31 C
Kudus
Jumat, Januari 23, 2026

Warga Resah Banjir di Ruas Jalan Kudus-Purwodadi Masih Banjir, Disebut Ganggu Aktivitas

BETANEWS.ID, KUDUS – Ruas Jalan Kudus-Purwodadi sudah sepekan lebih ini masih terendam banjir, akibat curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus sepekan lalu. Hal ini membuat sejumlah warga resah, karena akses jalan yang tergenang banjir mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. 

Bahkan banjir tersebut dapat mengakibatkan sepeda motor mogok di tengah jalan, akibat tingginya genangan air yag berada di sana. Diketahui, ruas Jalan Kudus-Purwodadi ada dua titik dengan ketinggian air yang dapat mengakibatkan sepeda motor mogok: di Desa Tanjungkarang dan Desa Jetiskapuan.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

-Advertisement-

Keresahan itu diungkapkan oleh salah satu warga, Muhfi Hammad yang selalu melewati ruas jalan tersebut. Ia mengaku jengah dengan adanya banjir yang tak kunjung surut, sehingga mengakibatkan perjalanannya terhambat. 

“Dapat mengganggu aktivitas kerja dan motor saya selalu mogok ketika menerjang banjir yang ada di sini. Tentu dari waktu perjalanan semakin lama karena terkendala adanya banjir,” bebernya saat ditemui di lokasi banjir Desa Tanjungkarang, Senin (19/1/2026).

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan penangangan konkret, baik secara dalam waktu dekat maupun dalam penanganan dalam jangka panjang ke depan. Sebab menurutnya, sepekan lebih air yang menggenangi akses utama penghubung dua kabupaten itu tak ada tanda-tanda penyusutan air. 

“Mungkin dari pemerintah secepatnya bisa melakukan penanganan supaya banjir ini segera surut. Agar aktivitas warga bisa secepatnya bisa kembali normal, tanpa ada halangan seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Hal senada juga dikatakan oleh Nisa. Warga Kecamatan Undaan ini merasa banjir yang terjadi dan menggenangi akses jalan di sana sangat mengganggu. Demi aktivitasnya lancar, ia mengaku harus mengekost di tempat aman untuk menghindari akses jalan tersebut. 

“Tentu sangat mengganggu aktivitas. Semoga saja pemerintah bisa secepatnya melakukan penanganan agar banjir yang menggenangi akses jalan ini bisa segera surut,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER