Beranda blog Halaman 140

Zero ODOL Bakal Diberlakukan Awal 2027, Sopir: ‘Kami Mendukung, tapi…’

0
Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gabungan Sopir Jawa Tengah (GSJT) Kabupaten Kudus melakukan aksi mogok kerja dan konvoi ke Terminal Jati, Kamis (19/6/2025). Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktorat Jendral Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) menggelar diskusi tentang pembahasan tarif angkutan barang di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (11/11/2025). Kegiatan itu untuk mengakomodir semua aspirasi terkait adanya kebijakan pemberlakukan zero kendaraan overload over dimensi (ODOL) pada Januari 2027 mendatang. 

Dalam diskusi tersebut, para pengusaha transportasi mempertanyakan terkait kebijakan dan meminta adanya penyesuaian tarif. 

Baca Juga: Kudus Fashion Week Buat Ratusan Koleksi Yumna Collection Terjual

Pengusaha transportasi sekaligus sopir, Anggit Putra Iswandaru mengaku, setuju dengan adanya langkah pemerintah untuk menerapkan kebijakan zero ODOL 2027. Namun, penerbitan kebijakan tersebut harus ada aturan yang berpihak kepada pelaku usaha transportasi skala kecil dan menengah.

“Kami menyetujui zero ODOL di awal Januari 2027, tapi kami menuntut adanya regulasi ongkos sesuai dengan tarif yang saat ini berjalan,” katanya di sela acara.

Ia menjelaskan, penyesuaian tarif ini dicontohkan para supir yang sebelumnya membawa hingga 20 ton. Apabila kebijakan zero ODOL diberlakukan, kapasitas beratnya hanya 11 ton. 

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar ongkos angkut barang tetap seperti membawa angkutan 20 ton. Meskipun supir hanya membawa muatan sebanyak 11 ton saja.  

“Kami meminta ongkos tarifnya stabil. Sehingga perekonomian tetap berjalan, walaupun ada kenaikan harga pada barang,” tuturnya.

Permintaan itu, katanya, sudah sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Sebab menurutnya, biaya muatan 20 ton tersebut, sudah termasuk untuk berbagai macam kebutuhan, meliputi gaji supir, gaji kernet, biaya bahan bakar, biaya makan, pembayaran tarif tol, hingga setoran ke pemilik kendaraan.

“Misalkan tarifnya dihitung per ton. Contohnya membawa muatan beras dari Jateng ke Jakarta per tonnya dihargai Rp215 ribu. Total biaya ongkos yang harus ditanggung sebesar sekitar Rp6,5 juta. Nah ongkos itu sudah include itu semua,” ujarnya.

Terpisah, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Edi Susilo menyebut, bahwa acara tersebut menindaklanjuti aspirasi para supir dan pengusaha transportasi. Ada beberapa poin yang menjadi pembahasan, yakni terkait kesejahteraan dan jaminan sosial bagi para supir. 

”Outputnya adalah Perpres (Peraturan Presiden) terkait penguatan logistik nasional yang ditargetkan awal 2027. Sejauh ini mereka (supir dan pengusaha transportasi) sudah setuju adanya kebijakan zero ODOL,” terangnya.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, PLN UP3 Kudus Bagikan Paket Sembako untuk Puluhan Veteran

Ia menambahkan, terkait adanya penetapan tarif angkutan barang pihanhya tak banyak komentar. Sebab hal itu merupakan ranah dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) .

“Jadi soal regulasi dan sebagainya, saat ini sedang digodok di Kemenhub. Kegiatan ini sangat penting untuk menginput isu dan mengakomodir semua masukan dari asosiasi,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Toko Sembako di Pati Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

0
Musibah kebakaran melanda sebuah toko sembako di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Musibah kebakaran melanda sebuah toko sembako di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (11/11/2025) itu, seluruh bangunan toko beserta isinya ludes dilalap si jago merah. Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.

Kapolsek Jakenan, AKP Agus Arifin, membenarkan adanya insiden tersebut. “Iya benar diduga karena korsleting jaringan listrik,” katanya, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Pemkab Pati Bakal Ajukan Pinjaman Rp90 M

Dijelaskan Agus, toko yang terbakar merupakan milik Suwarti, warga setempat. Kebakaran terjadi saat sang pemilik sedang tidak berada di rumah.

“Orangnya lagi belanja, sementara rumah kosong ditinggalkan. Diduga alami korsleting listrik,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, peristiwa bermula ketika Suwarti meninggalkan rumah sekitar pukul 10.30 WIB. Tak lama setelah itu, api diduga muncul dari korsleting jaringan listrik dan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.

“Kerusakan semua ludes, toko sembako. Tokonya saja yang terbakar,” imbuhnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Berkat kerja sama petugas bersama warga, perangkat desa, serta unsur TNI-Polri, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB.

“Warga perangkat desa TNI Polri ikut memadamkan. Tadi ada sekitar dua unit pemadam kebakaran. Alhamdulillah saat ini sudah padam,” ucapnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena pemilik toko sedang tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Meski begitu, kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit.

Baca Juga: Tanggul Darurat Hanya Bertahan 6 Bulan, Pemerintah Diminta Segera Bangun Tanggul Permanen

“Kerugian sekitar Rp500 juta. Kemungkinan ada uang tunai terbakar. Sembako full,” ungkapnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan toko sembako tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Optimis Capai Target, Dishub Kudus Genjot Retribusi Terminal Kargo Jati

0
Terminal Kargo Jati, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus melalui UPTD Perparkiran dan Terminal terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan Terminal Kargo Jati. Langkah ini dilakukan untuk mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.

Kepala UPTD Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus, Edy Supriyanto, menjelaskan bahwa Terminal Kargo Jati berdiri di atas lahan milik Desa Jati Wetan. Lahan tersebut disewa dengan sistem kontrak tiga tahunan yang pembayarannya dilakukan setiap tahun.

Baca Juga: Kudus Fashion Week Buat Ratusan Koleksi Yumna Collection Terjual

“Pada 2024 nilai sewa mencapai Rp217,6 juta. Sementara untuk kontrak periode 2025–2027, Dishub dan Pemerintah Desa Jati Wetan telah menyepakati nilai sewa sebesar Rp200,9 juta per tahun,” ujar Edy di ruang kerjanya belum lama ini.

Meski beban sewa cukup tinggi, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan pengelolaan agar retribusi terminal dapat tercapai sesuai target. Untuk tahun 2025, Dishub menargetkan pendapatan dari retribusi Terminal Kargo Jati sebesar Rp210 juta.

“Hingga akhir Oktober 2025, realisasi penerimaan telah mencapai 83,21 persen atau sekitar Rp175 juta. Kami optimistis, kekurangan sekitar Rp35 juta dapat terpenuhi dalam sisa waktu dua bulan ke depan,” bebernya.

Kendati demikian, ungkap Edy, sejumlah kendala masih dihadapi di lapangan. Salah satunya, masih banyak sopir truk yang memilih parkir di bahu jalan dibandingkan memanfaatkan fasilitas terminal.

“Petugas kami rutin berkeliling hingga kawasan Jalan Lingkar untuk mengimbau para sopir agar parkir di dalam area terminal. Namun kami tidak bisa memberi sanksi karena belum ada aturan yang mengatur. Jika ada pelanggaran, penindakan biasanya menjadi kewenangan kepolisian,” terang Edy.

Dia menuturkan, Terminal Kargo Jati memiliki kapasitas sekitar 100 truk besar. Adapun tarif parkir yang diberlakukan yakni Rp7.500 per hari untuk truk biasa dan Rp12.500 untuk truk besar seperti tronton, gandeng, serta trailer.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, PLN UP3 Kudus Bagikan Paket Sembako untuk Puluhan Veteran

Edy menambahkan, sebelum menetapkan target retribusi tahun depan, pihaknya akan melakukan kajian ulang dan evaluasi menyeluruh, terutama terkait besarnya biaya sewa lahan yang menjadi salah satu faktor utama dalam pengelolaan terminal.

“Tahun lalu capaian kami sekitar 96 persen karena sempat terkendala banjir di Demak dan proyek peninggian jalan. Saat itu terminal sempat tidak beroperasi selama tiga bulan. Tahun ini, alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Rampung Desember Mendatang, Perbaikan Dua Ruas Jalan di Wedarijaksa Telan Anggaran Rp10 M

0
Perbaikan jalan di Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memperbaiki dua ruas jalan di Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Anggaran perbaikan jalan tersebut mencapai Rp10 miliar lebih.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengungkapkan, dua ruas jalan tersebut yakni Sukoharjo-Ngurensiti dan Jontro-Bangsalrejo. Dua jalan ini masuk 1 koridor penanganan.

Baca Juga: Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Pemkab Pati Bakal Ajukan Pinjaman Rp90 M

“Rehabilitasi jalan Sukoharjo-Ngurensiti pagu anggaran kurang Rp5,2 miliar dan Jontro-Bangsalrejo kurang lebih Rp5,4 miliar menjadi satu koridor penanganan,” ujarnya.

Hasto menyebutkan, perbaikan jalan tersebut menggunakan aspal hotmix. Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 4 kilometer lebih.

“Panjang penanganan Sukoharjo-Ngurensiti 2,5 km lebar 5 meter aspal hotmix, Jontro-Bangsalrejo 1,8 km lebar 3-5 m aspal hotmix dengan talud pasangan batu,” ungkapnya.

Sebelum diaspal, Jalan Sukoharjo-Ngurensiti dan Jontro-Bangsalrejo juga diperlebar dahulu. Dari lebar sebelumnya 3 meter, menjadi 5 meter.

“Pelebaran dari 3 meter menjadi 5 meter dan ada yang 3 meter menjadi 4,5 meter,” imbuhnya.

Baca Juga: Tanggul Darurat Hanya Bertahan 6 Bulan, Pemerintah Diminta Segera Bangun Tanggul Permanen

Perbaikan dua ruas jalan ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 mendatang. Sementara perbaikannya telah dimulai sejak awal Agustus 2025 yang lalu.

“Mulai 4 Agustus. Ditargetkan rampung awal Desember,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diduga Serangan Jantung, Jasad Pria Jepara Ditemukan Membusuk di Kamar Rumahnya 

0
Seorang pria asal Kelurahan Ujungbatu RT 13 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Jepara ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya pada Senin (10/11/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria asal Kelurahan Ujungbatu RT 13 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Jepara ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya pada Senin (10/11/2025). 

Kasat Reskrim Polres Polres Jepara, AKP M. Wildan Faizal Umar Rela mengatakan penemuan mayat laki-laki itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar karena munculnya bau menyengat serta banyak lalat yang berterbangan disekitar rumah korban. 

Baca Juga: Kisah Mukhlis, 18 Tahun Jadi Juru Kunci Taman Makam Pahlawan Jepara, Punya Firasat Khusus saat ada Peziarah 

Warga yang penasaran akhirnya mengecek dan mencari sumber bau di rumah korban. Sekitar pukul 15.00 WIB, warga kemudian mencongkel jendela samping rumah korban karena pintu bagian depan dalam kondisi terkunci. 

“Setelah berhasil masuk, warga menemukan korban dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban ditemukan dalam keadaan telentang di atas tempat tidurtidur dan tubuhnya melepuh,” kata AKP Wildan dalam keterangan resmi pada Selasa, (11/11/2025). 

Wildan melanjutkan, warga kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada Bhabinkamtibmas. Setelah menerima laporan, mayat laki-laki tersebut selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD RA Kartini untuk dilakukan pengecekan. 

Dari hasil pemeriksaan dokter, Wildan menjelaskan mayat laki-laki itu diketahui bernama Herman Susilo. Saat diperiksa, tubuhnya sudah dalam kondisi bengkak dan kaku serta membusuk. Kemudian terdapat pendarahan kering dibagian hidung, serta terdapat ulat di bagian wajahnya. 

“Korban diperkirakan meninggal akibat serangan jantung atau stroke dan sudah meninggal sekitar 3-5 hari yang lalu,” ungkapnya. 

Baca Juga: Toko Sembako di Langon Jepara Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta

Korban merupakan seorang pekerja swasta. Dari keterangan pihak keluarga, Wildan melanjutkan korban tinggal seorang diri di rumahnya karena orang tua korban sudah meninggal. Sedangkan saudaranya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. 

“Dari pihak keluarga sudah menerima kematian korban dan juga sudah kita buatkan berita acara kematian,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Buka MTQH XXXI Tingkat Provinsi, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an dan Hadis Pedoman Hidup

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) XXXI tingkat Provinsi Jateng, di Alun-alun Kabupaten Tegal, Senin (10/11/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, TEGAL – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXI tingkat Provinsi Jateng, di Alun-alun Kabupaten Tegal, Senin (10/11/2025) malam.

Kompetisi yang akan berlangsung hingga 13 November 2025 ini diikuti oleh 900-an peserta dari 35 kabupaten se-Jawa Tengah. Mereka berkompetisi pada sembilan cabang dan 27 golongan. Sementara dengan dewan hakim yang akan melakukan penilaian sebanyak 57 orang, terdiri dari mantan juara provinsi nasional maupun internasional.

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment

Dalam kesempatan itu, Sumarno mengajak semua pihak untuk mampu memaknai kandungan Al- qur’an dan hadis, sehingga bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, dalam kitab tersebut terdapat banyak ketentuan baik perintah maupun larangan yang dari Allah SWT untuk umat muslim.

Lebih lanjut, Sumarno mengatakan, MTQH XXXI tingkat Provinsi Jateng 2025 menjadi rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026 yang rencananya akan diselenggarakan di Jawa Tengah tahun 2026.

Maka, kata dia, ajang tingkat provinsi kali ini bisa menjadi persiapan untuk berkompetisi sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2026.

“Mohon bisa dioptimalkan potensi dari para peserta, sehingga nanti akan terpilih kafilah yang akan mewakili Jawa Tengah di dalam kegiatan MTQ Nasional tahun 2026,” ucapnya.

Dengan persiapan yang matang, harapannya agar Jawa Tengah bisa menjadi juara umum pada MTQ Nasional 2026.

Baca Juga: Jawa Tengah Bakal Dibangun Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab mengatakan, MTQH 2026 berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada perhelatan tahun ini juga menggabungkan cabang hadis untuk diperlombakan.

“Sehingga harapannya dapat menjaring calon peserta yang akan diikutsertakan di MTQ Nasional tahun 2026 maupun STQ tahun 2027,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kudus Fashion Week Buat Ratusan Koleksi Yumna Collection Terjual

0
Stand Yumna Premium, brand fashion asal Kudus di Kudus Fashion Week. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Gelaran even Kudus Fashion Week (KFW) 2025 membawa berkah bagi para pelaku usaha lokal, termasuk Yumna Premium, brand fashion asal Kudus. Dalam even yang berlangsung Kamis-Minggu (6-9/11/2025) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus itu, penjualan produk Yumna melonjak signifikan hingga ratusan potong setiap harinya.

Owner Yumna Collection, Ristia Angga mengaku sangat terbantu dengan adanya KFW, baik dari segi penjualan maupun branding produk. Produknya pun laku keras diborong pembeli, mengingat momennya pas menjelang lebaran.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, PLN UP3 Kudus Bagikan Paket Sembako untuk Puluhan Veteran

“Alhamdulillah, KFW sangat membantu penjualan dan branding Yumna Premium. Selama empat hari kami sewa satu tenan seharga Rp2,5 juta, dan hasilnya sangat bagus,” bebernya, Sabtu (8/11/2025).

Wanita yang akrab disapa Angga itu menuturkan, produk andalan Yumna Premium ialah gamis berbahan rayon, yang dikenal nyaman dan adem, sesuai dengan selera masyarakat Kudus. Selain itu, Yumna juga menghadirkan dress formal dan koleksi Raya Series yang disiapkan khusus menyambut hari raya.

“Kami fokus menjual gamis berbahan rayon, karena orang Kudus suka gamis yang adem. Ada juga dress untuk acara formal dan seri Raya,” kata perempuan yang beralamat Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tersebut.

Harga produk Yumna dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp400 ribu, tergantung model dan bahan. Selama dua hari pertama KFW, penjualannya mencapai 200 pcs di hari pertama dan 400 pcs di hari kedua.

“Alhamdulillah, penjualan sangat bagus. Tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu karena KFW berlangsung selama empat hari,” ujarnya.

Meski sempat diguyur hujan dan beberapa area tenan mengalami kebocoran, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Menurutnya, pembeli datang tidak hanya dari Kudus, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Pati dan Jepara.

“Sempat hujan dan bocor sedikit, tapi Alhamdulillah pengunjung tetap ramai. Banyak yang berbelanja, terutama gamis bahan rayon,” jelasnya.

Baca Juga: Imbas Pemangkasan TKD, Bupati Kudus dan DPRD Sepakat TPP ASN Dipangkas 10 Persen

Dia berharap, Kudus Fashion Week dapat terus diadakan setiap tahun karena dampaknya sangat besar bagi pelaku usaha fashion seperti dirinya. Bahkan adanya acara tersebut, brand miliknya mulai dikenal luas oleh masyarakat.

“Harapannya KFW selalu ada tiap tahun. Acara seperti ini sangat membantu penjualan dan promosi, apalagi momennya pas menjelang lebaran,” tuturnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Genjot Investasi, Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment

0
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan pada Senin (10/11/2025) malam. Foto: Ist

BETANEWS.ID, JAKARTA — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menggenjot investasi dan menumbuhkan ekonomi daerahnya menuai hasil dan apresiasi.

Pemprov Jateng menerima penghargaan Pioneer of Economic Empowerment atau pelopor pemberdayaan ekonomi dalam ajang Indonesia Kita Award.

Baca Juga: Jawa Tengah Bakal Dibangun Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta

Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan pada Senin (10/11/2025) malam.

“Peghargaan ini memberikan semangat bagi kami sebagai pemerintah dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan investasi di Jawa Tengah,” kata Luthfi usai acara.

Dengan penghargaan ini, lanjut dia, membuktikan bahwa langkah Pemprov Jateng dalam memperkuat investasi dan menciptakan lapangan kerja, mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa. Hal ini tak dan tak bukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Investasi yang terus menggeliat di provinsi ini bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal. Besaran investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp29,27 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp36,86 triliun.

Capaian ini, diikuti dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, terbanyak nomor dua se pulau Jawa.

Senyampang dengan itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu, 5 November 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Tengah pada Triwulan III (Juli-September) 2025 sebesar 5,37 persen secara Year on Year (YoY). Pertumbuhan itu lebih tinggi dari capaian nasional yang tumbuh 5,04 persen.

Jika dilihat secara kuartal ke kuartal (Q-to-Q), ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,12 Persen. Sementara, secara kumulatif, ekonomi Jawa Tengah sampai dengan Triwulan III 2025 tumbuh 5,21 Persen (C-to-C)

Menurut Luthfi, capaian itu tak lepas dari upaya koloborasi dari berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan lainnya.

“Membangun suatu daerah itu tidak bisa mengandalkan APBD atau Pendapatan Asli Daerah (PAD), itu hanya 15%. Sedangkan 85% adalah investasi yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu provinsi Jawa Tengah mengedepankan collaborative government (pemerintahan kolaboratif),” ujarnya.

Maka dari itu, Pemprov Jateng terus berkomitmen menjaga kepastian dan kenyamanan berusaha, memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, serta menyediakan layanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

Selain itu juga memastikan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten melalui pelatihan vokasi, link and match pendidikan–industri, serta program peningkatan keterampilan bagi pencari kerja.

Ahmad Luthfi juga terus mendorong pembangunan dan pengembangan kawasan industri. Saat ini ada tujuh kawasan industri eksisting, meliputi Kendal Industrial Park (KEK Kendal), Grand Batang City, Batang Industrial Park, Wijaya Kusuma Industrial Park, Jatengland Industrial Park, Kawasan Industri Candi, dan Bukit Semarang baru (BSB).

Baca Juga: Gigi Berlubang dan Batuk Pilek Dominasi saat Wapres Gibran dan Ahmad Luthfi Tinjau CKG Sekolah di Salatiga

Tidak hanya itu, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga didorong untuk membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru untuk mendukung investasi di wilayah masing-masing. Beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen, Sragen, Semarang, dan lainnya sudah mulai menyiapkan lahan untuk kawasan industri atau kawasan ekonomi baru.

Sebagai informasi, ajang Indonesia Kita Awards digelar untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun lembaga yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa di berbagai bidang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peringati Hari Pahlawan, PLN UP3 Kudus Bagikan Paket Sembako untuk Puluhan Veteran

0
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus menyalurkan puluhan paket sembako kepada para veteran di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus menyalurkan puluhan paket sembako kepada para veteran di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Bantuan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus rasa terima kasih atas jasa para pejuang bagi Indonesia.

Penyerahan bantuan dilakukan di kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Kudus pada Senin (10/11/2025). Sebanyak 20 anggota LVRI menerima secara langsung paket sembako tersebut.

Baca Juga: KFW 2025 Sukses Digelar, Bupati Sam’ani: ‘Kami Ingin UMKM Naik Kelas’

Manajer PLN UP3 Kudus, Syaiful Azhari Siregar, mengatakan kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap para pejuang yang telah berkontribusi besar bagi bangsa. Momen Hari Pahlawan menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan rasa hormat dan apresiasi kepada mereka.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para veteran di Hari Pahlawan ini. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap jasa dan pengorbanan mereka,” ujarnya.

Syaiful menjelaskan bahwa paket sembako tersebut berasal dari hasil donasi para karyawan PLN UP3 Kudus yang dikumpulkan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Kudus. Donasi itu kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat, termasuk para veteran.

“Semua bantuan ini murni hasil partisipasi rekan-rekan karyawan yang ingin berbagi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Ia menegaskan, PLN UP3 Kudus tidak ingin berhenti hanya di satu kegiatan sosial saja. Ke depan, program serupa akan terus digelar dengan sasaran penerima manfaat yang lebih luas.

“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi para anggota LVRI. Ke depan, kami akan melanjutkan kegiatan sosial lainnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ketua LVRI Kudus, Fatkhur, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PLN UP3 Kudus atas kepedulian yang diberikan kepada para veteran.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari PLN UP3 Kudus. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Baca Juga: Wabup Bellinda Kecam Penyebar Video Hoaks Keracunan di SD Getassrabi Kudus

Ia berharap PLN UP3 Kudus terus sukses dan semakin maju sehingga dapat terus berbagi manfaat bagi masyarakat luas.

“Semoga PLN UP3 Kudus selalu diberi kesuksesan dan terus menebar kebaikan bagi masyarakat,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Imbas Pemangkasan TKD, Bupati Kudus dan DPRD Sepakat TPP ASN Dipangkas 10 Persen

0
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama DPRD sepakat adanya pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Hal tersebut sebagai imbas berkurangnya alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp538 miliar atau 33,20 persen pada tahun 2026.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengatakan, adanya dinamika terpangkasnya TKD memang perlu adanya efisiensi besar-besaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun depan. Satu di antaranya yang terimbas adalah TPP Aaparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: KFW 2025 Sukses Digelar, Bupati Sam’ani: ‘Kami Ingin UMKM Naik Kelas’

“Alokasi TPP ASN Pemkab Kudus kurang lebih sebesar Rp130 miliar. Pada tahun depan akan dikurangi antara 10 sampai 15 persen, menyesuaikan keuangan daerah,” ujar Sam’ani usai rapat paripurna penyampaian pengantar nota keuangan RAPBD 2026 di Gedung DPRD Kudus, Senin (10/11/2025).

Tetapi, lanjut Sam’ani, menurut hitungan sementara oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menetapkan pengurangan 10 persen. Sehingga alokasi TPP sebesar Rp130 miliar bakal dikurangi Rp13 miliar.

“TKD Kudus terpangkas cukup besar. Kita harus tetap bersyukur, tetap survive, tetap melaksanakan tugas dengan baik. Maka dilakukan penghematan dan efisiensi,” ucapnya.

Selain TPP, kata Sam’ani, beberapa belanja juga bakal dilakukan efisiensi. Di antaranya, belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perjalanan dinas, serta kegiatan yang membutuhkan anggaran besar.

“Efisiensi memang perlu dilakukan agar seluruh program prioritas tetap berjalan. APBD 2026 akan prioritaskan untuk pembangunan infratruktur, pelayanan masyarakat dan mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus,” sebutnya.

Berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2026 yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2025 dan KUA-PPAS yang disepakati 29 Agustus 2025, Rancangan APBD 2026 disusun sebesar Rp2,36 triliun.

Pendapatan daerah diproyeksikan Rp2,16 triliun. Terdiri dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp703,76 miliar dan pendapatan transfer Rp1,46 triliun.

Adapun belanja daerah mencapai Rp2,36 triliun yang meliputi belanja operasi Rp1,68 triliun dan belanja modal Rp337,92 miliar.

Ketua DPRD Kudus Masan menegaskan bahwa perubahan besar pada TKD membuat seluruh proses pembahasan anggaran harus diulang dengan penyesuaian menyeluruh.

“Penurunan ini sangat besar. Maka pembahasan di Banggar harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Banyak anggaran OPD akan mengalami pengurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD akan mendorong agar APBD 2026 diprioritaskan pada sektor pelayanan publik. Di antara pembangunan jalan, lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta pemeliharaan pasar tradisional menjadi sektor yang akan dijaga.

“Sementara kegiatan rutin OPD seperti belanja Alat Tulis Kantor (ATK), kegiatan rapat, makan minum bakal dipangkas hingga 50 persen,” tandasnya.

Selain penurunan TKD, Masan mengungkap bahwa arahan KPK pada 3 November 2025 turut mempengaruhi pembahasan APBD. Penganggaran pokok pikiran DPRD diminta berpedoman pada RPJMD 2025–2030 dan visi misi bupati.

Baca Juga: Wabup Bellinda Kecam Penyebar Video Hoaks Keracunan di SD Getassrabi Kudus

Hal ini menuntut rasionalisasi menyeluruh agar APBD tetap mampu menjalankan layanan publik dan menjaga stimulus ekonomi daerah.
Pembahasan APBD 2026 masih berlangsung dan diperkirakan rampung akhir November.

“TPP sementara dipangkas 10 persen, tapi ini masih bisa berkembang sesuai dinamika pembahasan. Yang penting, pelayanan publik tetap kami jaga,” kata Masan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kisah Mukhlis, 18 Tahun Jadi Juru Kunci Taman Makam Pahlawan Jepara, Punya Firasat Khusus saat ada Peziarah 

0
Mukhlis (46) Warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit yang sejak tahun 2007 ditugasi menjadi juru kunci di kompleks taman makam pahlawan Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Usai berziarah pada momentum Hari Pahlawan, rombongan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara satu-persatu mulai meninggalkan area Taman Makam Pahlawan Giri Dharma yang berada di Bukit Danarejo, Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara. 

Meski ziarah telah usai, Mukhlis (46) Warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit yang sejak tahun 2007 ditugasi menjadi juru kunci di kompleks taman makam pahlawan itu tidak bisa langsung meninggalkan lokasi. 

Baca Juga: Kisah Frisca, Penjual Donat Kukus Lumer yang Jadi Primadona Baru di Tayu

Mukhlis yang saat ini statusnya telah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospermades) Jepara baru bisa kembali ke kantor setelah memastikan kompleks makam itu aman untuk ia tinggal. 

Sebab, sebagai juru kunci makam, Mukhlis bercerita ia bertanggungjawab untuk merawat dan menjaga makam para pahlawan. Jika tidak ada perayaan hari khusus, ia datang untuk membersihkan makam dari hari Senin-Jumat. 

“Tapi kalau ada acara hari besar, kayak hari ini, saya bersihin ngga bisa sehari. Sabtu Minggu kemarin, saya tetep datang untuk bersihin area makam,” tutur Mukhlis saat ditemui di lokasi Taman Makam Pahlawan, Senin (10/11/2025). 

Mukhlis menyebutkan total terdapat 30 pahlawan yang dimakamkan di area Taman Makam Pahlawan Giri Dharma. Semuanya merupakan anggota TNI dan Polisi yang gugur saat bertugas. 

Selama 18 tahun menjaga dan merawat makam, Mukhlis bercerita ia sering mendapat firasat khusus saat ada orang atau rombongan yang akan berziarah diluar dari hari-hari besar. Seperti Perayaan HUT Kemerdekaan RI, atau HUT TNI maupun Polri. 

“Kalau mau ada kegiatan atau ada yang mau ziarah, itu kayak ada yang ngasih tau saya, ada feeling. Karena biasanya kan kalau mau ada yang ziarah bersurat dulu ke kantor, kecuali keluarga,” beber Mukhlis.  

Meskipun seorang diri merawat dan menjaga kompleks makam pahlawan, Mukhlis mengaku senang dan tidak merasa kesulitan. Sebab ia menyadari, tidak semua orang mendapat kesempatan untuk bisa merawat makam para pahlawan.  

Baca Juga: Kisah Dua Sahabat Penjual Jajan Tradisional di Pati, Omzet Hariannya Capai Rp500 Ribu

“Bangga sudah pasti, karena belum tentu setiap orang punya kesempatan untuk merawat makam pahlawan,” tutur Mukhlis. 

Selain Kompleks Taman Makam Pahlawan, di sisi timur terdapat taman yang dulunya merupakan area benteng yang dibangun oleh VOC. Hanya saja benteng itu kini sudah mengalami pemugaran dan tinggal menyisakan sisa-sisa reruntuhan tembok benteng.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudah 2 Pekan Sopir Truk di Kudus Kesulitan Dapatkan Solar Bersubsidi

0
Antrean kendaraan di SPBU Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Antrean truk mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Lingkar Utara, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Para sopir mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi.

Salah satu sopir, Agus Budiono (40) mengaku sudah dua pekan terakhir selalu kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi, sehingga mengganggu pekerjaannya.

Baca Juga: Wabup Bellinda Kecam Penyebar Video Hoaks Keracunan di SD Getassrabi Kudus

“Beberapa pekan ini memang agak susah mendapatkan solar subsidi. Beberapa SPBU, solar subsidinya kosong,” ujar Agus kepada Betanews.id, Senin (10/11/2025).

Sebelum ke SPBU Bacin, ia datang ke SPBU yang ada di Desa Cendono, Kecamatan Dawe tetapi solar subsidinya kosong. Keadaan sulit mendapatkan solar bersubsidi tentu sangat mengganggu pekerjaan para sopir. Apalagi pembelian solar subsidi juga dibatasi.

“Kami berharap solar subsidi ini jangan sampai langka. Kasihan kami, orang kecil yang mengantungkan nasib jadi sopir truk,” harap warga Desa Piji, Kecamatan Dawe tersebut.

Hal yang sama juga dikeluhkan sopir truk bernama Sudiro (49). Warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe yang kesehariannya mengangkut material tersebut mengaku sudah dua pekan kesulitan mendapatkan solar subsidi.

“Dua pekan terakhir ini solar subsidi sulit. Informasinya tidak semua SPBU di Kudus menjual solar subsidi,” ujar Sudiro.

Karena solar subsidi di beberapa SPBU Kudus kosong, tak jarang ia pun harus putar balik. Keadaan tersebut tentu sangat mengganggu pekerjaan dan berdampak pada penghasilan yang tidak maksimal.

“Bagaimana mau maksimal, banyak waktu justru terbuang untuk antre dan mencari solar subsidi,” tandasnya.

Dia berharap, keadaan langka solar subsidi di Kudus jangan sampai berlarut-larut. Ia ingin solar subsidi mudah didapat dan tersedia di semua SPBU seperti sebelumnya.

“Kami sepakat pembelian solar subsidi dibatasi, tetapi barangnya itu jangan sampai langka. Kalau langka, pekerjaan kami terganggu dan otomatis pendapatan kami berkurang,” bebernya.

Sementara Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan menyangkal adanya kelangkaan solar subsidi di Kudus. Stok untuk produk bio solar di Kota Kretek hari ini total ada 514 ribu liter.

“Solar tersebut tersebar di 17 SPBU di seluruh Kudus. Jadi, kami sampaikan kepada masyatakat bahwa antrean itu jangan dimaknai sebagai kekosongan atau kelangakaan,” ujar Taufiq melalui sambungan telepon, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Tersesat di Pegunungan Patiayam, Perempuan Asal Desa Klaling Kudus Ditemukan Meninggal

Dia mengungkapkan, antrean kendaraan di SPBU merupakan adanya peningkatan permintaan solar. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar ketika mendekati akhir tahun.

“Sebab, mendekati akhir tahun ini banyak industri dan proyek mengejar target perampungan pekerjaan. Sehingga permintaan solar pun meningkat. Jadi, meskipun antre barangnya itu tersedia,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Percepat Perbaikan Infrastruktur Jalan, Pemkab Pati Bakal Ajukan Pinjaman Rp90 M

0
Rapat paripurna yang membahas tentang Rancangan Perda APBD Kabupaten Pati tahun 2026. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal mengajukan pinjaman daerah. Jumlah pinjamannya yakni sebesar Rp90 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pati Sudewo usai menghadiri rapat paripurna yang membahas tentang Rancangan Perda APBD Kabupaten Pati tahun 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyebut pinjaman daerah tersebut salah satunya untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.

Baca Juga: Pembuatan Tanggul Darurat di Ketitangwetan Pati Dikebut, Ditarget Sepekan Lagi Rampung

“Pinjaman daerah itu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Supaya jalan yang baik segera dirasakan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan demikian pergerakan perekonomian itu bisa menjadi lebih lancar,” ujar Sudewo

Sudewo menjelaskan, pembayaran pinjaman daerah tersebut akan dilakukan secara berkala. Yakni dimulai dari tahun 2027 mendatang.

“Pinjaman tersebut pembayaran cicilannya tidak memberikan beban kepada masyarakat sedikit pun. Yang akan kami cicil mulai tahun 2027,” sebutnya.

Ia menyebut, jika dimulai dari 2027 pembayaran pinjaman daerah puluhan miliar itu bisa lunas pada 2029. Menurutnya, hal ini bisa membantu keuangan daerah.

“Besarannya Rp90 miliar. Yang nanti 2027 kita cicil kurang lebih Rp32 miliar, 2028 sekitar itu, 2029 sekitar Rp32 miliar dan itu sudah teralokasi dalam APBD. Tidak memberikan beban kepada masyarakat,” bebernya.

Sudewo menambahkan, pinjaman daerah merupakan saran dari pemerintah pusat. Hal ini diharapkan untuk mempercepat pembangunan di daerah.

“Itu adalah salah satu upaya dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Ini merupakan saran dari pemerintah pusat, menteri keuangan, supaya ada terobosan dari kepala daerah untuk mempercepat pembangunan,” imbuhnya.

Namun pinjaman daerah ini membutuhkan persetujuan dari DPRD Pati. Sudewo pun berharap pihak legislatif dapat menyetujui rencana pinjaman ini.

Baca Juga: Rayakan Harlah ke- 30, MAN 2 Pati Hijaukan Pesisir dengan Tanam 3 Ribu Pohon Mangrove

Menurutnya, pinjaman daerah tersebut perlu dilakukan. Mengingat, dana transfer daerah dipangkas cukup besar yang jumlahnya mencapai ratusan miliar.

“Transfer daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kurang lebih Rp150 miliar. Untuk menutup kekurangan itulah kami melakukan pinjaman,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

KFW 2025 Sukses Digelar, Bupati Sam’ani: ‘Kami Ingin UMKM Naik Kelas’

0
Kudus Fashion Week (KFW), di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (8/11/2025) malam. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan masyarakat sangat antusias dengan even Kudus Fashion Week (KFW) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (8/11/2025) malam. Panggung catwalk dan beberapa tenan fashion menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas even yang mengusung tema “Gaya Raya” itu. Menurutnya, even semacam ini dapat membantu meningkatkan geliat UMKM dan dunia fashion, utamanya di Kabupaten Kudus. 

Baca Juga: Wabup Bellinda Kecam Penyebar Video Hoaks Keracunan di SD Getassrabi Kudusa

Gelaran even tersebut diharap dapat mendongkrak perekonomian, baik itu UMKM, desainer, hingga usaha fashion. Terlebih, karya fashion yang dibuat oleh desainer Kudus diharapkan mampu bersaing hingga mancanegara.

“Kami ingin UMKM di Kudus, pengusaha dan desainer naik kelas hingga mancanegara,” katanya dalam sambutan sebelum membuka acara fashion show.

Oleh sebab itu, Bupati Sam’ani mengajak masyarakat untuk mendukung karya-karya yang dibuat oleh para pelaku usaha fashion di Kudus. Dengan kebanggaan membeli produk-produk busana lokal.

“Ini bisa memberi kontribusi pada pelaku usaha di Kudus. Untuk itu masyarakat harus bangga dengan produk Kudus,” jelasnya.

Penyelenggara KFW, Aris Yuni Astuti mengaku, tak dapat berkata-kata lebih dalam gelaran KFW di tahun ini. Sebab, antusias masyarakat yang begitu tinggi, walaupun sempat diwarnai hujan deras. 

“Sangat istimewa, ini bikin aku speechless dalam penyelenggaraan di tahun ini. Karena sempat hujan, Alhamdulillah bisa melanjutkan acara. Semoga adanya peristiwa seperti ini, KFW bisa semakin sukses, bermanfaat bagi masyarakat Kudus dan sekitar, bisa mengangkat UMKM,” ujarnya. 

Ia mengklaim, keberadaan KFW sangat dinantikan dan diharapkan oleh sebagian masyarakat dan para pelaku usaha fashion. Apalagi even yang berlangsung itu, menjelang hari raya, sehingga sangat revelan untuk dapat meningkatkan penjualan. 

Menariknya, tahun ini jajaran Forkopimda dan PKK Kabupaten Kudus ikut tampil untuk memeriahkan acara. Hal itu menurutnya, bentuk dukungan dan suport dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus atas terselenggaranya acara tersebut.

“Untuk brand yang tampil pada fashion show ada sebanyak tujuh brand, ditambah dari Forkopimda dan PKK Kudus. Jadi ada sembilan sesi penampilan fashion show di acara ini,” sebutnya. 

Baca Juga: Tersesat di Pegunungan Patiayam, Perempuan Asal Desa Klaling Kudus Ditemukan Meninggal

Ia menuturkan, sebanyak 40 brand ikut memeriahkan acara dalam tenan yang ditampilkan. Saking banyaknya antusias, ia menyebut, ada yang sudah mendaftar untuk mengikuti KFW tahun depan.

“Harapannya Kudus bisa jadi salah satu kota fashion di Indonesia, pelaku usaha fashion naik tingkat kita mau even seperti ini bisa go nasional dan go internasional. Saat ini sudah ada beberapa brand yg sudah daftar untuk KFW tahun depan,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dua Kartu Merah Ikut Warnai Kekalahan Persijap Lawan Madura United 

0
Persijap Jepara belum bisa tersenyum usai kembali kalah dalam pertandingan pekan ke-12 BRI Super League musim 2025-2026 melawan Madura United pada Minggu, (9/11/2025) malam. Foto: Persijap

BETANEWS.ID, JEPARA – Persijap Jepara belum bisa tersenyum usai kembali kalah dalam pertandingan pekan ke-12 BRI Super League musim 2025-2026 melawan Madura United pada Minggu, (9/11/2025) malam. 

Laga tandang bagi Tim Laskar Kalinyamat di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur berakhir 1-2. Menambah rentetan panjang bagi Persijap Jepara yang saat ini menduduki posisi ke-16 dalam klasemen sementara. 

Baca Juga: Tim Persijap Jepara Belum Bakal Dirombak Meski Kalah Lima Kali Beruntun 

Pelatih Persijap, Mario Lemos, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Kekalahan timnya kali ini menurutnya sangat menyakitkan karena terjadi di menit-menit krusial. 

“Kami kalah lagi dengan proses yang berat. Dua kali beruntun kebobolan di menit akhir, tentu sangat menyakitkan. Lebih mengecewakan daripada kalah 3-0 atau 4-0, karena sebenarnya kami punya peluang untuk menang,” katanya pada Senin, (10/11/2025). 

Permainan yang cukup berat juga harus dilakoni Laskar Kalinyamat setelah dua punggawanya diganjar kartu merah. Yaitu Dicky Kurniawan pada menit ke-31 dan Z. R. Alamsyah pada menit 90+6. Persijap hanya bermain hanya dengan 9 pemain. 

Terkait hal itu, Mario memilih tidak banyak berkomentar soal keputusan wasit yang menjadi sorotan dalam laga tersebut. Ia lebih memilih fokus memperbaiki permainan timnya.

“Saya belum melihat langsung insiden kartu merah itu. Kalau memang benar, saya pikir wajar karena pemain kami masih muda, belum banyak pengalaman, dan sedikit emosional saat tensi pertandingan tinggi. Nanti saya akan lihat videonya,” ujarnya.

Sebab menurutnya, anak asuhnya sudah bekerja keras dan berusaha mencari solusi dari setiap kekalahan. Namun, faktor penyelesaian akhir dan kelengahan di menit-menit akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim.

Baca Juga: Tim EPA Persijap Jepara Wakili Indonesia dalam Laga K-League di Korea 

“Kami tetap berusaha, pemain juga berjuang keras. Ada beberapa keputusan wasit dan pelanggaran yang tidak perlu, tapi kami tidak mau terlalu lama mengeluh. Musim ini masih panjang, kami harus lanjut dan tetap fokus,” tegasnya.

Sementara itu, pemain asing Persijap, Franca, juga menyampaikan penyesalan mendalam atas hasil pertandingan. Ia menyebut dua kartu merah yang diterima timnya menjadi beban berat di laga tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -