Becak Listrik Prabowo Tak Sekuat Becak Motor, Tukang Becak Jepara: ‘Mau Buat Becak Wisata’ 

BETANEWS.ID, JEPARA – Seratus tukang becak dari seluruh wilayah di Kabupaten Jepara memadati Area Lapangan GOR Futsal, Kompleks Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara pada Rabu, (12/11/2025) pagi. 

Di dalamnya sudah terdapat 100 becak bercorak merah tua dengan tenaga listrik yang terparkir rapi. Usai memastikan nama mereka tercantum sebagai daftar penerima, para tukang becak yang semuanya sudah berusia lanjut (Lansia) mendatangi becak-becak tersebut. 

Baca Juga: Ngantor di Desa, Wiwit Bakal Jadikan Batealit Jadi Pusat Ternak Kambing Bor 

-Advertisement-

Suara klakson becak kemudian mulai terdengar bersahutan. Mereka yang setiap harinya menjadi pengayuh becak ontel maupun pengemudi becak motor, ingin memastikan bagaimana cara mengoperasikan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo. 

Supardi Zipon (70), Tukang Becak asal Desa Kelet RT 5 RW 1, Kecamatan Keling yang setiap hari mangkal di Pasar Kelet mengaku senang, bisa menjadi salah satu penerima becak listrik. 

Sebab, dari 15 tukang becak yang biasa mencari nafkah di Pasar Kelet tidak semuanya mendapat bantuan becak. 

“Alhamdulillah, Remen (senang), namanya dikasih nggeh remen (senang),” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui di lokasi pembagian becak listrik. 

Supardi bercerita, ia menjadi tukang becak sudah sekitar 45 tahun. Yaitu mulai tahun 1980-an. Saat itu ia masih menjadi tukang pengayuh becak ontel. Hingga sekarang memiliki satu unit becak motor. 

Setiap hari, karena penumpang becak mulai minim, Supardi juga menerima jasa angkut barang dari para pedagang di Pasar Kelet. Dalam sekali angkut, Supardi biasanya mendapat uang sekitar Rp25-30 ribu. Sehari, Supardi biasanya mampu mendapat uang sekitar Rp80-100 ribu per hari. 

“Ngangkutnya serbaguna (seadanya), kadang penumpang, kadang barang. Tapi yang ramai barang, kalau penumpang sepi, pada pakai motor sih sekarang,” kata Supardi. 

Akan tetapi, meskipun setiap hari yang cukup ramai dicari pedagang merupakan jasa angkut barang, Supardi berencana tidak menggunakan bantuan becak dari Presiden Prabowo untuk bekerja di Pasar. 

Becak itu, justru rencananya akan ia gunakan sebagai becak wisata di sekitar Alun-Alun Keling. 

“Mboten dibetho ke pasar (Ngga dibawa ke pasar), eman-eman. InsyaAllah ndamel kerja di Alun-Alun, buat jalan-jalan jadi becak wisata,” ungkap Supardi. 

Sementara itu, Sudi (60) Tukang Becak asal Kelurahan Ujung Batu RT 16 RW 4, Kecamatan Jepara juga berencana tidak sepenuhnya menggunakan becak listrik bantuan dari Prabowo untuk mencari nafkah sehari-hari. 

Baca Juga: Empat Peserta PPPK di Jepara Mengundurkan Diri 

Sudi mengatakan ia memilih tetap menggunakan becak motor miliknya untuk bekerja. Sebab ia yang setiap hari mangkal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu Jepara terbiasa mengangkut ember berisi ikan dengan muatan sekitar 2-3 kwintal sekali angkut.  

“Dipake tapi paling buat yang ringan-ringan, soalnya ini (becak listrik) kan kurang kuat. Kalau becak motor kan lebih kuat, lebih tahan. Rawan juga kalau ini (becak listrik). Rawan konslet, buat muatan berat ngga bisa,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER