BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan sosialisasi terkait regulasi dan prosedur ekspor bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Aula Disdag, Rabu (12/11/2025). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memfasilitasi mereka agar produknya bisa lebih dikenal secara luas.
Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Disdag Kudus, Sonhaji mengatakan, kegiatan itu digelar bertujuan agar para pelaku UMKM Kudus dapat mengetahui dan memahami aturan tentang ekspor produknya ke luar negeri. Pihaknya menggandeng Bea Cukai dan ekspor center Surabaya yang merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Perdagangan.Â
Baca Juga: Presiden Prabowo Berikan 80 Becak Listrik bagi Tukang Becak Lansia di Kudus
“Kegiatan ini supaya mereka tidak takut akan produknya yang saat ini masih dalam lingkup kecil. Karena produk-produk mereka juga berpotensi dan berpeluang untuk ekpor,” bebernya saat ditemui, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, Disdag Kabupaten Kudus punya lebih 40 UMKM binaan, 20 pelaku di antaranya mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, 20 pelaku UMKM itu terpilih karena produknya dianggap bisa bersaing dan berpotensi ekspor.
“Terdiri dari berbagai jenis UMKM, meliputi makanan, minuman, ecoprint, fashion, dan bordir.
Tak hanya mendukung perkembangan UMKM di Kudus, pihaknya jugamendampingi puluhan binaanya dengan mengikutsertakan ke kegiatan pameran. Melalui pendampingan itu, pelaku UMKM dapat mengenalkan produknya ke pangsa pasar yang lebih luas.Â
“Tadi juga disampaikan, Bea cukai siap mendampingi para pelaku UMKM yang akan melakukan ekspor. Baik secara online maupun ke datang ke kantor langsung,” tuturnya.
Beberapa peserta, lanjutnya, bahkan ada yang sudah melakukan ekspor ke luar negeri. Di antaranya sampai Malaysia dan Thailand.
Baca Juga: PAD Kudus 2025 Sektor Pajak Tercapai 84,57 Persen
Salah satu peserta, Dwi Marianingsih mengaku senang dengan adanya kegiatan itu, meski sudah melakukan ekspor ke Hongkong. Sebab pihaknya perlu belajar untuk memasarkan produknya ke negara lainnya.
“Rencana mau ekpor ke negara lain, sebelumnya ke Hongkong. Tapi saya belum berani untuk produksi lebih banyak, karena terkendala oleh produksi yang masih manual,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

