Es Doger Sedjati, Minuman Tradisional Rasa Kekinian yang Laris di Kudus

Tampak di pinggir Jalan Gribik, Purwosari, Kabupaten Kudus, terlihat kedai yang bernuansa pink yang bertuliskan Es Doger Sedjati milik Krisna Fazari (30), Faza sapaan akrabnya.

Saat siang, lapak milik Faza itu selalu ramai oleh warga yang ingin menikmati kesegaran es asal Bumi Pasundan itu. Es dengan berbagai isian itu bisa jadi penolong saat tenggorokan kering setelah terpapar panas yang begitu menyengat.

“Es dogernya berisi es serut yang sudah dicampur santan dan sirup strawberry, roti, sagu mutiara, kacang hijau, tape singkong, dan susu putih. Es doger ini harganya mulai Rp3 ribu hingga Rp8 ribu,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Setiap Hari Diserbu Pembeli, Ganesha Snack Jadi Andalan Berbagai Acara

Menurut Faza, sejak buka kedainya cukup ramai pembeli, apalagi saat musim panas. Dalam sehari di jam buka mulai pukul 10.00–17.00 WIB, ia bisa membawa pulang penghasilan Rp150–200 ribu.

Faza mengatakan, sebelum kembali ke Kudus, dulunya dia berkuliah dan bekerja di Jakarta. Namun, usaha sampingan yang ia rintis di Kudus ternyata ramai peminat, akhirnya ia memutuskan untuk fokus ke usahanya yang ada di Kudus.

“Setelah lulus kuliah saya langsung melanjutkan kerja di Jakarta karena kuliah saya dulu di Jakarta. Kemarin niatnya ke Kudus hanya silaturahmi, tapi karena usaha di Kudus ramai akhirnya saya memutuskan untuk menetap dan fokus ke usaha yang ada di Kudus ini,” ungkap warga Pasuruan Kidul itu.

Sebelum menekuni jualan es doger, Faza sempat buka usaha yang keduanya yaitu pisang goreng tanduk. Karena pisang tanduk kurang diminati pembeli, akhirnya Faza memutuskan untuk memulai usaha keduanya yang baru yaitu Es Doger Sedjati.

“Usaha pertama saya itu mie jebew yang berada di Wergu. Karena saya sudah memantapkan diri di Kudus akhirnya saya memutuskan untuk buka usaha kedua. Awalnya saya buka usaha pisang tanduk, tapi kurang diminati akhirnya saya buka usaha es doger ini,” tambahnya.

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

Meski usia Es Doger Sedjati baru tujuh hari, namun banyak warga yang minat untuk menikmati es doger sedjati itu, bahkan Faza bisa menjajakan puluhan porsi per harinya.

“Alasan saya memilih es doger karena saya ingin menaikkan eksistensi minuman tradisional di zaman sekarang, meski kendalanya waktu musim hujan, tapi saya tetap konsisten agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER