31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Gerakan Kudus Asik Bikin Dapur MBG jadi Higenis

BETANEWS.ID, KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Kudus kini bekerja sama dengan gerakan Kudus Asik (Apik, Resik) untuk pengelolaan sampah organik. Kerja sama itu disebut sangat membantu dan membuat dapur MBG menjadi higenis, termasuk karena mengurangi munculnya lalat.

Satu di antaranya yang sudah bekerja sama dengan gerakan yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) yakni SPPG Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus. Bahkan, kerja sama pengelolaan sampah organik sudah dilakukan di hari pertama SPPG tersebut beroperasi, yakni pada tanggal 15 September 2025.

Baca Juga: Disdag Kudus Fasilitasi UMKM Belajar Ekspor

-Advertisement-

“Hari pertama beroperasi kita ditawari kerja sama pengelolaan sampah organik oleh Kudus Asik Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Tanpa ragu, tawaran tersebut langsung kami setujui,” ujar Kepala SPPG Glantengan, Muhammad Ilham Fikriyanto kepada Betanews.id, Selasa (11/11/2025).

Pria yang akrab disapa Ilham tersebut mengungkapkan, kerja sama pengelolaan sampah organik oleh Kudus Asik sangat membantu SPPG Glantengan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Termasuk mengurangi keberadaan lalat di lingkup SPPG.

Pasalnya, sampah organik yang menumpuk akan dengan cepat mendatangkan lalat. Sedangkan keberadaan lalat di SPPG ini sangat berbahaya.

“Sebab, jika lalat masuk dan hinggap di makanan biasanya akan mengeluarkan larva. Ketika makanan yang ada larvanya dimakan oleh anak-anak, maka bisa mengakibatkan sakit perut,” jelasnya.

Setiap hari, kata dia, SPPG Glantengan menyediakan 3.831 porsi menu MBG untuk siswa di sembilan sekolah, termasuk Balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Glantengan, Kecamatan Kota. Setiap harinya, sampah organik yang dihasilkan antara 20 sampai 30 kilogram.

“Terdiri dari sisa makanan dan sisa pemotongan sayuran. Sampah organik inilah yang diambil setiap hari oleh Kudus Asik untuk diolah menjadi pupuk kompos,” bebernya.

Dia mengungkapkan, bahwa Kudus Asik hanya mau mengambil sampah organik. Mereka tidak akan mengangkut sampah yang belum terpilah.

“Oleh karena itu, kami wajibkan para karyawan di SPPG Glantengan untuk memilah sampah dan memastikan tak ada sampah organik yang tercampur dengan non organik. Tujuannya, agar sampah organik bisa terangkut semua oleh Kudus Asik,” jelasnya.

Ilham berharap, kerja sama dengan Kudus Asik bisa terus berlanjut. Ia mengakui kerja sama ini sangat bermanfaat bagi SPPG Glantengan. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, kerja sama ini juga gratis.

“Jujur, kerja sama pengelolaan sampah organik dengan Kudus Asik sangat membantu kami. Semoga saja kerja sama ini bisa terus berlanjut,” harapnya.

Staf Pusat Pengolahan Organik (PPO) BLDF, Timothy Ariel Saputra mengatakan, saat ini sudah ada 18 SPPG di Kabupaten Kudus yang bermitra dengan gerakan Kudus Asik. Nantinya, secara bertahap seluruh SPPG yang ada di Kota Kretek akan dijadikan mitra Kudus Asik.

“Sekarang ini baru ada 18 SPPG yang bermita dengan Kudus Asik. Sedangkan rencananya di Kudus ada 80 SPPG, nantinya secara bertahap akan kita jadikan mitra untuk pengolahan sampah organiknya,” ujar Timothy kepada Betanews.id di PPO Oasis Kretek Factory, Rabu (12/11/2025).

SPPG yang jadi mitra, lanjut Timothy, sampah organiknya akan diambil secara rutin oleh tim Kudus Asik. Sampah organik tersebut kemudian dibawa ke PPO untuk diproses menjadi humisoil atau akrab disebut kompos.

“Pengambilan sampah organik di SPPG gratis alias tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tempat penampungan sampah organik juga kami yang sediakan,” bebernya..

Dia mengatakan, sejak tahun 2018 BLDF menginisiasi gerakan Kudus Asik. Gerakan ini berfokus pada pengolahan sampah organik di Kabupaten Kudus.

“Karena MBG merupakan program unggulan pemerintah, jadi kita ikut ambil peran dengan membantu memgambil sampah organik di SPPG yang ada di Kudus,” tuturnya.

Timothy mengungkapkan, meski gratis tetap ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh SPPG ketika ingin bermitra dengan Kudus Asik. Yakni memilah sampah organik dan non organik.

“Sebab, yang kami ambil hanya sampah organiknya saja. Sampah non organik atau yang tercampur kita tinggal,” ungkapnya.

Baca Juga: Kabar Baik, SPPG Glantengan Segera Distribusikan MBG Kepada Para Guru

Sampah yang dibawa ke PPO kemudian diproses menjadi kompos. Nantinya kompos tersebut dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, baik yang ada di Oasis, program penghijauan di Pegunungan Patiayam, Gunung Muria dan lainnya.

“Kompos tersebut juga kita bagikan gratis untuk warga. Bagi masyarakat yang butuh pupuk kompos bisa datang langsung ke PPO Oasis Kretek Factory atau bisa menghubungi call center Kudus Asik di nomor 08112982299,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER