Harga Cabai di Karimunjawa Sempat Tembus Rp200 Ribu Per Kg

BETANEWS.ID, JEPARA – Cuaca buruk yang terjadi di Perairan Laut Jepara dan Karimunjawa sempat menyebabkan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan hingga berkali-kali lipat. 

Seperti diketahui, pada tanggal 9-18 Januari 2026 lalu, seluruh rute kapal penyebrangan baik KMP Siginjai maupun KMC Express Bahari ditunda keberangkatannya akibat adanya potensi gelombang tinggi. 

Baca juga: DPRD Awasi Aliran Ajaran Agama yang Menyimpang di Jepara

-Advertisement-

Nikmah Liswati (46), salah satu Warga Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara bercerita saat itu hampir seluruh harga kebutuhan pokok naik, salah satunya yaitu cabai. 

Jika di hari biasa harga cabai di kisaran Rp50-60 ribu per kg, saat tidak ada kapal yang berlayar ke Karimunjawa harganya naik menjadi Rp200 ribu per kg. 

“Kemarin dua minggu yang lalu itu harga cabai sempat tinggi-tingginya, pas kapal tidak ada menyebrang sempat di angka Rp150-200 ribu per kg,” bebernya melalui sambungan telepon pada Jumat, (23/1/2026). 

Selain cabai, beberapa sayur mayur juga ikut naik. Seperti misalnya kangkung. Jika di hari biasa harganya Rp4 ribu per ikat, kemarin naik menjadi Rp10 ribu per ikat.  

“Tapi kalau sekarang belum tau, belum ke pasar lagi. Tapi kalau kapal ngga berangkat lagi ya kemungkinan harganya naik lagi,” lanjutnya. 

Saat ini, pelayaran menuju Karimunjawa juga kembali ditunda. Penundaan itu terjadi sejak Rabu, (21/1/2206) lalu setelah sebelumnya sempat kembali berlayar pada Senin dan Selasa, (19&20/1/2026). 

Berdasarkan berita peringatan dini dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara, Distrik Navigasi Semarang, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, ombak dengan ketinggian 1,25-2,5 meter diperkirakan masih akan melanda Perairan Jepara dan Karimunjawa hingga Minggu, 25 Januari 2026 mendatang. 

Terpisah, Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah mengatakan stok logistik di Karimunjawa saat ini masih aman. Saat kepala kembali berlayar pada Senin kemarin, menurutnya juga ada pengiriman sembako. 

“Pasokan BBM, Elpiji dan Sembako masih aman. Sembako Senin kemarin pengiriman,” katanya melalui pesan tertulis. 

Baca juga: Pemkab Jepara Adakan Sosialisasi Pengisian Perangkat Desa, Cegah Kasus di Pati? 

Nuril melanjutkan, pihaknya juga sudah mengajukan bantuan beras dari stok cadangan pangan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Pengiriman itu rencananya dilakukan pada Rabu, (21/1) kemarin. 

“Harusnya Rabu kirim 10 ton beras bantuan Pemkab karena saya mengajukan bantuan CBP (Cadangan Beras Pemerintah). Nunggu cuaca segera kami kirim 10 ton untuk 4 desa,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER