BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan rumah di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara sudah delapan hari tergenang banjir. Banjir itu diketahui mulai terjadi pada Senin,(12/1/2026) lalu.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar mengatakan setelah delapan hari tergenang air, kondisi banjir di Desa Sowan Kidul saat ini sudah mulai surut.
Baca Juga: Bakal Dibantu BNPB, Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di Tempur Jepara Sulit Dilakukan
“Alhamdulillah ini sudah berangsur surut. Semalam ketinggian mencapai 70 centimeter, sekarang turun menjadi 30 sampai 40 sentimeter. Semoga segera membaik,” katanya saat meninjau lokasi banjir pada Senin (19/1/2026).
Hajar mengatakan banjir di Desa Sowan Kidul mengakibatkan 240 rumah yang dihuni sekitar 950 jiwa terendam.
Saat musim hujan tiba, Sowan Kidul memang menjadi salah satu daerah langganan banjir di Kabupaten Jepara.
Selain meninjau warga terdampak, Hajar juga mengecek Sungai Jratun Kaligawe yang lokasinya berada di sebelah selatan Desa Sowan Kidul.
Sungai tersebut menurut Hajar saat ini kondisinya sudah mengalami pendangkalan. Sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jepara, menurutnya akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai.
“Harapan masyarakat untuk dilakukan normalisasi. Karena 25 tahun terakhir baru dinormalisasi dan itu yang menjadi pr kita nanti,” ujarnya.
Selain belum adanya normalisasi sungai, Hajar menyebut banjir di Desa Sowan Kidul juga disebabkan oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut membuat sejumlah sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.
“Wilayah Jepara ini kan menjadi muara sejumlah sungai besar sehingga turut memperparah kondisi akibat adanya banjir kiriman dari daerah lain.
Baca Juga: Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur
Sebagai upaya penanganan sementara, ia mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan penyedotan air menggunakan pompa.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara juga menyediakan bantuan makanan sebanyak tiga kali dalam sehari bagi warga terdampak.
Editor: Haikal Rosyada

