BETANEWS.ID, JEPARA – Pasar Rakyat Bangsri Jepara resmi dipindah dari lokasi lama yang berada di dekat Terminal Bangsri ke lokasi baru yang berjarak sekitar satu kilometer ke arah selatan pada Rabu (29/4/2026).
Di lokasi Pasar Rakyat Bangsri Jepara yang baru, total terdapat 1.401 kios yang dibangun, dengan rincian kios keliling depan sebanyak 116 unit, kios dalam 688 unit, lapak kering 336 unit, lapak basah 180 unit, dan kios onderdil 84 unit.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan jumlah pedagang di Pasar Bangsri yang baru saat ini sebanyak 1.354 pedagang.
“Dari 1.354 pedagang (di pasar lama) semua sepakat untuk pindah,” kata Anjar saat ditemui usai peresmian perpindahan Pasar Bangsri.
Anjar melanjutkan, saat ini masih terdapat beberapa kios yang belum diisi pedagang. Rencananya, kios yang masih kosong itu nantinya akan disewakan agar menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jumlahnya berapa (kios yang masih kosong) masih kami data, tapi yang jelas sistemnya nanti kami sewakan, tidak dijual,” ujarnya.
Anjar menambahkan, pedagang yang menyewa kios nantinya hanya dibebani biaya retribusi yang akan ditagih oleh petugas pasar.
Selain itu, ia juga memastikan perpindahan pedagang dari pasar lama ke pasar baru bebas dari pungutan liar (pungli).
“Kami pastikan tidak ada satu pun pungli (dalam perpindahan pasar lama ke pasar baru),” tegasnya.
Sementara itu, Intan Reza Melani (27), salah satu pedagang pakaian bernama Shabira Queen Fashion, mengatakan saat pindah dari lokasi lama ke lokasi baru memang tidak ada biaya yang harus dibayar pedagang.
“Biaya lagi sih nggak ada, kalau yang lama punya satu kios ya dapatnya satu, kalau dua ya dapat dua. Tapi kalau misal mau nambah, ya harus beli atau ngontrak,” sebutnya.
Biaya sewa yang harus dibayar pedagang jika ingin menambah kios, Intan menyebutkan, yaitu sekitar Rp1 juta per tahun bagi pedagang lama. Sementara bagi pedagang baru yang namanya belum tercatat, sekitar Rp3–5 juta per tahun.
Sebagai pedagang lama, Intan berharap di lokasi yang baru saat ini pembeli yang datang ke pasar bisa jauh lebih banyak. Sebab, lokasinya juga lebih strategis dan lebih luas dibanding pasar yang lama.
“Lokasinya sih lebih enak di sini, lebih nyaman. Semoga yang beli nanti juga makin ramai,” harapnya.
Di Pasar Bangsri, Intan menempati dua kios. Saat ini, ia juga sudah memindahkan barang dagangannya dari pasar lama ke pasar baru. Kiosnya juga sudah ia renovasi sekitar satu bulan yang lalu, setelah masa pembagian kios.
Editor : Kholistiono

