Beranda blog Halaman 82

Banjir Kudus, Legislator Jateng Janji Kawal Pemulihan Sosial dan Infrastruktur

0
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi usai menyalurkan bantuan di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Senin (19/1/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Penanganan banjir di Kabupaten Kudus tidak berhenti pada tahap darurat. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi, menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pemulihan sosial dan infrastruktur pascabanjir.

Setelah lebih dari sepekan membuka dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik, Yudi menyebut fokus penanganan ke depan adalah pemulihan kondisi warga terdampak. Pemulihan tersebut meliputi aspek kesehatan, sosial, hingga perbaikan rumah dan infrastruktur.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

“Dalam waktu dekat, kami akan masuk ke tahap recovery. Mulai dari trauma healing, kesehatan fisik warga, sampai pemulihan sosial lainnya,” kata Yudi di sela-sela menyalurkan bantuan di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (19/1/2026).

Sebagai anggota DPRD Jateng Komisi E yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan sosial, Yudi menyatakan akan mendorong sinergi lintas instansi. Ia menyebut koordinasi akan dilakukan dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian terkait.

Pemulihan juga akan diarahkan pada warga yang rumahnya rusak akibat banjir. Yudi berkomitmen mengawal agar rumah terdampak dapat masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Rumah-rumah yang jebol dan rusak berat akan kami dorong agar bisa mendapatkan bantuan RTLH. Tentu sesuai kriteria dan mekanisme yang ada,” jelasnya.

Selain perumahan, perhatian juga diarahkan pada perbaikan infrastruktur, terutama jalan dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir. Yudi mencontohkan penanganan jalan provinsi di wilayah Colo yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.

“Kemarin kami bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin, sudah meninjau langsung. Insyaallah tahun ini penanganan jalan provinsi bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

Menurut Yudi, penanganan pascabanjir harus dilakukan secara kolaboratif agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menegaskan akan terus mengawal aspirasi warga Kudus di tingkat provinsi.

“Sifatnya kolaboratif antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Kami di DPRD akan terus mengawal agar pemulihan berjalan optimal,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tak Ingin Ada Kesenjangan, Pemkab Kudus Luncurkan Program Pertukaran Palajar Bagi SD dan SMP

0
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meluncurkan program Pertukaran Pelajar bagi siswa SD maupun SMP di Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meluncurkan program Pertukaran Pelajar bagi siswa SD maupun SMP di Kabupaten Kudus. Langkah ini sengaja dibuat untuk meminimalisir kesenjangan para siswa, baik yang bersekolah di negeri maupun di swasta. 

272 siswa baik SD dan SMP yang menjalani program ini. Rinciannya, 80 pelajar SD dan 192 pelajar SMP mengikuti kegiatan program ini selama tujuh hari ke depan di sekolah penempatan yang akan dimulai besok, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, bahwa program ini diluncurkan sebagai upaya untuk memberikan pengalaman bagi siswa. Baik nuansa iklim, dan aura di sekolah penempatan yang dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak didik.

“Ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman siswa. Agar mereka bisa belajar mengenai wawasa, budaya, keilmuan, oalhraga, dan sebagainya untuk ditularkan kepada temannya di sekolah asal,” katanya, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, kegiatan itu akan menjadi program yang berkelanjutan untuk siswa yang ada di Kabupaten Kudus. Namun hal itu perlu adanya evaluasi mengenai perkembangan siswa ketika mengikuti program ini.

“Tentu selama kegiatan ini berlangsung dengan tujuh hari percobaan, akan kami evaluasi agar program ini bisa berkelanjutan. Tadi kami melihat anak-anak senang dengan adanya program ini, karena iklim nuansa baru menjadi suasana yang berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Bupati ingin, agar semua pelajar di Kudus tidak ada kesenjangan, baik yang bersekolah di negeri maupun di sekolah swasta. Maka dari itu, program ini menyasar pelajar di tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Kretek.

“Karena kita kepengen jangan sampai terjadi gap. Dulu kan gini, yang sekolah swasta merasa sekolah negeri enak banget, maupun sebaliknya, nah ini coba kita lakukan pertukaran pelajar dengan harapan mereka bisa mempelajari semua hal di sekolah yang menjadi tugasnya dalam program ini,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tinjau Posko Pengungsian, Wabup Kudus Pastikan Kesehatan dan Layanan Dasar Korban Banjir Terpenuhi

0
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Loram Kulon dan GKMI Tanjungkarang, Minggu (18/1/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Loram Kulon dan GKMI Tanjungkarang, Minggu (18/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama relawan serta komunitas Jaringan Perempuan Kudus (JPK) sebagai bentuk kepedulian terhadap para terdampak banjir.

Dalam kunjungannya, Bellinda menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak pengungsi untuk memberikan dukungan moral. Ia mengaku prihatin atas bencana banjir yang merendam rumah warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

“Saya menyempatkan berinteraksi dengan anak-anak agar mereka terhibur. Kami sangat prihatin dengan kondisi warga yang rumahnya terendam banjir,” ujarnya.

Selain memberikan semangat, Wabup juga memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau dengan baik. Ia menegaskan, layanan dasar di posko pengungsian, mulai dari fasilitas kesehatan hingga logistik, harus tersedia secara memadai.

“Saya memastikan kondisi kesehatan pengungsi dalam keadaan baik. Sarana kesehatan dan logistik untuk menunjang layanan dasar harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Bellinda juga meminta para pengungsi untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Jangan ragu menyampaikan keluhan kepada petugas jaga. Insyaallah akan langsung ditangani,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wabup yang akrab disapa Mbak Bell tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari relawan, perangkat desa, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong royong membantu penanganan pengungsi dengan penuh kepedulian dan kebersamaan,” tuturnya.

Bellinda menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan banjir di Kudus agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat mitigasi bencana supaya dampak banjir bisa ditekan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Perempuan Kudus (JPK), Dewi Nafisah, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan inisiatif para anggota JPK yang secara sukarela menggalang donasi untuk membantu para korban banjir.

“Hasil iuran anggota kami gunakan untuk membeli kebutuhan pengungsi seperti susu, roti, bahan pokok, dan buku edukasi,” katanya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Dewi menambahkan, pemilihan lokasi bantuan di GKMI Tanjungkarang juga menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.

“Kami sengaja datang ke GKMI karena toleransi di sini sangat kuat. Dulu juga sempat viral karena pengungsi muslim bisa salat di GKMI yang merupakan rumah ibadah umat Kristen Protestan,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kabar Oknum Camat dan Bupati Pati Diperiksa KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

0
Konferensi Pers penanganan banjir Pemkab Pati, Minggu (18/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kabar terkait dengan pemeriksaan Bupati Pati Sudewo dan Camat Jaken Tri Agung Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai beredar di grup WhatsApp. Kabar tersebut menjadi perbincangan hangat di berbagai grup.

Kabar terkait dengan pemeriksaan Bupati Sudewo dan Camat Jaken itu, diduga terkait dengan jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa.

Baca Juga: Status Tanggap Darurat Diberlakukan, Bupati Sudewo Minta Penangangan Banjir Teroganisir

Bukan hanya Bupati dan Camat Jaken, sejumlah kepala desa dan perangkat desa juga dikabarkan ikut diperiksa KPK.

Namun untuk pemeriksaan informasinya dilakukan di lokasi yang berbeda. Camat Jaken dan sejumlah kepala desa diperiksa  di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang. Sedangkan Bupati Pati Sudewo informasinya diperiksa di Polres Kudus.

Kami mencoba mengkonfirmasi kabar ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Mulai dari Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hingga Pj Sekda Pati Teguh Widiatmoko. Namun hingga berita ini ditulis, keduanya tak merespon kepada wartawan.

Kami juga mendatangi kantor Wakil Bupati dan Sekda Pati. Tetapi, keduanya juga tak menemui wartawan. Kantor Bupati Pati Sudewo juga tampak sepi dari biasanya. Mobil dinas Bupati Pati Sudewo tampak terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati.

Ketika dikonfirmasi keberadaan Sudewo, ajudannya, Raihan mengaku Bupati Pati sedang berada di luar kota. Ketika ditanya apakah benar Sudewo berada di Kabupaten Kudus, ia enggan menjawab.

”Saat ini (Bupati Pati Sudewo) sedang di luar kota. (Untuk apakah berada di Kudus atau tidak), kami belum bisa memberikan keterangan,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa mobilnya terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati, ia mengaku Bupati Pati Sudewo menggunakan mobil lainnya.

”Pakai mobil lainnya,” ucapnya.

Betanews.id juga merusaha menghubungi Camat Jaken Tri Agung Setiawan. Namun, telepon tidak aktif.

Selain itu, kami juga berupaya menghubungi pegawai di Kecamatan Jaken. Namun, pihak pegawai tidak berani memberikan keterangan terkait kabar tersebut. Yang bersangkutan menyampaikan bahwa Camat tidak masuk.

Baca Juga: LTNNU Pati Bantu Korban Banjir Sambil Edukasi Bahaya Hoaks

Sementara, menurut keterangan salah satu staf Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Bupati Sudewo saat ini sedang berada di luar daerah.

Sepengetahuannya, agenda Sudewo hari ini adalah menghadiri Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kembali Sleding, Panjang Retakan Capai 30 Meter

0
Tanggul Sungai Wulan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, kembali mengalami sleding. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Tanggul Sungai Wulan di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, kembali mengalami sleding. Titik kerusakan kali ini berada di Gang 1 Undaan Lor, dengan panjang sekitar 30 meter dan ambles ke bawah sedalam 40–80 centimeter.

Pelaksana Teknik (Peltek) UPSDA 2 BBWS Pemali Juana, Agus Yanto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan survei dan identifikasi setelah menerima laporan dari desa maupun BPBD Kudus. Peristiwa sleding tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

“Setelah mendapat laporan, kami segera turun untuk survei dan identifikasi tanggul kanan Sungai Wulan yang mengalami sleding,” ujar Agus saat ditemui di lokasi, Senin (19/1/2026).

Agus menegaskan, penanganan darurat akan segera dilakukan mengingat curah hujan di wilayah Kudus masih tinggi. Hari ini, pihaknya mulai mobilisasi alat berat dan mengirim 400 batang bambu untuk memperkuat tanggul.

Dalam proses perbaikan, dibutuhkan dua jenis alat berat: excavator PC 200 dan excavator long arm. Sementara ini baru satu unit yang didatangkan, sedangkan unit lainnya akan menyusul secara bertahap.

“Besok pagi penanganan tanggul sleding sudah dimulai. Panjang kerusakan sekitar 30 meter, tapi penanganan darurat akan dilakukan hingga 40 meter untuk antisipasi kanan kirinya,” jelasnya.

Menurut Agus, sleding tanggul dipicu oleh banyaknya pohon pisang yang ditanam warga di dalam tanggul.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Selain itu adanya saluran afur menuju JU31B yang menyebabkan tanah menjadi jenuh juga disebut jadi penyebab.

“Kami akan menggeser saluran dan membersihkan tanaman di kaki tanggul. Kami minta warga tidak menanam pohon pisang di tanggul karena bisa menimbulkan bahaya,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Warga Kudus Tega Bobol Rumah Tetangga yang Kebanjiran, Uangnya Dipakai Karaoke

0
Kapolres Kudus, AKBP Heru saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (19/1/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Kabupaten Kudus tega membobol rumah tetangganya sendiri yang sedang dilanda banjir. Ironisnya, uang hasil kejahatan tersebut justru digunakan untuk berfoya-foya.

Pelaku memanfaatkan kondisi rumah korban yang kosong karena ditinggal mengungsi. Setelah membobol rumah, pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik korban.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, pelaku berinisial EN atau ENP, sementara korbannya berinisial TA. Keduanya diketahui merupakan warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati.

“Pelaku dan korban ini tetanggaan. Keduanya sama-sama warga Desa Jati Wetan yang saat kejadian sedang dilanda banjir,” ujar AKBP Heru saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (19/1/2026).

Menurut Kapolres, saat kejadian rumah korban dalam keadaan kosong. Korban bersama keluarga sudah beberapa hari mengungsi ke rumah orang tuanya karena banjir merendam rumahnya.

“Mengetahui rumah korban kosong, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan merusak pintu rumah,” jelasnya.

Dalam aksinya, pelaku mengambil satu unit handphone dan sejumlah perhiasan emas milik korban. Barang-barang tersebut kemudian dijual oleh pelaku.

Korban baru mengetahui rumahnya dibobol pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban pulang untuk mengecek kondisi rumahnya yang terendam banjir.

“Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kudus,” tutur Kapolres.

Mendapat laporan tersebut, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari tiga jam. Dari penyelidikan, barang curian sudah dijual dan pelaku mengantongi uang sekitar Rp3 juta.

“Uang hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya, yakni karaoke dengan Ladies Companion (LC) dan menginap di sebuah hotel di Kudus,” bebernya.

Selain pelaku utama, polisi juga mengamankan dua orang penadah yang membeli barang hasil curian. Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Pelaku dijerat Pasal 477 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru. Ia terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan denda hingga Rp500 juta.

“Karena kejahatan dilakukan saat bencana, pelaku juga dikenakan pasal pemberatan,” imbuh AKBP Heru.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Peduli Korban Banjir Kudus, Legislator Jateng Tiap Hari Bagikan 10 Ribu Nasi Bungkus dan Logistik

0
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi saat menyalurkan bantuan di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Senin (19/1/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus mendapat perhatian dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi. Bersama Yayasan Nusantara Satu Kudus, ia turun langsung menyalurkan bantuan makanan dan logistik kepada warga terdampak banjir.

Sejak hari pertama banjir, Yudi sudah membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak. Hingga hari ke-8, tercatat setiap hari ada 10 ribu nasi bungkus telah dibagikan kepada warga di sejumlah desa terdampak banjir.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

“Kami mulai membuka dapur umum sejak malam pertama banjir. Hari ini sudah hari ke-8, setiap hari tak kurang dari 10 ribu nasi bungkus sudah kami distribusikan,” ujar Yudi saat menyalurkan bantuan di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Senin (19/1/2026).

Distribusi bantuan dilakukan di tujuh titik dapur umum dan lokasi pengungsian. Wilayah sasaran meliputi Desa Payaman, Gulang, Loram Kulon, Karangrowo, Wates, Ngemplak, hingga Undaan Lor yang terdampak cukup parah.

Penyaluran makanan dilakukan berdasarkan data jumlah pengungsi di masing-masing desa. Koordinasi dilakukan langsung dengan kepala desa agar bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.

“Kami distribusikan berdasarkan data dari desa. Di Payaman sekitar 200 orang, di Gulang juga kurang lebih sama. Jadi jumlah makanan kami sesuaikan agar tidak kurang dan tidak mubazir,” jelasnya.

Selain makanan siap saji, bantuan juga dialihkan ke bahan baku mentah karena relawan dapur umum mulai kelelahan setelah bekerja tanpa henti. Logistik yang disalurkan meliputi beras, mi instan, telur, minyak goreng, dan susu.

Arif mengaku kegiatan ini murni dilandasi rasa kemanusiaan dan empati terhadap sesama. Ia juga menyebut rumahnya turut terdampak banjir sehingga memahami langsung kondisi warga.

“Ini murni kemanusiaan. Rumah saya juga kebanjiran, jadi saya tahu betul bagaimana rasanya. Kalau kita masih bisa bergerak dan membantu, ya harus berbagi,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Nurhadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota DPRD Jateng Arif Wahyudi dan Yayasan Nusantara Satu Kudus. Menurutnya, berbagai bantuan tersebut tentu sangat bermanfaat bagi warganya yang terdampak banjir.

“Tentu atas nama warga Payaman kami mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi semuanya,” ujar Nurhadi.

Dia menuturkan, ketinggian banjir di Desa Payaman saat ini meluas. Tadinya banjir hanya terjadi di Dukuh Karanganyar, kini meluas ke Dukuh Payaman dan Bancak, dengan ketinggian air mencapai 90 centimeter.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Total warga yang terdampak kurang lebih ada 800 jiwa. Sementara yang mengungsi ada 213 jiwa. Untuk bantuan makan, pihaknya hanya bisa memberikan kepada para warga korban banjir yang mengungsi di posko.

“Sementara warga terdampak banjir dan bertahan di rumahnya kami belum bisa memberikan bantuan makanan logistik. Oleh karena itu, kami berharap ada lebih banyak bantuan makanan maupun logistik lainnya,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

ASN hingga Kades Pati Diminta Iuran untuk Bantu Korban Banjir, Ditarget Bisa Dapat Rp1 M

0
Konferensi Pers penanganan banjir Pemkab Pati, Minggu (18/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga kepala desa Kabupaten Pati diminta iuran untuk membantu korban bencana banjir dan longsor. Hasil iuran sementara sudah terkumpul mencapai Rp691 juta.

Bupati Pati Sudewo mengatakan, pihaknya sebelumnya mengimbau para ASN hingga Kades untuk iuran membantu korban bencana di Sumatra Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Namun, karena Kabupaten Pati terdampak bencana, sumbangan tersebut akan dialihkan untuk warga di wilayahnya sendiri.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Hantam Rumah Kholifah, Trauma Lama Anak-anak Kembali Terbuka

“Karena Pati terdampak banjir, maka yang semula akan kami salurkan korban di sana (Sumatra dan Aceh), mohon maaf, kami pakai untuk warga Kabupaten Pati sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers kemarin, Minggu (18/1/2026).

Sudewo menjelaskan, sumbangan dari ASN hingga kepala desa di Pati tersebut diproyeksikan mencapai Rp1 miliar lebih. Namun untuk sementara kini baru terkumpul Rp691 juta.

“Rp691 juta itu baru terkumpul sementara, masih berjalan. Proyeksinya itu bisa Rp1 miliar lebih, baru berjalan Rp691 juta,” jelasnya.

Ia menyebutkan, sumbangan tersebut akan segera digunakan untuk membeli kebutuhan logistik. Sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

“Rp691 juta itu sudah standby. Artinya segera digunakan untuk belanja logistik,” sebutnya.

Selain itu, Sudewo juga meminta semua unsur pemerintah daerah kerja secara total dalam melayani masyarakat korban bencana. Baik itu tenaga pendidikan maupun tenaga kesehatan.

“Misalnya contoh, tenaga kesehatan yang di Puskesmas harus standby berada di posko-posko, satuan pendidikan, guru-guru ikut kerja keras meskipun di kecamatan atau desanya tidak terdampak, tapi membantu kecamatan yang terdampak,” imbuhnya.

Baca Juga: Banjir Tak Surut, Warga Bumirejo Juwana Mengungsi Hampir Sepekan dan Kekurangan Makanan

Tak hanya itu, pihak swasta juga diminta terlibat untuk membantu korban bencana. Menurutnya, penyaluran bantuannya agar terkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Nanti pengusaha swasta di sini, menengah maupun ke atas juga di imbau untuk berpartisipasi berupa logistik, misalnya beras. Kalau selama ini diberikan ke titik tertentu, sekarang ini dengan adanya pengaturan, koordinasi maka selanjutnya bisa melalui aturan supaya tidak overlap,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Geger! Bupati Pati Sudewo dan Camat Jaken Dikabarkan Diperiksa KPK

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Kabar adanya Bupati Pati Sudewo diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai beredar di beberapa grup WhatsApp pada hari ini, Senin (19/1/2026). Kabar tersebut kemudian menjadi perbincangan hangat.

Dalam perbincangan di grup WhatsApp tersebut, Bupati Pati dikabarkan diperiksa KPK di Polres Kudus hingga siang tadi.

Baca Juga: LTNNU Pati Bantu Korban Banjir Sambil Edukasi Bahaya Hoaks

Bukan hanya Bupati Pati Sudewo, seorang camat di Kabupaten Pati, yakni Tri Agung Setiawan juga dikabarkan diperiksa KPK. Yang bersangkutan merupakan Camat Jaken.

Namun untuk pemeriksaan dilakukan di lokasi yang berbeda. Camat Jaken, informasinya diperiksa  di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang.

Kami mencoba mengkonfirmasi kabar ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Mulai dari Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hingga Pj Sekda Pati Teguh Widiatmoko. Namun hingga berita ini ditulis, keduanya tak merespon kepada wartawan.

Kami juga mendatangi kantor Wakil Bupati dan Sekda Pati. Tetapi, keduanya juga tak menemui wartawan. Kantor Bupati Pati Sudewo juga tampak sepi dari biasanya. Mobil dinas Bupati Pati Sudewo tampak terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati.

Ketika dikonfirmasi keberadaan Sudewo, ajudannya, Raihan mengaku Bupati Pati sedang berada di luar kota. Ketika ditanya apakah benar Sudewo berada di Kabupaten Kudus, ia enggan menjawab.

”Saat ini (Bupati Pati Sudewo) sedang di luar kota. (Untuk apakah berada di Kudus atau tidak), kami belum bisa memberikan keterangan,” ujarnya.

Saat ditanya mengapa mobilnya terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati, ia mengaku Bupati Pati Sudewo menggunakan mobil lainnya.

”Pakai mobil lainnya,” ucapnya.

Betanews.id juga berusaha menghubungi Camat Jaken Tri Agung Setiawan. Namun, telepon tidak aktif. Hanya dalam kondisi memanggil saja saat dihubungi. 

Baca Juga: Panji Bangsa Pati dan RAKKA Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir

Selain itu, kami juga berupaya menghubungi pegawai di Kecamatan Jaken. Namun, pihak pegawai tidak berani memberikan keterangan terkait kabar tersebut. Namun, yang bersangkutan menyampaikan bahwa Camat tidak masuk. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bakal Dibantu BNPB, Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di Tempur Jepara Sulit Dilakukan

0
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. 

Hal itu seperti dikatakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Tempur pada Sabtu, (17/1/2026) lalu. 

Baca Juga: Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur 

Namun, Suharyanto mengatakan BNPB nantinya hanya akan membantu untuk pembangunan rumah. Sementara untuk lahan diserahkan kepada pemerintah desa maupun kabupaten. 

“BNPB yang akan membangunkan rumah. Pemerintah Kabupaten silahkan siapkan lahan untuk relokasi, karena jika bertahan akan berpotensi longsor lagi,” katanya pada Betanews.id saat meninjau longsor di Desa Tempur. 

Seperti diketahui, bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat, (9/1/2026) lalu selain membuat akses jalur utama menuju Desa Tempur terputus, juga menghantam rumah tinggal dan tempat usaha milik warga. 

Saat melakukan kunjungan, Suharyanto mengaku sempat berdialog dengan salah satu warga bernama Sujak yang rumahnya hancur akibat tertimpa material longsor. 

“Kami berharap Pemkab Jepara segera merelokasi dan mencarikan tempat, dan kami siap membantu,” tegasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tempur total terdapat 11 rumah warga dan tiga tempat usaha yang saat ini terdampak longsor. 

Terkait relokasi rumah warga, Carik Tempur, Mahfudz Ali mengatakan rencana itu sepertinya sulit terealisasi. Mahfudz bercerita setelah arahan dari kepala BNPB, sejumlah pihak terkait, baik warga terdampak, Pemdes Tempur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara dan pihak lain berunding.

“Memang kayaknya enggak mungkin (direlokasi),” katanya melalui sambungan telepon pada Senin, (19/1/2026). 

Alasannya, menurut Ali, warga Desa Tempur memang rata-rata tinggal di lereng gunung yang rawan longsor. Warga terdampak juga enggan direlokasi bagaimanapun keadaannya.

“Memisahkan (warga terdampak) dengan tetangganya, itu juga masalah tersendiri. Tidak semudah yang kita bayangkan,” jelas Ali.

Kemudian terkait arahan dari Kepala BNPB agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mencari lahan untuk relokasi, Ali menyebut saat ini aset tanah pemerintah desa Tempur sudah terpakai semua.

“Aset-aset yang ada sudah terpakai semua. Aset-aset yang nganggur itu enggak ada,” imbuh Ali.

Sehingga, Ali mengatakan untuk sementara warga terdampak tidak akan direlokasi. Mereka akan tetap tinggal di tempat yang sama. Terkait biaya pembangunannya, Ali menyebut saat ini mereka sudah mendapatkan bantuan berupa uang. Bantuan itu bersumber dari berbagai pihak.

Baca Juga: Gandeng Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa 

“Sementara ini, kemarin dari organisasi Ansor-Banser Kecamatan Keling, sudah cukup lumayan. Besarannya tergantung kerusakan rumah. Yang paling parah, rumah Mbah Sujak itu dapat bantuan Rp25 juta, Mbah Klimah Rp20 juta. Itu saja baru organisasi, belum dari sumber lain,” jelas Ali.

Dengan uang donasi itu, diharapkan warga terdampak bisa kembali memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang longsor.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Status Tanggap Darurat Diberlakukan, Bupati Sudewo Minta Penangangan Banjir Teroganisir

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Hingga kini, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati. Ada puluhan ribu warga di Bumi Mina Tani ini yang terdampak banjir.

Berdasarkan data terbaru dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pati, bencana saat ini masih melanda di 12 kecamatan. Yakni meliputi Kecamatan Dukuhseti, Juwana, Pati, Jakenan, Gabus, Wedarijaksa,  Sukolilo, Tayu, Margorejo, Margoyoso, Kayen, dan Batangan.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Hantam Rumah Kholifah, Trauma Lama Anak-anak Kembali Terbuka

Di wilayah-wilayah tersebut, awalnya tercatat ada 136 desa terdampak. Kemudian berdasarkan pembaruan data terakhir, jumlah tersebut berangsur menurun menjadi 84 desa terdampak. Penurunan ini setelah berbagai upaya penanganan darurat yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Bencana ini mengakibatkan 61.606 warga terdampak, 2 korban jiwa (meninggal dunia) dan 20.194 rumah terendam banjir. Selain itu, bencana ini juga berdampak terhadap 130 fasilitas umum.

Lahan persawahan dan tambak juga ikut terdampak banjir. Dengan rincian, 7.355 hektare sawah dengan asumsi kerugian Rp301 miliar, 1.371 hektare tambak dengan asumsi kerugian Rp54 miliar, lahan pertanian bawang merah terdampak seluas  66 hektar dengan asumsi kerugian Rp4,5 miliar.

Ditambah lagi kerugian infrastruktur yang rusak akibat banjir. Meliputi jalan rusak dengan  asumsi kerugian Rp170 miliar, jembatan dengan asumsi kerugian Rp16 miliar, tanggul atau talud dengan asumsi kerugian Rp75 miliar dan bendung atau tambak dengan  asumsi kerugian Rp17 miliar.

Menyikapi ini, Bupati Pati, Sudewo juga telah menetapkan Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0041 Tahun 2026 tentang Penetapan Status  Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Wilayah Kabupaten Pati Tahun 2026. Status tanggap darurat ini berlaku mulai 9 Januari hingga 23 Januari 2026.

“Status tanggap darurat bencana yang kami tetapkan pada tanggal 9 Januari 2026 hingga tanggal 23 Januari 2026. Jadi berlaku selama 14 hari,” ujarnya.

Pemkab Pati juga telah melakukan rapat koordinasi bersama pihak terkait lainnya. Mulai Porkopimda, TNI Polri, dan semua instansi vertikal yang terkait seperti Basnas, PMI hingga PLN,

Rapat tersebut menyepakati sejumlah prioritas utama dalam penanganan darurat. Antara lain percepatan penanganan di lapangan, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, penguatan koordinasi lintas sektor untuk mencegah tumpang tindih bantuan, serta memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami menyepakati bahwa penanganan bencana banjir ini harus terorganisir dan terkoordinir. Maksud dan tujuannya supaya semua warga yang terdampak harus bisa dilayani oleh pemerintah Kabupaten Pati. Semuanya harus bisa terlayani dan dalam pelayanannya itu tidak saling tumpang tindih, tidak overlap, maka perlu dikoordinasikan, diatur dengan sebuah organisasi,” terangnya.

Baca Juga: Banjir Tak Surut, Warga Bumirejo Juwana Mengungsi Hampir Sepekan dan Kekurangan Makanan

Ia memberikan contoh pentingnya data terbaru dampak banjir. Data ini akan dijadikan pegangan untuk melakukan perencanaan penanganan seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

“Setelah data ini kita dapatkan, kita rencanakan titik-titik dapur. Jadi kita prioritaskan adalah pelayanan dasar. Pelayanan dasar itu yang paling utama adalah keselamatan. Keselamatan itu di antaranya adalah pelayanan makan, kemudian kesehatan dan kebersihan lingkungan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

LTNNU Pati Bantu Korban Banjir Sambil Edukasi Bahaya Hoaks

0
Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026).

Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. Namun, di tengah kondisi darurat seperti saat ini seringkali muncul informasi bohong atau hoaks yang justru memperkeruh suasana.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Hantam Rumah Kholifah, Trauma Lama Anak-anak Kembali Terbuka

Berita palsu ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat memicu ketakutan massal dan menghambat upaya penanggulangan bencana. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan bencana alam.

Kondisi ini membuat LTNNU Pati berupa mensosialisasikan bahaya hoaks sambil memberikan bantuan berupa ratusan porsi nasi geprek kepada korban banjir di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan.

”Sebagai contoh kemarin ada berita hoaks adanya buaya di tengah banjir Tayu. Ternyata lokasinya di Malaysia,” ujar Ketua LTNNU Pati Angga Saputra.

Selain membagikan ratusan porsi nasi geprek, LTNNU Pati juga memberikan bantuan berupa berbagai obat-obatan. Diharapkan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak.

”Tadi bagi 200-an nasi kotak, puluhan dus air mineral, obat-obatan seperti salep gatal, tolak angin, obat flu dan batuk, kemudian ada puluhan pak roti. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga terdampak karena seperti yang kita tahu banyak warga yang aktivitasnya terhambat banjir, mau masak juga kesulitan,” ungkapnya.

Desa Tondomulyo merupakan salah satu desa yang terdampak paling parah banjir di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Pemerintah Desa (Pemdes), hampir 100 persen warga desa tersebut terdampak langsung maupun tidak langsung. Pasalnya, akses keluar masuk desa terhambat banjir.

Setidaknya 2.100 jiwa warga desa ini terdampak banjir. Banjir menggenangi permukiman, jalan raya, fasilitas umum hingga lahan pertanian. Ketinggian banjir berkisar mencapai 80-100 sentimeter. Akses jalan masih lumpuh total.

Sebenarnya pihak puskesmas dan Pemdes juga sudah menyediakan bantuan. Tapi karena hampir semua warga terdampak maka perlu bantuan dari pihak lain untuk membantu warga.

Baca Juga: Banjir Tak Surut, Warga Bumirejo Juwana Mengungsi Hampir Sepekan dan Kekurangan Makanan

Salah satu warga, Sunadi pun bersyukur dengan bantuan dan sosialisasi yang dilakukan LTNNU Pati ini.

”Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ucapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Panji Bangsa Pati dan RAKKA Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir

0
Relawan Kemanusiaan Kastomo (RAKKA) bersama Panji Bangsa, badan otonom baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati, turun langsung menyalurkan bantuan logistik ke delapan desa terdampak di Kecamatan Jakenan, Minggu (18/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Memasuki pekan kedua cuaca ekstrem, Kabupaten Pati masih dikepung banjir yang melumpuhkan sektor pertanian dan ekonomi. Merespons kondisi darurat tersebut, Relawan Kemanusiaan Kastomo (RAKKA) bersama Panji Bangsa, badan otonom baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati, turun langsung menyalurkan bantuan logistik ke delapan desa terdampak di Kecamatan Jakenan, Minggu (18/1/2026).

Aksi kemanusiaan ini dikomandoi langsung oleh Kastomo, Ketua DKC Panji Bangsa sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pati. Sebanyak 100 dus mi instan, 50 dus air mineral, 100 liter minyak goreng, dan 100 kg gula pasir didistribusikan ke titik-titik parah seperti Desa Kedungmulyo, Ngastorejo, hingga Kalimulyo.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Hantam Rumah Kholifah, Trauma Lama Anak-anak Kembali Terbuka

“Setidaknya ada delapan titik terdampak banjir  di Kecamatan Jakenan yang menjadi sasaran kami untuk menyalurkan bantuan logistik. Yaitu di Kedungmulyo, Ngastorejo, Sonorejo, Tondomulyo, Sidoarum, Karangrowo, Bungasrejo dan Kalimulyo,” ujar Kastomo.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan, bahwa banjir yang menggenang selama satu minggu terakhir di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati telah memberikan dampak destruktif. 

Menurutnya, data lapangan menunjukkan kerugian besar di bidang infrastruktur, kesehatan, dan khususnya pertanian.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Di seluruh Kabupaten Pati, ada sekitar 4.400 hektare lahan pertanian yang gagal panen (puso). Khusus di Kecamatan Jakenan saja, diperkirakan mencapai 1.000 hektare,” ujar Kastomo di sela-sela pembagian bantuan.

Di tengah kepungan air, Kastomo menyoroti pola banjir tahunan yang seolah menjadi “agenda rutin” tanpa penyelesaian dari pemerintah. Sejak banjir besar tahun 2014, tercatat sudah lima kali banjir serupa melanda Pati dalam satu dekade terakhir.

“Pemerintah daerah maupun pusat hingga saat ini belum punya solusi penanganan yang konkret untuk menghindari bencana musiman ini. Kita tidak bisa terus-menerus begini,” tegasnya.

Kastomo mendesak adanya koordinasi lintas sektor yang melibatkan ilmuwan dan masyarakat untuk membedah akar masalah di Sungai Silugonggo. Katanya, beberapa poin krusial yang perlu dikaji adalah, pendangkalan sungai yang sudah sangat parah, tambatan perahu di muara yang diduga menghambat aliran air hingga kondisi embung kembang kempis dan sumbatan pada anak sungai.

Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Hantam Rumah Kholifah, Trauma Lama Anak-anak Kembali Terbuka

“Apakah harus normalisasi total atau pembuatan tanggul beton di sepanjang Sungai Silugonggo? Ini butuh penyelesaian yang jelas. Banjir ini seharusnya bisa dikelola agar menguntungkan, bukan malah memusingkan rakyat setiap tahun,” tambah politisi PKB tersebut.

Menutup keterangannya, Kastomo mengajak seluruh warga Pati untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong membantu wilayah yang terdampak paling parah. Ia berharap genangan air segera surut agar roda perekonomian dan aktivitas petani kembali normal.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur 

0
Bencana tanah longsor yang menutup jalur akses utama menuju Desa Tempur, tepatnya di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, mulai menunjukkan perkembangan penanganan. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Jalur utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara sampai saat ini masih terputus total akibat tertutup material tanah longsor yang terjadi pada Jumat, (9/1/2026) lalu. 

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara terdapat 18 titik longsor besar yang menutupi ruas jalan kabupaten menuju Desa Tempur. 

Baca Juga: Gandeng Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa 

Dari 18 titik, terdapat dua titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Pertama, yaitu di jalan pertigaan spot foto selamat datang. Badan jalan sepanjang 60 meter hilang akibat terbawa arus Sungai Kali Gelis. 

Kedua, yaitu jembatan di Dukuh Kemiren RT 1 RW 1. Badan jalan jembatan itu saat ini tertutup material longsor berupa batu-batu besar yang berasal dari Sungai Dukuh Kemiren. Akibatnya arus sungai pindah ke sampingnya dan menggerus halaman rumah milik Sujak.

Badan jalan yang tertutup material longsor yaitu sepanjang 20 meter dan amblas sedalam enam meter. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan penanganan saat ini akan difokuskan untuk membuat jalan darurat di pertigaan spot foto selamat datang yang badan jalannya hilang terbawa arus. Pengerjaan ditarget akan selesai dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan.  

Setelah pengerjaan jalan itu selesai, nantinya akan dilanjut dengan penanganan jembatan yang tertutup batu-batu besar. Sehingga, ruas jalan yang saat ini baru bisa dilewati kendaraan roda dua, bisa dilewati kendaraan roda empat. 

“Penanganan saat ini fokus pemulihan jalan dan jembatan. Supaya jalan bisa ditembus terutama untuk kendaraan roda empat,” kata Ary pada Betanews.id, Senin (19/1/2026). 

Selain mengupayakan perbaikan jalan dan jembatan, Ary mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sudah melakukan MoU atau perjanjian dengan pihak Perhutani untuk membuka jalur alternatif.  

Ary menyebutkan jalur alternatif itu nantinya akan dilewatkan Desa Sumanding, Kecamatan Kembang hingga ke Dukuh Duplak, Desa Tempur melalui akses jalan milik Perhutani.  

Baca Juga: BNPB Bakal Bantu Pemulihan Paska Bencana Longsor di Tempur Jepara

“Terkait jalur alternatif kita sudah ada MoU dengan Perhutani nanti melalui Sumanding-Duplak. Harapannya, saat jalur utama ada kendala, masyarakat bisa lewat jalur alternatif agar tidak terisolir,” katanya. 

Jalur alternatif tersebut menurut Ary akan segera dibuka setelah persyaratan administratif dengan pihak Perhutani selesai dilakukan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus

0
Singkong Keju dan Piscok Mariono. Foto: Melly Andila

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah keramaian mahasiswa yang lalu lalang, aroma singkong goreng dan pisang cokelat hangat tercium dari sebuah lapak sederhana. Di depan wajan penggorengan, seorang pria mengenakan topi dengan baju biru tampak cekatan membalik piscok dan potongan singkong keju.

Dia tak lain adalah Mariono (46), pelaku UMKM kuliner Singkong Keju dan Piscok yang kini menjadi salah satu jajanan favorit anak muda di sekitar kampus UIN Sunan Kudus.

Baca Juga: Tahu Uap Mas Heri, Cemilan Kekinian yang Tak Pernah Sepi di Jepara

Mariono mulanya hanya membantu temannya berjualan. Dari situlah ia mulai belajar banyak hal, mulai dari proses pembuatan hingga racikan bumbu.

“Awalnya ikut teman jualan. Lama-lama saya dikasih ilmu, cara buatnya, resep-resepnya,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selama sekitar enam bulan, Mariono menimba pengalaman sebelum akhirnya didorong untuk membuka usaha sendiri. Usaha yang dirintis sebelum pandemi Covid-19 itu perlahan berkembang dan kini dikenal luas, terutama di kalangan mahasiswa dan warga sekitar.

Menurut Mariono, kunci menarik perhatian pembeli adalah menghadirkan jajanan yang tidak pasaran. Maka dari itu, ia melakukan inovasi agar memiliki ciri khas.

“Keunikannya jarang yang jual. Biar lain dari yang lain, biar anak-anak zaman sekarang pada cari,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Singkong keju dijual Rp1.500 per potong, sementara piscok dibanderol Rp2.000. Khusus bulan Ramadan, Mariono mengaku menambah variasi seperti sempolan dan pisang keju. 

Tak hanya berjualan, Mariono juga terbuka membagikan rahasia dapurnya. Untuk singkong keju, ia menggunakan bumbu sederhana berupa garam, ketumbar, dan bawang putih. Prosesnya dilakukan dengan teknik double frying. Teknik ini membuat singkong renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

“Digoreng mentah, dimasukkan bumbu, ditiriskan, lalu digoreng lagi,” jelasnya.

Proses awal pengolahan singkong memakan waktu sekitar 30 menit, sementara penggorengan akhir sekitar 10 menit. Untuk piscok, bahan yang digunakan pun sederhana, pisang, meses cokelat, dan kulit lumpia, dengan waktu penggorengan hanya 2 hingga 3 menit.

Mariono membuka lapaknya setiap hari. Jam buka menyesuaikan musim. Saat kemarau, ia mulai berjualan sekitar pukul 13.00 WIB, sementara di musim hujan sejak pukul 10.00 WIB hingga dagangan habis.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam sehari, Mariono mampu meraup omzet sekitar Rp600 ribu. Angka tersebut bisa meningkat saat lapak ramai pembeli.

Baca Juga: Cuma Rp5.000, Es Dawet Martini Jadi Favorit Siswa Miftahul Falah

Ke depan, Mariono menyimpan harapan besar. Ia ingin usahanya terus berkembang dan memiliki beberapa outlet di tempat lain.

“Semoga bisa buka outlet-outlet lain, laris manis,” tambahnya.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -