Beranda blog Halaman 76

ICW Minta KPK Telusuri Jejak Pencucian Uang Dalam Kasus Sudewo

0
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Termasuk menelusuri jika ada pencucian uang dalam kasus yang melibatkan Bupati Pati Nonaktif, Sudewo.

Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah menyebut, patut diduga ada sejumlah orang yang terlibat dalam kasus dugaan jual beli jabatan ini. Oleh sebab itu, KPK perlu menindaklanjuti keterlibatan aktor lainya untuk membongkar jika ada pencucian uang.

Baca Juga: Farid Gaban Sebut Gerakan Kritis Warga Pati Jadi Pondasi “Reset Indonesia”

“Jadi KPK tidak boleh berhenti pada tindak pidana korupsinya. Jika ada ditemukan pencucian uang maka KPK perlu untuk menindaklanjutinya,” ucapnya.

Ia menyebut, Sudewo sebagai aktor intelektual dalam dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa ini. Namun, dalam pengisian perangkat desa, tentunya melibatkan banyak pihak.

“Karena ini ada di ratusan desa, mungkin juga berpotensi melibatkan ratusan orang. KPK tidak boleh berhenti pada aktor intelektualnya, Sudewo mungkin bisa kita kategorikan aktor intelektualnya, tapi kemudian aktor yang menjadi pelaksananya penting untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Lembaga antirasuah itu juga dinilai perlu menelusuri lebih lanjut kasus model seperti ini. Apakah nanti masuk kategori suap atau pemerasan.

“Apakah pengisian perangkat desa tersebut atas kepentingan dua belah pihak, yang mana itu bisa menjadi kategori suap atau ada pemerasan yang dilakukan para pihak untuk mendapatkan sejumlah uang sehingga mereka bisa menempati jabatan tersebut,” ungkapnya.

Jika kategori suap, calon perangkat desa juga bisa terjerat dalam kasus ini. Karena mereka dianggap memiliki kepentingan untuk menduduki jabatan dengan melakukan suap.

“Calon perangkat desa bisa kena. Ada kepentingan dari calon perangkat desa untuk menduduki jabatan tersebut yang kemudian timbal baliknya uang tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga: Giliran Kantor Koperasi di Pati Digeledah KPK, Petugas Angkut 5 Koper

ICW pun meminta KPK membongkar dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa ini sampai tuntas, mengingat angkanya tidak sedikit. Selain itu juga diimbangi mekanisme pencegahan agar potensi kasus serupa tidak terulang.

“Kalau kita kalkulasi itu miliaran rupiah. KPK harus membongkar sampai ke akarnya. KPK memiliki fungsi pencegahan, jangan sampai ketika Sudewo dan kroninya ditangkap dan diketahui inkrah divonis, itu tidak ada intervensi KPK pencegahan lagi. Karena bisa jadi kasus tersebut berulang,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menu MBG SD 1 Kedungdowo Kudus Jadi Sorotan, Begini Penampakannya

0
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 1 Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 1 Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus jadi sorotan. Pasalnya menu yang dibagikan kepada siswa dan guru tersebut terbilang jauh guna pemenuhan asupan gizi.

Kepala Sekolah SD 1 Kedungdowo, Sri Suwarni mengatakan, sekolahannya baru menerima manfaat dari program MBG sepekan yang lalu. Namun sejak hari pertama, orang tua siswa selalu komplai terkait menu yang disajikan.

Baca Juga: Edukasi Penyakit Menular hingga Kanker, PDA Kudus Gandeng RS ‘Aisyiyah di PCA Jati

“Hampir setiap hari banyak wali murid yang komplain ke kami, terkait menu MBG. Termasuk menu pada hari ini,” ujar Suwarni kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Senin (26/1/2026).

Foto dan video menu MBG yang diterima para siswa dan guru SD 1 Kedungdowo pada hari Senin (26/1/2026) tersebar luas di grup WhatshApp. Tampak menunya ada kentang empat iris. Kedelai rebus lima butir, sambal saus, separo iris melon yang dipotong, serta ikan lele yang dipilet.

Sementara menu hari sebelumnya, ada siomay. Sedangkan di selumbari atau kemarin dulu menunya ada nasi, nuget dua, dan pepaya.

“Hampir menunya seperti itu. Sehingga beberapa tidak dimakan oleh siswa dan kemudian dibawa pulang ke rumah,” bebernya.

Dia menuturkan, di SD 1 Kedungdowo total ada 166 orang yang menerima MBG. Terdiri dari 152 siswa dan sisanya adalah guru.

Baca Juga: Desa Payaman Jadi Langganan Banjir, Bupati Kudus Upayakan Pembangunan Embung

Terkait menu MBG tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sejak para wali siswa komplain. Harapannya, ada perubahan terkait penyediaan makan bergizi di SD 1 Kedungdowo.

“Namun hingga saat ini belum ada perubahan. Saat ini, juga ada desakan dari wali murid agar kita ganti SPPG dan itu akan kami lakukan, jika aturannnya membolehkan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Ratusan Hektare Tambak Ikan Nila Salin di Tunggulsari Rusak Diterjang Banjir, Kerugian Capai Rp 5 M

0
Banjir yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mengakibatkan aktivitas petani tambak lumpuh. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Banjir yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mengakibatkan aktivitas petani tambak lumpuh. Sebagian besar tambak ikan di desa pesisir tersebut jebol akibat terjangan banjir yang sudah berlangsung selama dua pekan terakhir.

Dampak banjir ini cukup serius, mengingat sekitar 90 persen warga Desa Tunggulsari menggantungkan hidupnya dari sektor pertambakan. Terendamnya tambak membuat roda perekonomian masyarakat setempat praktis terhenti.

Baca Juga: Giliran Kantor Koperasi di Pati Digeledah KPK, Petugas Angkut 5 Koper

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi menyebutkan, total luas tambak ikan di wilayahnya mencapai 160 hektare. Tambak-tambak tersebut sebagian besar digunakan untuk budidaya ikan nila salin, yang merupakan komoditas unggulan Kabupaten Pati.

“Dampak budidaya ikan nila salin pastinya mengalami kerusakan. Dari 160 hektare, yang sudah terdampak 100 hektare. Di atas 60 persen yang terdampak musibah banjir tahun ini. Diperparah jebolnya tanggul dari Sungai Desa Jepat Kidul memperparah kerusakan tambak di Desa Tunggulsari,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, banjir yang merendam kawasan tambak menyebabkan sekitar 100 hektare lahan mengalami kerusakan. Selain dipicu curah hujan tinggi, kondisi tersebut diperparah oleh rusaknya tanggul sungai di sekitar desa.

“Secara ekonomi ini lumpuh, karena aktivitas di tambak petani tidak bisa maksimal. Mereka masih bisa memberikan waring yang itu hanya bisa dilakukan supaya ikan-ikan tidak lepas. Di sini 90- persen petambak, kemudian yang tidak punya tambak berpenghasilan bekerja di tambak,” jelas Yudi.

Akibat bencana tersebut, kerugian kolektif petani tambak di Desa Tunggulsari diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Para petani gagal panen ikan nila salin lantaran banyak ikan mati dan hanyut terbawa arus banjir.

Ironisnya, banjir datang saat sebagian petani mendekati masa panen. Ikan nila salin yang telah dipelihara dengan biaya besar justru lepas terbawa air.

“Potensi kerugian tidak sedikit, ada petani yang tinggal beberapa saat lagi panen, tapi airnya kemana-mana. Kalau airnya penuh itu pasti kerugian makin besar karena pakan yang digunakan udah banyak, sehingga kerugian makin besar ketika ikan udah dikasih makan tetapi belum bisa dipanen,” ucapnya.

Yudi menambahkan, ikan nila salin menjadi komoditas utama yang dibudidayakan warga. Sekitar 90 persen petani tambak memilih komoditas tersebut, sementara sisanya membudidayakan jenis ikan lain.

“Ada komoditas lain seperti bandeng, tetapi nggak sampai 10 persen karena petani di sini lebih memilih ikan nila salin karena waktu panen pendek dan harga stabil. Selain itu, udang vaname juga ada sebagai campuran di budidaya ikan nila salin,” sebutnya.

Ia menilai, banjir yang kerap menggenangi area tambak dan permukiman disebabkan oleh pendangkalan sungai sehingga aliran air tidak lancar menuju muara laut. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah desa untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

“Kenapa ada banjir atau rob yang menggenangi area tambak dan perkampungan, kemungkinan ada pendangkalan sungai sehingga air tidak langsung ke muara laut. Di tahun 2023 sampai 2024 sudah kita normalisasi di sungai desa, bahkan pada akhir 2024 kita mendatangkan eskavator dan tronton untuk menanggul dan memperdalam sungai,” ungkapnya.

Baca Juga: KPK Terus Sisir Pati Pasca OTT Sudewo, Sejumlah Lokasi Kembali Digeledah

Menurutnya, Pemerintah Desa Tunggulsari bersama kelompok tani tambak telah melakukan normalisasi sungai sejak 2023 hingga 2024 dengan melibatkan alat berat dan kerja manual. Namun, upaya tersebut belum mampu menahan besarnya debit air.

“Namun, kekuatan air lebih dahsyat daripada kemampuan kita dalam menanggulangi gelombang air, akhirnya yang udah kita perbaiki jebol lagi. Dua tahun kita tanggulangi titik kritis supaya rob tidak naik ke desa tetapi tidak bisa melawan alam, artinya ini murni alam yang sudah berubah tidak seperti beberapa tahun yang lalu dampak kerusakannya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Farid Gaban Sebut Gerakan Kritis Warga Pati Jadi Pondasi “Reset Indonesia”

0
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengadakan rembuk warga dan diskusi buku #Reset Indonesia di Ngablak, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (25/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengadakan rembuk warga dan diskusi buku #Reset Indonesia di Ngablak, Kecamatan Cluwak, Pati, Minggu (25/1/2026). Buku #Reset Indonesia merupakan karya empat jurnalis yang berkeliling Indonesia. Mereka yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu.

Diskusi buku Reset Indonesia ini, dihadiri secara langsung oleh salah satu penulisnya yakni Farid Gaban. Dalam kesempatan itu, jurnalis senior itu menyebut, ada 7 gagasan di dalam buku tersebut, salah satunya terkait otonomi daerah.

Baca Juga: Giliran Kantor Koperasi di Pati Digeledah KPK, Petugas Angkut 5 Koper

“Ide reset Indonesia salah satunya otonomi daerah dan pembangunan konsep dari bawah. Jadi apa yang sudah dilakukan teman-teman Pati satu embrio Reset Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Pati sudah memulai pijakan awal untuk menata ulang Indonesia. Seperti masyarakatnya yang bersikap kritis terhadap kekuasaan.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Pati sebuah pondasi Reset Indonesia. Salah satunya di mulai dari sikap kritis terhadap kebijakan publik,” ucapnya.

Farid menilai gerakan masyarakat Pati melawan kebijakan Bupati Sudewo menginspirasi banyak daerah. Sehingga banyak yang berani melawan kebijakan yang tidak benar.

“Dari Pati ini juga menular ke daerah-daerah lain. Trenggalek juga cukup bagus. Mereka juga bikin gerakan masyarakat untuk melawan program pemerintah pusat yang tidak sesuai apa yang mereka pikirkan. Kemudian di Sangihe dan yang lainnya berani melawan,” sebutnya.

Setelah pondasi ini, menurutnya, tinggal memperkuat gerakan sosial. Masyarakat harus saling bergandengan tangan untuk melawan ketidakadilan.

“Kita tidak bisa sendiri. Komponen masyarakat sebisa mungkin berkerja sama blok yang lebih luas. Karena lebih luas akan menjadi lebih kuat. Pasti ada perbedaan-perbedaan antara satu dan yang lain. Tapi coba kita berfikir hal yang sama,” lanjutnya.

Baca Juga: KPK Terus Sisir Pati Pasca OTT Sudewo, Sejumlah Lokasi Kembali Digeledah

Ia mencontohkan, masyarakat harus berjuang bersama untuk membebaskan para aktivis yang masih ditahan. Selain itu, juga terkait persolan di daerahnya seperti ancaman bencana dan lain sebagainya.

“Ada teman-teman kita yang masih ditahan, kita harus berjuang. Seluruh Indonesia ada 600 lebih. Itu harus berjuang untuk menyuarakan soal mereka,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Corndog, Makanan Khas Korea Selatan yang Laris Manis di Kudus

0
Lapak corndog di depan lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. Foto: Nania Rizka

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, sebuah gerobak sederhana mencuri perhatian warga. Dari balik etalase kaca, aneka camilan bergaya Korea Selatan tersaji menggoda. Gerobak itu bernama Corndog SC, salah satu pilihan jajanan yang kini ramai disambangi warga sekitar.

Kiki (40), pemilik Corndog SC, menuturkan corndog menjadi menu utama yang ia tawarkan. Selain itu, ia juga menjual camilan lain seperti cireng, tahu mercon, dan moci. Meski begitu, corndog tetap menjadi primadona dengan beragam isian yang diminati pembeli.

Baca Juga: Gerobak “Getuk & Tiwul” Wiwi, Nostalgia Rasa Tradisional di Karangbener Kudus

“Kami menjual camilan khas Korea Selatan, spesialis corndog. Isiannya ada sosis, mozzarella, dan cokelat, dibalut dengan tepung roti atau tepung panir,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Untuk menambah cita rasa, Corndog SC menyediakan beragam pilihan topping, baik asin maupun manis. Varian asin meliputi saus, mayones, bumbu balado, sapi panggang, keju, dan BBQ. Sementara untuk pecinta rasa manis, tersedia topping choco, matcha, tiramisu, taro, stroberi, Oreo, hingga Milo.

Baca Juga: Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus

Kiki mengklaim, corndog buatannya memiliki ukuran lebih besar dibandingkan corndog pada umumnya. Teksturnya lembut dengan tampilan yang rapi, serta isian yang melimpah. Ia juga memastikan seluruh produknya dibuat tanpa tambahan MSG atau penyedap rasa buatan.

Soal harga, camilan ini tergolong ramah di kantong. Corndog varian sosis dibanderol Rp2 ribu, varian cokelat Rp3 ribu, dan varian mozzarella Rp5 ribu. Sementara menu camilan lainnya dijual mulai dari Rp2 ribu.

“Saya buka setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Kalau pembeli kebanyakan anak muda,” bebernya.

Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Lezat dan Lembut, Donat Kentang Soffi Jadi Favorit Warga Kudus

0
Donat kentang milik Soffi di Desa Peganjaran, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Nania Rizka

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi jalan Desa Peganjaran, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, sebuah lapak sederhana ramai pembeli. Baru saja dibuka, pembeli langsung berdatangan. Mereka rela antre demi menikmati donat kentang dengan tekstur lembut dan pilihan topping yang menggoda.

Lapak tersebut milik Soffi (39). Meski juga menjual bolen dan roti sisir, donat kentang tetap menjadi menu primadona.

Baca Juga: Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus

“Kelebihannya karena dibuat dari kentang, jadi donatnya lebih lembut dan empuk. Harganya terjangkau, tapi kualitas tetap kami jaga. Pilihan rasanya juga banyak, tampilannya pun tidak kalah menarik dengan donat di toko-toko,” ujar Soffi saat ditemui di lapaknya.

Ide berjualan donat kentang berawal dari kebiasaan anak-anaknya. Setiap bepergian, mereka selalu membeli roti atau donat. Dari situlah Soffi mulai terpikir untuk membuat sendiri.

Awalnya, ia hanya mencoba membuat donat kentang untuk acara keluarga. Tapi seiring berjalannya waktu, muncul ide untuk menjual donat buatannya.

“Waktu ada acara, saya coba bikin sendiri. Alhamdulillah anak-anak dan keluarga suka. Dari situ saya mulai open pre-order sekitar tiga bulan, setelah yakin baru benar-benar buka,” tuturnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Seiring waktu, respon pembeli terus berdatangan. Donat kentang buatan Soffi hadir dalam berbagai varian rasa, seperti cokelat, matcha, stroberi, cappuccino, tiramisu, keju, meses, hingga original gula salju.

Baca Juga: Gerobak “Getuk & Tiwul” Wiwi, Nostalgia Rasa Tradisional di Karangbener Kudus

Harga donat kentang dibanderol cukup ramah di kantong, yakni Rp3.500 hingga Rp4.000 per buah. Sementara itu, bolen dijual dengan harga Rp15 ribu untuk isi 5 dan Rp24 ribu untuk isi 8.

Lapak Donat Kentang Soffi buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Selain penjualan langsung, Soffi juga melayani pemesanan untuk berbagai kebutuhan acara, seperti acara keluarga, ulang tahun, peringatan Hari Ibu, hingga momen spesial lainnya.

Penulis: Nania Rizka Apriliyani, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Awalnya Ikut-Ikutan, Aji Kini Punya 5 Cabang Gorengan Khas Cirebon di Pati

0
Gorengan khas Cirebon di Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati. Foto: Melly Andila

BETANEWS.ID, PATI – Sejak pukul 07.00 WIB, aroma gorengan sudah tercium dari sebuah lapak di pinggir Jalan Raya Pati–Tayu, tepatnya di Kembangarum, Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso. Seorang pria di sebuah gerobak sederhana tampak sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti. Dia tak alain adalah Aji Susanto (43), perantau asal Cirebon yang kini sukses mengembangkan usaha aneka gorengan hingga memiliki lima cabang di wilayah Pati dan Kudus.

Aji menjelaskan, bahwa awalnya ia hanya mengikuti ajakan dari sang kakak untuk membantu berjualan. Setelah belajar dari sang kakak, akhirnya muncul keinginan untuk memiliki usaha sendiri.

Baca Juga: Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus

“Ide awalnya dari ikut-ikutan. Dulu diajak kakak berjualan. Lalu belajar sampai akhirnya pengen buka sendiri,” terang Aji saat ditemui beberapa waktu lalu.

Keputusan itu ternyata menjadi titik balik hidupnya. Perlahan, usaha gorengan yang ia rintis tumbuh dan dikenal banyak pelanggan. Kini, cabangnya tersebar di Tlogowungu, Gembong, Ngemplak, Juwono, dan Kudus.

Khusus cabang Ngemplak yang berdiri sejak 2023, skala produksinya terbilang besar. Dalam sehari, Aji bisa menghabiskan satu karung tepung, lima tabung gas, dan dua dus minyak goreng. Angka tersebut menggambarkan tingginya permintaan pasar terhadap gorengan khas racikannya.

Tak hanya mengandalkan rasa, Aji juga menerapkan sistem operasional yang cukup rapi. Pasokan bahan baku diatur secara rutin setiap pekan.

“Setoran bahan-bahan dilakukan seminggu sekali, setiap hari Rabu,” jelasnya.

Keunikan gorengan Aji terletak pada cita rasa khas Cirebon, terutama tempe krispinya yang tipis dan renyah. Menuritnya, teknik penggorengan yang khas membuat teksturnya berbeda dari gorengan pada umumnya.

“Gorengannya sama seperti yang lain, tapi tempenya krispi, tipis, dan khas Cirebon, karena saya memang asli sana,” katanya.

Pilihan menunya pun beragam, mulai dari molen pisang, molen ubi, tempe, tahu, cireng, hingga bakwan. Seluruh gorengan dijual dengan harga sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp1.000 per potong, sehingga bisa dinikmati semua kalangan.

Baca Juga: Gerobak “Getuk & Tiwul” Wiwi, Nostalgia Rasa Tradisional di Karangbener Kudus

Gerobak ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB. Dengan jam operasional 15 jam, pelanggan bisa menikmati gorengan hangat kapan saja, baik untuk sarapan maupun camilan malam.

“Omzet per cabang bisa mencapai sekitar Rp2 juta per hari. Harapannya tambah rame, bisa jalan lama, karena di sini juga masih ngekost. Semoga ke depan bisa buka cabang lagi,” tambahnya.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Laris Manis! Siomay & Batagor Ikan Ester di Cluwak, Bumbunya Bikin Ketagihan

0
Siomay dan Batagor Ester di Cluwak, Pati. Foto: Melly Andila

BETANEWS.ID, PATI – Sore itu, di depan SPBU Mojo, aroma gurih siomay dan batagor menyeruak, seolah memanggil siapa saja yang melintas. Sebuah gerobak sederhana tampak dikerubungi pembeli. Di baliknya, Ester Suliyati (51) melayani dengan senyum ramah, tangan cekatan meracik pesanan.

Siapa sangka, usaha yang kini selalu ramai ini lahir dari ide spontan. “Yang penting cari uang, kerja jualan apa aja. Laku, dapat uang,” ujar Ester, mengenang awal mula ia nekat memesan gerobak hanya dalam sepekan, lalu langsung berjualan keesokan harinya.

Baca Juga: Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus

Ester bukan orang asing dalam bisnis makanan. Sebelumnya ia pernah membuka kafe di Jepara. Hobinya memasak menjadi modal utama untuk kembali terjun, kali ini dengan menu yang jarang ditemui di Cluwak, yaitu siomay dan batagor khas Bandung.

Jika kebanyakan penjual menggunakan ayam, Ester memilih ikan segar sebagai bahan utama.

“Siomay dan batagor saya terbuat dari ikan. Pembeli bilang bumbunya enak,” katanya bangga.

Baca Juga: Gerobak “Getuk & Tiwul” Wiwi, Nostalgia Rasa Tradisional di Karangbener Kudus

Resepnya sederhana tapi penuh ketelitian: ikan giling, tapioka, bawang putih, bawang merah, lada, gula, dan garam. Proses memasak bisa memakan waktu hingga dua jam, namun hasilnya membuat lidah tak berhenti bergoyang.

Gerobak Ester buka setiap hari pukul 14.00–21.00 WIB tanpa libur. Harga pun ramah di kantong: siomay Rp10.000 per porsi, batagor Rp5.000. Tak heran, setiap sore antrean pembeli tak pernah putus.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Giliran Kantor Koperasi di Pati Digeledah KPK, Petugas Angkut 5 Koper

0
Tim Penyidik KPK menyisir sebuah kantor koperasi di yang berada di Jalan Pati - Gabus, tepatnya di Desa Semampir, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Kamis (22/1/2026). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak mengusut dugaan kasus korupsi yang menjerat Sudewo, Bupati Pati Nonaktif. Usai mengobrak-abrik kantor bupati, tim penyidik lembaga antirasuah tersebut menyasar sebuah kantor koperasi di yang berada di Jalan Pati – Gabus, tepatnya di Desa Semampir, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Kamis (22/1/2026).

Pantauan di lokasi, rombongan penyidik tiba di kantor koperasi yang informasinya milik salah satu tim sukses Sudewo saat Pilkada tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB. Mengenakan rompi krem khas KPK, petugas langsung melakukan pemeriksaan intensif di dalam ruangan selama kurang lebih tiga jam.

Baca Juga: Minimarket di Margorejo Pati Dibobol Maling, Etalase Rokok Ludes dan CCTV Raib

Aktivitas keluar-masuk petugas yang membawa koper menjadi tontonan warga sekitar yang memadati area luar kantor karena penasaran.

Sekitar pukul 20.15 WIB, tim penyidik akhirnya keluar dengan pengawalan ketat. Total terdapat lima koper dan satu kardus barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut.

Rinciannya, tiga koper dan satu kardus dibawa di akhir pemeriksaan, melengkapi dua koper yang sudah lebih dulu diamankan ke dalam mobil.

Kehadiran tim “Gedung Merah Putih” ini sempat memicu keriuhan. Sejumlah warga yang berkerumun di depan kantor meneriaki dan memberi semangat petugas saat mereka bergegas masuk ke dalam iring-iringan mobil untuk meninggalkan lokasi.

Sebelum menyisir koperasi di Semampir, KPK lebih dulu melakukan penggeledahan di Kantor Bupati dan Rumah Dinas Bupati Pati pada Kamis (22/1/2026) siang. Di sana, petugas terpantau merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 15.15 WIB.

Dari pusat pemerintahan Kabupaten Pati tersebut, penyidik membawa keluar dua koper dan satu kardus yang diduga berisi dokumen krusial terkait perkara Sudewo.

Sebanyak enam unit mobil yang membawa rombongan penyidik langsung bertolak meninggalkan kompleks kantor bupati tanpa memberikan pernyataan resmi kepada awak media.

Bukan hanya itu saja, Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati, pada Kamis malam juga digeledah KPK.

Hari berikutnya, rumah milik salah satu tim sukses Sudewo yang berada di Kayen juga ikut diperiksa. Kemudian, KPK juga menyasar di Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan rincian detail mengenai materi dokumen atau barang bukti elektronik yang disita dalam rangkaian penggeledahan maraton di Kabupaten Pati tersebut.

- advertisement -

KPK Terus Sisir Pati Pasca OTT Sudewo, Sejumlah Lokasi Kembali Digeledah

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati pada Kamis (22/1/2026). Foto Betanews.id: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sudewo, Bupati Pati Nonaktif. Sejumlah lokasi di Kabupaten Pati kembali disisir penyidik.

Sejak Kamis (22/1/2026), aktivitas penyidik KPK terpantau di berbagai titik di Pati. Pada hari tersebut, penyidik menggeledah Kantor Bupati Pati serta Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati.

Dari penggeledahan di Kantor Bupati Pati, penyidik mengamankan dua koper dan satu dus yang diduga berisi barang bukti. Adapun hasil penggeledahan di Kantor Dispermades hingga kini belum diungkap ke publik.

Upaya pengumpulan barang bukti berlanjut pada Jumat (23/1/2026). Penyidik menggeledah kediaman salah satu mantan tim sukses Sudewo di Kecamatan Kayen serta Balai Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo.

Pada hari ini, Sabtu (24/1/2026), penyidik KPK kembali menyisir sejumlah lokasi lain di Bumi Mina Tani. Salah satunya adalah kediaman Kepala Desa Semampir, Parmono. Yang bersangkutan disebut -sebut KPK, merupakan anggota Tim 8 bentukan Sudewo yang diduga berperan dalam praktik jual beli jabatan pengisian perangkat desa.

Baca Juga: Minimarket di Margorejo Pati Dibobol Maling, Etalase Rokok Ludes dan CCTV Raib

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa sejumlah penyidik masih berada di Kabupaten Pati untuk melakukan penggeledahan dan pengumpulan barang bukti.

”Betul (ada penggeledahan). Tim masih giat penggeledahan di sejumlah lokasi,” ungkap Budi melalui WhatsApp.

Saat ditanya mengenai kemungkinan bertambahnya tersangka, Budi belum memberikan jawaban. Ia menyatakan penyidik masih fokus mengumpulkan barang bukti guna membuat perkara ini semakin terang.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Sudewo sebagai tersangka dugaan jual beli jabatan pengisian perangkat desa. Selain Sudewo, tiga kepala desa juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Abdul Suyono (YON), Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken, Sumarjiono (JION), serta Karjan, Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken.

Keempatnya diduga terlibat dalam praktik pemerasan dalam jual beli jabatan pengisian perangkat desa. KPK menyebut Sudewo mematok tarif bagi calon perangkat desa yang ingin mengikuti proses pengisian jabatan, dengan nominal antara Rp125 juta hingga Rp150 juta.

Namun, tarif tersebut kemudian diduga dimark-up oleh Abdul Suyono dan Sumarjiono hingga mencapai Rp225 juta. Praktik ini berujung pada OTT yang dilakukan KPK pada Minggu (18/1/2026).

Tak hanya itu, Sudewo juga berstatus tersangka dalam perkara korupsi proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Ia diduga menerima suap berupa commitment fee saat menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI terkait pembangunan jalur kereta api.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Edukasi Penyakit Menular hingga Kanker, PDA Kudus Gandeng RS ‘Aisyiyah di PCA Jati

0
Sosialisasi yang digelar di PCA Jati dengan melibatkan RS ‘Aisyiyah Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular dan tidak menular terus dilakukan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kudus. Salah satunya melalui kegiatan edukasi kesehatan yang menyasar kader dan anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) di berbagai wilayah.

Pada Sabtu (24/1/2026), kegiatan sosialisasi digelar di PCA Jati dengan melibatkan RS ‘Aisyiyah Kudus sebagai mitra layanan kesehatan. Edukasi ini menjadi bagian dari program literasi kesehatan untuk mendorong pencegahan penyakit sejak dini, khususnya di kalangan perempuan dan keluarga.

Baca Juga: Inilah 10 Wisata di Kudus yang Paling Sering Dikunjungi Selama 2025

Materi disampaikan oleh Rizky Ernita bersama Tim Kesehatan RS ‘Aisyiyah Kudus. Peserta mendapatkan pemahaman tentang penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan hepatitis, serta penyakit tidak menular seperti kanker payudara dan kanker serviks.

Selain mengenalkan jenis penyakit, edukasi juga menekankan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait pencegahan penyakit dan langkah awal yang harus dilakukan saat muncul gejala.

Selain penyuluhan, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi cek gula darah, asam urat, serta konsultasi kesehatan langsung dengan tenaga medis.

Humas RS ‘Aisyiyah Kudus, Ika Oktaviani Risanti, menyampaikan bahwa keterlibatan rumah sakit dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen mendukung dakwah kesehatan yang diinisiasi ‘Aisyiyah.

“Kegiatan di PCA Jati yang bertempat di MI Altanbih ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi kesehatan Majelis Kesehatan PDA Kudus. RS ‘Aisyiyah Kudus siap mendukung penuh agar masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga: Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA

Ia menambahkan, program edukasi serupa akan terus dilaksanakan di berbagai PCA di Kabupaten Kudus sesuai jadwal yang telah disusun. Dengan demikian, pemerataan informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Melalui pendekatan promotif dan preventif, ‘Aisyiyah berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Program ini sejalan dengan misi organisasi dalam membangun masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkemajuan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Pati Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 6 Februari

0
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana alam menyusul masih berlangsungnya sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah. Perpanjangan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pati Nomor 400.9.10.2/0062 Tahun 2026 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada Sabtu (24/1/2026).

Keputusan itu mengatur perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Kabupaten Pati Tahun 2026.

Baca Juga: Minimarket di Margorejo Pati Dibobol Maling, Etalase Rokok Ludes dan CCTV Raib

Menurut Chandra, perpanjangan status tanggap darurat diperlukan sebagai dasar hukum bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan penanganan bencana yang hingga kini masih berlangsung di lapangan.

“Perpanjangan status tanggap darurat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana di lapangan,” ujar Chandra.

Status tanggap darurat tersebut ditetapkan berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Dengan penetapan itu, seluruh perangkat daerah serta unsur terkait diharapkan memiliki landasan yang kuat untuk melaksanakan langkah-langkah penanganan bencana secara terpadu dan menyeluruh.

Lebih lanjut, Chandra menegaskan, bahwa masa berlaku status tanggap darurat bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

“Status ini bisa saja kami perpanjang kembali atau justru kami perpendek, tergantung pada evaluasi dan kebutuhan penanganan di lapangan,” tegasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati berharap upaya penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan tepat sasaran, sekaligus menjamin perlindungan serta percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak di seluruh wilayah Kabupaten Pati.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Desa Payaman Jadi Langganan Banjir, Bupati Kudus Upayakan Pembangunan Embung

0
Bupati Kudus saat menerjang banjir Desa Payaman, Mejobo, Jumat (23/1/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tiap tahun jadi langganan banjir. Terkait bencana tersebut, Bupati Sam’ani Intakoris sudah memiliki opsi penanganan banjir untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau banjir dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak, Jum’at (23/1/2026). Dukuh Karanganyar, Desa Payaman sendiri sudah terendam banjir selama 10 hari dengan ketinggian air sampai satu meter.

Baca Juga: Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA

Sam’ani menyadari keresahan warga Dukuh Karanganyar, Desa Payaman yang selalu kebanjiran. Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, distribusi bantuan, dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.

“Kami bersama TNI, Polri, BPBD, Dinsos P3AP2KB, dan para relawan memastikan asupan gizi masyarakat tetap terpenuhi, agar warga tetap kuat dan merasakan kehadiran pemerintah,” bebernya.

Sementara langkah jangka panjang, Pemkab Kudus bakal mengusulkan pembangunan embung di sekitaran Desa Payaman. Dengan begitu akan ada pengendalian air, lalu kemudian dialirkan ke Sungai Juwana maupun Sungai Wulan.

“Untuk antisipasi banjir ke depan, kami mengusulkan pembangunan embung dan melakukan perbaikan sementara terhadap infrastruktur yang rusak,” jelasnya.

Sebagai informasi, data dari BPBD Kudus, 23 Januari 2026 atau hari ke-15 bencana Hidrometeorologi di Kota Kretek sebagian wilayah masih terendam banjir. Total ada 4 kecamatan dan 9 desa yang masih kebanjiran, termasuk Dukuh Karanganyar, Desa Payaman.

Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

Sebanyak 12.399 jiwa dari 4.073 Kepala Keluarga (KK) masih terdampak banjir. Total rumah yang masih kebanjiran ada 2.675 unit.

Jumlah warga Kudus yang masih mengungsi ada 2.009 jiwa. Sedangkan sawah yang masih terendam tinggal 2.890 hektare.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tani Merdeka Jateng Cari Terobosan Panen Gabah Tembus 10 Ton Per Hektare

0
Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Karesidenan Pati. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Karesidenan Pati. Dalam forum tersebut para petani Muria Raya didorong jadi mandiri dan lebih sejahtera.

Konsolidasi diselenggarakan di Hotel Kenari Asri Kudus, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan pelatihan Bioteknologi Petani dengan narasumber dari Universitas Gajah Mada (UGM) Dhimas Driessen.

Baca Juga: Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA

Dewan Pembina Tani Merdeka Jawa Tengah, Sri Hartini mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar para kader Tani Merdeka kelak bisa mandiri. Selain itu harus bisa mengawal program Presiden Prabowo Subianto.

“Para anggota Tani Merdeka harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan para petani. Karena dari keluhan para petani tersebut, berbagai persoalan bisa diketahui dan kemudian bapak Presiden Prabowo hadir memberikan solusi,” ujar Sri Hartini.

Ia mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada para petani. Di antaranya, kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi. Hasil panen padi petani harus diserap oleh Bulog dengan harga Rp 6,500 per kilogram.

Kemudian harga pupuk bersubsidi diturunkan sebesar 20 persen dari sebelumnya. Serta, masifnya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai daerah.

“Sekarang ini kita adakan pelatihan Bioteknologi Petani. Tujuannya agar para petani punya bekal ilmu, supaya ke depan para petani bisa membuat pupuk sendiri,” bebernya.

Dia mengungkapkan, para petani adalah garda terdepan dalam program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, para petani ini harus didengar aspirasinya supaya mereka bisa sejahtera dan mandiri.

Pihaknya akan terus mencari terobosan agar para petani khususnya di Jawa Tengah ini sejahtera. Termasuk dengan meningkatkan hasil panen. Jika selama ini satu hektar sawah menghasilkan 6 ton gabah, kita akan cari terobosan agar bisa 10 ton per hektar.

“Terobosan-terobosan tersebut harus kita tempuh. Supaya hasil panen petani makin banyak. Ketika hasil panen melimpah, maka akan berdampak pada kesejahteraan petani dan sekaligus mensukseskan program ketahanan pangan,” jelasnya.

Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Aziz menyambut antusias dengan adanya pelatihan Bioteknologi bagi petani. Sebab pengetahuan terkait hal tersebut sangat penting.

“Supaya para petani punya ilmunya untuk membuat pupuk sendiri. Sehingga ke depan para petani bisa mandiri, tidak menggantungkan subsidi dari pemerintah. Serta hasil panennya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Pati Fokuskan Bantuan Pangan Saat Banjir, Infrastruktur Jadi Prioritas Pascabencana

0
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memfokuskan penanganan bencana banjir pada pemenuhan kebutuhan pangan selama banjir berlangsung, serta perbaikan infrastruktur pada masa pascabencana. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar.

Menurut Muhtar, langkah penanganan telah disepakati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat koordinasi guna memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir dapat segera terpenuhi.

Baca Juga: Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

“Usai rapat dengan Forkopimda (Forum Koordinator Pimpinan Daerah) kemarin, kami tingkatkan fokus di distribusi bantuan pangan. Setelah banjir atau pasca banjir yang harus jadi perhatian perbaikan infrastruktur,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan makanan siap santap karena banyak fasilitas rumah tangga yang rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Muhtar mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dalam memastikan distribusi bantuan pangan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Keberadaan dapur umum di setiap titik terdampak diharapkan mampu mencukupi kebutuhan warga, baik di lokasi pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.

“Kemudian kebutuhan pangan lebih lanjut bagi warga Kabupaten Pati. Yang kita bantu utamanya logistik karena di situ vital, kalau gak ditangani bisa parah sehingga fokus kita saat ini distribusi logistik melalui dapur umum bagi warga yang kena bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati telah mengoperasikan dua dapur umum, masing-masing berlokasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, dan di Kantor Dinsos P3AKB Kabupaten Pati. Kedua dapur tersebut setiap hari memproduksi makanan siap santap berupa nasi bungkus yang disalurkan ke desa-desa terdampak banjir dengan menu yang berganti.

Muhtar mengapresiasi peran Dinsos P3AKB sebagai garda terdepan dalam penyaluran bantuan logistik bencana.

“Dinsos harus jadi motor, pelopor adanya penyaluran bantuan bencana ini. Kami mengapresiasi adanya dapur umum yang ada di Kantor Dinsos P3AKB Pati ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia menjelaskan, bahwa dapur umum tersebut beroperasi tiga kali sehari. Setiap kali memasak, dapur umum mampu memproduksi sekitar 1.000 porsi nasi bungkus.

“Dapur umum di Dinsos P3AKB Kabupaten Pati ini mulai dua minggu yang lalu saat banjir yang pertama kali. Ada dua dapur umum, satu di Kantor Dinsos P3AKB Kabupaten Pati dan satunya di Desa Banjarsari. Alhamdulillah dapur umum ini semuanya di-back up Kemensos mulai dari bahan maupun tenaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemenuhan logistik pangan melibatkan seluruh tahapan, mulai dari pembelian bahan mentah, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada warga terdampak. Tenaga yang terlibat berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pegawai Dinsos P3AKB Kabupaten Pati.

“Prosesnya mulai membeli bahan mentah untuk kita olah sampai ke pembungkusan. Untuk distribusi diambil sendiri oleh beberapa desa yang mengajukan bantuan logistik, kita koordinasikan melalui telepon ke pihak desa terkait,” ucapnya.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Tuntas Dalam Kasus Jual Beli Jabatan Perades yang Menjerat Sudewo 

Pihaknya memastikan seluruh desa yang mengajukan bantuan logistik pangan akan mendapatkan alokasi secara merata. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir.

“Sangat bermanfaat sekali, ditunggu masyarakat karena mereka nggak bisa masak, dapurnya terendam air. Ada yang kompornya ndak bisa nyala dan bahan makanannya rusak, sehingga adanya dapur umum ini masyarakat senang,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -