Puluhan Jemaah Umrah dari Jepara Masih Terjebak di Arab Saudi Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

BETANEWS.ID, JEPARA– Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran berdampak pada ditutupnya wilayah Udara, sehingga jalur penerbangan menjadi terganggu.

Akibatnya, sampai saat ini masih terdapat jemaah umrah asal Indonesia khususnya dari Kabupaten Jepara yang masih terjebak di Arab Saudi.

Hal itu seperti disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Haizul Ma’arif.

-Advertisement-

Haiz mengatakan, jemaah umrah dari Jepara yang berasal dari biro umrahnya yaitu PT. Buroq Haji dan Umrah Jepara yang masih terjebak di Arab Saudi sebanyak 21 orang.

Mereka seharusnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin (9/3/2026) kemarin, menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways.

Pihaknya sebelumnya juga sudah memesan tiket pulang untuk 21 jemaah umrahnya menggunakan maskapai Qatar Airways.

“Sampai hari kemarin pesawat Qatar yg kita pesan tidak terbang, dan sudah ada pengumuman resmi dari pihak Qatar sampai tanggal 14 Maret tidak terbang,” ungkapnya pada Betanews.id, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Puluhan Jemaah Umrah Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran Vs AS-Israel

Sebagai konsekuensi dan bentuk tanggung jawab kepada jemaah, Haiz akhirnya memesan ulang tiket penerbangan menggunakan maskapai lain yaitu Garuda Indonesia. Penerbangan itu dijadwalkan akan berangkat pada Kamis, (12/3/2026) dari Bandara di Kota Madinah.

Sehingga ia juga harus memperpanjang sewa hotel bagi jemaahnya selama tiga hari. Saat ini jemaahnya ia inapkan di Hotel yang berada di Kota Madinah.

“Kemarin akhirnya kita sudah pesan tiket baru, Garuda Indonesia terbang tanggal 12 Maret besok, sampai di Jakarta tanggal 13,” katanya.

Selain jemaah dari biro umrahnya, Haiz mengungkapkan masih terdapat jemaah lain yang saat ini belum bisa kembali ke Indonesia. Kepulangan mereka menurut Haiz juga menunggu jadwal penerbangan.

“(Ada jamaah lain) pulangnya tergantung kapan dapat tiket, ada juga yang dapatnya baru akhir bulan Maret,” ungkap Haiz.

Kemudian terkait tiket penerbangan yang sebelumnya sudah terlanjur di pesan, Haiz mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Kementrian Haji dan Umrah. Hasilnya dari pihak kementrian menurutnya akan membantu untuk melakukan advokasi dengan pihak maskapai agar ada pengembalian dana atau refund.

“Cuma jumlahnya berapa kita yang belum tahu, bisa 100% atau tidak,” katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati mengatakan, sebelumnya terdapat 50 jemaah asal Jepara yang pada saat terjadinya konflik AS-Israel Vs Iran masih menjalankan ibadah umrah.

Rinciannya 12 jemaah dijadwalkan pulang tanggal 7 Maret, 21 jemaah pada tanggal 9 Maret, dan sisanya 17 jemaah pada tanggal 20 Maret.

“Jemaah yang dijadwalkan pulang tanggal 7 sudah pulang semua sampai rumah dengan aman, selamat, sehat semua. Kemudian yang tanggal 9 diundur tanggal 12,” sebut Zuli melalui pesan tertulis.

Sedangkan untuk jemaah lainnya, Zuli mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkiat untuk memastikan keselamatan jemaah umrah dari Jepara.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER