BETANEWS.ID, JEPARA – Makam seorang perempuan asal Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara pada Kamis, (13/11/2025).
Sebelumnya, perempuan bernama Khoiriyah(44), Warga Desa Kerso RT 5 RW 1 itu sudah dimakamkan di TPU Datuk Sikangrang Desa Kerso, pada Sabtu (8/11/2025) lalu.
Baca Juga: Ratusan Pengurus Kopdes Merah Putih di Jepara Mulai Dibekali Peningkatan Kompetensi
Pembongkaran makam itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang diduga menjadi korban penculikan disertai penyekapan.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M. Wildan Faizal Umar Rela menjelaskan korban sebelumnya dilaporkan meninggal pada saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di kediaman JR, Warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit pada Sabtu, (8/11/2025) pagi.
Saat itu, mengetahui korban meninggal dunia, JR kemudian melaporkan hal tersebut kepada pihak desa. Dari pihak desa kemudian melapor kepada pihak kepolisian yang kemudian diteruskan kepada pihak perangkat desa tempat tinggal korban.
“Dari awal sebenarnya mau kita lakukan autopsi, tapi ada penolakan dari salah satu keluarga korban,” kata AKP Wildan saat ditemui usai pembongkaran makam di TPU Datuk Sikangrang.
Namun kemudian, karena kasus kematian korban menjadi perhatian masyarakat sebab diduga berkaitan dengan tindak pidana, maka atas seizin pihak keluarga, pihaknya melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.
“Karena ini sudah menjadi perhatian publik dan terkait pemberitaan almarhumah yang diduga ada indikasi tindak pidana, sehingga untuk memastikan itu semua kita lakukan ekshumasi,” jelasnya.
Dari dugaan sementara, Wildan mengungkapkan korban diduga menjadi korban tindakan penculikan dan penyekapan.
“Dugaannya penculikan dan penyekapan, cuma sekali lagi ini masih kita klarifikasi,” benernya.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Wildan mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah.
Baca Juga: Becak Listrik Prabowo Tak Sekuat Becak Motor, Tukang Becak Jepara: ‘Mau Buat Becak Wisata’
Hasil tersebut diperkirakan akan keluar sekitar dua minggu ke depan. Sehingga untuk saat ini, Wildan belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait penyebab kematian korban.
“Biddokes sama Bidlafor Polda Jateng sudah membawa sebagian organ dalam (korban), organ ini dibawa untuk bisa disimpulkan penyebab kematiannya karena apa,” kata Wildan.
Editor: Haikal Rosyada

