Beranda blog Halaman 81

Bupati Tinjau Penambalan Lubang Jalan di Kudus Pasca Banjir

0
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Birton meninjau langsung perbaikan jalan paska bencana banjir, Selasa (20/1/2025).

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Birton meninjau langsung perbaikan jalan pasca bencana banjir, Selasa (20/1/2025).

Bupati Sam’ani menuturkan, paska hujan ekstrem selama delapan hari mengakibatkan banyak jalan berlubang. Pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menginventarisir kerusakan tersebut.

Baca Juga: Wabup Bellinda Tekankan Pentingnya Trauma Healing bagi Anak Korban Banjir Kudus

“Hasil inventarisir oleh Dinas PUPR, kurang lebih ada 3.570 lubang. Baik yang ada di jalan kewenangan kabupaten, provinsi maupun nasional,” ujar Sam’ani saat meninjau penambalan jalan di Jalan R Agil Kusumadya, Selasa (20/1/2025).

Sam’ani mengungkapkan, hingga saat ini lubang jalan yang sudah ditangani ada 1.500 titik. Sementara sekira 2 ribu lubang masih dikebut untuk penambalannya.

“Untuk penambalan, kita prioritaskan lubang yang ada di jalan milik kabupaten. Sementara yang jalan milik provinsi dan nasional, kita akan berkoordinasi dengan Dinas PU Jateng dan Balai Jalan Nasional,” bebernya.

Sam’ani mengaku tak ada target waktu untuk penambalan jalan berlubang. Pekerjaan akan dilakukan hingga selesai, tentunya sembari memperhatikan cuaca.

“Penambalan lubang jalan juga harus mempertimbangkan cuaca. ketika hujan dan basah penambalan tidak bisa dilakukan, karena hasilnya tidak akan bisa maksimal,” jelasnya.

Saat cuaca panas seperti ini, kata dia, penambalan jalan berlubang langsung dikebut. Total ada empat tim yang dikerahkan, dan bekerja secara simultan.

Baca Juga: Begini Kronologi Bupati Sudewo Diperiksa 24 Jam di Mapolres Kudus

Dia mengungkapkan, penambalan lubang jalan ini menggunakan dana rutin yang ada di Dinas PUPR. Pada tahun ini (2026) alokasi dana rutin untuk perawatan jalan kurang lebih sebesar Rp9 miliar.

“Semoga pekerjaan penambalan jalan berlubang berjalan lancar. Sehingga perjalanan warga jadi nyaman dan selamat,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

MIN 2 Pati Gelar Kerja Bakti Usai Banjir Rendam Madrasah, KBM Ditargetkan Segera Normal

0
Pasca banjir yang ketiga kalinya menggenangi lingkungan sekolah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pati menggelar kerja bakti bersama, Selasa (20/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pasca banjir yang ketiga kalinya menggenangi lingkungan sekolah, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pati menggelar kerja bakti bersama, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemulihan sekaligus pembersihan lingkungan madrasah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Kerja bakti tersebut melibatkan Babinsa Dukuhseti, anggota Polsek Dukuhseti, dewan guru, alumni, serta wali murid MIN 2 Pati. Kegiatan yang dimulai sejak pagi itu, mengedepankan semangat gotong royong.

Baca Juga: Empat Camat dan 5 Kades Ikut Diperiksa Terkait OTT KPK Terhadap Bupati Sudewo

Seluruh peserta bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir di ruang-ruang kelas, halaman sekolah, hingga saluran air di sekitar madrasah.

Aparat TNI dan Polri tampak aktif membantu proses pembersihan sekaligus memberikan motivasi kepada warga sekolah.

Babinsa Dukuhseti, Mujiono berharap, agar proses pemulihan berjalan lancar. “Kami senang bisa ikut andil dalam pemulihan madrasah ini pasca banjir. Semoga kegiatan belajar mengajar bisa segera dilaksanakan kembali secara tatap muka,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Sudewo Kena OTT KPK, Diskominfo Pastikan Pelayanan Masih Berjalan dan Aman

Sementara, Kepala MIN 2 Pati Sholikul Hadi menjelaskan, bahwa kerja bakti ini bertujuan menciptakan kembali lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara pihak sekolah, TNI–Polri, alumni, dan wali murid dalam menumbuhkan kepedulian sosial.

“Melalui kerja bakti pasca banjir ini, kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus terjaga, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

KPK OTT Sudewo Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan, Kantor Bupati Pati ‘Diurus Cah-cah’

0
Spanduk unik yang terbentang di depan Kantor Bupati Pati. Foto: Kholistiono. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pasca-Bupati Pati Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan jual beli jabatan, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar konferensi pers secara terbuka di depan Kantor Bupati Pati pada Selasa (20/1/2026) siang.

Puluhan warga tampak turut hadir pada kegiatan tersebut. Mereka, sebagian membawa bendera AMPB dan spanduk yang bertuliskan konferensi pers.

Baca Juga: Bupati Sudewo Kena OTT KPK, Diskominfo Pastikan Pelayanan Masih Berjalan dan Aman

Selain itu, satu spanduk juga cukup menarik perhatian yang kemudian dipasang di bawah tulisan Kantor Bupati Pati yang ada di pagar. “Mulai saiki diurus cah-cah. Bupati sido sould out”  begitu bunyi tulisan di spanduk berwarna putih itu.

Dalam konferensi pers tersebut, AMPB menyebut bahwa OTT terhadap Bupati Pati Sudewo sebagai bagian dari proses panjang pengawalan publik atas dugaan praktik korupsi di Kabupaten Pati.

“Sejak awal, AMPB bersama elemen masyarakat sipil secara konsisten menyuarakan, melaporkan, dan mengawal dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi. Meskipun dalam prosesnya diwarnai berbagai tekanan dan kriminalisasi terhadap warga yang bersikap kritis, ” ujar Harno, koordinator AMPB.

Katanya, AMPB menegaskan, bahwa langkah KPK ini harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap secara menyeluruh praktik korupsi yang diduga melibatkan Sudewo. Untuk itu, proses penegakan hukum perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tanpa tebang pilih, agar kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi dapat benar-benar dipulihkan.

Sehubungan dengan hal tersebut, AMPB mendesak KPK untuk mempercepat proses pengusutan perkara ini secara profesional dan terbuka. Menurutnya, kepastian hukum menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Pati yang selama ini dirugikan oleh praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

“Penanganan perkara yang berlarut-larut hanya akan menimbulkan ketidakpastian dan spekulasi di tengah publik, ” ucapnya.

Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, Kepala Dispermades Pati Akui Ikut Diperiksa KPK Selama 5 Jam

Dalam hal ini, AMPB mengajak seluruh masyarakat Pati untuk terus mengawal proses penegakan hukum ini secara bersama-sama.Dikatakannya, partisipasi publik sangat penting untuk memastikan pemberantasan korupsi berjalan seiring dengan upaya menghentikan kriminalisasi terhadap warga, serta menyelesaikan berbagai persoalan struktural yang selama ini terjadi di Bumi Pati.

“AMPB berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas, sebagai bagian dari tanggung jawab moral masyarakat sipil dalam memperjuangkan pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat, ” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Empat Camat dan 5 Kades Ikut Diperiksa Terkait OTT KPK Terhadap Bupati Sudewo

0
Bupati Pati, Sudewo (memakai masker dan topi hitam) saat dibawa keluar Mapolres Kudus ke mobil untuk langsung menuju Jakarta. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah pihak ikut diperiksa terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo, Senin (19/1/2026) kemarin.

Setidaknya, ada empat camat dan lima kepala desa (kades) yang ikut diperiksa KPK. Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati Tri Hariyama juga ikut diperiksa oleh penyidik di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang.

Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, Kepala Dispermades Pati Akui Ikut Diperiksa KPK Selama 5 Jam

Tri Hariyama mengungkapkan, pada saat dirinya diperiksa, ia melihat ada empat camat dan lima kades.

Keempat camat tersebut, yakni Camat Margorejo Arif Fadillah, Camat Jaken Tri Agung Setiawan, Camat Jakenan Yogo Wibowo dan Camat Batangan Sujono. Katanya, mereka ikut diperiksa penyidik KPK.

”Ada beberapa camat. Kalau enggak salah 4 camat. Yang saya ketahui, Camat Margorejo, Camat Jaken, Camat Jakenan dan Camat Batangan,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Sementara untuk kades, Tri Hariyama mengaku setidaknya melihat lima kades. Namun dirinya tak hapal kades mana saja yang ikut diperiksa bersama dirinya. 

”Kepala desa tidak hafal. Jaken ada 4 kepala desa. Jakenan 1 kepala desa,” ucap Tri Hariyama.

Ia mengaku, dirinya diperiksa selama lima jam. Ia dimintai keterangan penyidik KPK terkait rencana pengisian perangkat desa dan proses pengisian perangkat desa.

”Cuma sebentar. Paling sekitar 5 jam. Di dalam APBD, untuk penganggaran siltap disediakan Pak Bupati 6 bulan. Berarti mulai Juli, Agustus, September, Oktober, November Desember,” sebutnya.

Ia juga mengungkap kekosongan perangkat desa di Kabupaten Pati sebanyak 615 formasi. Jumlah tersebut termasuk sekretaris desa yang berjumlah 96 formasi.

Baca Juga: Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK Terkait Penangkapan Bupati Sudewo

”Artinya kalau memang beliau Pak Bupati ngisi perangkat, berarti prosesnya H- 2 atau 3 bulan. Berarti bulan Maret-April. Tergantung desa. Sampai saat ini belum ada yang mengajukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, OTT oleh KPK terhadap Bupati Pati Sudewo, diduga terkait jual beli jabatan. Dalam hal ini terkait dengan pengisian perangkat desa. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Wabup Bellinda Tekankan Pentingnya Trauma Healing bagi Anak Korban Banjir Kudus

0
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, aktif meninjau korban banjir di sejumlah posko pengungsian. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, aktif meninjau korban banjir di sejumlah posko pengungsian. Pada Senin (19/1/2026) malam, Bellinda mendatangi dua titik pengungsian, yakni Gedung DPRD Kudus dan Aula Desa Jati Wetan, untuk memastikan kondisi warga terdampak.

Dalam kunjungannya, Bellinda tampak menyapa satu per satu pengungsi. Ia ikut bergembira bersama anak-anak dalam kegiatan trauma healing berupa permainan, sekaligus menanyakan kondisi kesehatan orangtua yang terdampak.

Baca Juga: Begini Kronologi Bupati Sudewo Diperiksa 24 Jam di Mapolres Kudus

“Bagi anak, kami berikan terapi trauma healing. Terima kasih kepada tenaga medis dari puskesmas maupun rumah sakit, termasuk psikolog yang membantu memulihkan kondisi psikologis anak agar tidak mengalami trauma,” ujar Bellinda.

Bellinda menegaskan, Pemkab Kudus berupaya memastikan para pengungsi tidak merasa jenuh meski sudah berhari-hari tinggal di posko. Ia menyebut, kebutuhan dasar seperti kesehatan, makanan, dan logistik masih tercukupi dengan aman.

Namun, ia juga menerima keluhan warga terkait minimnya pakaian ganti akibat hujan yang terus mengguyur.

“Kami akan segera merespons dengan memberikan pakaian bagi para pengungsi di sejumlah titik posko bencana,” tegasnya.

Bellinda berharap banjir segera surut agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing. Ia menekankan bahwa penanganan di posko akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih.

Salah satu pengungsi, Surimin, warga Dukuh Barisan, Desa Jati Wetan, mengaku sudah mengungsi sejak Rabu (14/1/2026). Rumahnya masih tergenang air setinggi mata kaki, sementara akses jalan menuju rumah mencapai seperut.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kudus Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Tangani Bencana

“Akses jalannya masih tinggi, jadi belum berani pulang. Semoga banjir cepat surut,” ucapnya.

Surimin menambahkan, pelayanan di posko cukup baik. “Selama mengungsi di sini, makanan disuplai tiga kali sehari,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bupati Sudewo Kena OTT KPK, Diskominfo Pastikan Pelayanan Masih Berjalan dan Aman

0
Pendapa Kabupaten Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Bupati Pati Sudewo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026). Diduga, hal tersebut berkaitan dengan kasus jual beli jabatan.

Terkait dengan kondisi itu,Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pati memastikan bahwa pelayanan terhadap masyarakat masih berjalan normal dan lancar.

Baca Juga: OTT Bupati Sudewo, Kepala Dispermades Pati Akui Ikut Diperiksa KPK Selama 5 Jam

”Kami lihat ini aman-aman aja. Pelayanan masyarakat masih biasa, ” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pati Sugiyono, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, menurutnya penanganan banjir di Kabupaten Pati juga masih berjalan. Pihaknya masih terus mengirim bantuan kepada warga terdampak dan mendistribusikan makanan siap saji kepada masyarakat.

”Kemudian pos pelayanan banjir ini masih berjalan. Mengirim bantuan, kemudian pelayanan masih baik semuanya,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait pengganti sementara yang memimpin Kabupaten Pati, Sugiyono mengaku masih menunggu perkembangan kasus dugaan jual beli jabatan ini. Ia mengatakan, masing-masing kepala OPD memimpin wilayah masing.

”Kami masih menunggu perkembangan. yang jelas kepala masing-masing OPD. Prinsipnya masing-masing OPD,” ucapnya.

Seperti diketahui, Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK pada Senin (20/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Selain Bupati Pati Sudewo, sejumlah pejabat lainnya juga ikut terjaring.

Berdasarkan informasi yang diterima, pejabat yang ikut terjaring OTT KPK yakni, dua orang camat, tiga kepala desa dan dua calon perangkat desa.

Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK bukan kasus pada proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Melainkan kasus dugaan jual beli jabatan, yakni pengisian perangkat desa.

Kabar OTT KPK kepada Bupati Pati Sudewo ini dibenarkan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. Ia membenarkan Bupati Pati Sudewo terkena OTT kasus dugaan jual beli jabatan.

Baca Juga: Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK Terkait Penangkapan Bupati Sudewo

”Benar. KPK sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pati,” pungkasnya. 

Foro: Mobil dinas Bupati Pati terparkir di depan Pendapa. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Begini Kronologi Bupati Sudewo Diperiksa 24 Jam di Mapolres Kudus

0
Bupati Pati, Sudewo (memakai masker dan topi hitam) saat dibawa keluar Mapolres Kudus ke mobil untuk langsung menuju Jakarta. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Pati Sudewo akhirnya dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Mapolres Kudus ke Jakarta, Senin malam (19/1/2025) sekira pukul 23:40 WIB. Sebelum dibawa ke Jakarta, Sudewo diperiksa penyidik komisi anti rasuah kurang lebih selama 24 jam.

Rombongan KPK yang membawa Sudewo keluar dari Mapolres Kudus melalui pintu barat. Sudewo mengenakan jaket biru dongker dan topi hitam serta memakai masker warna hijau.

Baca Juga: PDI Perjuangan Kudus Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Tangani Bencana

Terlihat Sudewo sempat tersandung saat masuk ke mobil. Orang nomor satu di Bumi Mina Tani tersebut hanya tertunduk dan tak menjawab pertanyaan media, begitu juga pihak dari KPK.

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan adanya proses pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK di Mapolres Kudus. Namun, pihaknya hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan.

Sebelum pemeriksaan dilakukan, koordinasi terlebih dahulu dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Tim KPK berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk meminjam satu ruang pemeriksaan. Alhamdulillah, seluruh proses pemeriksaan telah selesai,” ujar AKBP Heru, Senin malam (19/1/2026).

Menurut Kapolres, tim KPK tiba di Polres Kudus pada Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Pemeriksaan berlangsung hampir satu kali 24 jam dan baru berakhir sekira pukul 23.40 WIB pada hari yang sama.

Usai pemeriksaan, tim KPK langsung meninggalkan Kabupaten Kudus menuju Semarang. Keberangkatan tersebut dilakukan setelah seluruh agenda pemeriksaan dinyatakan tuntas.

“Untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan tanpa hambatan, kepolisian memberikan pengawalan. Pengamanan dilakukan oleh Unit Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kudus,” bebernya.

Kapolres menegaskan bahwa dalam proses pemeriksaan tersebut hanya satu orang yang dimintai keterangan. Sementara itu, jumlah personel KPK yang bertugas diperkirakan sekitar enam orang.

“Yang diperiksa hanya satu orang. Untuk tim penyidik jumlahnya kurang lebih enam orang,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Surut, Polisi Turun Tangan Bantu Pengendara Lewati Jalan Tergenang di Ruas Kudus–Purwodadi

Meski demikian, Kapolres mengaku tidak mengetahui secara detail materi pemeriksaan maupun barang-barang yang dibawa oleh tim KPK. Menurutnya, seluruh substansi pemeriksaan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik KPK.

“Kami hanya memfasilitasi tempat. Terkait materi pemeriksaan, OTT, maupun hal teknis lainnya, itu menjadi kewenangan KPK. Silakan dikonfirmasi langsung ke pihak KPK,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

OTT Bupati Sudewo, Kepala Dispermades Pati Akui Ikut Diperiksa KPK Selama 5 Jam

0
Tri Hariyama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Senin (19/1/2026). Salah satu yang ditangkap yakni Bupati Pati Sudewo.

Sudewo sudah menjalani pemeriksaan lebih dulu di Polres Kudus. Di sana, Sudewo diperiksa 1×24 jam dan baru keluar gedung Polres Kudus pukul 00.14 WIB. Penangkapan terhadap Bupati Sudewo ini, diduga terkait dengan jual beli jabatan.

Baca Juga: KPK Benarkan Ada Penyelidikan Tertutup di Pati, Terkait Bupati Sudewo?

Selain Sudewo, sejumlah pihak lain juga ikut diperiksa. Salah satunya adalah Tri Hariyama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati. Tri Hariyama pun menceritakan saat dirinya diperiksa penyidik KPK.

Dirinya mengaku sempat diperiksa penyidik KPK selama 5 jam di Mapolsek Sumber, Kabupaten Rembang.

“Saya selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Deesa, kemarin memang diundang oleh penyidik KPK. Kebetulan saya diundang di Polsek Sumber. Sedangkan saya ditanya tentang pengisian perangkat, ” ujar Tri kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Ia mengatakan, bahwa terkait dengan pengisian perangkat desa sampai saat ini belum ada regulasi. Tri pun menyebut tidak tahu terkait dengan Bupati Pati Sudewo yang terjaring OTT oleh KPK.

“Tentang pengisian perangkat 2026 sampai saat ini belum ada regulasi perjalanan pengisian perangkat sehingga terkait di media, OTT saya tidak tahu tentang itu,” jelasnya.

Menurutnya terkait dengan pengisian perangkat desa, prosesnya diajukan dari Camat kepada Bupati dengan tembusan Dispermades. Hanya sampai sekarang Tri bilang belum ada tahapan pengisian perangkat desa.

Baca Juga: Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK Terkait Penangkapan Bupati Sudewo

“Dari sudut pandang Dispermades sepanjang belum ada desa melalui camat mengajukan ke Bupati, tembusan Dispermades baru saya proses,” jelas Tri.

“Sampai saat ini per tanggal 20 Januari 2026 belum ada,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK Terkait Penangkapan Bupati Sudewo

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil resmi pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penangkapan terhadap Bupati Pati, Sudewo.

Sudaryono menyatakan, Partai Gerindra menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga: KPK Benarkan Ada Penyelidikan Tertutup di Pati, Terkait Bupati Sudewo?

“Kami menghormati proses hukum yang sedang dilakukan KPK. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan secara resmi,” ujar Sudaryono dalam keterangannya kepada media, Senin (19/1/2026).

Sudaryono menekankan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap. Ia mengingatkan agar semua pihak bersikap bijak dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Kita serahkan sepenuhnya kepada KPK untuk bekerja secara profesional, transparan, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Meski menunggu hasil resmi, Sudaryono menegaskan Partai Gerindra tetap berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi. Ia berharap proses hukum berjalan lancar tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Kami mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK demi menjaga kepercayaan publik dan marwah hukum di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: Kabar Oknum Camat dan Bupati Pati Diperiksa KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

Terkait dampak politik di daerah, Sudaryono menyebut DPD Gerindra Jawa Tengah akan bersikap kooperatif dan menunggu perkembangan resmi dari KPK sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Untuk langkah organisasi dan politik, tentu kami akan menunggu hasil dan fakta hukum yang disampaikan secara resmi,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

PDI Perjuangan Kudus Apresiasi Gerak Cepat Pemkab Tangani Bencana

0
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda Kabupaten Kudus sejak 11 Januari 2026. Dampak bencana tersebut dirasakan di sejumlah kecamatan dan menyebabkan ribuan warga terdampak serta harus mengungsi.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kudus per 19 Januari 2026, tercatat sebanyak 15.771 kepala keluarga atau 49.709 jiwa terdampak bencana. Selain itu, sebanyak 2.212 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 11 titik posko pengungsian.

Baca Juga: Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kembali Sleding, Panjang Retakan Capai 30 Meter

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas langkah cepat dalam penanganan bencana. Ia menilai penanganan banjir dan longsor dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah bergerak cepat menangani bencana dengan melibatkan TNI, Polri, swasta, ormas, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Yusuf Roni melalui siaran tertulisnya, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Kudus. Ia menilai sinergi tersebut sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana bagi warga.

Di luar penanganan darurat yang dinilai sudah berjalan baik, DPC PDI Perjuangan Kudus juga mendorong pemerintah daerah agar memberi perhatian khusus kepada para petani terdampak. Banyak sawah warga dilaporkan terendam banjir hingga mengalami gagal panen.

“Kami mendorong agar pemerintah kabupaten menginventarisasi dan memberikan perlindungan kepada petani, termasuk melalui asuransi pertanian, sebagaimana diamanatkan dalam Perda Kabupaten Kudus Nomor 7 Tahun 2021,” tegasnya.

Yusuf Roni menambahkan, perlindungan terhadap petani sangat penting karena sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Ia menyebut petani merupakan tulang punggung perekonomian dan stabilitas nasional.

Baca Juga: Warga Kudus Tega Bobol Rumah Tetangga yang Kebanjiran, Uangnya Dipakai Karaoke

Sebagai tindak lanjut, DPC PDI Perjuangan Kudus menginstruksikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kudus untuk terus mengawal kebijakan perlindungan dan pemberdayaan petani. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu petani bangkit pascabencana.

“Petani adalah penyangga tatanan negara. Oleh karena itu, kami akan terus memperjuangkan perlindungan dan pemberdayaan petani agar mereka tidak semakin terpuruk akibat bencana,” imbuh Yusuf Roni.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tak Kunjung Surut, Polisi Turun Tangan Bantu Pengendara Lewati Jalan Tergenang di Ruas Kudus–Purwodadi

0
Personel Satlantas Polres Kudus turun langsung membantu warga yang melintas di ruas Jalan Kudus–Purwodadi yang masih tergenang banjir, tepatnya di wilayah Desa Tanjungkarang, Senin (19/1/2026). Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Personel Satlantas Polres Kudus turun langsung membantu warga yang melintas di ruas Jalan Kudus–Purwodadi yang masih tergenang banjir, tepatnya di wilayah Desa Tanjungkarang, Senin (19/1/2026). Polisi terlihat membantu mengatur arus lalu lintas hingga mendorong kendaraan yang mogok akibat genangan air.

Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, mengatakan genangan air di dua titik yang berada di Desa Tanjungkarang dan Jetiskapuan tersebut masih setinggi 20 hingga 30 centimeter, sehingga cukup menyulitkan kendaraan kecil dan sepeda motor saat melintas.

Baca Juga: Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kembali Sleding, Panjang Retakan Capai 30 Meter

“Untuk itu anggota kami ploting di lokasi untuk membantu pengendara. Kalau ada motor atau mobil kecil yang mogok, langsung kami bantu dorong supaya tidak menghambat arus lalu lintas,” ujarnya.

Royke menjelaskan, genangan terjadi disebabkan curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus sepekan secara berturut-turut. Apalagi daya tampung kolam retensi yang sudah tidak mampu menahan debit air, sehingga air meluap ke badan jalan. Meski demikian, pihaknya memastikan arus lalu lintas masih bisa dilalui dengan pengawalan petugas.

“Pengendara masih bisa melintas, tapi harus pelan dan ekstra hati-hati. Karena itu anggota kami siagakan di lokasi,” katanya.

Selain membantu pengendara, Satlantas Polres Kudus juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan jalan yang rusak akibat banjir. Sementara ini, pihaknya meminta dinas terkait untuk melakukan penambalan jalan rusak secara darurat.

“Kami sudah koordinasi agar dilakukan penambalan sementara di titik-titik yang rusak,” tambahnya.

Ia menyebut, saat ini genangan air di wilayah Kudus hanya tersisa di ruas Jalan Kudus–Purwodadi, sementara kondisi Jalan Pantura sudah kembali normal sejak dua hari lalu, meskipun masih terdapat pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan oleh Balai Nasional.

Baca Juga: Warga Kudus Tega Bobol Rumah Tetangga yang Kebanjiran, Uangnya Dipakai Karaoke

“Pantura sudah lancar, tinggal Kudus–Purwodadi yang masih ada genangan,” jelas Royke.

Adapun panjang genangan di Desa Tanjungkarang mencapai sekitar 100 meter, sedangkan di Desa Jetiskapuan sekitar 50 meter. Selama genangan masih ada, polisi memastikan personel tetap disiagakan untuk membantu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Warga Resah Banjir di Ruas Jalan Kudus-Purwodadi Masih Banjir, Disebut Ganggu Aktivitas

0
Jasa angkut motor di jalan raya Kudus-Purwodadi yang terendam banjir. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Ruas Jalan Kudus-Purwodadi sudah sepekan lebih ini masih terendam banjir, akibat curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus sepekan lalu. Hal ini membuat sejumlah warga resah, karena akses jalan yang tergenang banjir mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. 

Bahkan banjir tersebut dapat mengakibatkan sepeda motor mogok di tengah jalan, akibat tingginya genangan air yag berada di sana. Diketahui, ruas Jalan Kudus-Purwodadi ada dua titik dengan ketinggian air yang dapat mengakibatkan sepeda motor mogok: di Desa Tanjungkarang dan Desa Jetiskapuan.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

Keresahan itu diungkapkan oleh salah satu warga, Muhfi Hammad yang selalu melewati ruas jalan tersebut. Ia mengaku jengah dengan adanya banjir yang tak kunjung surut, sehingga mengakibatkan perjalanannya terhambat. 

“Dapat mengganggu aktivitas kerja dan motor saya selalu mogok ketika menerjang banjir yang ada di sini. Tentu dari waktu perjalanan semakin lama karena terkendala adanya banjir,” bebernya saat ditemui di lokasi banjir Desa Tanjungkarang, Senin (19/1/2026).

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan penangangan konkret, baik secara dalam waktu dekat maupun dalam penanganan dalam jangka panjang ke depan. Sebab menurutnya, sepekan lebih air yang menggenangi akses utama penghubung dua kabupaten itu tak ada tanda-tanda penyusutan air. 

“Mungkin dari pemerintah secepatnya bisa melakukan penanganan supaya banjir ini segera surut. Agar aktivitas warga bisa secepatnya bisa kembali normal, tanpa ada halangan seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Hal senada juga dikatakan oleh Nisa. Warga Kecamatan Undaan ini merasa banjir yang terjadi dan menggenangi akses jalan di sana sangat mengganggu. Demi aktivitasnya lancar, ia mengaku harus mengekost di tempat aman untuk menghindari akses jalan tersebut. 

“Tentu sangat mengganggu aktivitas. Semoga saja pemerintah bisa secepatnya melakukan penanganan agar banjir yang menggenangi akses jalan ini bisa segera surut,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Isu Uang Damai Ratusan Juta Dibantah, Kasus Keributan di Desa Japan Kudus Berakhir Damai

0
Kapolres Kudus, AKBP Heru saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Senin (19/1/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Polres Kudus meluruskan informasi yang beredar luas di media sosial terkait dugaan pengeroyokan dalam sebuah acara hiburan Orkes Dangdut Shaun The Sheep di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Polisi memastikan tidak ada uang damai bernilai ratusan juta rupiah seperti yang ramai dibicarakan warganet.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan, peristiwa keributan tersebut terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah RT 1 RW 4 Desa Japan, Kecamatan Dawe.

Baca Juga: Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kembali Sleding, Panjang Retakan Capai 30 Meter

Seiring viralnya peristiwa tersebut, berbagai narasi berkembang di media sosial, termasuk tudingan adanya praktik uang damai dalam jumlah besar. Menindaklanjuti hal tersebut, kepolisian memanggil seluruh pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada tujuh orang yang mengakui terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban yang berusia 16 tahun,” ujar AKBP Heru di Mapolres Kudus, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar pelaku dalam peristiwa tersebut masih berstatus anak di bawah umur. Oleh karena itu, proses penanganan perkara dilakukan dengan pendekatan khusus sesuai aturan sistem peradilan pidana anak.

“Kami tetap mengedepankan perlindungan anak dan pembinaan, dengan tetap memperhatikan hak-hak korban,” tegasnya.

Atas permintaan keluarga korban, keluarga pelaku, serta pemerintah desa, kasus tersebut akhirnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Kesepakatan damai dicapai setelah dilakukan proses mediasi yang melibatkan seluruh pihak.

“Mediasi berjalan baik dan menghasilkan kesepakatan bersama. Penyelesaian ini menitikberatkan pada pemulihan hubungan sosial dan nilai kemanusiaan,” tambah Kapolres.

Sementara itu, ibu korban, Mustika, secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya menerima uang damai dengan nominal fantastis. Ia menegaskan informasi tersebut sama sekali tidak sesuai fakta.

“Ada yang menulis saya menerima Rp192 juta bahkan Rp300 juta. Itu semua tidak benar. Kami sepakat damai dan uang yang kami terima hanya untuk kebutuhan pengobatan anak saya,” ucapnya.

Mustika juga memastikan kondisi putranya kini telah membaik dan bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Ia berharap masyarakat tidak lagi mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Alhamdulillah anak saya sudah sehat. Isu-isu yang beredar itu sangat menyudutkan dan tidak benar,” katanya.

Kepala Desa Jepang, Sigit Tri Harso, mengatakan pemerintah desa sejak awal berupaya menjadi penengah agar persoalan tidak melebar menjadi konflik sosial. Ia menegaskan bahwa proses perdamaian dilakukan secara terbuka dan disepakati bersama.

“Kami memfasilitasi pertemuan semua pihak. Hasilnya, kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan kesepakatan tertulis,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Kudus Tega Bobol Rumah Tetangga yang Kebanjiran, Uangnya Dipakai Karaoke

Sigit juga memastikan bahwa tidak ada uang damai bernilai ratusan juta rupiah sebagaimana isu yang beredar di media sosial. Kesepakatan yang ada murni bersifat kemanusiaan.

“Tidak ada uang damai ratusan juta. Itu tidak sesuai fakta. Kesepakatan hanya untuk membantu biaya pengobatan korban,” tegasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudah Delapan Hari Banjir di Sowan Kidul Jepara Tak Kunjung Surut 

0
Ratusan rumah di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara sudah delapan hari tergenang banjir. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan rumah di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara sudah delapan hari tergenang banjir. Banjir itu diketahui mulai terjadi pada Senin,(12/1/2026) lalu. 

Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan setelah delapan hari tergenang air, kondisi banjir di Desa Sowan Kidul saat ini sudah mulai surut. 

Baca Juga: Bakal Dibantu BNPB, Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di Tempur Jepara Sulit Dilakukan

“Alhamdulillah ini sudah berangsur surut. Semalam ketinggian mencapai 70 centimeter, sekarang turun menjadi 30 sampai 40 sentimeter. Semoga segera membaik,” katanya saat meninjau lokasi banjir pada Senin (19/1/2026). 

Hajar mengatakan banjir di Desa Sowan Kidul mengakibatkan 240 rumah yang dihuni sekitar 950 jiwa terendam. 

Saat musim hujan tiba, Sowan Kidul memang menjadi salah satu daerah langganan banjir di Kabupaten Jepara. 

Selain meninjau warga terdampak, Hajar juga mengecek Sungai Jratun Kaligawe yang lokasinya berada di sebelah selatan Desa Sowan Kidul. 

Sungai tersebut menurut Hajar saat ini kondisinya sudah mengalami pendangkalan. Sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jepara, menurutnya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai.

“Harapan masyarakat untuk dilakukan normalisasi. Karena 25 tahun terakhir baru dinormalisasi dan itu yang menjadi pr kita nanti,” ujarnya. 

Selain belum adanya normalisasi sungai, Hajar menyebut banjir di Desa Sowan Kidul juga disebabkan oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. 

Kondisi tersebut membuat sejumlah sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.

“Wilayah Jepara ini kan menjadi muara sejumlah sungai besar sehingga turut memperparah kondisi akibat adanya banjir kiriman dari daerah lain. 

Baca Juga: Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur 

Sebagai upaya penanganan sementara, ia mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan penyedotan air menggunakan pompa.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menyediakan bantuan makanan sebanyak tiga kali dalam sehari bagi warga terdampak. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

KPK Benarkan Ada Penyelidikan Tertutup di Pati, Terkait Bupati Sudewo?

0
Bupati Pati, Sudewo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT). Bukan hanya Bupati, namun KPK juga dikabarkan menangkap seorang camat di Kabupaten Pati, yakni Tri Agung Setiawan. Yang bersangkutan merupakan Camat Jaken. 

Selain keduanya, informasinya sejumlah kepala desa hingga perangkat juga ikut diperiksa oleh KPK. 

Dikonfirmasi terkait dengan informasi adanya pemeriksaan terhadap Bupati Pati Sudewo maupun Camat Jaken, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo tidak membenarkan jika KPK sedang ada penyelidikan tertutup di Pati. 

Baca Juga: Kabar Oknum Camat dan Bupati Pati Diperiksa KPK, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

“Benar, hari ini KPK sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Kabupaten Pati, ” ujar Budi singkat melalui pesan WhatsApp. 

Namun, Budi tidak menjelaskan berapa orang dan siapa saja yang ikut diperiksa KPK. Begitupun pihak mana saja yang turut diperiksa. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa Bupati Pati Sudewo saat ini belum dibawa ke Jakarta seperti halnya informasi yang beredar. 

“Belum, ” jawabnya. 

Informasinya, sejauh ini penyidik KPK masih memeriksa Sudewo secara intensif oleh tim di Polres Kudus. 

Budi  juga belum bisa menjelaskan terkait perkara apa ihwal OTT di Kabupaten Pati.

Sebelumnya diberitakan, kabar terkait dengan pemeriksaan Bupati Pati Sudewo dan Camat Jaken Tri Agung Setiawan oleh KPK ramai beredar di grup WhatsApp. Kabar tersebut menjadi perbincangan hangat di berbagai grup. 

Kabar terkait dengan pemeriksaan Bupati Sudewo dan Camat Jaken itu, diduga terkait dengan jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa. 

Bukan hanya Bupati dan Camat Jaken, sejumlah kepala desa dan perangkat desa juga dikabarkan ikut diperiksa KPK. 

Namun untuk pemeriksaan informasinya dilakukan di lokasi yang berbeda. Camat Jaken dan sejumlah kepala desa diperiksa  di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang. Sedangkan Bupati Pati Sudewo informasinya diperiksa di Polres Kudus. 

Kami mencoba mengkonfirmasi kabar ini kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Mulai dari Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra hingga Pj Sekda Pati Teguh Widiatmoko. Namun hingga berita ini ditulis, keduanya tak merespon kepada wartawan. 

Baca Juga: Status Tanggap Darurat Diberlakukan, Bupati Sudewo Minta Penangangan Banjir Teroganisir

Kami juga mendatangi kantor Wakil Bupati dan Sekda Pati. Tetapi, keduanya juga tak menemui wartawan. Kantor Bupati Pati Sudewo juga tampak sepi dari biasanya. Mobil dinas Bupati Pati Sudewo tampak terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati. Hingga sore tadi, di kawasan Pendopo masih tampak lengang. 

Ketika dikonfirmasi keberadaan Sudewo, ajudannya, Raihan mengaku Bupati Pati sedang berada di luar kota. Ketika ditanya apakah benar Sudewo berada di Kabupaten Kudus, ia enggan menjawab. 

”Saat ini (Bupati Pati Sudewo) sedang di luar kota. (Untuk apakah berada di Kudus atau tidak), kami belum bisa memberikan keterangan,” ujarnya. 

Saat ditanya mengapa mobilnya terparkir di halaman Pendapa Kabupaten Pati, ia mengaku Bupati Pati Sudewo menggunakan mobil lainnya. 

”Pakai mobil lainnya,” ucapnya. 

Betanews.id juga merusaha menghubungi Camat Jaken Tri Agung Setiawan. Namun, telepon tidak aktif. 

Selain itu, kami juga berupaya menghubungi pegawai di Kecamatan Jaken. Namun, pihak pegawai tidak berani memberikan keterangan terkait kabar tersebut. Yang bersangkutan menyampaikan bahwa Camat tidak masuk. 

Sementara, menurut keterangan salah satu staf Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Bupati Sudewo saat ini sedang berada di luar daerah.

Sepengetahuannya, agenda Sudewo hari ini adalah menghadiri Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Batam.

 Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -