BETANEWS.ID, PATI – Sore itu, di depan SPBU Mojo, aroma gurih siomay dan batagor menyeruak, seolah memanggil siapa saja yang melintas. Sebuah gerobak sederhana tampak dikerubungi pembeli. Di baliknya, Ester Suliyati (51) melayani dengan senyum ramah, tangan cekatan meracik pesanan.
Siapa sangka, usaha yang kini selalu ramai ini lahir dari ide spontan. “Yang penting cari uang, kerja jualan apa aja. Laku, dapat uang,” ujar Ester, mengenang awal mula ia nekat memesan gerobak hanya dalam sepekan, lalu langsung berjualan keesokan harinya.
Baca Juga: Murah Meriah, Singkong Keju dan Piscok Mariono Jadi Favorit Mahasiswa UIN Sunan Kudus
Ester bukan orang asing dalam bisnis makanan. Sebelumnya ia pernah membuka kafe di Jepara. Hobinya memasak menjadi modal utama untuk kembali terjun, kali ini dengan menu yang jarang ditemui di Cluwak, yaitu siomay dan batagor khas Bandung.
Jika kebanyakan penjual menggunakan ayam, Ester memilih ikan segar sebagai bahan utama.
“Siomay dan batagor saya terbuat dari ikan. Pembeli bilang bumbunya enak,” katanya bangga.
Baca Juga: Gerobak “Getuk & Tiwul” Wiwi, Nostalgia Rasa Tradisional di Karangbener Kudus
Resepnya sederhana tapi penuh ketelitian: ikan giling, tapioka, bawang putih, bawang merah, lada, gula, dan garam. Proses memasak bisa memakan waktu hingga dua jam, namun hasilnya membuat lidah tak berhenti bergoyang.
Gerobak Ester buka setiap hari pukul 14.00–21.00 WIB tanpa libur. Harga pun ramah di kantong: siomay Rp10.000 per porsi, batagor Rp5.000. Tak heran, setiap sore antrean pembeli tak pernah putus.
Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPL PBSI UMK
Editor: Haikal Rosyada

