Beranda blog Halaman 77

Tani Merdeka Jateng Cari Terobosan Panen Gabah Tembus 10 Ton Per Hektare

0
Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Karesidenan Pati. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Karesidenan Pati. Dalam forum tersebut para petani Muria Raya didorong jadi mandiri dan lebih sejahtera.

Konsolidasi diselenggarakan di Hotel Kenari Asri Kudus, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan pelatihan Bioteknologi Petani dengan narasumber dari Universitas Gajah Mada (UGM) Dhimas Driessen.

Baca Juga: Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA

Dewan Pembina Tani Merdeka Jawa Tengah, Sri Hartini mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar para kader Tani Merdeka kelak bisa mandiri. Selain itu harus bisa mengawal program Presiden Prabowo Subianto.

“Para anggota Tani Merdeka harus bisa mengakomodir kepentingan-kepentingan para petani. Karena dari keluhan para petani tersebut, berbagai persoalan bisa diketahui dan kemudian bapak Presiden Prabowo hadir memberikan solusi,” ujar Sri Hartini.

Ia mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang berpihak kepada para petani. Di antaranya, kemudahan mendapatkan pupuk bersubsidi. Hasil panen padi petani harus diserap oleh Bulog dengan harga Rp 6,500 per kilogram.

Kemudian harga pupuk bersubsidi diturunkan sebesar 20 persen dari sebelumnya. Serta, masifnya pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di berbagai daerah.

“Sekarang ini kita adakan pelatihan Bioteknologi Petani. Tujuannya agar para petani punya bekal ilmu, supaya ke depan para petani bisa membuat pupuk sendiri,” bebernya.

Dia mengungkapkan, para petani adalah garda terdepan dalam program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, para petani ini harus didengar aspirasinya supaya mereka bisa sejahtera dan mandiri.

Pihaknya akan terus mencari terobosan agar para petani khususnya di Jawa Tengah ini sejahtera. Termasuk dengan meningkatkan hasil panen. Jika selama ini satu hektar sawah menghasilkan 6 ton gabah, kita akan cari terobosan agar bisa 10 ton per hektar.

“Terobosan-terobosan tersebut harus kita tempuh. Supaya hasil panen petani makin banyak. Ketika hasil panen melimpah, maka akan berdampak pada kesejahteraan petani dan sekaligus mensukseskan program ketahanan pangan,” jelasnya.

Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Aziz menyambut antusias dengan adanya pelatihan Bioteknologi bagi petani. Sebab pengetahuan terkait hal tersebut sangat penting.

“Supaya para petani punya ilmunya untuk membuat pupuk sendiri. Sehingga ke depan para petani bisa mandiri, tidak menggantungkan subsidi dari pemerintah. Serta hasil panennya juga bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pemkab Pati Fokuskan Bantuan Pangan Saat Banjir, Infrastruktur Jadi Prioritas Pascabencana

0
Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memfokuskan penanganan bencana banjir pada pemenuhan kebutuhan pangan selama banjir berlangsung, serta perbaikan infrastruktur pada masa pascabencana. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati, Muhtar.

Menurut Muhtar, langkah penanganan telah disepakati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat koordinasi guna memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir dapat segera terpenuhi.

Baca Juga: Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

“Usai rapat dengan Forkopimda (Forum Koordinator Pimpinan Daerah) kemarin, kami tingkatkan fokus di distribusi bantuan pangan. Setelah banjir atau pasca banjir yang harus jadi perhatian perbaikan infrastruktur,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan makanan siap santap karena banyak fasilitas rumah tangga yang rusak dan tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Muhtar mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dalam memastikan distribusi bantuan pangan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Keberadaan dapur umum di setiap titik terdampak diharapkan mampu mencukupi kebutuhan warga, baik di lokasi pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah.

“Kemudian kebutuhan pangan lebih lanjut bagi warga Kabupaten Pati. Yang kita bantu utamanya logistik karena di situ vital, kalau gak ditangani bisa parah sehingga fokus kita saat ini distribusi logistik melalui dapur umum bagi warga yang kena bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati telah mengoperasikan dua dapur umum, masing-masing berlokasi di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, dan di Kantor Dinsos P3AKB Kabupaten Pati. Kedua dapur tersebut setiap hari memproduksi makanan siap santap berupa nasi bungkus yang disalurkan ke desa-desa terdampak banjir dengan menu yang berganti.

Muhtar mengapresiasi peran Dinsos P3AKB sebagai garda terdepan dalam penyaluran bantuan logistik bencana.

“Dinsos harus jadi motor, pelopor adanya penyaluran bantuan bencana ini. Kami mengapresiasi adanya dapur umum yang ada di Kantor Dinsos P3AKB Pati ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia menjelaskan, bahwa dapur umum tersebut beroperasi tiga kali sehari. Setiap kali memasak, dapur umum mampu memproduksi sekitar 1.000 porsi nasi bungkus.

“Dapur umum di Dinsos P3AKB Kabupaten Pati ini mulai dua minggu yang lalu saat banjir yang pertama kali. Ada dua dapur umum, satu di Kantor Dinsos P3AKB Kabupaten Pati dan satunya di Desa Banjarsari. Alhamdulillah dapur umum ini semuanya di-back up Kemensos mulai dari bahan maupun tenaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemenuhan logistik pangan melibatkan seluruh tahapan, mulai dari pembelian bahan mentah, pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian kepada warga terdampak. Tenaga yang terlibat berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pegawai Dinsos P3AKB Kabupaten Pati.

“Prosesnya mulai membeli bahan mentah untuk kita olah sampai ke pembungkusan. Untuk distribusi diambil sendiri oleh beberapa desa yang mengajukan bantuan logistik, kita koordinasikan melalui telepon ke pihak desa terkait,” ucapnya.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Tuntas Dalam Kasus Jual Beli Jabatan Perades yang Menjerat Sudewo 

Pihaknya memastikan seluruh desa yang mengajukan bantuan logistik pangan akan mendapatkan alokasi secara merata. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir.

“Sangat bermanfaat sekali, ditunggu masyarakat karena mereka nggak bisa masak, dapurnya terendam air. Ada yang kompornya ndak bisa nyala dan bahan makanannya rusak, sehingga adanya dapur umum ini masyarakat senang,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Desa Karangrowo Pati Masih Terendam Banjir, Petugas Kesehatan Terjang Genangan untuk Layani Warga

0
Tim kesehatan Puskesmas Jakenan, Kabupaten Pati memberikan pelayanan medis kepada warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, yang terisolir banjir dalam dua pekan ini. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI — Tim kesehatan Puskesmas Jakenan, Kabupaten Pati tetap memberikan pelayanan medis kepada warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, yang terisolir banjir dalam dua pekan ini. Dengan menggunakan perahu kecil, petugas bersama unsur TNI dan Polri menyambangi rumah-rumah warga untuk memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak.

Desa Karangrowo menjadi salah satu wilayah terparah akibat banjir karena seluruh akses jalan terendam air setinggi lebih dari satu meter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh total dan memaksa petugas menempuh jalur air sejauh sekitar 1,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Baca Juga: Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

Pelayanan kesehatan dilakukan secara jemput bola, mengingat banyak warga yang memilih bertahan di rumah meski kondisi kesehatan menurun. Pemeriksaan terpaksa dilakukan dari atas perahu dengan menyusuri permukiman yang telah terendam selama dua pekan.

Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti demam, pusing, diare, serta penyakit kulit akibat genangan air.

Salah satu warga, Kusnen (60), mengaku mengalami penurunan kondisi kesehatan selama banjir berlangsung.

“Sudah lima belas hari terendam. Rasanya pusing, demam, gatal-gatal, kena kutu air. Airnya setinggi satu meter. Saya masih bertahan karena harus menjaga ternak,” ujarnya.

Petugas kesehatan Puskesmas Jakenan, Yuliati mengatakan, pelayanan ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga yang enggan meninggalkan rumahnya.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Tuntas Dalam Kasus Jual Beli Jabatan Perades yang Menjerat Sudewo 

“Kami menempuh jarak sekitar satu setengah kilometer menerjang banjir. Ini kami lakukan karena banyak warga yang sudah sakit dan masih bertahan di rumah, sehingga harus kami datangi satu per satu,” katanya.

Data sementara mencatat, sedikitnya 930 jiwa terdampak banjir di Desa Karangrowo. Sebanyak sekitar 200 rumah terendam dan 600 kepala keluarga mengalami dampak langsung. Hingga saat ini, warga dan petugas masih harus menggunakan perahu untuk keluar masuk desa sambil menunggu banjir surut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Inilah 10 Wisata di Kudus yang Paling Sering Dikunjungi Selama 2025

0
Kawasan makam Sunan Kudus ramai peziarah. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus dikenal sebagai salah satu daerah yang menyimpan banyak daya tarik wisata (DTW). Tak hanya menyuguhkan pemandangan indah dan asri, khususnya di lereng Pegunungan Muria, Kudus juga terdapat banyak wisata yang menarik untuk dikunjungi. Meliputi wisata religi, wisata edukasi, wisata lainnya.

Bahkan beberapa tempat wisata di Kudus dikunjungi pengunjung, baik wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman). Beberapa wisata di Kudus mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata sepanjang 2025 lalu. 

Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Agus Susanto mengatakan, meski jumlah kunjungan wisatawan Kudus mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, namun sejumlah lokasi wisata Kudus masih menyita perhatian pengunjung. Tempat-tempat wisata di Kudus banyak dikunjungi wisatawan hingga mencapai jutaan pengunjung.

“Jadi kami merangkum beberapa tempat wisata dengan jumlah wisatawan terbanyak sepanjang 2025. Nomor satu jumlahnya tercapai hingga hampir dua juta pengunjung,” katanya, belum lama ini.

Adapun 10 daya tarik wisata (DTW) terbanyak dikunjungi sepanjang 2025, pertama ditempati wisata religi Makam Sunan Kudus dengan jumlah pengunjung sebanyak 1.913.120 orang. Kemudian disusul wisata religi Makam Sunan Muria dengan 840.751 pengunjung, lalu ketiga wana wisata Pijar Park dengan 188.673 pengunjung.

“Keempat Desa Rahtawu dengan 144.775 pengunjung, Museum Jenang menmpel ke posisi lima dengan jumlah 102.044 pengunjung, lalu Irons Waterpark dengan 62.021 pengunjung, kemudian ke tujuh Museum Kretek dengan 43.645 pengunjung,” ungkapnya.

Selanjutnya jumlah kunjungan wisata terbanyak ke delapan adalah Kretek Waterpark dengan 43.269 pengunjung, ke sembilan Desa Wisata Wonososco dengan 32.131 pengunjung, dan ke sepeluh Taman Krida dengan 28.844 pengunjung. Agus menyampaikan, bahwa DTW yang terdata dalam Disbudpar Kabupaten Kudus setidaknya ada 33 lokasi.

“Kalau untuk data keseluruhan jumlah kunjungan wisata di Kudus sebesar 3.621.768 pengunjung. Ini termasuk menurun sekitar 14 persen, jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4.213.465 pengunjung,” terangnya.

Pihaknya bahkan mencatat jumlah kunjungan wisatawan per bulan sepanjang 2025 lalu. Bulan Juli menjadi yang tertinggi tingkat kunjungannya dengan total 462.796 pengunjung.

Bulan Januari tingkat kunjungan mencapai 355.071 pengunjung, Februari menunjukan presentasi naik dengan 377.326 pengunjung, Maret menurun drasti dengan hanya memperoleh kunjungan sebanyak 52.881 pengunjung. Kemudian April kembali meningkat signifikan dengan 357.741 pengunjung, Mei dengan 268.037 pengunjung.

Baca Juga: Bupati Kudus Terjang Banjir Demi Salurkan Bantuan Logistik

Selanjutnya di bulan Juni naik menjadi 301.367 pengunjung, Juli meroket dengan jumlah kunjungan mencapai 462.796 pengunjung. Meski begitu Agustus kembali menurun drastis menjadi 223.278 orang, September dengan 276.188 orang, Oktober 284.593 orang, November 286.656 orang, dan Desember kembali naik menjadi 375.842 pengunjung.

“Bulan Juli menjadi tertinggi karena masa libur sekolah. Sehingga banyak pengunjung yang datang ke Kudus,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Halal dan Higienis, Tiga RPH di Jepara Siap Suplai Dapur MBG 

0
RPH di Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga Rumah Potong Hewan (RPH) Pemkab Jepara yang berada dibawah pengelolaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) baru saja mengantongi sertifikat NKV dan sertifikasi halal. 

Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir mengatakan Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) merupakan sertifikasi yang berfungsi untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan dari RPH telah memenuhi standar higiene-sanitasi sehingga terjamin keamanannya. 

Baca Juga: Jajaki Pemasaran Digital, Pengrajin Almari di Jepara Siap Naik Kelas 

Sementara Sertifikasi Halal merupakan sertifikat yang menjamin bahwa tahap atau proses pemotongan hewan sudah disesuaikan dengan ketentuan agar produk yang dihasilkan terjamin kehalalannya. 

“RPH di Jepara sudah ber-NKV dan sertifikasi halal semua, kita punya tiga RPH. Di Kecamatan Jepara, Bangsri, dan Margoyoso,” kata Mudhofir saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara, Jumat (23/1/2026). 

Utuk Sertifikat NKV, Mudhofir mengatakan baru diterima pada 31 Desember 2025 lalu. Sedangkan untuk Sertifikasi Halal diterima pada bulan November 2025 lalu. 

“Dengan berserfikat NKV dan sertfikasi halal, masyarakat (yang memotongkan hewan di RPH) lebih terjamin atas produk (daging)-nya. Aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya. 

Tidak hanya itu, Mudhofir melanjutkan secara bisnis dengan sudah mengantongi Sertifikat NKV dan Sertifikasi Halal, bisa memudahkan masyarakat yang memiliki usaha suplier daging. 

Terutama pelaku usaha yang mensuplai kebutuhan daging ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). 

“Ketika RPH itu ber-NKV dan Halal maka sudah bisa masuk ke resto, masuk ke MBG, karena ada persyaratan untuk itu (halal dan higienis),” tambahnya. 

Mudhofir mengatakan saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha suplier daging yang memasok kebutuhan daging ke MBG yang berkonsultasi dengan pihaknya. 

Baca Juga: 2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

Dengan sudah ber-Sertifikat NKV dan Sertifikasi Halal, Mudhofir berharap tiga RPH itu bisa meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“Harapannya seperti itu (bisa meningkatkan PAD). Tahun ini target kita Rp260 juta, naik dari tahun lalu Rp200 juta,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Minimarket di Margorejo Pati Dibobol Maling, Etalase Rokok Ludes dan CCTV Raib

0
Sebuah minimarket Alfamart yang berlokasi di Dukuh Bongsri, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menjadi sasaran pencurian. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Sebuah minimarket Alfamart yang berlokasi di Dukuh Bongsri, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, menjadi sasaran pencurian. Aksi tersebut baru diketahui pada Sabtu (24/1/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat karyawan hendak membuka toko untuk operasional.

Saat itu, tiga karyawan Alfamart mendapati kondisi toko sudah tidak seperti biasa. Etalase rokok tampak kosong, sementara uang tunai di laci kasir telah raib. Ketiganya kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut ke seluruh area toko.

Baca Juga: Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

Hasil pemeriksaan menunjukkan tembok di bagian gudang penyimpanan barang dalam kondisi rusak atau jebol. Lubang tersebut diduga kuat menjadi akses masuk pelaku pencurian. Kondisi gudang juga terlihat berantakan, dengan sejumlah peralatan berpindah tempat.

Tak hanya menggasak barang dagangan, pelaku diduga berupaya menghilangkan jejak. Perangkat DVR CCTV yang terpasang di area penyimpanan dilaporkan hilang, sementara kabel-kabel colokan kulkas ditemukan dalam keadaan tercabut.

Kapolsek Margorejo, AKP Dwi Kristiawan mengatakan, pihak kepolisian langsung bergerak setelah menerima laporan dari karyawan minimarket.

“Begitu laporan kami terima, anggota bersama Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujarnya.

Menurut AKP Dwi, modus pelaku adalah merusak tembok bagian belakang toko yang mengarah ke gudang. “Pelaku masuk dengan cara menjebol tembok gudang sebagai akses ke dalam toko,” jelasnya.

Ia menambahkan, hilangnya DVR CCTV menguatkan dugaan adanya upaya menghilangkan barang bukti. “DVR sengaja diambil agar rekaman tidak dapat dilihat,” imbuhnya.

Dari pendataan awal, barang yang hilang rokok berbagai merek yang tersimpan di etalase dan gudang, serta uang tunai sekitar Rp 300 ribu. Total kerugian masih dalam proses pendataan oleh manajemen Alfamart.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan korban. “Kami sudah memeriksa pihak-pihak yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut,” ungkap AKP Dwi.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Tuntas Dalam Kasus Jual Beli Jabatan Perades yang Menjerat Sudewo

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku. Polisi juga mendalami kemungkinan keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah Kabupaten Pati.“Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan,” ucapnya.

Kapolsek Margorejo mengimbau para pelaku usaha agar meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengingatkan pemilik toko untuk memperkuat pengamanan bangunan dan sistem CCTV, terutama pada jam-jam rawan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Tahun Ini 32 Ruas Jalan dan Jembatan di Jepara Bakal Diperbaiki Pakai Dana Pinjaman Senilai Rp100 Miliar 

0
Jembatan Kalisengon yang berada di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara pada tahun 2026 akan kembali melanjutkan perbaikan ruas jalan dan jembatan untuk mewujudkan program Jepara Mulus. 

Sama seperti tahun sebelumnya, perbaikan itu menggunakan dana pinjaman. Total anggaran yang akan dikucurkan pada tahun ini yaitu senilai Rp100 miliar. 

Baca Juga: 2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

Anggaran itu akan digunakan untuk memperbaiki 32 ruas yang meliputi peningkatan dan pemiliharaan jalan serta pembangunan jembatan. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan di tahun ini dana pinjaman yang seharusnya akan diajukan yaitu senilai Rp164 miliar. Pada tahu 2025 Pemkab Jepara juga mengajukan dana pinjaman senilai Rp84 miliar untuk memperbaiki 19 ruas jalan dan jembatan.  

Sehingga total dana pinjaman yang seharusnya akan digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yaitu Rp250 miliar. 

Baca Juga: Harga Cabai di Karimunjawa Sempat Tembus Rp200 Ribu Per Kg

Namun, karena ada pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD), jumlah dana pinjaman diturunkan menjadi Rp100 miliar. Menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. 

“Tahun ini kita ajukan Rp100 Miliar, karena memang TKD nya kita turun, sehingga kita menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah untuk membayar,” kata Wiwit pada Betanews.id, Sabtu (24/1/2025).  

Wiwit menegaskan bahwa seluruh dana pinjaman itu akan digunakan untuk memperbaiki ruas jalan dan jembatan.

Berikut daftar 32 ruas jalan dan jembatan yang akan diperbaiki di tahun 2026: 

1. Peningkatan Jalan Daren – Batas Kudus, Kecamatan Nalumsari

2. Peningkatan Jalan Damarjati – Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan 

3. Peningkatan Jalan Perkotaan Jepara, Kecamatan Jepara 

4. Peningkatan Jalan Pecangaan Kidul – Sowan Kidul, Kecamatan Pecangaan 

5. Peningkatan Jalan Damarjati – Damaran, Kecamatan Kalinyamatan 

6. Peningkatan Jalan Bendanpete – Buaran, Kecamatan Nalumsari

7. Peningkatan Jalan Mayong – Jebol, Kecamatan Mayong 

8. Peningkatan Jalan Jebol – Datar, Kecamatan Mayong

9. Peningkatan Jalan Datar – Pancur, Kecamatan Mayong

10. Peningkatan Jalan Pancur – Rajekwesi, Kecamatan Mayong

11. Peningkatan Jalan Bakalan – Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan

12. Peningkatan Jalan Bulungan – Pakis, Kecamatan Pakis Aji  

13. Peningkatan Jalan Manyargading – Guwosobokerto, Kecamatan Welahan 

14. Peningkatan Jalan Gidanglo – Guwosobokerto, Kecamatan Welahan 

15. Peningkatan Jalan Nalumsari – Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari

16. Peningkatan Jalan Mantingan – Bugel, Kecamatan Tahunan 

17. Peningkatan Jalan Bugel – Sowan Lor, Kecamatan Kedung 

18. Peningkatan Jalan Damarjati – Datar, Kecamatan Mayong

19. Pemeliharaan Jalan Damarwulan – Dodol, Kecamatan Keling 

20. Pemeliharaan Jalan Dodol – Kajang, Kecamatan Keling

21. Pemeliharaan Jalan Kajang – Kaliombo, Kecamatan Keling 

22. Pemeliharaan Jalan Kaliombo – Tempur, Kecamatan Keling

23. Pemeliharaan Jalan Duplak – Tempur, Kecamatan Keling

24. Peningkatan Jalan Cobaan – Tengguloi – Guyangan, Kecamatan Bangsri 

25. Peningkatan Jalan Nalumsari – Papringan, Kecamatan Welahan 

26. Peningkatan Jalan Ngabul – Troso, Kecamatan Tahunan 

27. Peningkatan Jalan Slagi – Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo  

28. Peningkatan Jalan Sukosono – Dongos, Kecamatan Kedung 

29. Peningkatan Jalan Wonorejo – Bulungan, Kecamatan Pakis Aji 

30. Peningkatan Jalan Bawu – Bantrung, Kecamatan Batealit 

31. Pembangunan Jembatan Sowan Lor – Sowan Kidul – Tedunan, Kecamatan Kedung 

32. Pembangunan Jembatan Sinanggul – Suwawal, Kecamatan Mlonggo

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jadi Penentu Jalur Prestasi SPMB, Disdipora Kudus Tekankan Sekolah Tak lewatkan Tes TKA

0
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas PendidikanKepemudaandan Olahraga (Dikdikpora) Kabipaten Kudus menegaskan pentingnya keikutsertaan seluruh SD dan SMP dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA). Hasil TKA akan menjadi salah satu komponen penilaian dalam SIstem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten KudusAnggun Nugroho menyampaikanbahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan terkait TKA bagi murid di jenjang SD maupun SMP. Dengan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah agar tidak ada satupun yang melewatkan tahapan TKA tersebut.

Baca Juga: Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

“Hasil TKA ini bisa menjadi poin tambahan pada jalur prestasi saat SPMB. Jadi kalau sekolah atau siswanya tidak ikutotomatis menempuh jalur prestasi bisa terlewatkan” katanya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Menurutnyasosialisasi tersebut diperuntukkan kepada proktor dan para gurumengingat pelaksanaan TKA dilakukan berbasis sistem digital dan membutuhkan kesiapan teknis sekolah.

“Hari ini kami sudah mengundang sekolah untuk sosialisasisetelah itu proktor dan guru-guru. Target kamiseluruh sekolah bisa mengikuti” ungkapnya.

Ia menjelaskanpelaksanaan TKA akan diikuti oleh siswa kelas IV SD dan kelas IX SMPdengan materi mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Ia menyebut pendaftaran telah dibuka sejak Senin (19/1/2026) dan akan ditutup pada 28 Februari 2026.

Meski TKA tidak menentukan hasil kelulusan siswaAnggun menekankan bahwa TKA menjadi alat ukur mutu pembelajaran di sekolahkhususnya pada kemampuan literasi dan numerasi.

“Ini memang tidak menentukan lulus atau tidaknyatapi sangat penting untuk mengukur kualitas pendidikan di sekolah. Selain itu juga berdampak langsung pada peluang anak di jalur prestasi” ujarnya.

Disdikpora Kudus menargetkan partisipasi sekolah mencapai 100 persen mengikuti TKA. Anggun mengingatkanjika sekolah tidak mendaftarkan siswanyamaka pelajar berpotensi kehilangan kesempatan tambahan poin saat mendaftar ke jenjang berikutnya.

Pelaksanaan TKA untuk murid kelas IX SMP dijadwalkan pada 6–16 April 2026sementara untuk kelas VI SD berlangsung pada 20–30 April 2026. Adapun pelaksanaan susulan dijadwalkan pada 11–19 Mei 2026.

Baca Juga: Bupati Kudus Terjang Banjir Demi Salurkan Bantuan Logistik

Sebelum pelaksanaan utamaDisdikpora juga akan menggelar simulasi TKA untuk SMP pada 23 Februari–1 Maret 2026dan untuk SD pada 2–8 Maret 2026. Gladi bersih direncanakan pada 9–17 Maret 2026.

“Hasil TKA akan diumumkan pada 26 Mei 2026. Kami berharap semua sekolah benar-benar siapagar tidak ada siswa yang dirugikan karena persoalan teknis atau administrasi” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Jajaki Pemasaran Digital, Pengrajin Almari di Jepara Siap Naik Kelas 

0
Paguyuban Suryo Lingga Jati yang merupakan perkumpulan pengrajin Almari di RT 44 RW 8 Dukuh Grobogan, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara kini mulai menjajaki pemasaran digital. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Paguyuban Suryo Lingga Jati yang merupakan perkumpulan pengrajin Almari di RT 44 RW 8 Dukuh Grobogan, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara kini mulai menjajaki pemasaran digital. 

Launching program digital marketing dilakukan pada Jum’at (23/1/2026). Peluncuran program itu, juga dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna serta Anggota DPR RI Komisi XII, Jamaluddin Malik. 

Baca Juga: 2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

Ketua Paguyuban Sentra Almari Jepara, Arwani menjelaskan Dukuh Grobogan, Desa Kecapi sejak dulu memang dikenal sebagai sentra pembuatan almari yang mayoritas terbuat dari bahan kayu jati. Total terdapat 55 pengrajin mebel yang bergabung dalam paguyuban yang didirikan sejak tahun 2013.

Arwani melanjutkan dalam peluncuran program itu, juga dicanangkan beberapa tujuan utama yang akan menjadi dasar program ke depan. Yaitu menguatkan sistem produksi, meningkatkan pemasaran, mengurangi risiko persaingan harga yang tidak sehat, serta membangun manajemen pemasaran yang sehat melalui musyawarah dan kebersamaan. 

Setelah ini, pihaknya juga berencana untuk membangun showroom bersama sebagai etalase produk unggulan pengrajin lokal. 

“Besar harapan kami, Dukuh Grobogan Desa Kecapi bisa bangkit kembali dan menjadi sentra almari Jepara yang kuat dan berdaya saing,” katanya pada Sabtu, (24/1/2026). 

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif masyarakat Dukuh Grobogan. Menurutnya, pemasaran berbasis digital yang dikelola secara kolektif akan memberikan nilai tambah bagi sentra kerajinan meubel.

Baca Juga: Harga Cabai di Karimunjawa Sempat Tembus Rp200 Ribu Per Kg

“Saya sangat mendukung upaya masyarakat Dukuh Grobogan dalam meningkatkan sistem pemasaran melalui digital marketing. Dengan kebersamaan dalam satu sentra, calon pembeli akan lebih mudah menemukan produk pengrajin yang berkualitas,” ujarnya.

Agus juga menegaskan kesiapan DPRD untuk membantu penguatan infrastruktur dan sarana prasarana guna mendukung pengembangan digital marketing agar dapat berjalan berkelanjutan. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sepanjang 2025 Jumlah Kunjungan Wisata di Kudus Turun 14 Persen

0
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Agus Susanto. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Kudus pada 2025 menurun drastis, jika dibandingkam pada tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025, mulai dari Januari hinga Desember mencapai 3.621.768 pengunjung.

Dari data tersebut, mengalami penurunan 14 persen jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4.213.465 pengunjung. Apalagi ketika dibandingkan dengan target kunjungan wisatawan 2025 sebesar 4.424.138 pengunjung, realisasinya berkurang sampai 18,14 persen.

Baca Juga: Bupati Kudus Terjang Banjir Demi Salurkan Bantuan Logistik

Sekertaris Disbudpar Kabupaten Kudus, Agus Susanto menyampaikan, total capaian pengunjung sepanjang 2025 tersebut terdiri dari kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) sebesar 3.621.663 orang dan wisatawan mancanegara (Wisman) 105 pengunjung. Menurutnya, jutaan pengunjung tersebut mengunjungi sejumlah wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Kudus.

Setidaknya ada sebanyak 33 Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Kudus yang mampu menarik pengunjung datang. Di antaranya meliputi, Makam Sunan Muria, Makam Sunan Kudus, Pijar Park, Desa Wisata Rahtawu, Museum Jenang, Irons Waterpark, Museum Kretek, Kretek Waterpark, Desa Wisata Wonosoco, Taman Krida, dan lain sebagainya.

“Kunjungan wisata di Kudus, hampir sebagian besar didominasi ke wisata religi. Baik ke Makam Sunan Muria maupun Sunan Kudus,” bebernya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menyebut, penyebab utamanya turunnya kunjungan wisata di Kudus disebabkan karena wisata Kudus kurang ramah terhadap wisatawan. Sebagai contoh, moda transportasi ojek di wisata religi Sunan Kudus disebutnya kurang nyaman serta tangga menuju Makam Sunan Muria yang kurang layak.

“Sehingga jumlah kunjungan wisata di Kudus turun siginifikan, terutama di dua lokasi tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Menjaga Bumi Merawat Pertiwi, Kado DPC PDIP Kudus untuk Megawati Soekarnoputri

Tak hanya itu, lanjut Agus, faktor lain disebabkan karena kondisi ekonomi secara global, munculnya DTW baru di Kudus yang tidak masuk dalam pendataan dinas, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa solusi jangka panjang sudah dipikirkan untuk mengembalikan agar wisata Kudus bisa kembali normal.

“Salah satunya rencana pembangunan tol Semarang-Tuban jadi peluang untuk meningkatkan kunjungan, karena adanya exit tol menuju Kudus mempermudah aksesbilitas, memtakan ulang obyek pendataan kunjungan wisata, meningkatkan kapasitas pengelola DTW agar mampu berdaya saing, dan melaksanakan kegiatan promosi dan pemasaran sesuai dengan pangsa pasar,” terangnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Ribuan Warga Pati Gelar Syukuran di Alun-alun

0
Ribuan warga Kabupaten Pati mengikuti syukuran di Alun-alun Pati, Jumat (23/1/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Pasca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Nonaktif Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa, ribuan warga Kabupaten Pati mengikuti syukuran di Alun-alun Pati, Jumat (23/1/2025).

Syukuran ini, atas inisiatif dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang mengundang warga Pati untuk mengikuti syukuran bersama. Warga dari berbagai wilayah pun berbondong-bondong ke alun-alun.

Baca Juga: 2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

Setidaknya sepuluh nasi tumpeng dan ribuan porsi nasi kotak pun disiapkan. Selang beberapa saat, seorang warga memimpin syukuran dan doa. Mereka merasa beryukur Bupati Pati Nonaktif Sudewo terkena OTT oleh KPK dan kini ditetapkan menjadi tersangka kasus jual beli jabatan dan dugaan korupsi di DJKA.

Usai berdoa, warga kemudian makan bersama tumpeng dan nasi kotak yang telah disiapkan. Saking antusiasnya, beberapa warga tampak berebut makanan.

Mereka juga menaruh harapan, agar Pemkab Pati nanti dikelola lebih baik

”Hari ini tasyakuran rakyat atas diselesaikannya kasus praktek pungli yang terjadi di Kabupaten Pati oleh KPK. Harapannya, pemerintahan yang benar yang tidak ngawur, yang peduli terhadap rakyat dan tidak sombong,” ujar Husaini salah satu penggagas acara.

Selain itu, mereka juga menaruh harapan agar anggota AMPB yang masih ditahan segera dibebaskan. Husaini menilai, Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok tidak bersalah atas kasus pengadangan Jalan Pantura pada 31 Oktober 2025 lalu.

”Memang itu proses hukum yang kita menghargai prosesnya. Tetapi kita minta supaya bisa dipercepat supaya kawan-kawan biar segera keluar dan bebas dari hukuman yang tidak benar itu. Saya yakin tidak bersalah,” ucapnya.

Baca Juga: KPK Diminta Usut Tuntas Dalam Kasus Jual Beli Jabatan Perades yang Menjerat Sudewo 

Salah satu warga yang menyempatkan hadir dan ikut makan  bersama yakni Mbah Rukun. Pria lansia dari Kecamatan Gembong ini mengaku bersyukur dengan ditetapkannya Bupati Pati Sudewo menjadi tersangka.

”Ini syukuran warga karena Bupati Pati dibondo (dipenjara). Tadi akan nasi kuning, ayam ingkung, tumis kacang. Saya minta sarekat desa (perangkat desa) yang dilantik kemarin untuk diberhentikan semua karena mereka kan juga bayar, di desa saya carek (sekdes) langsung diangkat,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

0
Area persawahan di Kabupaten Jepara terendam banjir, Senin (12/1/2026). Foto Betanews.id: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Jepara pada dua minggu terakhir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga area lahan sawah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menyebut berdasarkan data per Senin, (19/1/2026) lahan sawah yang terendam banjir sebanyak 3.931 hektare terbagi di 14 kecamatan. 

Baca juga: Dana Desa Kudus Dipangkas Rp21 M, Pemdes Diminta Efisien dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Dari total tersebut, hanya 3.861 hektare lahan sawah yang bisa terdata dan diketahui siapa pemilik lahan. Sedangkan sisanya, seluas 70 hektare tidak diketahui siapa pemilik lahan. Sebab rata-rata berada di daerah labirin sungai.

“Sawah terdampak banjir itu ada sekitar 3.800-an, kemudian yang sudah dinyatakan puso itu 2.807 hektare. Masih ada 1.054 hektare yang masih bisa terselamatkan,” kata Mudhofir saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara, Jumat (23/1/2026).  

Mudhofir melanjutkan sawah yang sudah dinyatakan puso, sebagian besar baru ditanami padi dengan usia tanam sekitar satu bulan. Saat ini bibit padi tersebut tidak bisa terselamatkan sehingga dipastikan gagal tumbuh. 

“Ada juga yang sebagian kecil itu siap panen, tapi kemudian tergenang banjir sehingga gagal panen,” jelasnya. 

Sawah yang dinyatakan puso itu, Mudhofir mengatakan tersebar di 13 kecamatan. Dengan area lahan sawah yang paling luas terdampak yaitu berada di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan.  

Di Kecamatan Kalinyamatan luas lahan yang dinyatakan puso seluas 742 Hektare dan di Kecamatan Pecangaan seluas 350 hektare. 

“Wilayah yang paling luas terdampak itu di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan, di Desa Batukali, Sendang (Kecamatan  Kalinyamatan), Gerdu, Karangrandu (Kecamatan Pecangaan),” sebutnya. 

Sebagai upaya penanganan, Mudhofir mengatakan saat ini pihaknya sedang mengajukan bantuan berupa bibit padi dan pupuk kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Baca juga: Dana Desa di Kudus Terpangkas Hingga Rp96 M, Per Desa Rata-rata Terima Rp300 Juta

Bantuan yang diajukan yaitu sekitar 70 ribu bibit padi untuk 2.807 hektare sawah yang dinyatakan puso. Dengan estimasi, satu hektare sawah membutuhkan bibit padi sebanyak 25 kg. 

“Harapan kita saat nanti sudah surut bisa ditanami lagi. Kita berupaya untuk bisa membantu bibit dan pupuk, ini sedang kita ajukan ke pemerintah provinsi (Jawa Tengah), seluas lahan yang dinyatakan puso,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bupati Kudus Terjang Banjir Demi Salurkan Bantuan Logistik

0
Bupati Kudus saat menerjang banjir Desa Payaman, Mejobo, Jumat (23/1/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melaksanakan Safari Jumat di Masjid Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Jumat (23/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) sebanyak 10.755 kilogram kepada warga terdampak banjir.

Baca juga: Dana Desa Kudus Dipangkas Rp21 M, Pemdes Diminta Efisien dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Selain bantuan beras, Sam’ani juga menyerahkan bantuan pestisida kepada 15 kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) guna mendukung pemulihan serta menjaga produktivitas sektor pertanian pascabanjir.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam menangani kerawanan pangan pascabencana, membantu pemulihan ekonomi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di wilayah terdampak.

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, khususnya di tengah kondisi bencana.

“Hari ini kami Safari Jumat di Masjid Karangrowo sekaligus menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir. Termasuk memberikan bantuan obat-obatan pertanian seperti pestisida dan herbisida kepada para petani,” ujar Sam’ani.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengusulkan bantuan asuransi gagal panen serta bantuan benih ke pemerintah pusat sebagai langkah pemulihan sektor pertanian pascabanjir.

“Kami mengusulkan asuransi gagal panen dan bantuan benih agar para petani bisa segera bangkit dan kembali produktif,” imbuhnya.

Usai kegiatan tersebut, Bupati Sam’ani meninjau wilayah terdampak banjir di Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.

Baca juga: Dana Desa di Kudus Terpangkas Hingga Rp96 M, Per Desa Rata-rata Terima Rp300 Juta

Ia bahkan menerjang banjir setinggi sekitar 65 centimeter untuk menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada warga yang masih bertahan di rumah.

Sam’ani mengatakan, pemberian bantuan logistik dan nasi bungkus itu merupakan bentuk empati dan dukungan pemerintah daerah agar masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi bencana. “Untuk warga Dukuh Karanganyar, kami siapkan 700 nasi bungkus setiap hari bagi warga terdampak yang tidak mengungsi, karena yang mengungsi sudah terlayani dapur umum,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menjaga Bumi Merawat Pertiwi, Kado DPC PDIP Kudus untuk Megawati Soekarnoputri

0
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus menggelar kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan, Jumat (23/1/2026). Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus menggelar kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53 yang bertepatan dengan HUT Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Dana Desa Kudus Dipangkas Rp21 M, Pemdes Diminta Efisien dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Aksi peduli lingkungan itu dilakukan di dua lokasi berbeda. Penanaman pohon dipusatkan di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan.
Sementara itu, kegiatan penebaran benih ikan dilaksanakan di Bendungan Logung yang berada di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni, mengatakan kegiatan menjaga bumi dan merawat pertiwi tersebut merupakan bentuk kado bagi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen PDI Perjuangan dalam menjaga kelestarian alam, terutama di tengah berbagai bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Kudus.

“Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat serta para pemangku kebijakan untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Yusuf Roni melalui siaran tertulisnya, Jum’at (23/1/2026).

Baca juga: Dana Desa di Kudus Terpangkas Hingga Rp96 M, Per Desa Rata-rata Terima Rp300 Juta

Ia menambahkan, upaya pelestarian alam penting dilakukan secara berkelanjutan karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Selain aksi lingkungan, DPC PDI Perjuangan Kudus juga menggelar tumpengan bersama para pengungsi. Kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas HUT Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus doa agar bencana segera berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

54 Desa/Kelurahan di Kudus Belum Bisa Bangun KDMP

0
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus, Famny Dwi Arfana. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus masih ada yang terkendala terkait pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana mengatakan, dari 132 desa dan kelurahan di Kota Kretek, sebanyak 54 yang masih terkendala dalam pelaksanaan pembangunan KDMP. Sementara yang lainnya sudah berprogres. 

Baca juga: Dana Desa di Kudus Terpangkas Hingga Rp96 M, Per Desa Rata-rata Terima Rp300 Juta

“Kendalanya itu beda-beda. Namun, lahan masih jadi faktor utamanya,” ujar Famny kepada Betanews.id belum lama ini.

Lebih lanjut, Famny menuturkan, lahan memang masih jadi faktor utama penyebab 54 desa maupun kelurahan di Kudus belum bisa dibangun KDMP. Ada yang memang sama sekali tak punya lahan.

Kemudian ada yang punya lahan, tetapi luasannya tidak sesuai kebutuhan. Pasalnya, lauas lahan untuk KDMP adalah seribu meter persegi. 

“Dari luasan lahan tersebut, nantinya 600 meter persegi untuk bangunan KDMP. Kemudian sisanya lahan untuk parkiran,” bebernya. 

Selain itu, ungkap Famny ada beberapa desa yang sudah menyiapkan tempat untuk KDMP tetapi terganjal oleh status lahan. Sebab, ternyata lahan yang disiapkan masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Baca juga: Dana Desa Kudus Dipangkas Rp21 M, Pemdes Diminta Efisien dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Dia mengungkapkan, ada beberapa ide alternatif agar desa maupun kelurahan yang terkendala lahan nantinya bisa memiliki KDMP. Di antaranya dengan menggabungkan Koperasi Merah Putih untuk dua desa atau kelurahan.

“Kami sudah bersurat terkait hal tersebut. Jika memungkinkan, nanti bisa kita terapkan di Kudus,” sebutnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -