BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal mengajukan pinjaman daerah. Jumlah pinjamannya yakni sebesar Rp90 miliar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pati Sudewo usai menghadiri rapat paripurna yang membahas tentang Rancangan Perda APBD Kabupaten Pati tahun 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyebut pinjaman daerah tersebut salah satunya untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.
Baca Juga: Pembuatan Tanggul Darurat di Ketitangwetan Pati Dikebut, Ditarget Sepekan Lagi Rampung
“Pinjaman daerah itu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Supaya jalan yang baik segera dirasakan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan demikian pergerakan perekonomian itu bisa menjadi lebih lancar,” ujar Sudewo
Sudewo menjelaskan, pembayaran pinjaman daerah tersebut akan dilakukan secara berkala. Yakni dimulai dari tahun 2027 mendatang.
“Pinjaman tersebut pembayaran cicilannya tidak memberikan beban kepada masyarakat sedikit pun. Yang akan kami cicil mulai tahun 2027,” sebutnya.
Ia menyebut, jika dimulai dari 2027 pembayaran pinjaman daerah puluhan miliar itu bisa lunas pada 2029. Menurutnya, hal ini bisa membantu keuangan daerah.
“Besarannya Rp90 miliar. Yang nanti 2027 kita cicil kurang lebih Rp32 miliar, 2028 sekitar itu, 2029 sekitar Rp32 miliar dan itu sudah teralokasi dalam APBD. Tidak memberikan beban kepada masyarakat,” bebernya.
Sudewo menambahkan, pinjaman daerah merupakan saran dari pemerintah pusat. Hal ini diharapkan untuk mempercepat pembangunan di daerah.
“Itu adalah salah satu upaya dalam rangka mempercepat pembangunan daerah. Ini merupakan saran dari pemerintah pusat, menteri keuangan, supaya ada terobosan dari kepala daerah untuk mempercepat pembangunan,” imbuhnya.
Namun pinjaman daerah ini membutuhkan persetujuan dari DPRD Pati. Sudewo pun berharap pihak legislatif dapat menyetujui rencana pinjaman ini.
Baca Juga: Rayakan Harlah ke- 30, MAN 2 Pati Hijaukan Pesisir dengan Tanam 3 Ribu Pohon Mangrove
Menurutnya, pinjaman daerah tersebut perlu dilakukan. Mengingat, dana transfer daerah dipangkas cukup besar yang jumlahnya mencapai ratusan miliar.
“Transfer daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kurang lebih Rp150 miliar. Untuk menutup kekurangan itulah kami melakukan pinjaman,” pungkasnya.Â
Editor: Haikal Rosyada

