BETANEWS.ID, KUDUS – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda Kabupaten Kudus sejak 11 Januari 2026. Dampak bencana tersebut dirasakan di sejumlah kecamatan dan menyebabkan ribuan warga terdampak serta harus mengungsi.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kudus per 19 Januari 2026, tercatat sebanyak 15.771 kepala keluarga atau 49.709 jiwa terdampak bencana. Selain itu, sebanyak 2.212 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 11 titik posko pengungsian.
Baca Juga: Tanggul Sungai Wulan di Undaan Lor Kembali Sleding, Panjang Retakan Capai 30 Meter
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas langkah cepat dalam penanganan bencana. Ia menilai penanganan banjir dan longsor dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah bergerak cepat menangani bencana dengan melibatkan TNI, Polri, swasta, ormas, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Yusuf Roni melalui siaran tertulisnya, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Kudus. Ia menilai sinergi tersebut sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana bagi warga.
Di luar penanganan darurat yang dinilai sudah berjalan baik, DPC PDI Perjuangan Kudus juga mendorong pemerintah daerah agar memberi perhatian khusus kepada para petani terdampak. Banyak sawah warga dilaporkan terendam banjir hingga mengalami gagal panen.
“Kami mendorong agar pemerintah kabupaten menginventarisasi dan memberikan perlindungan kepada petani, termasuk melalui asuransi pertanian, sebagaimana diamanatkan dalam Perda Kabupaten Kudus Nomor 7 Tahun 2021,” tegasnya.
Yusuf Roni menambahkan, perlindungan terhadap petani sangat penting karena sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Ia menyebut petani merupakan tulang punggung perekonomian dan stabilitas nasional.
Baca Juga: Warga Kudus Tega Bobol Rumah Tetangga yang Kebanjiran, Uangnya Dipakai Karaoke
Sebagai tindak lanjut, DPC PDI Perjuangan Kudus menginstruksikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kudus untuk terus mengawal kebijakan perlindungan dan pemberdayaan petani. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu petani bangkit pascabencana.
“Petani adalah penyangga tatanan negara. Oleh karena itu, kami akan terus memperjuangkan perlindungan dan pemberdayaan petani agar mereka tidak semakin terpuruk akibat bencana,” imbuh Yusuf Roni.
Editor: Haikal Rosyada

