BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek menggelar Pameran Temporer bertajuk “Utsava Kretek” pada Kamis-Minggu (13-16/11/2025). Acara pembukaan pameran yang dimeriahkan dengan berbagai acara itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti, Kamis (13/11/2025).
Usai membuka, pria yang akrab disapa Kelik tersebut mengatakan, kegiatan semacam itu dapat menjadi pemicu terhadap acara-acara yang akan digelar berikutnya. Ia menilai, Museum Kretek harus ada inovasi agar dapat menjadi daya tarik wisatawan, yang selama ini mungkin dikesampingkan.
Baca Juga: Pemkab Kudus Bakal Kaji Ulang Sewa Terminal Kargo Jati
“Termasuk adanya technopark dengan lomba-lomba yang sudah kita laksanakan. Jadi tidak hanya jadi ruang pamer, tapi juga ada diskusi dan sebagainya biar tambah ramai,” tuturnya.
Ia menjelaskan, koleksi Museum Kretek saat ini jauh lebih bagus dari pada sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya keterlibatan dari beberapa industri rokok yang ada di Kabupaten Kudus.
“Harapanya, Museum Kretek ini menjadi lebih representatif bagi industri rokok yang ada di Kudus,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPTD dan Taman Budaya pada Disbudpar Kabupaten Kudus, Sudarman menuturkan, ada sebanyak 30 stand yang mengikuti kegiatan. Terdiri 20 stand dari ekonomi kreatif dan 10 stand lainnya dari komunitas kretek dan beberapa industri rokok, seperti Langsep, Jalenka, dan sebagainya.
“Tak hanya itu kami juga menggandeng perusahaan rokok di Kudus seperti Djarum, Sukun, dan Nojorono untuk menampilkan beragam koleksinya dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Acara digelar demi maksud dalam upaya memajukan kebudayaan Kudus. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan itu generasi muda diharapkan lebih mengetahui sejarah dan kebudayaan tentang kretek.
“Harapannya mereka juga bisa ikut melestarikan dan menjaga kebudayaan yang ada,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung Pelaksanaan MBG, KDMP Jati Wetan Kudus Resmi Beroperasi
Berbagai acara digelar untuk memeriahkan sekaligus menambah wawasan pengunjung dengan sarasehan bertema “Mengangkat Kretek Sebagai Warisan Budaya Takbenda”. Di mana narasumber dalam sarasehan itu menghadirkan sejarawan dan pemerhati budaya Kudus, Dr. Edy Supratno, pelaku industri kretek Semarang, Awalia Rismala, komunitas kretek Yogyakarta, Moddie Alvianto Wicaksono, dan pelaku Ekonomi Kreatif Kudus sekaligus anggota DPRD Kabupaten Kudus, Valerie Yudistira Pramudya.
Selain itu, belajar teater, atraksi seni barongan, belajar modeling, pentas seni kreasi musik tari serta band, hingga belajar keroncong dihadirkan untuk menarik minat pengunjung berdatangan.
Editor: Haikal Rosyada

