Beranda blog Halaman 42

Malam Ramadan Bocil di Kudus Malah Tawuran, Bermula dari Tantangan Lewat Instagram

0
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi tawuran antar-remaja di depan Mie Gacoan Purwosari Kudus. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana malam Ramadan yang seharusnya tenang justru diwarnai aksi tawuran antar-remaja di Kabupaten Kudus. Keributan tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) dini hari dan melibatkan sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar.

Aksi kejar-kejaran antar-kelompok remaja itu bermula dari kawasan Jembatan Kencing, Jati dan berakhir di depan gerai Mie Gacoan Purwosari. Kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar resah karena berlangsung di tengah waktu istirahat malam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tawuran tersebut dipicu oleh tantangan yang disebarkan melalui media sosial. Seorang remaja berinisial RK (16), warga Kecamatan Undaan, mengaku menerima pesan tantangan melalui Direct Message (DM) di Instagram sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam pesan tersebut, kelompok lawan mengajak bertemu di kawasan Jembatan Kencing Jati. RK kemudian datang ke lokasi bersama beberapa temannya untuk menanggapi tantangan tersebut.

Setibanya di lokasi, ketegangan antara kedua kelompok langsung meningkat hingga terjadi aksi saling kejar. Situasi kemudian bergeser menuju kawasan perkotaan.

Puncaknya terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di depan restoran Mie Gacoan Purwosari. Di lokasi tersebut, bentrokan sempat pecah dan membuat warga sekitar khawatir.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan “Lapor Pak Kapolres Kudus”. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas.

Baca juga: Imajinasi Reformasi Jilid-ll Menggema di UMK, Ratusan Mahasiswa Antusias Ikut Diskusi

Tim gabungan dari Polsek Kudus Kota bersama Unit Reaksi Cepat Muria (URCM) Samapta Polres Kudus segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Kedatangan petugas membuat para remaja yang terlibat tawuran berusaha melarikan diri.

Meski demikian, polisi berhasil mengamankan tujuh remaja yang diduga terlibat dalam keributan tersebut. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Kudus Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan mengatakan, awalnya petugas hanya mengamankan empat orang pelaku. Namun setelah dilakukan pengembangan di lapangan, jumlahnya bertambah menjadi tujuh orang.

“Total ada tujuh pemuda yang saat ini kami amankan untuk pemeriksaan. Kemungkinan masih ada pelaku lain karena tim kami masih melakukan penelusuran,” ujar AKP Subkhan melalui siaran tertulisnya, Senin (9/3/2026).

Dari para pelaku yang diamankan, beberapa di antaranya diketahui masih berstatus pelajar SMP. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk merencanakan aksi tawuran melalui media sosial.

Kapolsek menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari selama bulan Ramadan.

“Jangan sampai anak-anak terlibat pergaulan yang merugikan. Kami akan terus menindak tegas setiap gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

PO New Shantika Bidik 1.000 Penumpang per Hari Saat Puncak Mudik dan Arus Balik Lebaran

0
Bus milik PO New Shantika sedang menjalani persiapan untuk mengangkut pemudik dari Jabodetabek. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, PATI – Perusahaan otobus (PO) New Shantika menargetkan dapat mengangkut sekitar 1.000 penumpang per hari pada masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Target tersebut dipasang setelah melihat pola pergerakan penumpang selama hari biasanya.

Manajer Operasional PO New Shantika, Hartotok Priyo Wiyono menjelaskan, pada saat mudik, sebagian besar armada difokuskan untuk melayani perjalanan menuju wilayah barat, seperti Jakarta dan sekitarnya.

“Kalau untuk arus mudik ini dari arah timur cenderung kosong, sehingga bus dimaksimalkan ke arah barat semua,” katanya belum lama ini.

Ia menyebut, hari biasanya PO New Shantika dapat mengangkut sekitar 1.200 penumpang. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan dapat mengangkut sekitar 1.000 penumpang per hari saat arus mudik maupun balik.

Baca juga: Harga Tiket Bus Mulai Merangkak Naik Jelang Arus Mudik Lebaran

Hartotok berharap, layanan yang diberikan PO New Shantika dapat berjalan optimal selama masa Lebaran, baik dari sisi kenyamanan penumpang maupun kesiapan armada di lapangan.

“Harapannya Shantika bisa melayani penumpang dengan baik, penumpang nyaman menggunakan layanan kami, armada juga tidak ada kendala selama di jalan dan semuanya selamat sampai tujuan,” katanya.

Selain menyiapkan armada, pihak perusahaan juga memastikan tarif perjalanan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Untuk kelas eksekutif, harga tiket dipatok sekitar Rp260 ribu. Sementara kelas super eksekutif dibanderol Rp290 ribu, dan untuk layanan sleeper bus sekitar Rp340 ribu.

Harga masing-masing tipe itu merupakan harga normal. Seperti pada momen jelang lebaran harga tiket pastinya akan mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan momen Hari Raya Idulfitri bisa sampai lebih dua kali lipat dari harga normalnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Panen Cuan, Pengrajin Ecoprint Jati Semi Kudus Kebanjiran Order Hampers Lebaran

0
Nunung Noor Khamimah, pemilik Ecoprint Jati Semi terlihat sedang membuat hampers Lebaran. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Jelang momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, beberapa pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya di Kabupaten Kudus panen cuan, lantaran banyaknya pesanan hampers untuk kebutuhan Lebaran. Salah satunya dialami oleh Nunung Noor Khamimah, pemilik Ecoprint Jati Semi yang kebanjiran orderan jelang Lebaran ini.

Wanita yang akrab disapa Imah tersebut mengaku, saat ini pihaknya sudah menutup pesanan. Sebab, tenaga ataupun pekerja yang dimiliki belum sanggup mengimbangi banyaknya pesanan yang datang. Belum lagi Waktu pembuatan juga cukup lama.

“Saat ini sudah close order. Karena kami juga tidak berani membuka pesanan terlalu banyak lagi, mengingat proses pembuatan ecoprint membutuhkan waktu agak lama,” bebernya saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya kini sudah menerima sekitar 45 pesanan hampers dan ratusan produk ecoprint kain saja. Menurutnya, puluhan pesanan hampers dan ratusan ecoprint tersebut dinilai sudah banyak, dikhawatirkan ketika masih menerima pesanan lagi dapat membuat pelanggan kecewa.

Baca juga: Ramadan Bawa Berkah, Pesanan Produk Ecoprint Kudus Melejit hingga Tembus Pasar Malaysia

“Takutnya kalau masih menerima pesanan lagi kami sudah tak mampu memproduksi. Jadi fokus kami sekarang adalah menyelesaikan pesanan yang ada,” ujarnya.

Imah menuturkan, ada beberapa macam hampers yang tersedia di rumah produksinya. Mulai hampers yang bernilai Rp250 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung produk yang ada di dalamnya.

Ia menyebut, untuk hampers ecoprint dengan Harga paket Rp250 ribu, berisi tempat tisu, sajadah travel, dan gelas mug. Kemudian hampers yang bernilai sekitar Rp300-500 ribu ada songkok ecoprint, mukena, sajadah travel. Bahkan hampers yang bernilai Rp3 juta, di dalamnya ada sarung, kain sutra, dan jilbab.

“Jadi memang berbagai macam pilihan, tergantung pesanan. Untuk produk ecoprint sebenarnya tidak mahal, karena memang prosesnya yang membutuhkan waktu panjang, mulai proses skoring atau pembersihan bahan pabrik, proses mordanting, hingga proses pengukusan yang berjam-jam,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Imah, pesanan hampers ecoprint miliknya berasal dari berbagai daerah, mulai dari lokal Kudus, Jepara, hingga Semarang. Tak hanya daerah di Jawa Tengah, produknya bahkan pernah dipesan sampai pasar internasional, di antaranya Serawak, Malaysia hingga Taiwan.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Nantikan, Wagub Jateng Bakal Luncurkan Aplikasi Perlindungan Untuk Driver Ojol Perempuan

0
Wagub Jateng Taj Yasin saat ngobrol dengan salah satu driver ojol. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kabar gembira bagi para pengemudi (driver) ojek online (ojol) perempuan. Tidak lama lagi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen akan meluncurkan aplikasi perlindungan bagi para pengemudi ojek online (ojol) perempuan.

“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya, yang datang dari Purwokerto. Keluhannya apa saja. Katanya Jawa Tengah relatif aman. Namun kami akan melaunching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” kata Taj Yasin saat acara Ngabuburide Berenergi di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah pada Jumat (6/3/2026).

Melalui aplikasi tersebut, driver nantinya tinggal memencet tombol yang terhubung dengan RT sekitar. Tujuannya, supaya para srikandi ojol terlindungi dari perbuatan tidak menyenangkan saat menjalankan pekerjaannya.

“Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota yang lain khususnya di Jawa Tengah, biar ada keamanan di jalan,” lanjutnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, apresiasinya atas pelayanan yang diberikan para driver kepada masyarakat.

“Saya termasuk yang selalu senang menggunakan jasa ojol. Bahkan, biasanya saya muter-muter bertemu dengan kawan-kawan sedang ngetem,” ucapnya.

Dia mengatakan, para driver ojol telah mengungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Harapannya, pada momentum liburan Lebaran ini akan lebih banyak orderan dari wisatawan yang berkunjung di Jawa Tengah.

Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin selain melakukan silaturahmi dengan para pengemudi ojol, juga dengan anak yatim, dan para mahasiswa korban bencana Aceh – Sumut yang ada di Kota Semarang.

Salah seorang perwakilan dari Komunitas Ojol Semarang, Dewi, sangat senang dengan terobosan sebagaimana disampaikan Taj Yasin.

Dia mengakui, pekerjaannya yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat, rentan terhadap perlakuan kekerasan. Pun demikian, Ia mengakui selama tujuh tahun menjalani pekerjaan ini, belum pernah mengalami kekerasan fisik.

Hanya saja, ia sempat mengalami kekerasan verbal saat mengantar pelanggan (customer) dari Kota Semarang ke Salatiga. Namun, dia sadar, selama dirinya tidak memberi peluang kekerasan yang lebih jauh, dia tetap akan aman.

“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” pungkasnya.

Sementara itu, ungkapan terima kasih juga disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M Haikal Zalfah. Dalam kesempatan itu, mewakili rekan-rekannya, sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan Pemprov Jateng terhadap mahasiswa Aceh di Jateng yang terdampak bencana.

“Bantuan yang diberikan kepada kami tidak hanya selama tiga bulan saja, tetapi sampai sekarang masih dipikirkan. Kami selaku mahasiswa Aceh di Semarang mengucapkan terima kasih sebesar-sebasarnya kepada Pemprov Jateng,” ujarnya di sela acara.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Selesai Dibangun, Kampung Nelayan Merah Putih di Jepara Diusulkan Punya SPBN

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bumiharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara saat ini sudah selesai 100 persen.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara, Muh Tahsin mengatakan, KNMP yang dibanguan tersebut memiliki berbagai fasilitas. Seperti pabrik es, cold storage, hingga docking kapal nelayan.

“Progres pembangunannya saat ini sudah selesai 100 persen, meskipun ada beberapa unit yang sepertinya akan disempurnakan. Fasilitas yang dibangun juga sudah dimanfaatkan oleh nelayan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu, (7/3/2026).

Meskipun sudah selesai dibangun, KNMP tersebut belum dilakukan serah terima. Ke depan, Muh Tahsin mengatakan, KNMP tersebut akan terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Jepara, khususnya melalui pembangunan KNMP di Desa Bumiharjo.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kehadiran KNMP ini menjadi langkah besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Jepara,” ujar Wiwit.

Baca juga: Zulhas Sebut Jateng Kunci Sukses Program Nasional

Menurutnya, keberadaan berbagai fasilitas seperti pabrik es, cold storage, hingga doking kapal akan sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan nilai jual ikan.

Wiwit mengatakan, dalam kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono pada Jumat, (6/3/2026) lalu, juga sempat diusulkan agar kawasan KNMP di Desa Bumiharjo dilengkapi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Terkait rencana usulan tersebut, Wiwit berharap, pembangunan SPBN dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan bahan bakar nelayan bisa terpenuhi dengan lebih mudah dan efisien.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menurutnya juga siap berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pengembangan potensi kelautan lainnya, termasuk di wilayah Karimunjawa.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat, termasuk dalam pengembangan potensi kelautan di Karimunjawa seperti budidaya rumput laut yang memiliki prospek besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Diketahui, di Jawa Tengah terdapat sedikitnya lima daerah yang terpilih untuk menerima program KNMP. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Jepara dengan satu KNMP, Kabupaten Pati satu KNMP, Kabupaten Kebumen satu KNMP, serta Kabupaten Purworejo dengan dua KNMP.

Setiap KNMP menerima alokasi dana bervariasi mulai dari Rp11-22 Miliar yang digunakan mulai dari tahap pembangunan hingga pemenuhan sarana dan prasarana penunjang aktivitas nelayan.

Editor:Kholistiono

- advertisement -

Harganya Ekonomis, Hampers Lebaran di Dapur Ismail Ramai Diburu Pelanggan

0
Owner Toko Dapur Ismail, Ety Yuniarti menunjukkan beberapa hampers yang dipesan konsumennya. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Momen Hari Raya Idulfitri yang identik dengan berbagi bingkisan kepada sanak saudara menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin hampers. Salah satunya, Ety Yuniarti (44) pemilik Toko Dapur Ismail.

Ditemui di tokonya yang beralamat di Jalan Randu Asri, Kelurahan Pengkol, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Ety bercerita, pesanan hampers lebaran bahkan sudah ramai sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Alhamdulillah pesanan hampers di tahun ini ada kenaikan, cukup ramai. Di hari pertama saya share katalog, pesanan yang masuk sampai 100 lebih,” katanya di sela melayani pembeli.

Di tahun ini, Ety mengatakan, ia menyediakan empat paket hampers berisi kue kering yang ia produksi sendiri. Yaitu Paket Raudhah berisi dua toples kue kering, Paket Hayat berisi tiga toples kue kering, Paket Thayyiba berisi empat toples kue kering, dan Paket Marwah berisi tiga toples kue kering dan satu set keramik yang terdiri dari tiga jenis.

Untuk varian kue keringnya, pembeli menurutnya bebas memilih. Total terdapat 10 jenis kue kering yang ia produksi. Yaitu Nastar, Kastangel, Choco Stick, Brownies Stick, Choco Mete, Satu Keju, Chuo Kao So, Almond Cookies, Putri Salju, Roti Kacang, Lidah Kucing, dan Mini Cookies.

Baca juga: Berawal dari Tak Sengaja, Dimsum Receh Milik Supri Bisa Ludes Hanya Dalam Dua Jam Saja

“Harganya bervariasi mulai dari Rp105-265 ribu per paket,” sebutnya.

Dari empat paket itu, paket Raudhah dengan harga Rp105 ribu dan Paket Hayat dengan harga Rp155 ribu menurutnya yang paling banyak dicari pembeli. Sebab, dengan harga yang ekonomis, masyarakat sudah bisa berbagi bingkisan kepada sanak saudara.

“Isi dua dan tiga yang cukup banyak dicari. Karena melihat kondisi ekonomi saat ini, saya berpikir bagaimana kita bisa tetap berbagi tapi dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, di tahun ini ia juga membuat kemasan hampers yang berbeda. Yaitu berupa wadah anyaman rotan yang nantinya bisa dimanfaatkan kembali. Wadah tersebut juga sengaja ia ambil dari pengrajin lokal di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.

Hingga pekan ketiga Ramadhan, total sudah ada 300 toples kue kering yang sudah terkirim. Pesanan itu tidak hanya dari Kabupaten Jepara, tetapi juga ada yang dari Yogyakarta, Jakarta, Bali dan Palangkaraya.

“Secara omzet, alhamdulillah juga ada kenaikan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” sebutnya.

Untuk mengerjakan seluruh pesanan pembeli, Ety yang di hari biasa hanya mempekerjakan tujuh orang karyawan, di momen puasa dan menjelang lebaran ia menambah jumlah karyawan menjadi sepuluh orang.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Nikmatnya Pisang Kembung Mbah Ismi, Cuma Rp3.000 Per Porsi

0
Pisang kembung di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus, tepatnya di sebelah JNT Express Barongan. Foto: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Pagi itu, di tepi Jalan Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus, tepatnya di sebelah JNT Express Barongan, tampak sebuah gerobak bertulisan “Pisang Kembung”. Di balik gerobak itu berdiri seorang kakek berusia 65 tahun. Kakek bernama Ismi itu terlihat sibuk menggoreng pisang, sesekali menoleh ke arah jalan, menanti pelanggan yang datang.

Sembari meniriskan gorengan yang baru matang, Ismi bercerita, meski lapaknya terbilang belum lama buka, namun respon pembeli cukup baik. Awalnya, ia hanya ingin mencoba berjualan untuk menambah pemasukan. Dari situlah muncul ide membuka usaha pisang kembung, yang menurutnya belum banyak dijual di Kudus.

“Di Kudus belum ada yang jual pisang kembung, jadi saya coba jual. Awalnya memang kesulitan, tapi pelan-pelan tetap harus sabar,” ungkap Ismi saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Martabak Ketan Hitam, Jadi Favorit Baru di Martabak Kue Bangka YY

Pisang kembung yang ia jual dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu mulai Rp5.000 per porsi isi tujuh dan Rp3.000 isi empat.  Dalam sehari, pisang kembung buatannya bisa terjual 25 porsi.

Ia juga membeberakan, diberi nama pisang kembung karena bentuknya yang mengembang saat digoreng. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana.

“Bahannya cukup sederhana, ada pisang, tepung terigu, maizena, tepung beras, soda kue atau baking powder, vanili, gula, sama garam sedikit. Semua dicampur jadi satu adonan, diaduk dulu, baru digoreng sampai mengembang. Setelah matang, di atasnya ditaburi meses cokelat sama keju,” jelasnya.

Menurutnya, pisang kembung cocok menjadi camilan saat berkumpul bersama keluarga, terlebih di musim penghujan. Perpaduan rasa manis dan gurih, ditambah varian topping yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri.

Baca juga: Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

“Kalau mau pesan juga bisa lewat WhatsApp di 089666768059 atau datang langsung ke sini. Biasanya saya buka setiap hari pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB,” tambahnya.

Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

0
Bakso Bakar Akbar di Wergu Wetan, Kota, Kudus. Foto: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Sebuah outlet menjual aneka bakaran tampak di depan sebuah musala yang berada di Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Meskipun berada di dalam gang, outlet bertuliskan Bakso Bakar Akbar itu terlihat ramai pembeli.

Menurut Andria Febrika Sari (28), outlet ini menjual menu utama berupa Bakso Bakar. Tapi selain Bakso Bakar juga ada tahu bakso bakar, bakwan jagung bakar, serta aneka Frozen Food yang bisa dinikmati kapan saja.

Awalnya, wanita yang akrab di sapa Rika itu hanya ingin meneruskan usaha sang ibu yang sudah di tekuni sejak 2011. Ia menjelaskan, bahwa ibunya membuka warung makan di rumah, dan menjual bakso bakar.

Baca juga: Martabak Ketan Hitam, Jadi Favorit Baru di Martabak Kue Bangka YY

Berbekal semangat dan kreativitas, ia memodifikasi resep bumbu warisan ibunya. Bumbu yang awalnya berbasis kacang itu dirubah menjadi bumbu kecap khas buatannya.

“Bumbu kecap ini sebenarnya sederhana, kecap, gula merah, dan bumbu yang direbus hingga mendidih. Prosesnya harus diaduk terus agar hasilnya sempurna,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menu-menu tersebut ia jual dengan harga mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000. Dengan harga yang terjangkau, Rika bisa menjual hingga 500 tusuk bakso bakar setiap hari.

Rika juga membeberakan, meski setiap hari banyak pelanggan datang, tapi ada hari yang paling ramai, yaitu hari Senin dan Sabtu. Ia mengaku, rahasia sukses Bakso Bakar Akbar terletak pada bumbu olesan khasnya yang berbeda dari bakaran lainnya.

“Bumbu kami hampir mirip dengan bakaran di gor wergu, tapi ada bumbu rahasia yang membuat cita rasa bakaran saya beda. Dari berbagai menu, bakso bakar dan bakwan jagung bakar menjadi menu favorit di sini,” jelasnya.

Baca juga: Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

Kelezatan bakaran ini bahkan menarik pembeli dari luar kota seperti Demak dan Jepara. Meski sukses menarik perhatian banyak pelanggan, Rika mengaku belum siap membuka cabang karena ingin fokus menjaga kualitas rasa dan pelayanan.

“Punya karyawan itu tantangannya besar, harus mendidik mereka juga. Jadi saya masih fokus di satu tempat dulu. Saya buka setiap hari pukul 11.00 WIB, dan libur hari Minggu,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Inovasi Resep Warisan Keluarga, Ulil Sukses Bisnis Es Cendol Tape Ketan

0
Ulil sedang melayani pembeli es cendol tape ketan di outletnya, Demaan, Kota, Kudus. Foto: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Siang itu, tampak kedai berwarna hijau bertuliskan es cendol tape ketan. Di dalamnya terlihat seorang pria berbaju putih yang sibuk menata barang dagangannya. Ia adalah Ulil Albab (45).

Di tengah kesibukannya, ia bersedia menceritakan tentang usahanya. Pria yang akrab disapa Ulil itu mengaku, ikut bisnis keluarga yang bergerak di bidang kuliner, tepatnya berjualan es cendol tape ketan. Keputusan untuk bergabung dalam bisnis didorong oleh kebutuhan ekonomi dan keinginan untuk memiliki usaha sendiri.

“Sebenarnya sudah lama ingin punya usaha sendiri. Kebetulan ibu sudah mulai jualan es dawet sejak tahun 2007. Akhirnya saya memutuskan untuk gabung,” ungkap Ulil.

Baca juga: Laris Manis, Gorengan Zidan Selalu Ludes Diserbu Pembeli

Sebelum terjun ke bisnis kuliner, ia pernah mencoba berbagai macam pekerjaan. Mulai berjualan di pasar hingga menjadi penjual buku keliling. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal berharga baginya dalam menjalankan usaha es cendol tape ketan.

Es cendol tape ketan buatan Ulil menggunakan bahan dasar tepung kanji dan santan. Ia menawarkan tiga varian rasa, yaitu tape ketan, nangka, dan durian. Di antara ketiga varian tersebut, varian nangka menjadi yang paling favorit di kalangan pelanggan.

“Cendol saya berbeda dari yang lainnya. Karena menggunakan tepung kanji yang membuat teksturnya kenyal dan lembut,” terangnya saat ditemui di Demaan, Kecamatan Kota, Kudus beberapa waktu lalu.

Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp6.000 untuk varian tape ketan dan Rp12.000 untuk varian durian, es dawet buatan Ulil cukup laris di pasaran. Setiap harinya, ia mampu membuat 1 kilogram adonan dan menjual rata-rata 80 cup es dawet.

Baca juga: Kisah Didi, Warga Bandung yang Sukses Jualan Cimol & Kentang di Kudus

“Kedai buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Tantangannya kalau musim hujan, pasti penjualan agak menurun. Harapannya semoga lebih maju lagi dan laris manis setiap hari,” tambahnya. 

Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Laris Manis, Gorengan Zidan Selalu Ludes Diserbu Pembeli

0
GorenganZ di Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. Foto: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Siang itu, sejumlah pedagang di tepi jalan, tepatnya di samping lapangan Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak ramai pembeli. Satu di antaranya adalah outlet berwarna merah dengan tulisan GorenganZ.

Di dalamnya tampak seorang pria dengan cekatan menggoreng pisang coklat (piscok) dan tahu ayam pedas dalam wajan. Dia tak lain adalah Zidan (24), pemilik GorenganZ.

Di tengah kesibukannya, Zidan sudi berbagi cerita tentang usahanya. Ia menjelaskan, bahwa bahan baku gorengan yang ia jual bukan buatannya sendiri. Ia membeli bahan baku mentah dari orang lain lalu digoreng sendiri. Menurutnya hal seperti itu dapat memudahkannya dalam berdagang.

Baca juga: Kisah Didi, Warga Bandung yang Sukses Jualan Cimol & Kentang di Kudus

Dia juga membeberkan, bahwa GorenganZ terinspirasi dari saudaranya. Karena adanya variasi dan inovasi yang menarik, akhirnya Zidan memutuskan untuk mengikuti jejak saudaranya.

“Dulu itu om saya pernah jualan ini, tapi sudah tutup. Akhirnya saya ikut jualan seperti om saya, dari 2021 hingga sekarang,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Gorengan yang dia jual ada empat macam gorengan, untuk piscok karamel dijual dengan harga Rp1.000, risol mayo Rp2.000, tahu ayam pedas Rp2.000, dan lumpia jagung Rp2.000. Dalam sehari biasanya ia bisa menjual sekitar 120 biji per masing-masing gorengan. 

Menurutnya, tambahan variasi yang unik dari berbagai macam gorengan ini dapat membuat daya tarik pelanggan. Tak heran, jika lapaknya kini selalu dipadati pembeli, terutama di sore hari.

Dari berbagai menu tersebut, yang paling menarik perhatian dari pembeli adalah tahu ayam pedas. Dengan bumbu pedas yang menggigit, tahu ini berhasil mencuri hati banyak pelanggan.

Baca juga: Dari Iseng Jadi Cuan, Kisah Owner Jagung Moza Tarik

“Kalau yang paling best seller biasanya tahu ayam pedas, soalnya dia cocok buat isi snack untuk acara-acara, jadi yang paling banyak buat pesanan-pesanan itu,”  bebernya.

Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Antisipasi Produk Kedaluwarsa, Polres Kudus Sidak ADA Swalayan

0
AKBP Heru Dwi Purnomo, Kapolres Kudus saat melakukan sidak di ADA Swalayan. Foto: Ist

BETANEWS.ID, KUDUS – Polres Kudus bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ADA Swalayan, Kamis (5/3/2026). Sidak tersebut guna mengantisipasi peredaran produk makanan kedaluwarsa menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kudus turun langsung bersama tim melakukan pengecekan terhadap sejumlah bahan pangan dan produk makanan kemasan yang dijual di swalayan tersebut. Pemeriksaan meliputi kondisi kemasan, kualitas barang, hingga masa kedaluwarsa produk.

AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat mendapatkan produk makanan yang aman dan layak konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Pengecekan ini untuk memastikan makanan dan bahan pokok yang dijual kepada masyarakat benar-benar aman dikonsumsi. Kami juga memastikan tidak ada produk yang sudah kedaluwarsa beredar di pasaran,” ujarnya kepada awak media belum lama ini.

Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, DPMPTSP Kabupaten Kudus, Bulog Kabupaten Kudus, serta perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

Baca juga: Harga Miring, Emak-Emak Serbu Pasar Murah di Kelenteng Tjong Hok Bio Juwana

“Dari hasil pengecekan di lapangan, stok bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan tepung terpantau dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri,” bebernya.

Selain itu, kata dia, harga sejumlah komoditas juga masih relatif stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas wajar.

“Petugas juga melakukan pengecekan secara acak terhadap masa kedaluwarsa produk makanan kemasan. Dari hasil pemeriksaan tersebut tidak ditemukan barang yang rusak maupun tidak layak konsumsi,” ungkapnya.

Menurut AKBP Heru, pihak manajemen ADA Swalayan juga telah menambah stok barang untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu teliti sebelum membeli produk makanan, terutama dengan memperhatikan masa kedaluwarsa dan kondisi kemasan.

“Polres Kudus bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas pasokan pangan dan memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Harga Tiket Bus Mulai Merangkak Naik Jelang Arus Mudik Lebaran

0
Armada bus PO Shantika. Foto: Dok. Beta News

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga tiket bus sudah mulai berangsur mengalami kenaikan secara bertahap menjelang arus mudik Lebaran. Kenaikan harga tiket pada momen arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriyah kali ini, disebut bisa mencapai lebih dua kali lipat dari harga normalnya.

Sebagian besar harga tiket di masing-masing perusahaan otobus (PO) di momen seperti itu menjadi siklus tahunan, mengalami kenaikan. Salah satunya Perusahaan Otobus (PO) New Shantika, di mana H-15 Hari Raya Idulfitri, harga tiket mulai ada kenaikan meski tak begitu signifikan.

Manajer Operasional PO New Shantika, Hartotok Priyo Wiyono mengatakan, bahwa kenaikan harga tiket momen lebaran disepakati melalui forum paguyuban Organisasi Angkatan Darat (Organda). Menurutnya, melalui paguyuban tersebut masing-masing perusahaan bus, kenaikan harga tiket sudah ditentukan.

“Harga tiket arus mudik dan balik saat ini mulai ada kenaikan secara bertahap, sesuai kesepatakan paguyuban PO bus, dalam hal ini Organda,” bebernya saat ditemui di Garansi PO New Shantika yang berada di Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, belum lama ini.

Ia menyebut, kenaikan harga tiket jelang lebaran dimulai H-15 atau 5 Maret. Di mana kenaikan harga tiket kurang 15 hari jelang hari raya mengalami keniakan Rp30-50 ribu. Kemudian H-10 sampai H-7 lebaran atau 8-12 Maret, kenaikan harga mencapai 100 ribu.

Baca juga: PO New Shantika Siapkan 50 Armada untuk Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026

“Sedangkan pada puncak arus mudik, H-7 sampai hari H atau 15-22 Maret kenaikan menyentuh dua kali lipat, bahkan bisa lebih dari dua kali lipat dari harga normalnya. Kenaikan harga ini dikarenakan bus dari arah timur berangkat kosongan tanpa penumpang, jadi untuk menutup operasional sehingga harus dinaikan dua kali lipat,” ungkapnya.

Momen lebaran, kata dia, selalu ada kenaikan harga. Hal itu disebut siklus tahunan untuk menutup operasional bus, yang berangkat tanpa penumpang. Hal itu disebabkan, karena kebanyakan orang perantauan kembali untuk merayakan hari raya di kampung halamannya.

Sementara itu, pihaknya memprediksi puncak arus balik lebaran tahun ini dimulai 26 Maret sampai 1 April 2026. Pada periode itu, harga tiket mencapai dua kali lipat dari harga normalnya.

“New Shantika sendiri memiliki tiga tipe bus, meliputi kelas eksekutif, super eksekutif (SE), dan sleeper class. Tentu harga ketiga tipe ini masing-masing berbeda, Eksekutif harga tiket normalnya Rp260 ribu, SE harga Rp290 ribu, dan sleeper class Rp340 ribu,” jelasnya.

Priyo menambahkan, ketersediaan bus dalam melayani penumpang pada arus mudik dan balik lebaran, PO New Shantika dengan total 42 bus. Rinciannya kelas eksekutif tersedia ada 28 bus, kelas SE ada 10 unit, dan sleeper class ada empat unit.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Realisasinya Meleset Tahun Lalu, PAD dari Sektor Pasar di Kudus Kembali Ditarget Rp 16,2 M

0
Situasi di Pasar Kliwon Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus mengoptimalkan pelayanan pasar yang di bawah naungannya. Upaya itu dilakukan dalam rangka untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar.

Mengingat, realisasi PAD pasar tahun 2025 tak memenuhi target. Sehingga Pemkab Kudus harus kreatif dan putar otak supaya target di tahun ini dapat tercapai.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko melalui Kepala Bidang Pasar, Agus Sumarsono menyampaikan, bahwa tahun ini target PAD sektor pasar sebesar 16,278 miliar. Target itu sama dengan tahun lalu, namun realisasinya hanya mencapai Rp10,2 miliar atau 62,66 persen.

“Target tahun lalu meleset. Untuk itu di tahun ini kami mengupayakan untuk mengoptimalisasi retribusi pasar dan parkir khusus yang melibatkan pihak swasta,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pendapatan pasar diperoleh dari tiga sektor, yakni retribusi pasar, retribusi parkir di lingkungan pasar, dan piutang pemakaian kekayaan daerah (PKD) pasar. Menurutnya, retribusi pelayanan pasar masih menjadi sekto terbesar penyumbang PAD pasar.

Baca juga: Harga Miring, Emak-Emak Serbu Pasar Murah di Kelenteng Tjong Hok Bio Juwana

Oleh karena itu, Pemkab Kudus menargetkan pendapatan dari retribusi pelayanan pasar di tahun 2026 bisa mencapai Rp11,479 miliar.

“Sampai saat ini, masih ada ratusan pedagang di Pasar Baru dan Pasar Kliwon yang mengalami tunggakan PKD. Akibat piutang yang belum dibayar hingga saat ini membuat realisasi pendapatan dari sektor pasar tidak dapat menembus target,” ungkapnya.

Lemahnya sektor ekonomi, kata Agus, membuat daya beli masyarakat lesu sehingga pendapatan pedagang berkurang. Per Desember 2025, pihaknya mencatat tunggakan PKD dari 300an pedagang di Pasar Kliwon dan Pasar Bitingan masih mencapai Rp 5,3 miliar.

Kendati begitu, pihaknya optimis tahun ini piutang PKD akan dicicil secara berangsur-angsur meskipun tidak signifikan.
Pihaknya juga telah membuat surat penagihan piutang untuk para pedagang.

“PKD tetap dibayarkan meskipun nilainya kecil dan masih ada tunggakan,” jelasnya.

Selain memaksimalkan retribusi pasar dan PKD, Pemkab Kudus juga akan mengoptimalkan pendapatan di sektor parkir. Menurut Agus, penyewaan parkir pasar yang melibatkan pihak swasta cukup membantu mengurangi kebocoran PAD pasar.

Untuk memaksimalkan PAD, pihaknya akan fokus pada perbaikan layanan dan sarana prasarana pasar. Selain itu, Pemkab Kudus juga rutin melakukan pembinaan terhadap pedagang untuk mengoptimalisasi retribusi pasar.

“Kita perbaiki layanan, terutama sarana dan prasarana pasar, kami juga akan beri pembinaan ke pedagang,” katanya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Ketua DPRD: Pameran IFEX Jadi Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara

0
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna saat hadir di Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Foto: Ist.

BETANEWS.ID, JEPARA– Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) kembali digelar pada tahun ini di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang pada 5–8 Maret 2026.

Sebagai salah satu daerah yang terkenal dengan karya ukirnya, pengrajin furniture dari Kabupaten Jepara juga turut meramaikan event pameran berskala internasioal tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna yang turut hadir dalam pamaran tersebut menilai partisipasi Jepara dalam pameran internasional seperti IFEX merupakan langkah penting untuk menjaga eksistensi sekaligus memperluas pasar produk mebel Jepara.

“IFEX bukan sekadar pameran, tetapi momentum penting bagi industri furnitur Jepara untuk memperluas akses pasar global. Jepara memiliki kekuatan pada kualitas, tradisi ukir, dan kreativitas desain yang harus terus dipromosikan ke dunia,” ujar Agus pada Betanews.id, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Kartu Mebel Jepara Resmi Dilaunching, Pelaku Usaha Mebel Kini Lebih Terjamin

Menurutnya, industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis bagi perekonomian Jepara. Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus mendorong inovasi desain, peningkatan kualitas produksi, serta akses pasar internasional bagi para pelaku usaha.

“Jepara sejak lama dikenal sebagai kota ukir dan pusat industri mebel. Tantangan ke depan adalah bagaimana produk-produk ini terus beradaptasi dengan tren global tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi kekuatan utama,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran Jepara di panggung internasional seperti IFEX bukan hanya tentang pameran produk, tetapi juga tentang menjaga reputasi daerah sebagai salah satu pusat furnitur terbaik di dunia.

“Jepara sudah memiliki nama besar di industri mebel. Tugas kita bersama adalah memastikan warisan itu terus berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” katanya.

Agus juga turut mengapresiasi keberadaan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang memiliki kontribusi penting dalam menjaga daya saing industri mebel di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, HIMKI tidak hanya berperan sebagai organisasi yang menaungi pelaku industri, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan produsen dengan pasar global melalui berbagai program promosi, termasuk penyelenggaraan IFEX.

“Pameran seperti IFEX memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkenalkan kualitas produk Indonesia ke pasar internasional. Peran HIMKI dalam menginisiasi dan mengembangkan platform ini tentu patut diapresiasi,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Berkah Ramadan, Pura Group Santuni Seribu Anak Yatim dan Bagikan 6.500 Bingkisan Lebaran

0
Direktur HR-GA Pura Group, Agung Subani bersama Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyerahkan santunan kepada anak yatim. Foto: Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Pura Group kembali menebar kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Perusahaan manufaktur terintegrasi yang berbasis di Kudus tersebut memberikan santunan kepada seribu anak yatim sekaligus membagikan 6.500 bingkisan Lebaran kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan, Jumat (6/3/2026)sore.

Kegiatan santunan digelar di Gedung Jati Semi, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran manajemen perusahaan dan para undangan.

Direktur HR-GA Pura Group, Agung Subani mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi “posonan” yang rutin dilaksanakan perusahaan setiap Ramadan. Selain sebagai momen berbagi, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diterima perusahaan.

“Sekitar seribu anak yatim kami hadirkan untuk berbuka bersama sekaligus menerima santunan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memotivasi mereka untuk terus bersemangat meraih masa depan,” ujar Subani selepas acara.

Tak hanya menyantuni anak yatim, lanjutnya, Pura Group juga menyalurkan 6.500 paket bingkisan Lebaran kepada masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan. Paket tersebut didistribusikan kepada warga di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Jekulo.

Baca juga: Ramadan Tak Surutkan Minat Baca, Arpusda Kudus Tetap Ramai

Menurut Agung, santunan yang diberikan tidak semata-mata dinilai dari jumlahnya. Lebih dari itu, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.

“Yang terpenting bukan nilainya, tetapi semangat berbagi dan kepedulian yang ingin kami jaga. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan sekaligus menambah semangat bagi anak-anak yatim,” katanya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan Pura Group melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan kesempatan yang baik untuk masa depan.

“Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak yatim. Semoga mereka merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk terus maju,” ujar Sam’ani.

Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap Ramadan. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah.

“Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin yang membawa keberkahan. Kita perlu bersama-sama membangun kepedulian sosial agar anak-anak kita mendapatkan masa depan yang lebih baik,” tutur orang nomor satu di Kota Kretek tersebut.

Editor: Kholistiono

- advertisement -