31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Sudah 2 Pekan Sopir Truk di Kudus Kesulitan Dapatkan Solar Bersubsidi

BETANEWS.ID, KUDUS – Antrean truk mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Lingkar Utara, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Para sopir mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi.

Salah satu sopir, Agus Budiono (40) mengaku sudah dua pekan terakhir selalu kesulitan untuk mendapatkan solar subsidi, sehingga mengganggu pekerjaannya.

Baca Juga: Wabup Bellinda Kecam Penyebar Video Hoaks Keracunan di SD Getassrabi Kudus

-Advertisement-

“Beberapa pekan ini memang agak susah mendapatkan solar subsidi. Beberapa SPBU, solar subsidinya kosong,” ujar Agus kepada Betanews.id, Senin (10/11/2025).

Sebelum ke SPBU Bacin, ia datang ke SPBU yang ada di Desa Cendono, Kecamatan Dawe tetapi solar subsidinya kosong. Keadaan sulit mendapatkan solar bersubsidi tentu sangat mengganggu pekerjaan para sopir. Apalagi pembelian solar subsidi juga dibatasi.

“Kami berharap solar subsidi ini jangan sampai langka. Kasihan kami, orang kecil yang mengantungkan nasib jadi sopir truk,” harap warga Desa Piji, Kecamatan Dawe tersebut.

Hal yang sama juga dikeluhkan sopir truk bernama Sudiro (49). Warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe yang kesehariannya mengangkut material tersebut mengaku sudah dua pekan kesulitan mendapatkan solar subsidi.

“Dua pekan terakhir ini solar subsidi sulit. Informasinya tidak semua SPBU di Kudus menjual solar subsidi,” ujar Sudiro.

Karena solar subsidi di beberapa SPBU Kudus kosong, tak jarang ia pun harus putar balik. Keadaan tersebut tentu sangat mengganggu pekerjaan dan berdampak pada penghasilan yang tidak maksimal.

“Bagaimana mau maksimal, banyak waktu justru terbuang untuk antre dan mencari solar subsidi,” tandasnya.

Dia berharap, keadaan langka solar subsidi di Kudus jangan sampai berlarut-larut. Ia ingin solar subsidi mudah didapat dan tersedia di semua SPBU seperti sebelumnya.

“Kami sepakat pembelian solar subsidi dibatasi, tetapi barangnya itu jangan sampai langka. Kalau langka, pekerjaan kami terganggu dan otomatis pendapatan kami berkurang,” bebernya.

Sementara Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan menyangkal adanya kelangkaan solar subsidi di Kudus. Stok untuk produk bio solar di Kota Kretek hari ini total ada 514 ribu liter.

“Solar tersebut tersebar di 17 SPBU di seluruh Kudus. Jadi, kami sampaikan kepada masyatakat bahwa antrean itu jangan dimaknai sebagai kekosongan atau kelangakaan,” ujar Taufiq melalui sambungan telepon, Senin (10/11/2025).

Baca Juga: Tersesat di Pegunungan Patiayam, Perempuan Asal Desa Klaling Kudus Ditemukan Meninggal

Dia mengungkapkan, antrean kendaraan di SPBU merupakan adanya peningkatan permintaan solar. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar ketika mendekati akhir tahun.

“Sebab, mendekati akhir tahun ini banyak industri dan proyek mengejar target perampungan pekerjaan. Sehingga permintaan solar pun meningkat. Jadi, meskipun antre barangnya itu tersedia,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER