Tinjau Posko Pengungsian, Wabup Kudus Pastikan Kesehatan dan Layanan Dasar Korban Banjir Terpenuhi

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, meninjau posko pengungsian warga terdampak banjir di Desa Loram Kulon dan GKMI Tanjungkarang, Minggu (18/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersama relawan serta komunitas Jaringan Perempuan Kudus (JPK) sebagai bentuk kepedulian terhadap para terdampak banjir.

Dalam kunjungannya, Bellinda menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak pengungsi untuk memberikan dukungan moral. Ia mengaku prihatin atas bencana banjir yang merendam rumah warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus.

Baca Juga: Muria Raya Dilanda Banjir, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan Gas Melon Aman

-Advertisement-

“Saya menyempatkan berinteraksi dengan anak-anak agar mereka terhibur. Kami sangat prihatin dengan kondisi warga yang rumahnya terendam banjir,” ujarnya.

Selain memberikan semangat, Wabup juga memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau dengan baik. Ia menegaskan, layanan dasar di posko pengungsian, mulai dari fasilitas kesehatan hingga logistik, harus tersedia secara memadai.

“Saya memastikan kondisi kesehatan pengungsi dalam keadaan baik. Sarana kesehatan dan logistik untuk menunjang layanan dasar harus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Bellinda juga meminta para pengungsi untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

“Jangan ragu menyampaikan keluhan kepada petugas jaga. Insyaallah akan langsung ditangani,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wabup yang akrab disapa Mbak Bell tersebut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari relawan, perangkat desa, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergotong royong membantu penanganan pengungsi dengan penuh kepedulian dan kebersamaan,” tuturnya.

Bellinda menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan banjir di Kudus agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat mitigasi bencana supaya dampak banjir bisa ditekan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Perempuan Kudus (JPK), Dewi Nafisah, menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan inisiatif para anggota JPK yang secara sukarela menggalang donasi untuk membantu para korban banjir.

“Hasil iuran anggota kami gunakan untuk membeli kebutuhan pengungsi seperti susu, roti, bahan pokok, dan buku edukasi,” katanya.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan, Kenapa Hujan Masih Guyur Lereng Muria? Begini Kata BMKG

Dewi menambahkan, pemilihan lokasi bantuan di GKMI Tanjungkarang juga menjadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.

“Kami sengaja datang ke GKMI karena toleransi di sini sangat kuat. Dulu juga sempat viral karena pengungsi muslim bisa salat di GKMI yang merupakan rumah ibadah umat Kristen Protestan,” jelasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER