu kemandirian terkait dengan dirinya sendiri maupun orang lain, orientasinya adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain, juga bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif,” kata Luthfi.

Sejauh ini sudah ada 150 kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jateng yang dijadikan sebagai pilot project Program Kecamatan Berdaya. Program ini terstruktur dan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki roadmap dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Tidak hanya dalam bidang politik tetapi juga dalam hal-hal yang lebih mendasar seperti pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, hingga pendampingan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Dalam kesempatan itu, Ia berharap DPD KPPI Provinsi Jawa Tengah dapat bersinergi dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, untuk memberikan edukasi politik dan menyukseskan program pemberdayaan perempuan melalui kecamatan berdaya.

Luthfi berharap, kegiatan tersebut tidak hanya seremonial tetapi bagaimana melakukan aksi nyata.

“Perempuan-perempuan yang hari ini dilantik dapat memberikan suatu warna dalam berkiprah dan berpolitik, sehingga Jawa Tengah lebih berdaya,” katanya.

Dalam kancah perpolitikan, lanjut dia, perempuan di Jawa Tengah baru menempati sekitar 24 kursi di DPR RI atau sekitar 20% sedangkan laki-laki 80%.

Baca Juga: Buka MTQH XXXI Tingkat Provinsi, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an dan Hadis Pedoman Hidup

Ia ingin lebih banyak perempuan dari Jawa Tengah yang terlibat dalam dunia politik dan mengisi posisi-posisi penting. Oleh karena itu pendidikan politik menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tersebut.

“Inilah kiprah yang harus kita tunggu, sehingga Jawa Tengah lebih berdaya,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

100 Tukang Becak di Jepara Terima Bantuan Becak Listrik Prabowo 

0
Seorang tukang becak sedang mengendarai becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan becak listrik berwarna merah tua terparkir rapi di area lapangan GOR Futsal, Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara. Senyum sumringah begitu terpancar dari wajah para pengemudi becak yang semuanya sudah berusia lanjut (Lansia).

Becak listrik itu merupakan bantuan dari Presiden Prabowo yang diberikan kepada 100 tukang becak di Kabupaten Jepara melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Baca Juga: Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

Satu unit bantuan becak listrik memiliki harga Rp22 juta. Becak itu mampu menempuh jarak sekitar 35 km saat kapasitas baterai terisi penuh. Beban berat maksimal yang bisa diangkut sekitar 200 kg. Dengan kapasitas baterai 500 watt, becak itu disarankan dipakai dengan kecepatan maksimal 15 km/menit.

Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan pada Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Zaidirina menjelaskan bantuan becak itu merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo.   

“Harapan Pak Presiden bisa membantu masyarakat pengemudi becak yang sudah Lansia supaya tetap dapat penghasilan dan kesehatannya bisa terjaga,” katanya saat ditemui usai penyerahan bantuan becak listrik di Stadion GBK Jepara, Rabu (12/11/2025). 

Selain itu, karena becaknya cukup bagus Zaidrina mengatakan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo juga bisa digunakan untuk wisata. 

Di tahun ini, Zaidrina mengatakan total bantuan becak listrik yang diserahkan yaitu sebanyak 10 ribu unit dan jumlahnya akan ditambah sekitar 20 ribu unit pada tahun 2026. 

“Untuk sementara yang bisa menerima ini pengemudi  becak usai 60 tahun ke atas, tapi di tahun 2026 kita usahakan bisa menjangkau pengemudi becak yang usia 50 tahun ke atas,” katanya. 

Sejalan dengan itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan bahwa di Kabupaten Jepara bantuan becak listrik belum bisa menyasar kepada seluruh tukang becak. Salah satunya penyebabnya karena terkendala batas minimal usia. 

“Di Jepara ini banyak pembecak yang belum mendapatkan karena terkendala usia. Untuk itu kami berharap usia penerima becak diturunkan jadi minimal 50 tahun dan tadi di ACC untuk pengajuan usia 50 tahun ke atas,” kata Wiwit. 

Baca Juga: Empat Peserta PPPK di Jepara Mengundurkan Diri 

Sehingga setelah ini, Wiwit mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan melakukan pendataan secara aktual kepada pengemudi becak yang usianya minimal 50 tahun. 

“Harapannya bisa mengurangi keletihan dan bisa menaikkan pendapatan para pengayuh becak di Kabupaten Jepara,” ujar Wiwit. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen

0
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan Daerah (BPPKAD), Djati Solechah. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus optimis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak bisa mencapai target di akhir tahun 2025. Pasalnya, hingga 31 Oktober realisasi capaiannya sudah 84,57 persen.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan Daerah (BPPKAD), Djati Solechah mengatakan, target PAD Pemkab Kudus dari sektor pajak di Anggaran Perubahan Belanja Daerah (APBD) 2025 Perubahan sebesar Rp326,4 miliar. Hingga Oktober realisasinya tercapai Rp276 miliar.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Usulkan Grand Desain Logistik Nasional, Solusi Win-win Songsong Zero ODOL 2027

“Capaian tersebut setara dengan 84,57 persen. Dengan hanya kurang sekira 15,43, kami optimis bisa mencapai target,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.

Dari 9 sektor pajak, ungkap Djati, realisasi tertinggi yakni Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBBP2) yang tercapai 98,26 persen. Target sebesar Rp54 miliar tercapai kurang lebih Rp53,06 miliar.

“Kemudian disusul, Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBPHTB) – Pemindahan Hak yang sudah tercapai 89,99 persen. Dari target kurang lebih sebesar Rp46,65 miliar, sudah terealisasi sebesar Rp41,98 miliar,” bebernya.

Lalu, kata Djati, ada opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sudah tercapai 82,26 persen. Dari target kurang lebih Rp77,6 miliar, sudah terealisasi sebesar Rp63,8 miliar.

“Disusul Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang realisasinya sudah 81,15 persen. Target sebesar Rp99,7 miliar, hingga akhir Oktober sudah tercapai Rp80,9 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan Pajak Air Tanah, tuturnya realisasinya sudah 80,71 persen. Dari target sebesar Rp5,2 miliar, sudah tercapai sebesar Rp4,19 miliar. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) realisasinya juga sekira 80 persen. Dari target sebesar Rp50 juta, capainnya sekira Rp40 juta.

Kemudian ada opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang realisasinya sudah 73,75 persen. Dari target sebesar Rp39,16 miliar sudah tercapai kurang lebih Rp28,8 miliar.

Baca Juga: Kisah Setuni dari Jati Kulon Kudus, Ubah Bencana jadi Sebuah Doa

Sedangkan realisasi paling rendah ada di Pajak Sarang Burung Walet yang masih di angka 37,21 persen. Dari target sebesar Rp7 juta, baru tercapai sebesar Rp2,6 juta.

“Realisasi Pajak Sarang Burung Walet memang paling rendah, sebab di Kudus jarang sarang walet maupun usaha pengolahannya,” imbuh Djati. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menuju Smart City, Kudus Tambah ATCS di Simpang DPRD 

0
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana pada Dishub Kudus, Muchlisin. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) kembali melakukan pemasangan Area Traffic Control System (ATCS) pada tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya implementasi nyata dan satu pilar dari sebuah konsep kota cerdas (smart city). 

Di tahun 2025, Dishub memfokuskan pemasangan ATCS di simpang atau perempatan kantor DPRD Kabupaten Kudus. 

Baca Juga: Kisah Setuni dari Jati Kulon Kudus, Ubah Bencana jadi Sebuah Doa

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana pada Dishub Kudus, Muchlisin mengatakan, perkembangan terkait pemasangan ATCS di tahun ini sudah mulai dilakukan perikatan kontrak dengan pihak kontraktor. Menurutnya, instalasi dengan pekerjaan booring mulai dikerjakan, Senin (10/11/2025) lusa.

“ATCS sudah dilakukan perikatan kontrak awal November kemarin. Ini persiapan untuk belanja barang dan jasanya, sedangkan untuk instalasi sudah dimulai hari Senin kemarin pekerjaan booring,” bebernya, saat ditemui Selasa (11/11/2025).

Dalam pemasangan tersebut, kata dia, nantinya ada lima kamera yang dipasang di persimpangan DPRD, terdiri empat kamera pasif dan satu kamera dinamis atau kamera 360 derajat. Adanya sistem tersebut diharapkan dapat mengurai kemacetan lalu lintas, dengan teknologi modern.

Tak hanya itu, fungsi kamera dapat mendeteksi pelanggaran seperti pengendara yang tidak memakai helm, bahkan sampai sabuk pengaman di dalam mobil dapat terlihat.

“Ketajaman kamera bisa menembus sampai ke dalam kabin, jadi kalau tidak pakai sabuk bisa langsung ketahuan. Kamera juga terkoneksi dengan CCTV yang terintegrasi ke database dan aplikasi ‘Kudus Sehat’,” terangnya.

Penerapan ATCS ini sejalan dengan visi Kudus menuju kota berbasis smart digital. Dari sistem konvensional ke arah teknologi modern yang dapat terus di-upgrade sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Bupati Sam’ani Usulkan Grand Desain Logistik Nasional, Solusi Win-win Songsong Zero ODOL 2027

“Kita harap ini jadi langkah awal mewujudkan pengelolaan lalu lintas yang lebih canggih dan efektif. Yang jelas seluruh simpang di Kudus nantinya akan diterapkan, tapi dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pengadaan ATCS di simpang depan kantor DRPD Kabupaten Kudus dialokasinya dengan anggaran Rp1,2 miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kudus tahun 2025.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bawa Pulang 7 Medali di Kejurprov, Atletik Pati Siap Tancap Gas ke Porprov

0
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Pati berhasil merebut tujuh medali Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jateng 2025. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Pati berhasil merebut tujuh medali Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Atletik Jateng 2025. Hasil ini membuat cabor atletik Pati makin percaya diri menghadapi Porprov Jateng 2026.

Rinciannya, Vidya Ayu (juara 1 lompat jauh dan jamgkit), Yusuf Dwi Nugroho (juara 1 lompat jauh), Akbar (juara 1 lari 100m),  Juara 1 estafet 4×100 putra, Juara 2 estafet 4×100 Pi, Eka Fitriani (juara 1 lari 100 m gawang) dan Eka Fitriani (juara 2 sapta lomba).

BacaJuga: Dua Kartu Merah Ikut Warnai Kekalahan Persijap Lawan Madura United 

Mereka meraih medali dalam Kejurprov Jateng 2025 yang digelar di Stadion Tri Lomba Juang, Kota Semarang pada 5 November hingga 9 November 2025 lalu.

”Sementara itu yang senior. Kemarin bersamaan U-20 dan U-19. Yang kami ambil itu yang senior dan ikut Pra Porprov-nya,” ujar pelatih atletik Kabupaten Pati Ratawi, Rabu (12/11/2025).

Ia mengaku puas dengan hasil ini. Dalam Kejurprov Jateng 2025 lalu, pihaknya mengirim 16 atlet. Sebanyak 14 atlet telah lolos Porprov Jateng 2026 dan dua atlet belum lolos Porprov Jateng 2026.

”Kemarin yang kita berangkatkan 16, dua orang itu belum lolos porprov Jateng dan 14 lolos porprov Jateng. Jadi 14 InsyaAllah siap tanding di Porprov Jateng 2026,” ungkapnya.

Raihan tujuh medali ini pun membuatnya semakin percaya diri dalam Porprov Jateng 2026 yang rencana denger bulan September 2026 di Kota Semarang.

”Ada beberapa nomor kemarin di beberapa daerah tidak turun andalannya. Sehingga kita bisa menjuarai. Ini menjadi catatan pelatih untuk menyiapkan Porprov 2026,” ucapnya.

Baca Juga: Lawan PSDS Deli Serdang hingga Persikabo, Ini Deretan Musuh Berat Persipa di Liga Nusantara

Hasil Kejurprov Jateng 2025 ini, katanya menjadi tolak ukur jajaran pelatih untuk menghadapi Porprov Jateng 2026. Pihaknya juga siap mengasah skill pemain agar lebih maksimal dalam Porprov Jateng 2026 mendatang.

”Paling tidak kita sudah tahu untuk pemetaan kekuatan lawan dan estimasi medalinya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

0
Peternakan kambing boer di Desa Bawu. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali mengadakan program Bupati Ngantor di Desa tahap kedua. Desa ke-lima yang dikunjungi yaitu Desa Mindahan Kidul, Kecamatan Batealit pada Selasa, (11/11/2025). 

Sebelum berkantor di Balai desa, Bupati Jepara beserta rombongan perangkat daerah mengunjungi dua sentra usah, peternakan kambing boer di Desa Bawu dan sentra produksi krupuk di Desa Mindahan Kidul. 

Baca Juga: Diduga Serangan Jantung, Jasad Pria Jepara Ditemukan Membusuk di Kamar Rumahnya 

Usai kunjungan tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo berencana untuk mengembangkan peternakan Kambing Boer di Kecamatan Batealit.  

“Dari hasil diskusi dengan Baznas, untuk kambing ke depan akan kita fokuskan untuk pengembangan kambing di Kecamatan Batealit,” katanya saat ditemui di Balai Desa Mindahan Kidul. 

Selain itu, Wiwit mengatakan dalam kunjungannya dalam program Bupati Ngantor di Desa Mindahan Kidul yang turut dihadiri oleh kepala desa se-Kecamatan Batealit, ia juga menerima berbagai usulan. 

Diantaranya terkait infrastruktur, program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, serta pengembangan sentra pariwisata di Kecamatan Batealit. 

“Dari hasil diskusi dengan para petinggi desa, mereka berharap ada peningkatan pengelolaan wisata di Batealit dan Sumosari. Kami sepakat, titik awal destinasi wisata akan difokuskan di Batealit sebagai lokasi transit, sebelum dilanjutkan ke desa-desa wisata lain di sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Batealit, Yenny Diah, mengungkapkan pihaknya tengah menyusun paket wisata terpadu yang akan mulai dijalankan pada tahun 2026 mendatang. 

Paket wisata tersebut terbagi menjadi tiga kategori, yaitu paket pendek seharga Rp 250 ribu, paket medium Rp 350 ribu, dan paket panjang Rp750 ribu.

“Kami ingin menggerakkan ekonomi lokal melalui wisata. Paket ini nantinya akan melibatkan pelaku UMKM dan komunitas penggerak wisata jeep,” ungkap Yenny.

Baca Juga: Kisah Mukhlis, 18 Tahun Jadi Juru Kunci Taman Makam Pahlawan Jepara, Punya Firasat Khusus saat ada Peziarah

Adapun destinasi yang akan dikunjungi antara lain Gor Batealit, Kali Dayung, serta beberapa objek wisata alam lainnya di Desa Batealit dan Sumosari.

“Konsepnya, wisatawan akan transit di Batealit, lalu diajak menjelajah ke berbagai destinasi unggulan di wilayah Batealit hingga Sumosari,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kisah Setuni dari Jati Kulon Kudus, Ubah Bencana jadi Sebuah Doa

0
Sri Setuni dan beberapa karyanya. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bencana besar pernah melanda Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus 16 tahun yang lalu. Sungai Gelis yang biasanya tenang tiba-tiba murka, sampah dan lumpur memenuhi rumah-rumah warga.

Dari peristiwa itu, Sri Setuni menemukan panggilan hidupnya. Banjir bukan sekadar bencana, namun sebuah peringatan, sampah yang dibuang sembarangan akan berbuah buruk bagi kehidupan.

Baca Juga: Kisah Frisca, Penjual Donat Kukus Lumer yang Jadi Primadona Baru di Tayu

Sejak saat itu, Setuni mulai mengumpulkan plastik bekas, terutama plastik bungkus kopi, deterjen, maupun pewangi dan mengolahnya menjadi kerajinan tangan.

Di ruang kecil bernama Seruni Handmade, Ia duduk merapikan potongan plastik, menyulapnya menjadi tas, dompet, karpet, bahkan kursi. Apa yang sebelumnya menjadi sumber bencana, dijadikannya doa pengais rezeki, sekaligus simbol perlawanan terhadap pencemaran.

Awalnya, tetangga mencibir. “Sampah kok dijadikan kerajinan?,” begitu suara yang mampir ke telinga Setuni. Namun dia tidak menyerah. Ia menempelkan spanduk di tepi sungai bertuliskan “Nek Kaline Resik Uripe Becik” yang bermakna jika sungai bersih, hidup pun baik. Kata-kata itu menjadi semacam mantra, pengingat bahwa perubahan dimulai dari kesadaran kecil.

“Saya tidak pernah patah semangat. Saya tetap mengedukasi para tetangga untuk memilah sampah dan membujuk mereka agar sudi ikut pelatihan membuat aneka kerajinan,” kisah Setuni.

Pelan-pelan, satu demi satu ibu-ibu kampung mulai tertarik. Dari bungkus kopi lahirlah tas, dari rasa penasaran lahirlah semangat baru. Ketika jumlah peserta bertambah, kebutuhan plastik pun meningkat. Maka pada 2012, Setuni bersama warga mendirikan Bank Sampah Jati Asri.

Bank Sampah Jati Asri yang dikelola oleh warga RT 03/RW 02 Desa Jati Kulon kemudian jadi binaan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Pembuatan aneka kerajinan dari daur ulang sampah plastik pun terus berlanjut.

“Pada 2016 bank sampah kemudian dikelola oleh Pemerintah Desa Jati Kulon dan berubah nama menjadi Sumber Pangan Sejati. Saya tetap dipercaya jadi ketua bank sampah tersebut,” ungkapnya.

Di sana, sampah plastik dikumpulkan, diolah, dan dijadikan sumber ekonomi bagi banyak keluarga.

Sampah plastik yang tak bernilai jual di bank sampah diolah jadi berbagai kerajinan. Di antaranya, menjadi tas, gaun, karpet, dompet, aneka aksesoris, karpet hingga meja dan kursi.

“Aneka kerajinan tersebut kemudian dipasarkan melalui semua platform media sosial. Serta, sudah terjual ke hampir seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dalam sebulan, kata Setuni, setidaknya ia membutuhkan 50 kilogram sampah plastik untuk membuat aneka kerajinan. Kebutuhan tersebut bisa lebih banyak, ketika ada pesanan.

Dari sampah, mereka menciptakan harapan, menjual karya ke berbagai penjuru Indonesia. Kudus yang sempat darurat sampah kini menemukan jalannya.

Selain untuk mengurangi sampah plastik, kegiatan yang digagasnya itu juga bisa jadi sumber ekonomi bagi para ibu-ibu yang terlibat.

Baca Juga: Kisah Dua Sahabat Penjual Jajan Tradisional di Pati, Omzet Hariannya Capai Rp500 Ribu

Ia menegaskan, akan terus berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan melalui pengolahan sampah.

“Adanya kreatifitas pembuatan kerajinan dari sampah plastik dan bantuan mesin insinerator dari Djarum Foundation, kini Desa Jati Kulon mampu menangani sampahnya sendiri. Apalagi, sampah organik juga diambil oleh Kudus Asik untuk diolah jadi kompos,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Empat Peserta PPPK di Jepara Mengundurkan Diri 

0
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Empat peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jepara menyatakan mundur. 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengusulkan 1.820 pegawai di lingkungan Pemkab Jepara menjadi peserta PPPK dengan skema paruh waktu. 

Baca Juga: Kisah Mukhlis, 18 Tahun Jadi Juru Kunci Taman Makam Pahlawan Jepara, Punya Firasat Khusus saat ada Peziarah 

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati mengatakan sebenarnya terdapat enak peserta yang tidak melanjutkan proses pemberkasan. 

Empat diantaranya karena mengundurkan diri, satu orang karena meninggal dunia, dan satu lainnya juga meninggal dunia namun dalam proses pengurusan akta kematian. 

Empat yang mengundurkan diri yaitu, Danang Mahmilliyanto pada RSUD RA Kartini Jepara karena tidak mendapatkan izin dari keluarga, Kiki Nurwahyuni pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) karena mengikuti suami ke luar kota, Laily Salamah juga pada Disdikpora karena sakit dan Candra Anung Dwi Wijayanto pada Dinas Lingkungan Hidup yang sampai sekarang masih dikonfirmasi alasannya. 

Kemudian satu yang meninggal dunia yaitu Ahmadi, yang diterima di Disdikpora. Kemudian satu peserta yang juga meninggal dunia, namun masih mengurus akta kematian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Jadi, total ada enam orang. Empat karena mundur, dua lainnya meninggal dunia,” kata Florentina pada Selasa, (11/11/2025). 

Florentina melanjutkan dari sebanyak 1.820 peserta, saat ini tinggal 1.814 peserta yang diusulkan.

“Jadi nanti yang diusulkan totalnya 1.814 peserta,” tambahnya. 

Untuk saat ini, ia menjelaskan proses pengusulan PPPK masih tahap pemberkasan untuk penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP) PPPK Paruh Waktu. Progresnya sudah mencapai 99,01 persen. 

“Saat ini ada 13 peserta yang masih proses perbaikan atau revisi berkas yang belum sesuai,” jelas Florentina.

Baca Juga: Toko Sembako di Langon Jepara Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta 

Sedangkan terkait soal penggajian PPPK Paruh Waktu, Florentina mengatakan pembahasan itu saat ini masih belum final. Pemkab Jepara menurutnya masih mengkaji anggaran soal penggajian. 

Pemkab Jepara menurutnya masih mempertimbangkan apakah akan digaji sesuai upah minimum Kabupaten (UMK) atau ada skema lain. Jika sesuai UMK, anggaran yang dibutuhkan yaitu sekitar Rp10 miliar untuk satu tahun.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bupati Sam’ani Usulkan Grand Desain Logistik Nasional, Solusi Win-win Songsong Zero ODOL 2027

0
Diskusi pembahasan tarif angkutan barang di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (11/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengusulkan sejumlah aspirasi yang menjadi unek-unek para supir dan pelaku usaha transportasi dalam diskusi pembahasan tarif angkutan barang, di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (11/11/2025). Hal itu dia sampaikan untuk mencari titik tengah menyongsong pemberlakukan kebijakan over dimension over load (ODOL) 2027 mendatang. 

Menurutnya, pentingnya mencari solusi bersama agar kebijakan tersebut bisa berjalan efektif tanpa memberatkan pelaku usaha transportasi. Pihaknya menyoroti perlunya grand desain matriks tujuan barang agar arus logistik nasional lebih terintegrasi. 

Baca Juga: Zero ODOL Bakal Diberlakukan Awal 2027, Sopir: ‘Kami Mendukung, tapi…’

Diharapkan, dengan adanya desain tersebut, solusi alternatif seperti transportasi kereta api dapat lebih dioptimalkan untuk mengurangi beban jalan raya.

“Permasalahan ODOL ini harus didekati secara kolaboratif. Kita ingin mencari win-win solution, karena dampaknya tidak hanya pada infrastruktur jalan, tetapi juga pada keselamatan, polusi, dan kemacetan,” bebernya.

Dalam kesempatan itu juga disinggung mengenai perlunya dukungan bagi pengusaha dan sopir truk untuk melakukan penyesuaian kendaraan. “Apabila diatur untuk perubahan dimensi, pasti ada beberapa solusi. Di sisi lain banyak yang belum memiliki biaya untuk menyesuaikan kendaraan menjadi standar,” ujarnya.

Pemerintah pun menekankan pentingnya sosialisasi terkait batasan tonase dan jembatan timbang kepada masyarakat dan pelaku usaha transportasi sebagai langkah awal penegakan kebijakan zero ODOL yang rencananya akan diterapkan penuh pada Januari 2027.

Selain itu, koperasi transportasi seperti Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi wadah untuk membantu para sopir truk ODOL bertransisi menuju kendaraan standar.

“Intinya, kita ingin semua pihak berkomitmen, baik pemerintah, pengusaha, maupun sopir, agar kebijakan zero ODOL tidak hanya menjadi aturan. Tapi solusi bersama untuk keselamatan dan keberlanjutan transportasi nasional,” jelasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian pada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Hermin Esti Setyowati menyampaikan, pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dari pelaku industri angkutan barang, termasuk terkait skema tarif dan pemanfaatan moda transportasi lain.

“Skema tarif dan masukan yang mengakomodir multimoda lain seperti kereta api ini sangat sesuai dengan semangat presiden. Pemerintah mendorong reaktivasi jalur-jalur kereta api yang potensial agar distribusi logistik lebih efisien,” ujarnya melalui via zoom.

Baca Juga: Optimis Capai Target, Dishub Kudus Genjot Retribusi Terminal Kargo Jati

Hermin menambahkan, pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan daerah dalam menentukan jalur kereta api yang layak diaktifkan kembali. “Karena yang paling tahu kondisi lapangan adalah pemerintah daerah. Kita harap ada masukan terkait jalur mana saja yang masih bisa direaktivasi,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya berencana melakukan pembahasan bersama Bappenas dalam waktu dekat untuk mempercepat pengembangan jaringan logistik nasional, termasuk jalur Trans Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Sumatra.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Permudah Penerbitan Paspor Calon Jemaah Haji, Imigrasi Pati Berikan Layanan Khusus

0
Evaluasi Pelayanan Penerbitan Paspor Bagi Calon Jemaah Haji Pemberangkatan Tahun 2026, di Aula Kantor Imigrasi Pati pada Selasa (11/11/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati sampai saat ini telah menyelesaikan proses penerbitan paspor bagi Calon Jemaah Haji (CJH) untuk keberangkatan tahun 2026.

Ahmad Zaeni, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati menyampaikan, jumlah CJH yang mengajukan permohonan paspor sebanyak 4.977 orang. Mereka berasal dari lima kabupaten yang berada di eks Karesidenan Pati. Yakni Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora dan Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Pemkab Pati Bakal Ajukan Pinjaman Rp90 M

”Kami sudah melayani 4 ribu lebih. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Sebelumnya kita melakukan rapat persiapan dan ditutup rapat evaluasi. Terima kasih kepada 5 Kantor Kementerian Agama,” ujar Ahmad Zaeni, dalam acara Evaluasi Pelayanan Penerbitan Paspor Bagi Calon Jemaah Haji Pemberangkatan Tahun 2026, di Aula Kantor Imigrasi Pati pada Selasa (11/11/2025).

Ia menyebut, dalam melayani pembuatan paspor untuk calon jemaah haji, Imigrasi Pati membuat dua skema. Yakni, pertama jemaah datang ke Kantor Imigrasi sesuai jadwal yang sudah disepakati. Hal tersebut dilakukan untuk CJH yang berasal dari Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus.

Kemudian, yang kedua petugas Imigrasi melakukan layanan langsung (reach-out). Yakni, petugas secara mobile ke Kantor Kementerian Agama di beberapa daerah. Seperti halnya yang dilakukan di Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora.

”Kita tetap lakukan pelayanan mobile. Seperti di Jepara, Rembang dan Blora. Kami datang. Untuk Pati dan Kudus kita tetap di sini dengan kami sediakan ruangan khusus,” kata Ahmad Zaeni.

Menurutnya, proses pelayanan penerbitan paspor bagi CJH sudah dimulai pada Senin (8/9/2025) untuk CJH yang berasal dari Kabupaten Pati. Kemudian, terakhir dilakukan pada Kamis (9/10/2025) untuk CIH yang berasal dari Kabupaten Kudus.

“Layanan yang diberikan untuk CJH antara lain penerbitan paspor baru, penggantian paspor dan penambahan nama (endorsment) bagi CJH yang nama di paspornya hanya terdiri atas 1 (satu) suku kata, ” ungkapnya.

Pihaknya, katanya masih melayani pelayanan pembuatan paspor calhaj di lima kabupaten. Mengingat kuota jemaah haji di sejumlah kabupaten masih berpotensi bertambah. 

Ia menyebut, pelayanan penerbitan paspor untuk CJH yang akan diberangkatkan pada tahun 2026 di Kantor Imigrasi Kelas | Non TPI Pati berjalan dengan lancar karena koordinasi dengan Seksi Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama berjalan dengan baik.

”Kita tetapkan tingkatkan pelayanan dan yang belum terlayani kemungkinan tambahan kuota kami tetap masih menerima. Baik secara massal atau mandiri. Kita semuanya sama semuanya. Karena jemaah didominasi lansia kita layani ekstra,” imbuhnya.

Sebagai informasi sampai dengan Oktober 2025, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati telah menerbitkan 39.233 dokumen paspor dengan beragam maksud dan tujuan penerbitannya.

Baca Juga: Tanggul Darurat Hanya Bertahan 6 Bulan, Pemerintah Diminta Segera Bangun Tanggul Permanen

Sementara itu, Umi Istianah, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) pada Kemenag Kabupaten Pati menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan penerbitan paspor bagi CJH  oleh Imigrasi.

“Dari Kemenag Pati, secara umum dilayani secara memuaskan. Karena di sini, dilayani dengan khusus, ditempatkan secara khusus, tidak campur dengan yang lain. Jemaah juga disediakan snack, minuman, pelayanan tertib, secara berurutan. Jemaah merasa puas, ” ungkapnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemerintah Siapkan Perpres Penguatan Logistik Nasional, Dorong Implementasi Zero ODOL 

0
Diskusi pembahasan tarif angkutan barang di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (11/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah tengah mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Logistik Nasional yang ditargetkan rampung dan mulai diimplementasikan pada awal 2027. Aturan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menata sistem logistik nasional secara terintegrasi, termasuk penerapan kebijakan zero ODOL (Over Dimension Over Load) serta penetapan tarif angkutan barang yang lebih berkeadilan.

Analis Kebijakan Ahli Madya pada Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Edy Susilo menjelaskan, kegiatan itumerupakan tindak lanjut dari aspirasi berbagai asosiasi transportasi. Mereka mengharapkan adanya kepastian waktu implementasi zero ODOL yang direncanakan mulai Januari 2027.

Baca Juga: Zero ODOL Bakal Diberlakukan Awal 2027, Sopir: ‘Kami Mendukung, tapi…’

“Ini merupakan isu kolaboratif semua pihak. Implementasi zero ODOL tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, hingga pelaku usaha. Karena itu, audiensi seperti ini penting untuk mengumpulkan masukan dari asosiasi,” jelasnya usai acara diskusi pembahasan tarif angkutan barang di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar asosiasi pengusaha dan pengemudi angkutan barang telah menyatakan kesepakatan mendukung kebijakan zero ODOL. Namun, mereka juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek kesejahteraan, jaminan sosial, dan keberlanjutan usaha transportasi.

“Seluruh aspek ini penting karena menjadi bagian dari sembilan roadmap besar yang kita susun dalam penguatan logistik nasional. Dan Perpres yang sedang kita godok ini merupakan salah satu dari sembilan prioritas tersebut,” terangnya.

Edy menuturkan, dalam rancangan Perpres tersebut juga terdapat rencana pemberian subsidi untuk mendukung transisi implementasi zero ODOL. Namun, skema dan besaran subsidi masih akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Subsidi itu nanti akan dibahas lintas kementerian. Karena menyangkut banyak pihak, termasuk pelaku usaha logistik. Yang jelas, arah kebijakan ini untuk memperkuat daya saing logistik nasional,” ujarnya.

Baca Juga: Optimis Capai Target, Dishub Kudus Genjot Retribusi Terminal Kargo Jati

Adapun penetapan tarif angkutan barang sendiri, lanjut Edy, menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Namun, masukan dari berbagai asosiasi akan menjadi bahan penting dalam penyusunan regulasi tersebut.

“Kegiatan ini penting untuk menginput isu dan masukan dari asosiasi agar kebijakan yang lahir nanti berpihak pada semua pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga pengusaha dan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Kudus Ajukan Pelaksanaan Selter Kepala Dinas, Target Januari 2026 Pelantikan

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan pelaksanaan seleksi terbuka (selter) Kepala Dinas di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Targetnya Januari tahun 2026, sudah ada pelantikan kepala dinas baru.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, telah melakukan pengajuan pelaksanaan selter kepala dinas kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah disetujui, akan segera diumumkan.

Baca Juga: Kudus Fashion Week Buat Ratusan Koleksi Yumna Collection Terjual

“Nanti akan kita umumkan. Targetnya, kalau bisa awal Januari 2026 sudah pelantikan,” ujar Sam’ani saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kudus belum lama ini.

Dia mengungkapkan, total ada lima OPD yang kepala dinasnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Antara lain, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kemudian ada Satpol PP, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Limas), serta Asisten 3 Sektetaris Daerah (Setda) Kudus.

“Nantinya seleksi jabatan kepala dinas tersebut terbuka bagi seluruh ASN, baik di lingkup Pemkab Kudus maupun lain daerah. Asalkan eselonnya sudah memenuhi persyaratan,” bebernya.

Terkait, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang dinonaktifkan, tutur Sam’ani, masih non aktif. Sementara ini masih dijabat Pelaksana Harian (Plh).

“Keduanya masih diperiksa dan belum ada putusan. Jadi Kepala Dinas di dua OPD tersebut dijabat Pelaksana Harian (Plh),” jelasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, PLN UP3 Kudus Bagikan Paket Sembako untuk Puluhan Veteran

Selain dua OPD tersebut, kata Sam’ani, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) sementara ini juga dijabat pelaksana harian (Plh). Hal itu dikarenakan, kepala dinas definitif mengajukan pensiun dini.

“Kepala Dinas PKPLH sebenarnya baru dilantik pada 1 Oktober 2025. Namun, yang bersangkutan kemudian cuti dan mengajukan pensiun dini. Sehingga sementara ini dijabat oleh Plh,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

0
Gubernur Jateng saat meninjau kegiatan Central Java Fish Market #4 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jateng, pada Selasa (11/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak para siswa di wilayahnya untuk gemar makan ikan. Sebab, selain sebagai sumber protein, gerakan gemar makan ikan ini juga mampu meningkatkan roda ekonomi para nelayan.

Hal itu disampaikan Luthfi saat meninjau kegiatan Central Java Fish Market #4 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jateng, pada Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: Buka MTQH XXXI Tingkat Provinsi, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an dan Hadis Pedoman Hidup

Menurutnya, kampanye gemar makan ikan bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang dapat memperkuat ekonomi daerah.

Ia mendorong agar masyarakat memandang ikan bukan hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga komoditas strategis yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi.

“Masyarakat harus tahu bahwa sumber protein tidak hanya dari daging, tapi juga ada ikan,” kata Luthfi.

Luthfi juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil laut agar tidak hanya dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk kreatif dengan nilai tambah.

“Ikan itu jangan dijual apa adanya, tapi bisa diolah menjadi sumber alternatif yang banyak proteinnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyebut ikan nila salin akan menjadi salah satu produk unggulan baru dari Jawa Tengah, terutama dari daerah Pati.

Setali tiga uang, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menambahkan, ikan memiliki kandungan yang sangat bermanfaat. Selain mengandung asam amino lengkap, juga kaya Omega 3.

“Nutrisi ini sangat diperlukan untuk fungsi otak dan jantung. Ikan juga dibutuhkan anak-anak pada pertumbuhan,” ujar Sumarno.

Oleh karenanya, Sumarno juga mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan olahan ikan agar menarik minat masyarakat dalam konsumsi ikan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Endi Faiz Effendi mengatakan, kegiatan kali ini merupakan yang keempat kalinya dilaksanakan oleh Pemprov Jateng, bekerja sama dengan Bank Indonesia dan masyarakat Gemar Makan Ikan. Kegiatan ini melibatkan siswa yang menikmati 1.000 cup bakso ikan, dan lomba masak ikan yang diikuti pelajar SMK dan SMA, pameran produk perikanan, serta bazar olahan hasil laut dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment

“Kegiatan ini bukan hanya mempromosikan produk olahan ikan, tetapi juga menjadi forum kolaboratif untuk mengendalikan sinergi inflasi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot konsumsi ikan sebagai sumber protein. Pada 2024, tingkat konsumsi ikan di Jateng mencapai 40,14 kilogram per kapita per tahun, meningkat 7,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 37,22 kilogram per kapita per tahun.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -