BETANEWS.ID, JEPARA – Usai berziarah pada momentum Hari Pahlawan, rombongan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara satu-persatu mulai meninggalkan area Taman Makam Pahlawan Giri Dharma yang berada di Bukit Danarejo, Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara.
Meski ziarah telah usai, Mukhlis (46) Warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit yang sejak tahun 2007 ditugasi menjadi juru kunci di kompleks taman makam pahlawan itu tidak bisa langsung meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Kisah Frisca, Penjual Donat Kukus Lumer yang Jadi Primadona Baru di Tayu
Mukhlis yang saat ini statusnya telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospermades) Jepara baru bisa kembali ke kantor setelah memastikan kompleks makam itu aman untuk ia tinggal.
Sebab, sebagai juru kunci makam, Mukhlis bercerita ia bertanggungjawab untuk merawat dan menjaga makam para pahlawan. Jika tidak ada perayaan hari khusus, ia datang untuk membersihkan makam dari hari Senin-Jumat.
“Tapi kalau ada acara hari besar, kayak hari ini, saya bersihin ngga bisa sehari. Sabtu Minggu kemarin, saya tetep datang untuk bersihin area makam,” tutur Mukhlis saat ditemui di lokasi Taman Makam Pahlawan, Senin (10/11/2025).
Mukhlis menyebutkan total terdapat 30 pahlawan yang dimakamkan di area Taman Makam Pahlawan Giri Dharma. Semuanya merupakan anggota TNI dan Polisi yang gugur saat bertugas.
Selama 18 tahun menjaga dan merawat makam, Mukhlis bercerita ia sering mendapat firasat khusus saat ada orang atau rombongan yang akan berziarah diluar dari hari-hari besar. Seperti Perayaan HUT Kemerdekaan RI, atau HUT TNI maupun Polri.
“Kalau mau ada kegiatan atau ada yang mau ziarah, itu kayak ada yang ngasih tau saya, ada feeling. Karena biasanya kan kalau mau ada yang ziarah bersurat dulu ke kantor, kecuali keluarga,” beber Mukhlis.
Meskipun seorang diri merawat dan menjaga kompleks makam pahlawan, Mukhlis mengaku senang dan tidak merasa kesulitan. Sebab ia menyadari, tidak semua orang mendapat kesempatan untuk bisa merawat makam para pahlawan.
Baca Juga: Kisah Dua Sahabat Penjual Jajan Tradisional di Pati, Omzet Hariannya Capai Rp500 Ribu
“Bangga sudah pasti, karena belum tentu setiap orang punya kesempatan untuk merawat makam pahlawan,” tutur Mukhlis.
Selain Kompleks Taman Makam Pahlawan, di sisi timur terdapat taman yang dulunya merupakan area benteng yang dibangun oleh VOC. Hanya saja benteng itu kini sudah mengalami pemugaran dan tinggal menyisakan sisa-sisa reruntuhan tembok benteng.
Editor: Haikal Rosyada

