Beranda blog Halaman 138

Museum Kretek Gelar Pameran “Utsava Kretek”, Angkat Kretek Sebagai Warisan Budaya Kudus

0
Museum Kretek menggelar Pameran Temporer bertajuk "Utsava Kretek" pada Kamis-Minggu (13-16/11/2025. Acara pembukaan pameran yang dimeriahkan dengan berbagai acara itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, Kamis (13/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek menggelar Pameran Temporer bertajuk “Utsava Kretek” pada Kamis-Minggu (13-16/11/2025). Acara pembukaan pameran yang dimeriahkan dengan berbagai acara itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, Kamis (13/11/2025).

Usai membuka, pria yang akrab disapa Kelik tersebut mengatakan, kegiatan semacam itu dapat menjadi pemicu terhadap acara-acara yang akan digelar berikutnya. Ia menilai, Museum Kretek harus ada inovasi agar dapat menjadi daya tarik wisatawan, yang selama ini mungkin dikesampingkan. 

Baca Juga: Pemkab Kudus Bakal Kaji Ulang Sewa Terminal Kargo Jati

“Termasuk adanya technopark dengan lomba-lomba yang sudah kita laksanakan. Jadi tidak hanya jadi ruang pamer, tapi juga ada diskusi dan sebagainya biar tambah ramai,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, koleksi Museum Kretek saat ini jauh lebih bagus dari pada sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya keterlibatan dari beberapa industri rokok yang ada di Kabupaten Kudus.

“Harapanya, Museum Kretek ini menjadi lebih representatif bagi industri rokok yang ada di Kudus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPTD dan Taman Budaya pada Disbudpar Kabupaten Kudus, Sudarman menuturkan, ada sebanyak 30 stand yang mengikuti kegiatan. Terdiri 20 stand dari ekonomi kreatif dan 10 stand lainnya dari komunitas kretek dan beberapa industri rokok, seperti Langsep, Jalenka, dan sebagainya.

“Tak hanya itu kami juga menggandeng perusahaan rokok di Kudus seperti Djarum, Sukun, dan Nojorono untuk menampilkan beragam koleksinya dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Acara digelar demi maksud dalam upaya memajukan kebudayaan Kudus. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan itu generasi muda diharapkan lebih mengetahui sejarah dan kebudayaan tentang kretek. 

“Harapannya mereka juga bisa ikut melestarikan dan menjaga kebudayaan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Pelaksanaan MBG, KDMP Jati Wetan Kudus Resmi Beroperasi

Berbagai acara digelar untuk memeriahkan sekaligus menambah wawasan pengunjung dengan sarasehan bertema “Mengangkat Kretek Sebagai Warisan Budaya Takbenda”. Di mana narasumber dalam sarasehan itu menghadirkan sejarawan dan pemerhati budaya Kudus, Dr. Edy Supratno, pelaku industri kretek Semarang, Awalia Rismala, komunitas kretek Yogyakarta, Moddie Alvianto Wicaksono, dan pelaku Ekonomi Kreatif Kudus sekaligus anggota DPRD Kabupaten Kudus, Valerie Yudistira Pramudya.

Selain itu, belajar teater, atraksi seni barongan, belajar modeling, pentas seni kreasi musik tari serta band, hingga belajar keroncong dihadirkan untuk menarik minat pengunjung berdatangan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ratusan Atlet Sepatu Roda Siap Adu Cepat di Stadion Joyokusumo

0
Pertandingan Cabor Sepatu Roda nomor PTP Elim 10.000 meter kategori putra di Arena Sepatu Roda Kompleks Stadion Joyokusumo Pati, Kamis (3/8/2023). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kabupaten Pati resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Jawa Tengah 2025. Penunjukan ini menggantikan Kabupaten Magelang yang sebelumnya mundur karena persiapan belum maksimal.

Kegiatan bergengsi bertajuk Safari Kompetisi Seri-1 itu dijadwalkan berlangsung pada 14–16 November 2025 di venue sepatu roda Stadion Joyokusumo Pati. Ratusan atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah bakal memacu kecepatan dan keterampilan mereka di lintasan.

Baca Juga: Alami Kenaikan, Hasil Bulan Dana PMI Tahun 2025 Capai Rp1,3 Miliar

Ketua Pengkab Perserosi Pati, Harisman mengungkapkan, antusiasme peserta yang cukup tinggi tahun ini.

”Kejurprov besok mulai tanggal 14–16 November. Besok mulai TM dan lombanya Sabtu–Minggu. Hingga kini sudah 580 peserta. Lebih dari 15 kabupaten yang hadir nanti,” ujar Harisman, Kamis (13/11/2025).

Para peserta datang dari berbagai tingkatan usia, mulai dari pelajar TK, SD, SMP, SMA hingga kelompok umum. Mereka akan berlaga dalam beberapa kategori, antara lain Sepatu Roda Speed, Freestyle, dan Skateboard.

Meski beberapa atlet andalan Pati yang sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional absen, Harisman menegaskan pihaknya tetap akan memberikan penampilan terbaik.

”Kalau cuaca hujan bisa sampai malam. Untuk Pati kami maksimalkan yang ikut. Sebagian ada atlet yang ikut kalau Porprov. Yang juara PON itu tidak ikut hanya menjadi juri. Yang sudah juara nasional ndak ikut. Kita maksimalkan teman yang lainnya,” ungkapnya. 

Ia berharap, Kejurprov ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana mengasah keterampilan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 yang akan digelar di Semarang Raya.

Baca Juga: Lima Kursi ‘Panas’ Kepala OPD Pati Akhirnya Terisi

Sementara itu, Ketua Pelaksana Mirah Setyanti menambahkan, Kejurprov ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan dan regenerasi atlet sepatu roda di Jawa Tengah.

”Kejurprov ini sebagai ajang mengembangkan, membangun, memajukan dan meningkatkan prestasi cabang olahraga sepatu roda dan skateboard di Indonesia. Serta mencari calon atlet terbaik di Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Diduga Jadi Korban Penculikan dan Penyekapan, Makam Perempuan Asal Kerso Jepara Dibongkar 

0
Makam seorang perempuan asal Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara pada Kamis, (13/11/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Makam seorang perempuan asal Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara pada Kamis, (13/11/2025). 

Sebelumnya, perempuan bernama Khoiriyah(44), Warga Desa Kerso RT 5 RW 1 itu sudah dimakamkan di TPU Datuk Sikangrang Desa Kerso, pada Sabtu (8/11/2025) lalu. 

Baca Juga: Ratusan Pengurus Kopdes Merah Putih di Jepara Mulai Dibekali Peningkatan Kompetensi 

Pembongkaran makam itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang diduga menjadi korban penculikan disertai penyekapan. 

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Wildan Faizal Umar Rela menjelaskan korban sebelumnya dilaporkan meninggal pada saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di kediaman JR, Warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit pada Sabtu, (8/11/2025) pagi. 

Saat itu, mengetahui korban meninggal dunia, JR kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak desa. Dari pihak desa kemudian melapor kepada pihak kepolisian yang kemudian diteruskan kepada pihak perangkat desa tempat tinggal korban. 

“Dari awal sebenarnya mau kita lakukan autopsi, tapi ada penolakan dari salah satu keluarga korban,” kata AKP Wildan saat ditemui usai pembongkaran makam di TPU Datuk Sikangrang.  

Namun kemudian, karena kasus kematian korban menjadi perhatian masyarakat sebab diduga berkaitan dengan tindak pidana, maka atas seizin pihak keluarga, pihaknya melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam. 

“Karena ini sudah menjadi perhatian publik dan terkait pemberitaan almarhumah yang diduga ada indikasi tindak pidana, sehingga untuk memastikan itu semua kita lakukan ekshumasi,” jelasnya. 

Dari dugaan sementara, Wildan mengungkapkan korban diduga menjadi korban tindakan penculikan dan penyekapan. 

“Dugaannya penculikan dan penyekapan, cuma sekali lagi ini masih kita klarifikasi,” benernya. 

Untuk memastikan dugaan tersebut, Wildan mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah. 

Baca Juga: Becak Listrik Prabowo Tak Sekuat Becak Motor, Tukang Becak Jepara: ‘Mau Buat Becak Wisata’ 

Hasil tersebut diperkirakan akan keluar sekitar dua minggu ke depan. Sehingga untuk saat ini, Wildan belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait penyebab kematian korban. 

“Biddokes sama Bidlafor Polda Jateng sudah membawa sebagian organ dalam (korban), organ ini dibawa untuk bisa disimpulkan penyebab kematiannya karena apa,” kata Wildan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Kudus Bakal Kaji Ulang Sewa Terminal Kargo Jati

0
Terminal Kargo Jati, Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana melakukan evaluasi terhadap perjanjian sewa lahan Terminal Kargo Jati. Langkah ini diambil setelah muncul ketimpangan antara besarnya biaya sewa dengan pendapatan retribusi yang diperoleh dari terminal tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, menilai bahwa pengelolaan terminal saat ini sudah tidak memberikan keuntungan optimal bagi daerah. Ia menjelaskan, lahan terminal merupakan milik Desa Jati Wetan, sedangkan bangunan dan fasilitas di atasnya menjadi aset Pemkab.

Baca Juga: Gerakan Kudus Asik Bikin Dapur MBG jadi Higenis

“Pola kerja sama seperti ini perlu dikaji ulang, apalagi setelah biaya sewa naik sangat tinggi dalam dua tahun terakhir,” ujar Djati di ruang kerjanya belum lama ini.

Pada tahun 2023, nilai sewa lahan Terminal Kargo hanya Rp27,8 juta, namun sejak 2024 melonjak drastis menjadi Rp217,6 juta per tahun. Lonjakan tersebut dinilai membuat perbandingan antara biaya dan manfaat (cost-benefit) menjadi tidak seimbang. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, pendapatan retribusi dari terminal masih mampu menembus lebih dari Rp100 juta dan memberikan keuntungan bagi daerah.

“Kalau memang sudah tidak efisien, lebih baik dilepas saja. Desa tetap bisa mengelola dengan sistem bagi hasil atau dikenai pajak,” jelasnya.

Djati menambahkan, meski pemerintah tidak semata-mata berorientasi pada profit, prinsip efisiensi tetap harus dijaga agar pengelolaan fasilitas publik tidak justru membebani anggaran daerah. Karena itu, ia menekankan perlunya kajian ulang menyeluruh terkait keberlanjutan sewa terminal tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Perparkiran dan Terminal Dishub Kudus, Edy Supriyanto, membenarkan bahwa Terminal Kargo Jati berdiri di atas lahan sewa dengan kontrak tiga tahunan yang dibayar tiap tahun. Untuk periode 2025–2027, biaya sewa disepakati sebesar Rp200,9 juta per tahun.

“Meski beban sewa cukup besar, kami tetap berusaha memaksimalkan penerimaan retribusi. Tahun ini, Dishub menargetkan pendapatan sebesar Rp210 juta, dan hingga akhir Oktober 2025 realisasinya sudah mencapai 83,21 persen atau sekitar Rp175 juta,” ujarnya.

Edy optimistis target tersebut akan tercapai sebelum akhir tahun. Tahun lalu capaian kami 96 persen, meski sempat terkendala banjir di Demak dan peninggian jalan di perbatasan Kudus–Demak yang membuat terminal berhenti beroperasi tiga bulan. Tahun ini, alhamdulillah lebih lancar.

“Terminal Kargo Jati mampu menampung hingga 100 unit truk besar, dengan tarif parkir Rp7.500 per hari untuk truk biasa dan Rp12.500 per hari untuk truk tronton, gandeng, maupun trailer,” bebernya.

Baca Juga: Gelar Konsultasi Publik, Disnakerperinkop Kudus Banyak Dapat Masukan Terkait Kopdes Merah Putih

Edy sependapat dengan BPPKAD bahwa perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait besarnya biaya sewa lahan yang menjadi beban pengelolaan.

“Evaluasi diperlukan agar pengelolaan tetap optimal dan pendapatan daerah bisa terus meningkat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dukung Pelaksanaan MBG, KDMP Jati Wetan Kudus Resmi Beroperasi

0
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus kini resmi beroperasi. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus kini resmi beroperasi. Hal itu dalam rangka memperkuat ekonomi desa dan mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai program kerja pemerintahan Prabowo Subianto. 

Launching KDMP dan peresmian gedung Graha Jati Semi, dihadiri langsung oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, Sabtu (8/11/2025) malam. Ada beberapa lini usaha yang dijalankan dalam upaya memperkokoh ekonomi kerakyatan di desa tersebut. 

Baca Juga: Gerakan Kudus Asik Bikin Dapur MBG jadi Higenis

Ketua KDMP Jati Wetan, Imam Wahyudi mengatakan, beberapa unit usaha yang telah berjalan meliputi gerai sembako, pupuk, dan gas. Koperasi tersebut mulai bergerak sejak 20 Mei 2025, dengan jumlah anggota aktif sebanyak 66 anggota, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga setempat.

“Kami ingin koperasi ini menjadi wadah ekonomi masyarakat desa. Prinsipnya (keuntungan) dari anggota untuk anggota,” katanya.

Ia menuturkan, adanya kopdes dapat menjadi palang pintu penguatan ekonomi rakyat sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi warga. Terlebih, keberadaan kopdes dapat saling bersinergi dengan program MBG yang berada di desa tersebut.

“Untuk warung sembako dimungkinkan untuk berkolaborasi dengan kita. Jadi mereka bisa mengambil barang ke kita (KDMP) untuk dijual kembali,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Di mana desa tersebut berhasil membentuk Kopdes dan membangun gedung representatif sebagai pusat kegiatan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, keberadaan kopdes menjadi langkah kongkret dalam upaya mendukung program Presiden Prabowo Subianto, utamanya dalam memperkokoh perekonomian rakyat.

“Langkah ini harus ditiru desa-desa lain di Kabupaten Kudus. Sebab Kopdes akan menjadi mitra dalam mendukung program MBG,” jelasnya.

Menurutnya, Kopdes sangat berperan sebagai pemasok bahan kebutuhan pokok bagi dapur MBG. Di antaranya seperti telur, daging, tahu, dan tempe. Outputnya, sinergi tersebut dapat menciptakan perekonomian lokal menjadi kuat.

Baca Juga: Gelar Konsultasi Publik, Disnakerperinkop Kudus Banyak Dapat Masukan Terkait Kopdes Merah Putih

“Kalau suplai bahan MBG bisa diambilkan dari Kopdes, ekonomi masyarakat semakin tumbuh berkembang. Kami pastikan program MBG di Kudus berjalan optimal, dengan bahan bakunya benar-benar dari pelaku usaha lokal,” ujarnya. 

Dalam mendukung keberadaan program nasional tersebut, pihaknya meminta ASN di lingkungan Pemkab Kudus menjadi anggota kopdes.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

UMK Kudus 2026 Belum Dibahas, Ini Penyebabnya

0
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial pada Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Agus Juanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Besaran Upah Minimum (UMK) di Kabupaten Kudus untuk tahun 2026 masih belum jelas. Pasalnya, penentuan penghitungannya masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial pada Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Agus Juanto mengatakan, hingga saat ini belum melakukan pembahasan UMK untuk tahun depan. Namun, ia mengaku berkomunikasi secara intens dengan dewan pengupahan.

Baca Juga: Gerakan Kudus Asik Bikin Dapur MBG jadi Higenis

“Pembahasan upah belum ada. Tetapi, sonding-sonding ke dewan pengupahan terus kita lakukan,” ujar Agus kepada Betanews.id di Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Megawon, belum lama ini.

Dia menuturkan, dewan pengupahan terdiri dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serikat pekerja, Badan Pusat Statistik (BPS), perguruan tinggi serta Disnakerperinkop dan UKM. Menurutnya, besaran UMK tak relevan dibahas ketika belum ada regulasi yang jelas.

“Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tidak bisa dijadikan dasar penentuan upah 2026. Intinya kita masih menunggu regulasi. Regulasi terbit, UMK Kudus langsung kita bahas,” bebernya.

Dia mengungkapkan, bahwa penentuan upah di tahun sebelumnya itu diputuskan oleh gubernur. Jadi besaran UMK yang berlaku ialah yang ditentukan pemerintah provinsi.

“Tetapi untuk tahun 2026 kemungkinan penentuan kenaikan upahnya ada formulasi penghitungan. Berdasarkan variabel-variabel yang ada, di antaranya inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” bebernya.

Baca Juga: Gelar Konsultasi Publik, Disnakerperinkop Kudus Banyak Dapat Masukan Terkait Kopdes Merah Putih

Disinggung kapan paling cepat membahas UMK Kudus, Agus mengaku masih belum mengegahuinya. Sekali lagi, ia menegaskan masih menunggu regulasi remsi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja.

“Kalau regulasinya sudah diumumkan, nanti langsung kita bahas di dewan pengupahan,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Apresiasi TNI Atas Kontribusinya dalam Menjaga Ketahanan Pangan

0
Ahmad Luthfi saat mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dalam acara peresmian Pompa Hidraulic Ram (Hidram) TNI Manunggal Air Pertanian di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Kamis (13/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, BANYUMAS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kapada jajaran TNI atas kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan di wilayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak dalam acara peresmian Pompa Hidraulic Ram (Hidram) TNI Manunggal Air Pertanian di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Ahmad Luthfi Komitmen Berikan Pemberdayaan Kepada Perempuan

Gubernur Luthfi menegaskan, peran TNI AD dalam penyediaan air irigasi dan air bersih telah memberi dampak nyata bagi masyarakat pedesaan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah memberikan kontribusi besar dalam rangka swasembada pangan. Air ini sangat penting, karena Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional. Ini bagian penting dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat,” ujar Luthfi.

Ia menyatakan, Pemprov Jateng telah menindaklanjuti program ini bersama jajaran teritorial, mulai dari Kodim hingga Koramil, agar pelaksanaan di lapangan semakin kuat. Menurut dia, program dari TNI ini sangat bermanfaat, terutama pada musim kemarau.

“Ini juga memperkuat sinergi antara seluruh kabupaten/kota dengan TNI,” tegasnya.

Sementara itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan, program pengairan di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas ini dapat dilaksanakan dengan baik.

“Sampai sekarang sudah ada 1.004 hektare sawah yang dapat diairi, sehingga para petani bisa tanam dua kali bahkan tiga kali dalam setahun,” kata Maruli.

Ia mengungkapkan, program ini akan terus diperluas di Jawa Tengah. Menurutnya, dukungan dari Gubernur Jateng, Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, hingga instansi terkait lainnya akan semakin mempercepat pencapaian target.

“Mudah-mudahan program-program Presiden untuk ketahanan pangan, terutama yang tadah hujan, bisa berjalan selaras,” ucapnya.

KSAD juga menyoroti dampak besar program air bersih bagi kesejahteraan masyarakat. Sejak 2022, TNI AD telah membangun hampir 80 titik air bersih di Banyumas serta membantu ratusan rumah dalam program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Saya berharap program di Banyumas bisa menjadi contoh,” tambahnya.

Penanggung jawab program, Mayor CPN Yohanes Tito menjelaskan, sistem pompa hidram ini dibangun dengan memanfaatkan potensi Bendungan Gerak Serayu yang memiliki debit air 21.000 liter per detik.

Air dari Sungai Serayu tersebut dialirkan melalui sodetan menggunakan pipa berdiameter 24 dan 25 inci menuju bak utama berukuran 10 × 4 × 2 meter. Kemudian, sebanyak 44 unit pompa hidram dipasang untuk menghasilkan total debit 109,72 liter per detik. Air tersebut mampu mengairi 717 hektare sawah tadah hujan di tiga desa: Pesawahan, Sidamulih, dan Tipar.

Tito menegaskan, seluruh sistem bekerja tanpa energi listrik, sehingga tidak menambah beban biaya masyarakat.

Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Daerah, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Siswa Jateng Gemar Makan Ikan

Dengan sinergi Pemprov Jateng dan TNI AD, upaya memperluas akses air irigasi dalam mendukung tercapainya agenda ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani desa, diproyeksikan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Usai peresmian pompa hidram, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi didapuk menjadi narasumber dalam Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Alami Kenaikan, Hasil Bulan Dana PMI Tahun 2025 Capai Rp1,3 Miliar

0
Hasil pengumpulan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati tahun 2025 mencapai Rp1,3 miliar. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Hasil pengumpulan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati tahun 2025 mencapai Rp1,3 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PMI Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo. Atik menyampaikan, bahwa total dana yang berhasil dihimpun dalam Bulan Dana PMI Tahun 2025 mencapai Rp1.396.683.500.

Baca Juga: Lima Kursi ‘Panas’ Kepala OPD Pati Akhirnya Terisi

Hasil pengumpulan tahun ini tetap menunjukkan peningkatan sebesar Rp22 juta dibanding tahun 2024.

“Meskipun belum sepenuhnya mencapai target, capaian ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Kabupaten Pati terhadap kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hasil Bulan Dana akan dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan. Mulai dari bantuan bencana, pelayanan kesehatan, donor darah, hingga kegiatan sosial lainnya yang menjadi fokus kerja PMI Kabupaten Pati.

“Dana yang terkumpul akan digunakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis PMI pusat,” ungkapnya.

Baca Juga: Permudah Penerbitan Paspor Calon Jemaah Haji, Imigrasi Pati Berikan Layanan Khusus

Atik juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam program Bulan Dana PMI Tahun 2025.

Ia berharap semangat kepedulian dan solidaritas sosial masyarakat Pati terus tumbuh demi membantu sesama yang membutuhkan.

Editior: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gerakan Kudus Asik Bikin Dapur MBG jadi Higenis

0
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kudus kini bekerja sama dengan gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) untuk pengelolaan sampah organik. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kudus kini bekerja sama dengan gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) untuk pengelolaan sampah organik. Kerja sama itu disebut sangat membantu dan membuat dapur MBG menjadi higenis, termasuk karena mengurangi munculnya lalat.

Satu di antaranya yang sudah bekerja sama dengan gerakan yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) yakni SPPG Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus. Bahkan, kerja sama pengelolaan sampah organik sudah dilakukan di hari pertama SPPG tersebut beroperasi, yakni pada tanggal 15 September 2025.

Baca Juga: Disdag Kudus Fasilitasi UMKM Belajar Ekspor

“Hari pertama beroperasi kita ditawari kerja sama pengelolaan sampah organik oleh Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Tanpa ragu, tawaran tersebut langsung kami setujui,” ujar Kepala SPPG Glantengan, Muhammad Ilham Fikriyanto kepada Betanews.id, Selasa (11/11/2025).

Pria yang akrab disapa Ilham tersebut mengungkapkan, kerja sama pengelolaan sampah organik oleh Kudus Asik sangat membantu SPPG Glantengan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk mengurangi keberadaan lalat di lingkup SPPG.

Pasalnya, sampah organik yang menumpuk akan dengan cepat mendatangkan lalat. Sedangkan keberadaan lalat di SPPG ini sangat berbahaya.

“Sebab, jika lalat masuk dan hinggap di makanan biasanya akan mengeluarkan larva. Ketika makanan yang ada larvanya dimakan oleh anak-anak, maka bisa mengakibatkan sakit perut,” jelasnya.

Setiap hari, kata dia, SPPG Glantengan menyediakan 3.831 porsi menu MBG untuk siswa di sembilan sekolah, termasuk Balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Glantengan, Kecamatan Kota. Setiap harinya, sampah organik yang dihasilkan antara 20 sampai 30 kilogram.

“Terdiri dari sisa makanan dan sisa pemotongan sayuran. Sampah organik inilah yang diambil setiap hari oleh Kudus Asik untuk diolah menjadi pupuk kompos,” bebernya.

Dia mengungkapkan, bahwa Kudus Asik hanya mau mengambil sampah organik. Mereka tidak akan mengangkut sampah yang belum terpilah.

“Oleh karena itu, kami wajibkan para karyawan di SPPG Glantengan untuk memilah sampah dan memastikan tak ada sampah organik yang tercampur dengan non organik. Tujuannya, agar sampah organik bisa terangkut semua oleh Kudus Asik,” jelasnya.

Ilham berharap, kerja sama dengan Kudus Asik bisa terus berlanjut. Ia mengakui kerja sama ini sangat bermanfaat bagi SPPG Glantengan. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, kerja sama ini juga gratis.

“Jujur, kerja sama pengelolaan sampah organik dengan Kudus Asik sangat membantu kami. Semoga saja kerja sama ini bisa terus berlanjut,” harapnya.

Staf Pusat Pengolahan Organik (PPO) BLDF, Timothy Ariel Saputra mengatakan, saat ini sudah ada 18 SPPG di Kabupaten Kudus yang bermitra dengan gerakan Kudus Asik. Nantinya, secara bertahap seluruh SPPG yang ada di Kota Kretek akan dijadikan mitra Kudus Asik.

“Sekarang ini baru ada 18 SPPG yang bermita dengan Kudus Asik. Sedangkan rencananya di Kudus ada 80 SPPG, nantinya secara bertahap akan kita jadikan mitra untuk pengolahan sampah organiknya,” ujar Timothy kepada Betanews.id di PPO Oasis Kretek Factory, Rabu (12/11/2025).

SPPG yang jadi mitra, lanjut Timothy, sampah organiknya akan diambil secara rutin oleh tim Kudus Asik. Sampah organik tersebut kemudian dibawa ke PPO untuk diproses menjadi humisoil atau akrab disebut kompos.

“Pengambilan sampah organik di SPPG gratis alias tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tempat penampungan sampah organik juga kami yang sediakan,” bebernya..

Dia mengatakan, sejak tahun 2018 BLDF menginisiasi gerakan Kudus Asik. Gerakan ini berfokus pada pengolahan sampah organik di Kabupaten Kudus.

“Karena MBG merupakan program unggulan pemerintah, jadi kita ikut ambil peran dengan membantu memgambil sampah organik di SPPG yang ada di Kudus,” tuturnya.

Timothy mengungkapkan, meski gratis tetap ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh SPPG ketika ingin bermitra dengan Kudus Asik. Yakni memilah sampah organik dan non organik.

“Sebab, yang kami ambil hanya sampah organiknya saja. Sampah non organik atau yang tercampur kita tinggal,” ungkapnya.

Baca Juga: Kabar Baik, SPPG Glantengan Segera Distribusikan MBG Kepada Para Guru

Sampah yang dibawa ke PPO kemudian diproses menjadi kompos. Nantinya kompos tersebut dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, baik yang ada di Oasis, program penghijauan di Pegunungan Patiayam, Gunung Muria dan lainnya.

“Kompos tersebut juga kita bagikan gratis untuk warga. Bagi masyarakat yang butuh pupuk kompos bisa datang langsung ke PPO Oasis Kretek Factory atau bisa menghubungi call center Kudus Asik di nomor 08112982299,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lima Kursi ‘Panas’ Kepala OPD Pati Akhirnya Terisi

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akhirnya menetapkan lima nama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Setelah melalui proses seleksi panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akhirnya menetapkan lima nama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pelantikan dilakukan di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (12/11/2025), dipimpin langsung oleh Bupati Pati, Sudewo.

Dalam kesempatan tersebut, lima pejabat resmi menduduki jabatan baru, masing-masing adalah, Sriyatun sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),Bhakti Juniar Isrhony sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian,Luky Pratugas Narimo sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Tri Wijanarko sebagai Kepala Satpol PP, dan Sunarji sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

Baca Juga: Permudah Penerbitan Paspor Calon Jemaah Haji, Imigrasi Pati Berikan Layanan Khusus

Pelantikan yang digelar secara tertutup itu menandai babak baru kepemimpinan di lingkungan birokrasi Pemkab Pati.

“Pelantikan ini menegaskan bahwa lima jabatan kepala dinas sudah definitif. Harapan saya, mereka bisa bekerja sepenuh hati untuk kepentingan rakyat,” ujar Bupati Sudewo.

Menurutnya, pelantikan ini merupakan hasil akhir dari seleksi terbuka yang diikuti puluhan ASN. Dari 47 pelamar yang mendaftar untuk tujuh posisi kepala dinas, hanya lima jabatan yang tahapannya tuntas hingga akhir. Dua posisi lain, yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih menunggu proses lanjutan.

“Dua posisi lagi masih dalam tahap seleksi. Kita pastikan berjalan transparan dan profesional,” kata Sudewo.

Baca Juga: Toko Sembako di Pati Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp500 Juta

Proses seleksi sendiri cukup ketat. Setelah melewati tahapan administrasi, hanya 19 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti uji gagasan dan tes psikologi. Dari situ, tiga nama terbaik di setiap jabatan diserahkan kepada bupati untuk dipilih satu yang terbaik.

Bupati Sudewo berharap para pejabat yang baru dilantik bisa langsung tancap gas.

“Kinerja yang baik dan ketulusan dalam melayani masyarakat adalah kunci utama. Semua ini untuk Pati yang lebih maju,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gelar Konsultasi Publik, Disnakerperinkop Kudus Banyak Dapat Masukan Terkait Kopdes Merah Putih

0
Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disnakerperinkop dan UKM) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rabu (12/11/2025). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disnakerperinkop dan UKM) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rabu (12/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan di Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Megawon tersebut dalam rangka menyerap usulan dari semua pihak untuk pelayanan yang lebih baik.

Adapun stakeholder yang hadir antara lain, perwakilan perushaaan, serikat buruh, Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kudus, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kudus dan stakeholder lainnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Berikan 80 Becak Listrik bagi Tukang Becak Lansia di Kudus

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Catur Widiyanto menyampaikan, konsultasi publik digelar ini agar ada masukan maupun kritik terhadap kinerja pegawai selama ini. Terutama yang kaitannya dengan pelayanan publik.

“Jelasnya kami butuh masukan. Agar kami bisa tahu kinerja selama ini dan punya rencana jelas peningkatan ke depan,” ujar Catur kepada Betanews.id usai acara, Rabu (12/11/2025).

Selain itu, lanjutnya, kritik dan masukan tersebut berguna untuk kesehatan organisasi di Disnakerperinkop dan UKM. Termasuk juga sebagai suport untuk pelaksanaan program kerja.

“Tadi ada banyak masukan, terutama terkait Koperasi Desa Merah Putih. Sebab, selama ini masih banyak regulasi yang belum final. Sehingga masih perlu disosialisasikan terus,” bebernya.

Menurutnya, regulasi yang jelas nantinya bakal jadi dasar hukum pembentukan Kopdes Merah Putih. Di Kota Kretek sendiri, hingga saat ini masih belum ada Kopdes Merah Putih yang beroperasi.

“Kopdes Merah Putih di Kudus belum ada yang beroperasi. Masing-masing desa masih menunggu regulasi tetapnya,” ungkap Catur.

Baca Juga: PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen

Pembentukan Kopdes Merah Putih ini memang butuh persiapan yang matang. Apalagi, untuk lini usahanya beberapa perusahaan negara siap jadi mitra. Di antaranya, Pertamina, Pupuk Indonesia dan lainnya.

“Pembentukan Kopdes Merah Putih ini memang butuh persiapan yang matang. Program ini sangat bagus dan jika dijalankan secara benar akan mampu mensejahterakan masyarakat desa,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Disdag Kudus Fasilitasi UMKM Belajar Ekspor

0
Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan sosialisasi terkait regulasi dan prosedur ekspor bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Aula Disdag, Rabu (12/11/2025). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan sosialisasi terkait regulasi dan prosedur ekspor bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Aula Disdag, Rabu (12/11/2025). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi mereka agar produknya bisa lebih dikenal secara luas.

Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdag Kudus, Sonhaji mengatakan, kegiatan itu digelar bertujuan agar para pelaku UMKM Kudus dapat mengetahui dan memahami aturan tentang ekspor produknya ke luar negeri. Pihaknya menggandeng Bea Cukai dan ekspor center Surabaya yang merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Perdagangan. 

Baca Juga: Presiden Prabowo Berikan 80 Becak Listrik bagi Tukang Becak Lansia di Kudus

“Kegiatan ini supaya mereka tidak takut akan produknya yang saat ini masih dalam lingkup kecil. Karena produk-produk mereka juga berpotensi dan berpeluang untuk ekpor,” bebernya saat ditemui, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, Disdag Kabupaten Kudus punya lebih 40 UMKM binaan, 20 pelaku di antaranya mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, 20 pelaku UMKM itu terpilih karena produknya dianggap bisa bersaing dan berpotensi ekspor. 

“Terdiri dari berbagai jenis UMKM, meliputi makanan, minuman, ecoprint, fashion, dan bordir. 

Tak hanya mendukung perkembangan UMKM di Kudus, pihaknya jugamendampingi puluhan binaanya dengan mengikutsertakan ke kegiatan pameran. Melalui pendampingan itu, pelaku UMKM dapat mengenalkan produknya ke pangsa pasar yang lebih luas. 

“Tadi juga disampaikan, Bea cukai siap mendampingi para pelaku UMKM yang akan melakukan ekspor. Baik secara online maupun ke datang ke kantor langsung,” tuturnya. 

Beberapa peserta, lanjutnya, bahkan ada yang sudah melakukan ekspor ke luar negeri. Di antaranya sampai Malaysia dan Thailand. 

Baca Juga: PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen

Salah satu peserta, Dwi Marianingsih mengaku senang dengan adanya kegiatan itu, meski sudah melakukan ekspor ke Hongkong. Sebab pihaknya perlu belajar untuk memasarkan produknya ke negara lainnya. 

“Rencana mau ekpor ke negara lain, sebelumnya ke Hongkong. Tapi saya belum berani untuk produksi lebih banyak, karena terkendala oleh produksi yang masih manual,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ratusan Pengurus Kopdes Merah Putih di Jepara Mulai Dibekali Peningkatan Kompetensi 

0
390 pengurus dari 195 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Jepara mulai mendapat pelatihan peningkatan kompetensi. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – 390 pengurus dari 195 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Jepara mulai mendapat pelatihan peningkatan kompetensi. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan pelatihan peningkatan kompetensi itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi. 

Baca Juga: 100 Tukang Becak di Jepara Terima Bantuan Becak Listrik Prabowo 

Agar nantinya pengurus koperasi memiliki bekal dalam menjalankan operasional kegiatan koperasi. 

Pelaksanaan pelatihan itu dibagi menjadi empat sesi. Dimana setiap sesinya diadakan selama tiga hari. Yaitu pada tanggal 4-6 November, 11-13 November, 18-20 November yang diikuti oleh 50 pengurus koperasi. Kemudian yang terakhir tanggal 25-27 November diikuti oleh 45 pengurus koperasi. 

Setiap sesi diikuti oleh dua orang perwakilan dari masing-masing pengurus Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang ada di Kabupaten Jepara. 

“Kegiatan peningkatan SDM bagi tenaga PMO dan Business Asistent itu kemarin kan sudah. Saat ini yang masih berjalan itu untuk teman-teman pengurus koperasi,” kata Zamroni pada Betanews.id, Rabu (12/11/2025). 

Para pengurus Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih tersebut menurut Zamroni dibekali berbagai macam materi. 

Diantaranya Membangun Koperasi Desa yang profesional, bertalenta dan berdaya saing; Regulasi dan arah kebijakan koperasi; Penyusunan pertanggungjawaban koperasi; Tata kelola dan kelembagaan koperasi. 

Membangun mindset wirausaha, Inovasi dan digitalisasi kopdes melalui Simkopdes, Penguatan kemitraan dan kolaborasi bisnis koperasi, Menggali model bisnis berbasis potensi. 

Baca Juga: Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

Membuat proposal bisnis, Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, Manajemen pemasaran, Pengembangan model bisnis koperasi, Penyusunan proposal pembiayaan, dan terakhir pembukuan dasar dan analisa laporan keuangan koperasi. 

“Penguatan kompetensi SDM ini penting. Karena begitu gerai dan gudang koperasi yang ditarget selesai dibangun pada 31 Januari 2026, harapannya koperasi ini bisa bersinergi dengan SPPG untuk mensuplai kebutuhan pelaksanaan program MBG,” kata Zamroni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kabar Baik, SPPG Glantengan Segera Distribusikan MBG Kepada Para Guru

0
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Glantengan, Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Glantengan, Kabupaten Kudus bersiap memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para guru dan tenaga pendidik. Saat ini masih dilakukan pendataan.

Kepala SPPG Glantengan, Muhammad Ilham Fikriyanto mengatakan, petunjuk teknis (juknis) pemberian MBG untuk guru sudah turun. Tak hanya guru dan tenaga pendidik, dalam juknis tersebut tenaga Tata Usaha (TU), penjaga dan tenaga kebersihan sekolah juga bakal mendapatkan MBG.

Baca Juga: PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen

“Juknis sudah turun sepekan yang lalu. Juknis tersebut juga sudah diinformasikan ke sekolah-sekolah,” ujar Ilham kepada Betanews.id di SPPG Glantengan, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendataan guru di sekolah-sekolah yang telah disuplai MBG dari SPPG Glantengan. Targetnya, pendataan bisa selesai pada tanggal 17 November 2025.

“Ketika pendataan selesai, kita akan segera laksanakan pemberian MBG untuk guru, tenaga pendidik, pegawai TU, tenaga kebersihan dan penjaga sekolah,” bebernya.

Lebih lanjut, alasan segera menjalankan program menu MBG bagi guru dikarenakan sudah ada petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). Di sisi lain, adanya menu MBG bagi SPPG Glantengan menjadi tantangan baru.

”Supaya guru ikut merasakan dan pastinya setiap program dari pusat harus dijalankan,” sebutnya..

Dia mengungkapkan, sini SPPG Glantengan setiap harinya menyediakan menu MBG sebanyak 3.831 porsi yang didistribusikan kepada siswa di sembilan sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui. Ketika nanti ada penambahan sasaran ke guru, jumlah penerima bisa sampai 4 ribu jiwa.

Baca Juga: Menuju Smart City, Kudus Tambah ATCS di Simpang DPRD 

“Jika sasaran kami nanti terlalu banyak, dengan terpaksa akan ada sekolah yang suplai MBGnya akan dialihkan ke SPPG lain,” ungkapnya.

Terkait porsi, kata Ilham, nantinya yang untuk guru ikut yang porsi besar. Sedangkan menunya sama dengan para siswa.

“Harapan kami MBG untuk guru dan tenaga kependidikan dapat memberikan manfaat,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Becak Listrik Prabowo Tak Sekuat Becak Motor, Tukang Becak Jepara: ‘Mau Buat Becak Wisata’ 

0
Seorang tukang becak sedang berpose di atas becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Seratus tukang becak dari seluruh wilayah di Kabupaten Jepara memadati Area Lapangan GOR Futsal, Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Rabu, (12/11/2025) pagi. 

Di dalamnya sudah terdapat 100 becak bercorak merah tua dengan tenaga listrik yang terparkir rapi. Usai memastikan nama mereka tercantum sebagai daftar penerima, para tukang becak yang semuanya sudah berusia lanjut (Lansia) mendatangi becak-becak tersebut. 

Baca Juga: Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

Suara klakson becak kemudian mulai terdengar bersahutan. Mereka yang setiap harinya menjadi pengayuh becak ontel maupun pengemudi becak motor, ingin memastikan bagaimana cara mengoperasikan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo. 

Supardi Zipon (70), Tukang Becak asal Desa Kelet RT 5 RW 1, Kecamatan Keling yang setiap hari mangkal di Pasar Kelet mengaku senang, bisa menjadi salah satu penerima becak listrik. 

Sebab, dari 15 tukang becak yang biasa mencari nafkah di Pasar Kelet tidak semuanya mendapat bantuan becak. 

“Alhamdulillah, Remen (senang), namanya dikasih nggeh remen (senang),” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di lokasi pembagian becak listrik. 

Supardi bercerita, ia menjadi tukang becak sudah sekitar 45 tahun. Yaitu mulai tahun 1980-an. Saat itu ia masih menjadi tukang pengayuh becak ontel. Hingga sekarang memiliki satu unit becak motor. 

Setiap hari, karena penumpang becak mulai minim, Supardi juga menerima jasa angkut barang dari para pedagang di Pasar Kelet. Dalam sekali angkut, Supardi biasanya mendapat uang sekitar Rp25-30 ribu. Sehari, Supardi biasanya mampu mendapat uang sekitar Rp80-100 ribu per hari. 

“Ngangkutnya serbaguna (seadanya), kadang penumpang, kadang barang. Tapi yang ramai barang, kalau penumpang sepi, pada pakai motor sih sekarang,” kata Supardi. 

Akan tetapi, meskipun setiap hari yang cukup ramai dicari pedagang merupakan jasa angkut barang, Supardi berencana tidak menggunakan bantuan becak dari Presiden Prabowo untuk bekerja di Pasar. 

Becak itu, justru rencananya akan ia gunakan sebagai becak wisata di sekitar Alun-Alun Keling. 

“Mboten dibetho ke pasar (Ngga dibawa ke pasar), eman-eman. InsyaAllah ndamel kerja di Alun-Alun, buat jalan-jalan jadi becak wisata,” ungkap Supardi. 

Sementara itu, Sudi (60) Tukang Becak asal Kelurahan Ujung Batu RT 16 RW 4, Kecamatan Jepara juga berencana tidak sepenuhnya menggunakan becak listrik bantuan dari Prabowo untuk mencari nafkah sehari-hari. 

Baca Juga: Empat Peserta PPPK di Jepara Mengundurkan Diri 

Sudi mengatakan ia memilih tetap menggunakan becak motor miliknya untuk bekerja. Sebab ia yang setiap hari mangkal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu Jepara terbiasa mengangkut ember berisi ikan dengan muatan sekitar 2-3 kwintal sekali angkut.  

“Dipake tapi paling buat yang ringan-ringan, soalnya ini (becak listrik) kan kurang kuat. Kalau becak motor kan lebih kuat, lebih tahan. Rawan juga kalau ini (becak listrik). Rawan konslet, buat muatan berat ngga bisa,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -